Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Lalu Hambali


__ADS_3

"Gila...!!! Ilmu apa yang digunakan perompak sesat ini?"batin Satomi Ishihara tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ghhraaaghhkk...!!! Kau harus mati, Kusir Setan. Untuk menebus nyawa semua saudara - saudaraku yang telah kau bantai" suara Shiroto Yagami terdengar serak agak parau.


Sambil menggerung dahsyat Shiroto Yagami yang telah berubah menjadi harimau itu menerjang ke arah Jendral Thalaba yang masih tertegun dengan pemandangan aneh di depannya.


Buru - buru saja Jendral Thalaba melompat ke samping kanan tetapi lagi - lagi keanehan terjadi. Tubuh harimau Shiroto Yagami secara tidak terduga mampu berputar arah di udara dan menerjang dada Jendral Thalaba.


"Ughh...!!!" keluh Jendral Thalaba tertahan begitu tubuh kekarnya terlempar cukup jauh dengan dada terasa jebol.


"Tukang tiru kurang ajar. Kau harimau gadungan, siluman palsu mau unjuk cakar dan taringnya di hadapan siluman asli" rutuknya kesal.


Jendral Thalaba tiba - tiba menjatuhkan lutut dan kedua tangannya ke tanah sambil menggeram kuat. Satomi Ishihara lagi - lagi terkejut melihat Jendral Thalaba yang tubuhnya juga sudah berubah menjadi harimau seutuhnya tetapi berbeda warna dengan Shiroto Yagami.


Jika Shiroto Yagami memiliki tubuh harimau berwarna kuning belang hitam, maka Jendral Thalaba memiliki tubuh harimau putih belang hitam. Perbedaan lainnya adalah taring dan cakar harimau putih lebih panjang dua kali lipat dari harimau kuning.


"Aaarrgghh...!!!"


Tubuh harimau putih Jendral Thalaba menerjang kuat ke arah tubuh harimau Shiroto Yagami. Kedua cakarnya cepat sekali bergerak dan mencolok kedua bola mata harimau kuning yang seketika itu juga meraung kesakitan.


Darah bermuncratan dari kedua mata harimau kuning yang kini hanya tinggal rongganya saja karena bola matanya telah tercabut oleh harimau putih. Harimau penjelmaan Shiroto Yagami itu melompat kesana kemari belingsatan tidak karuan karena rasa sakit yang tidak tertahankan.


Tidak lama kemudian tubuh harimau kuning kembali ke bentuk semula yaitu seorang Shiroto Yagami. Pemimpin rompak itu bergulingan sambil berteriak keras. Karena tidak tahan dengan rasa sakitnya akhirnya tangan kanannya mengembang dan menggepruk kepalanya sendiri hingga retak. Maka matilah tokoh perompak yang amat sadis itu oleh tangannya sendiri.


Begitu Shiroto Yagami menghembuskan nafas terakhirnya tubuh Jendral Thalaba telah berubah kembali seperti semula.


"Tunggu tuan penolong...!!!" Jendral Thalaba menghentikan langkahnya mendekati Kereta Hantu. Dia menoleh ke belakang dan melihat pedagang kaya tadi bersama anak beserta kusir dan Satomi Ishihara berlari ke arahnya.


"Tu.. Tuan... Kami mengucapkan terimakasih karena tuan sudah mau menolong kami. Kalau bukan karena tuan, entah mungkin nyawa kami sudah merat dari badan" kata pedagang itu membungkukkan badan. Hal itu juga diikuti oleh yang lainnya.

__ADS_1


Saat itu Argadana bersama Ningrum dan Yalina juga telah keluar dari kereta dan melihat sekelompok orang membungkukkan badan pada jendralnya yang amat setia itu. Argadana juga melihat ada sedikit jejak goresan cakar Shiroto Yagami di dada kirinya yang darahnya tampak mulai mengering.


"Aku belum pernah melihat tubuhmu tergores barang secuilpun, ini adalah pertama kalinya. Paman tidak apa - apa?" Argadana meneliti tubuh Jendral Thalaba.


"Emm... Saya tidak apa - apa, tuan. Itu tadi cuma serangan siluman palsu. Tidak ada yang perlu dirisaukan" menjawab Jendral Thalaba.


Kusir Setan lalu menoleh kembali ke arah pedagang tersebut dan memperkenalkan Argadana pada mereka.


"Nah... Kalau kalian ingin terimakasih, katakan saja pada tuanku karena aku hanya berbuat sesuai perintah tuanku"


Pedagang tersebut bersama para bawahannya nampak takjub melihat kegagahan paras Argadana. Dari situ juga mereka tahu bahwa Argadana pastinya bukan orang asli daerah situ karena perbedaan warna kulit dan beberapa hal lainnya yang membuatnya tampak jelas berasal dari daerah asing.


