Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Kemarahan Yalina


__ADS_3

"Ahh... Tuan Nakamura Hayate. Kami menamainya Pukulan Api Salju"


"Pukulan hebat...!!! Pukulan hebat... Ayo, sudah waktunya kita sarapan. Kita istirahat dulu untuk makan. Sekalian ada yang ingin kami bicarakan dengan kalian" ajak Nakamura Hayate.


***


"Klan Tokugawa itu adalah klan terbesar di Kota Shinshiro, Argadana. Meskipun ketua klan Nakamura sama kuatnya dengan ketua klan Tokugawa tapi mereka memiliki para ninja yang bisa mereka mintai tolong. Sedangkan para ninja itu kekuatan mereka merupakan kekuatan terbesar yang bahkan kaisar sendiri pun ragu untuk mengusik mereka"


Di dalam rumah Nakamura Hayate ada Nakamura Hayate sendiri bersama lima muridnya dan rombongan Argadana berkumpul bersama.


"Di klan Tokugawa ada sepuluh orang di daftar teratas yang paling kuat dan amat kejam. Melihat kehebatan kalian bertiga beberapa hari yang lalu, besar kemungkinan ketua klan Tokugawa akan mengirimkan mereka untuk datang mencari masalah. Jadi aku memberitahu ke markas besar klan Nakamura dan meminta bantuan dari klan agar kalian bisa terlepas dari cengkraman mereka"


"Huh... Kalau mereka tidak juga jera dengan yang kemarin, Kusir Setan ini juga tidak akan ragu untuk melakukan yang lebih dari kemarin" kata Jendral Thalaba mendengus kesal.


Argadana tersenyum mendengar kata - kata Jendral Thalaba yang penuh semangat. Hal itu memang dimakluminya karena memang prajurit - prajurit Kerajaan Siluman Darah pada umumnya meskipun tidak menyukai peperangan, namun mereka sangat menyukai pertarungan.


"Tenanglah, paman. Mereka mungkin memang akan mengirim orang yang lebih kuat lagi kemari. Aku hanya merasa tidak enak karena masalah ini justru melibatkan tuan rumah yang sudah menampung kita di sini"


"Ahh... Tidak, tidak... Jangan terlalu sungkan. Kalian adalah murid saudaraku. Maka sudah sepatutnya aku melindungi kalian sebisaku. Nah... Sebentar lagi orang dari markas besar klan Nakamura akan segera tiba. Aku akan memperkenalkan kalian..."


"Nakamura Todo dari markas besar klan Nakamura telah tiba...!!!" terdengar suara keras dari depan gerbang kediaman Nakamura Hayate.


"Ahh... Panjang umur juga mereka. Mereka telah tiba, ayo kita temui mereka. Aku akan memperkenalkan kalian pada mereka" ajak Nakamura Hayate.


Nakamura Todo adalah salah satu tokoh kuat dari klan Nakamura. Dia berada di urutan ke lima dari daftar orang terkuat klan Nakamura, lebih kuat dari Nakamura Hayate yang berada di urutan ke dua puluh.


Pria berusia empat puluh tahun itu memiliki keunggulan dalam pertarungan tangan kosong namun meskipun begitu tidak banyak orang yang mampu menandingi ilmu pedang yang dikuasainya.


Nakamura Todo tiba di depan gerbang rumah Nakamura Hayate dengan membawa sekitar dua puluh orang bawahannya.


"Selamat datang, tuan Nakamura Todo" sambut Nakamura Hayate membungkukkan badan memberi hormat.


Nakamura Todo tidak segera turun dari punggung kuda. Dia menatap Argadana dan yang lainnya dengan dada dibusungkan memandang rendah semua orang yang menyambutnya.


Hal ini menimbulkan rasa tidak suka di hati kawan - kawan Argadana yang lain terutama Jendral Thalaba yang sifatnya sedikit pemarah.


"Huh... Apa anak ini yang digembar - gemborkan para samurai merupakan pendekar kuat dari negeri sebrang?" tanya Nakamura Todo mencibir.

__ADS_1


"Ehh... Perkenalkan, tuan. Ini namanya Argadana dan mereka semua adalah te..." belum selesai Nakamura Hayate berbicara Nakamura Todo sudah memotong perkataannya dengan suara bentakan.


"Aku tanya apa berita itu benar atau tidak? Aku tidak tanya namanya"


Nakamura Hayate mulai merasa tidak enak terhadap Argadana dan kawan - kawannya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sedikit kesal dengan sifat Nakamura Todo yang sangat suka merendahkan orang lain itu.


"Berita itu rupanya hanya berita omong kosong. Dan kau sudah membawa klan Nakamura dalam masalah besar hanya demi membela anak ini?"


"Ehh... Tapi, tuan...!!!"


"Tidak ada tapi, Nakamura Hayate. Aku tidak peduli anak muda ini murid saudaramu atau anak harammu. Aku ingin sekarang juga kau serahkan anak itu pada klan Tokugawa agar mereka mereka berhenti menyerang kita." kata Nakamura Hayate dengan nada tinggi.


"Tuan... Sekali lagi aku tegaskan... Tidak ada yang bisa mengganggu tamu di rumahku. Meski aku harus dikeluarkan dari klan, aku akan tetap melindungi tamuku dengan atau tanpa bantuan dari klan Nakamura" tegas Nakamura Hayate dengan tangan terkepal erat menahan kemarahannya.


Wajah Nakamura Todo tampak kelam membesi demi mendengar jawaban Nakamura Hayate. Dia menolehkan wajahnya kepada Argadana dengan tatapan membunuh.


