
"Hohooo... Tidak semudah itu anak - anak. Paman ini ingin mengambil semua barang bawaan termasuk nyawa kalian" kata pemimpin rompak itu melemparkan sepuluh barang jarum kecil ke arah para pengawal tingkat dua yang tersisa.
"Crab... Crab...!!!"
"Aahhkk...!!!" Sepuluh jarum tersebut menancap di dahi para pengawal tingkat dua yang tidak sempat bereaksi tepat waktu karena serangan senjata rahasia tersebut begitu tiba - tiba dan tak terduga. Sepuluh orang malang tersebut ambruk dan berkelojotan sebentar lalu diam tak bergerak, mati.
"Shishio...!!!" teriak pengawal tingkat lima yang bernama Satomi Ishihara. Dia lalu menyerang sembilan orang tersebut dengan kalap. Karena khawatir empat orang kawannya yang lainpun ikut maju menyabung nyawa. Namun perlawanan mereka sia - sia.
Karena tenaga mereka telah terkuras habis ditambah lagi dengan luka - luka di sekujur tubuh mereka terasa semakin gatal dan perih karena racun tekko kagi, konsentrasi mereka pada pertarungan menjadi kacau. Maka dalam tiga jurus saja sudah empat orang pengawal tingkat tiga terbunuh dan hanya menyisakan seorang saja yaitu Satomi Ishihara.
"Bagaimana ini, ayah? Paman - paman pengawal semuanya dikalahkan? Apa kita bersembunyi saja?" anak pedagang kaya raya itu berbicara dengan nada panik.
"Kamu tenanglah, nak. Ayah pasti akan menjagamu" kata pedagang itu memeluk menenangkan putranya. Kalau ditanya sesungguhnya dia juga merasa takut sekarang tapi untuk melarikan diri dia juga tahu resiko besarnya karena baru saja sepuluh orang pengawal mati karena di serang dari jarak jauh. Maka lelaki kaya itu hanya bisa berdoa semoga saja keajaiban terjadi dan menyelamatkan mereka.
Harapan pedagang kaya itu terkabulkan. Sedetik lagi cakar besi tekko kagi milik salah seorang rompak kejam itu menghujam leher Satomi Ishihara sesosok bayangan putih berkelebat mengancam siku.
"Awas, Gennosuke...!!!"
Orang yang dipanggil Gennosuke oleh pemimpin Sepuluh Perompak Hulu Ka Ryu itu terperanjat bukan main melihat serangan orang hampir melepaskan sambungan sikunya. Dia terpaksa menarik tangan dan melompat kebelakang.
Tampak lah seorang lelaki berpakaian putih berperawakan tinggi besar di hadapannya.
"Kalian menghalangi jalan tuanku. Menyingkir atau aku singkirkan sendiri?" tanya pendatang baru tersebut.
"Setan... Berani benar kau mencampuri urusan Sepuluh Perompak Hulu Ka Ryu. Sebutkan nama, supaya kami tidak kesulitan memberi nama di batu nisanmu!!!" teriak pemimpin rompak tersebut.
Orang baru itu mendengus sombong dan menjawab dengan nada menyebalkan.
__ADS_1
"Kamu sudah menyebutkan namaku tadi"
"Mana aku pernah menyebut namamu, setan!!" pemimpin rompak yang bernama Roronoa Furihsu berteriak kesal.
"Nah... Itu... Kau baru saja menyebut namaku. Aku Kusir Setan, bukan setan benaran. Karena kamu suka berbicara dengan kata setan, maka kamu harus menjadi setan. Mau dapat nama apa? Setan rompak atau setan benaran?" ejek orang yang baru datang itu yang tidak lain adalah Jendral Thalaba dengan tampang bodoh.
"Jahanam...!!! Ternyata kau si Kusir Setan yang sering didengung - dengungkan para samurai itu" Pemimpin Perompak Hulu Ka Ry membelalakkan mata tidak percaya.
"Orang lain mungkin segan dengan kemampuanmu, tapi kami tidak pernah takut meski kau punya dua kepala dan dua pasang tangan. Keroyok biar dia tahu rasanya berurusan dengan Sepuluh Perompak Hulu Ka Ryu" teriak pemimpin perompak.
"Wess...!!!"
"Wess...!!!" Serangan - serangan ganas sembilan orang Perompak Hulu Ka Ryu mengancam perut dan leher. Jendral Thalaba henya mengelakkan serangan tersebut dengan tenang tanpa rasa takut sedikitpun.
Ketika seorang anggota termuda Perompak Hulu Ka Ryu melayangkan jotosan ke arah leher tekko kagi di tangannya tentu saja akan mendahului tinjunya melubangi tenggorokan Jendral Thalaba. Tidak ingin lehernya celaka Jendral Thalaba menjatuhkan diri berguling ke sisi kanan lawan, dari sana ia menghantamkan telapak tangan mengincar lutut.