"Emm... Sebelumnya kami sangat berterima kasih atas bantuannya tuan. Saya bernama Lalu Idham dan ini putra saya bernama Lalu Syukran..." belum selesai pedagang itu memperkenalkan diri Argadana telah memotong dengan dahi berkerut.


"Lalu??? Kalian dari pulau ribuan surau?" tanya Argadana menegaskan.


"Hmm... Aku Lalu Argadana, juga berasal dari sana...!!!"


Lalu Idham sangat bahagia bisa bertemu dan ditolong oleh orang yng bisa dibilang serumpun dengannya karena sama - sama dari keluarga Lalu. Mereka kemudian saling memperkenalkan diri.


"Kalian tidak menginginkan harta yang kami bawa, maka sebagai ucapan terimakasih ambillah lencana emas ini. Jika kalian kesulitan dalam perdagangan nanti kalian bisa perlihatkan lencana ini. Mudah - mudahan dapat membantu kesulitanmu" Lalu Idham menyerahkan kepada Argadana sebuah benda berbentuk lempengan terbuat dari emas bergambar bunga teratai.


"Terimakasih... " Argadana menerima pemberian Lalu Idham.


"Ayah... Apa aku boleh minta diajari oleh paman yang hebat tadi?" Lalu Hambali, putra Lalu Idham bertanya dengan polosnya.


"Hussyyy....!!! Jangan bicara sembarangan...!!! Ehh... Maafkan, tuan. Anak saya memang suka melantut kalau bicara" Lalu Idham merasa tidak enak hati dengan Jendral Thalaba.


"Bagaimana, paman?" Argadana menoleh pada si Kusir Setan yang hanya menjawab dengan gelengan kepalanya.

__ADS_1


"Meskipun dia memiliki kerangka tulang yang bagus dan bakat yang sangat baik, tapi jurus - jurus harimau putih tidak dapat dipelajari manusia, tuan. Tubuh pengguna akan hancur jika tetap bersikeras juga ingin mempelajarinya"


Argadana hanya mengangguk - angguk mengerti mendengar penjelasan Jendral Thalaba.


"Nak... Aku sarankan agar kamu lebih baik berguru pada tuanku. Kau pasti bisa melebihi aku nantinya. Tapiii itupun kalau tuanku bersedia menjadikanmu muridnya" kata Jendral Thalaba.


"Apakah kakak ini lebih kuat dari paman?" pertanyaan demi pertanyaan yang dilancarkan Lalu Hambali membuat Lalu Idham dihantui perasaan tidak enak.


Argadana menoleh ke arah Lalu Idham seakan meminta kepastian. Lalu Idham yang mengerti isyarat tatapan itu lalu buka suara.


"Jika putra saya tidak memberatkan tuan, saya akan sangat berterimakasih untuk kebaikan tuan yang ke dua"


Argadana tersenyum mendengar jawaban itu. Dia lalu mengangkat tangannya yang telah menggenggam lencana emas ketua Perguruan Anak Naga.


"Anak lelaki bernama Lalu Hambali... Dengarkan pesan ketua perguruan Anak Naga. Mulai hari ini kau secara resmi diangkat menjadi murid Perguruan Anak Naga. Ucapkan janji setiamu..." lencana kuning emas di tangan Argadana bersinar terang.


"Aku Lalu Hambali bersumpah atas nama Perguruan Anak Naga. Aku akan..." Setelah selesai mengucap janji setianya pada Perguruan Anak Naga maka resmilah Lalu Hambali menjadi salah satu murid Perguruan Anak Naga.


Mereka akhirnya berpisah. Lalu Hambali masih mengikuti ayahnya sampai di tempat tujuan mereka sebelum pergi ke Perguruan Anak Naga untuk memulai pelajaran pertamanya.


Kereta Hantu bergerak cepat membelah ruang dan menghilang secara tiba - tiba bagai ditelan bumi. Di dalam kereta Argadana yang ditemani Ningrum dan Yalina sedang bersemedi untuk melatih kekuatan batin dan tenaga dalamnya.


"Ughh...!!!" mata Argadana menyorot tajam. Kedua istrinya yang melihat perbuatan tiba - tiba di wajah suami mereka bertanya dengan nada panik.


"Ada apa, kakang?"


"Ada apa, kakang?" Ningrum dan Yalina bertanya bersamaan.


"Zatou Natsu akan membawa sekelompok ninja kuat dari klan Koga dan Manjidani. Mereka berencana mengepung Perguruan Elang Emas yang baru kita bentuk" kata Argadana dengan tangan terkepal erat.

__ADS_1


__ADS_2