Argadana saat itu tengah menundukkan kepalanya menahan amarah yang bergolak di hatinya. Sampai saat ini dia masih bisa menahan diri, namun tidak dengan kedua istrinya.


"Lidahmu terlalu tajam, tua bangka. Jika tidak kau jaga baik - baik maka lidah itu akan merobek mulutmu sendiri. Menjadi orang kuat itu baik, tapi menjadi orang sombong bisa menjerumuskanmu dalam jalan kehancuran. Kau pikir dengan kau berada di urutan ke lima yang terkuat di klan, kau bisa menjadi raja yang mengatur hidup orang?" bentak Yalina ketus.


"Itu benar... Tapi kau lupa satu hal, orang tua. Batu sebesar gajah tidak akan membuat kita terjatuh karena kita melihatnya dengan jelas. Tapi kita sering kali tergelincir karena tidak memperhatikan kerikil - kerikil kecil. Jangan kau terlalu sibuk meninggikan dirimu sampai kau buta sehingga tidak sadar nanti jika orang yang kau remehkan justru akan menjatuhkan dirimu"


Argadana akhirnya mulai angkat bicara namun masih dengan wajah tertunduk.


"Hmph... Kau bisanya hanya berlindung di balik pelayan dan kusirmu itu. Kau tidak lebih dari anak manja yang akan terjatuh hanya dalam sekali sentil saja"


"Bicaramu tinggi juga, orang tua. Aku ingin lihat apakah ilmu kesaktianmu itu sudah setinggi kata - katamu?"


"Kau harus membuktikan dulu apakah kau layak untuk melawan ku atau tidak dengan menghadapi para bawahanku. Kalian... Serang dia bersama - sama.."


Tubuh Dewi Racun...!!!


Tubuh Yalina mengeluarkan asap berwarna hijau hingga menutupi sosok dirinya.


Beberapa detik kemudian tampaklah beberapa guratan berwarna hijau di pipinya menyerupai sisik. Guratan - guratan itu juga tampak di beberapa bagian tubuh lain seperti tangan, kaki dan sebagian di lehernya yang jenjang.


"Karena kalian menganggap kami lemah, maka jangan salahkan aku jika jurusku membunuhi para bawahanmu. Lihat serangan...!!!"

__ADS_1


Yalina melompat tinggi di udara. Pipinya tampak menggembung. Saat itu Jendral Thalaba sudah bersiap akan membantu bersama Surasena dan Nila Sari. Akan tetapi niat mereka ditahan oleh Argadana yang menggelengkan kepalanya.


"Dia hendak mengeluarkan Jurus Hembusan Naga Racun. Kalian walaupun memiliki kekebalan terhadap racun, pasti akan terluka parah juga. Sasaran dari jurus itu sangat luas, dinda Yalina tidak akan bisa mengontrol arah serangannya. Jadi itu akan berbahaya buat kalian" kata Argadana.


Dan benar saja...


Hembusan Naga Racun...!!!


"Haaahhh....!!!"


Yalina berteriak keras ke arah dua puluh orang bawahan Nakamura Todo.


Dari mulut Yalina keluarlah uap tebal berwarna hijau kebiru - biruan menggumpal seperti bola dan jatuh tepat di tengah - tengah kedua puluh orang pengawal Nakamura Todo. Hasilnya...


Bumm...!!!


Dentuman yang cukup keras terdengar dari hantaman bola racun yang dihembuskan Yalina.


"Aahhkk....!!!"


Nakamura Todo yang melihat anak buahnya tidak berdaya melawan serangan jarak jauh daribYalina hanya bisa menggeram kesal.


Matanya melotot lebar begitu menyadari bahwa asap yang dikeluarkan Yalina itu ternyata merupakan asap beracun. Dia segera melambaikan tangannya yang telah dialiri tenaga dalam sehingga asap - asap itu tidak mengenainya.


Tetapi dua puluh orang yang dibawanya ketiban sial. Setelah asap racun menghilang mereka semua telah tergeletak di tanah tanpa nyawa. Terlihat dari lubang hidung, telinga dan mulut mereka mengeluarkan bisa berwarna kuning.


Melihat kejadian itu, menggelegaklah kemarahan Nakamura Todo. Wajahnya berubah kelam.


"Perempuan setan... Kubunuh kau"


Nakamura Todo bergerak sebat menyerang Yalina tetapi dari samping Argadana telah melesat lebih dulu untuk mencegatnya.


"Sekarang terlihat siapa sesungguhnya yang berjiwa pengecut, orang tua. Sesungguhnya kaulah yang pengecut. Kau hanya berani menyerang wanita. Tidak malu dengan statusmu sebagai salah satu dari lima orang terkuat klan Nakamura? Jika aku jadi ketua klan, aku pasti sudah mengeluarkanmu dari klan sejak jauh - jauh hari" ejek Argadana.


"Tapi sudahlah... Aku juga tidak ada urusan dengan klanmu. Aku hanya tidak ingin menjadi beban buat tuan Nakamura Hayate. Tapi karena kau sudah terlanjur memancing kemarahanku tadi, maka aku akan meladenimu untuk memuaskan rasa penasaranmu tentang kekuatanku yang sebenarnya. Aku akan memberimu kesempatan tiga kali. Gunakan gerakan terkuatmu. Jika kau berhasil bahkan menggeser seinci kakiku dari tempat aku berpijak saat ini, kau boleh menggorok leherku" tantang Argadana.


"Baik... Jika itu memang yang kau inginkan. Jangan menyesal nantinya jika kau mati dengan tubuh tidak utuh"

__ADS_1


__ADS_2