Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Berita Kematian Panglima Askar


__ADS_3

"Hahaha... Dasar kau anak nakal ya, sengaja mengerjai ayah dengan rahasia seperti ini. Kau sungguh hebat memilih wanita. Kudengar, Putri Ningrum terkenal sebagai wanita tercantik di Sampang Daru. Hehehe..." Panglima Askar tertawa mengekeh.


"Ah... Pam... Emm... Ayah... Itu cuma kabar yang sengaja dibesar - besarkan saja" kata Ningrum tersipu malu. Wajahnya tampak memerah karena jengah.


Raja Sangkala hanya menggeleng - gelengkan kepala tampak heran begitu mendengar Ningrum memanggil Panglima Askar dengan sebutan ayah.


"Haiss.... Anak muda zaman sekarang sungguh berbeda dari anak - anak muda di zamanku" kata Raja Sangkala dalam hati.


"Lalu... Mereka berdua ini..."


"Ah... Saya sampai lupa. Yang mulia, perkenalkan mereka berdua juga kawan seperjalanan saya. Surasena dan Nila Sari" kata Argadana memeperkenalkan kedua pengikut barunya itu.


"Senang berkenalan dengan kalian para pendekar muda... Sekali lagi terimakasih atas bantuannya..."


"Ah... Kami hanya melakukan apa yang dapat kami lakukan sebagai kau dunia persilatan, Yang Mulia" kata Surasena menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah cukup lama berbincang - bincang dengan Raja Sangkala, Argadana bersama Ningrum dan Sepasang Pendekar Suci Dari Lembah Hitam pamit keluar untuk melihat - lihat situasi di luar karena merasa tidak enak berada di sana sementara para petinggi kerajaan hendak merundingkan taktik perang untuk melawan Kerajaan Sakra setelah menjelang matahari terbit nanti.


***


Di dalam kemah tersebut telah berkumpul para petinggi - petinggi Kerajaan Datu Gumi termasuk juga Raja Sangkala. Pertemuan tersebut adalah untuk membahas siasat yang akan digunakan dalam melawan Kerajaan Sakra yang memiliki persenjataan canggih dari negeri lain dan dibantu oleh orang - orang dunia persilatan aliran hitam.


"Saudara - saudara sekalian pagi dini hari nanti kita akan memasuki kancah peperangan hari ke dua melawan Kerajaan Sakra. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pasukan musuh memiliki senjata perang yang dapat menjadi kunci keunggulan dalam perang ini, yang di mana hal tersebut sempat membuat jatuh mental para prajurit kita"


Raja Sangkala berhenti sebentar menatap satu persatu para petinggi kerajaan yang begitu setia kepadanya.


"Dan kudengar juga pihak Kerajaan Sakra dibantu oleh perguruan dan beberapa pendekar dari aliran hitam. Bahkan dua orang murid dari Perguruan Tengkorak Hitam sempat disusupkan untuk mencelakai Panglima Askar. Jadi aku berencana untuk menipu mereka"


"Kita akan sebarkan berita bahwa Panglima Askar telah terbunuh oleh dua orang penyusup yang menyamar menjadi pengawalnya dan perang hari kedua ini akan kupimpin secara langsung. Kalau tebakanku tidak salah, mereka akan mengeluarkan kekuatan terbesar mereka untuk menghancurkan pasukan kita karena telah kehilangan panglima. Hal ini akan membuat mereka lengah. Jadi setelah seluruh kekuatan mereka berkumpul, separuh pasukan yang berada di bawah pimpinan langsung Panglima Askar akan secara perlahan terjun ke arena pertempuran sedikit demi sedikit agar mereka tidak menyadari siasat kita terlalu cepat. Dan setelah mereka menyadari siasat yang kita susun, semua sudah terlambat karena pasukan mereka telah terkepung. Kemudian.... "


***

__ADS_1


"Bangsa*t... Bocah - bocah itu ternyata cukup berisi. Meskipun musuh menderita banyak kerugian kemarin, pihak kita juga tidak sedikit yang terbunuh. Jika saja empat orang itu tidak muncul, Kerajaan Datu Gumi sialan itu pasti sudah ada di tangan kita" geram La Huda mengingat kematian murid - muridnya.


"Jadi... Apakah sudah saatnya para pendekar sekalian ikut turun membantu menghabisi empat orang itu dalam perang nanti jika mereka ikut campur?" tanya Panglima Danang Kamba bingung.


"Kita tidak ada pilihan lain... Aku belum bisa memperlihatkan diri karena perguruan sialan itu masih saja mengamati kami... Ehh....?? Jangan - jangan empat orang itu memang murid - murid perguruan tukang usil itu?"


"Mm... Maksud tuan.. Apakah mereka kemungkinan adalah murid - murid dari perguruan misterius yang baru kemarin - kemarin ini muncul kembali?"


Di saat para petinggi - petinggi Kerajaan Sakra itu tengah sibuk berdiskusi tentang rencana perang mereka, tiba - tiba seorang prajurit masuk dengan tergopoh - gopoh ke dalam ruangan pertemuan itu.


"Ada apa, prajurit? Kau seperti tidak punya sopan santun saja, main masuk tidak ketuk pintu dulu" bentak Panglima Danang Kamba tidak suka.


"Ehh.... Anu, Tuan Panglima. Mata - mata kita mendapat kabar bahwa Panglima Askar telah tewas terbunuh di oleh dua orang penyusup yang menyamar sebagai pengawalnya. Dua orang penyusup berhasil ditangkap, namun tidak lama kemudian keduanya mati setelah membunuh diri dengan menggigit lidah mereka sendiri. Jadi perang kali ini dipimpin langsung oleh Raja Sangkala" kata prajurit yang dibentak itu takut - takut.


***

__ADS_1


**Hari ini saya kasi lebih ya, sebagai ucapan terimakasih juga buat yang sudah ksi support sampai hari ini. Jadi mungkin malam nanti bakalan ada satu lagi menyusul.... In sya Allah...


Ditunggu yah... 😁😁✌✌**


__ADS_2