"Kurang ajar...!!!" Jendral Thalaba mengumpat. Untuk menghindari resiko dia batalkan serangan dan sebagai gantinya cepat - cepat tubuhnya melenting tinggi di udara. Tubuh Jendral Thalaba berputar cepat dan sempat menghantam kepala salah seorang pengeroyoknya sebelum mendarat dengan mulus di tanah.
"Prakkk...!!!"
"Aaahhhkkkk...!!!" Terdengar teriakan menyayat begitu kepala orang itu rengkah terhantam kaki kokoh Jendral Thalaba. Darah mengalir tanpa henti dari rengkahan kepala tersebut.
Dengan matinya salah seorang Perompak Hulu Ka Ryu berkuranglah juga satu pengeroyok Jendral Thalaba. Kematian kawan mereka tidak membuat yang lainnya menjadi jeri tapi justru mereka semakin buas menyerang Jendral Thalaba.
Melihat lawan tidak mau mengalah memberi jalan Jendral Thalaba mengeluarkan jurus auman harimau menggunakan tenaga dalamnya yang sudah mencapai taraf sempurna.
"Aaarrrgghh....!!!" Auman Jendral Thalaba terdengar sangat memekakkan telinga. Jurus yang satu ini termasuk jurus yang unik karena hanya akan menyerang siapapun yang dianggap musuh. Jadi ketika Jendral Thalaba mengeluarkan aumannya orang yang tidak dianggap musuh tidak akan merasakan dampak dari aumannya.
__ADS_1
Hal ini bukan tanpa alasan. Jurus auman harimau itu bukan hanya menggunakan kekuatan tenaga dalam saja, melainkan juga dilambari dengan kekuatan batin.
Fikiran delapan orang yang mengeroyok Jendral Thalaba kacau balau. Dada mereka bagai digedor palu yang beratnya ribuan kati. Dari mulut, hidung, mata dan telinga mereka mengalir darah kehitaman yang menandakan bahwa mereka telah terluka dalam akibat auman Jendral Thalaba. Sementara itu sang pemimpin masih sibuk menutup mata memusatkan fikirannya untuk mengalirkan tenaga dalamnya untuk meredam efek yang ditimbulkan auman Jendral Thalaba.
Delapan orang anggotanta yang masih hidup masih tertegun belum sadar dari luka - luka dalam mereka. Kesempatan itu dimanfaatkan Jendral Thalaba. Tubuhnya tiba - tiba menghilang dan muncul secara mendadak di depan dua orang anggota yang jaraknya berdekatan. Sekejap dengan jari - jari kedua tangan terkembang membentuk cakrar yang kokoh Jendral Thalaba menyerang bagian tenggorokan.
"Crakk...!!!"
"Aaarghh....!!!"
"Aarghkk...!!!" Dua teriakan kematian terdengar lagi begitu tenggorokan terputus keluar dari leher kedua orang yang terkena jurus cakar harimau membongkar karang yang dilesatkan Jendral Thalaba secara tiba - tiba.
Hanya tersisa enam orang anggota Perompak Hulu Ka Ryu yang kini telah mulai merasa jeri melihat keganasan Kusir Setan. Mereka terlihat ragu - ragu untuk menyerang Jendral Thalaba sampai terdengar teriakan kemarahan pemimpinnya.
Enak orang yang tersisa itu seketika menyerang lagi dengan membabi buta. Kali ini karena lawan menyerang dengan kalap tentu saja pertahanan mereka tidak sekokoh sebelumnya sehingga Jendral Thalaba dapat dengan mudah menyusupkan pukulan - pukulan mematikan yang mengancam keselamatan lawannya. Maka dalam sepuluh jurus kedepan Jendral Thalaba telah menumbangkan senam orang pengeroyoknya.
Kini yang tersisa dari Sepuluh Perompak Hulu Ka Ryu hanya sang pemimpin saja yang kelihatan murka. Dia menatap tajam Jendral Thalaba seolah ingin mencabik - cabik tubuhnya.
Jendral Thalaba mengerutkan dahi melihat pemimpin Perompak Hulu Ka Ryu tampak menggerakkan - gerakkan mulutnya membaca mantra yang tidak kedengaran olehnya.
"Aaargghhh...!!!"
Pemimpin Perompak Hulu Ka Aryu yang bernama Shiroto Yagami meraung keras menepuk - nepuk dadanya keras dengan kedua tangannya. Perlahan - lahan tubuhnya terselimuti cahaya kuning terang. Tubuhnya mulai ditumbuhi bulu - bulu lebat berwarna kuning berbelang hitam. Kedua bola matanya membuat merah bagai bola api.
Jendral Thalaba melompat mundur melihat Shiroto Yagami berubah menjadi manusia setengah harimau.
Shiroto Yagami merendahkan tubuh dan menyentuhkan lututnya ke tanah memegang kepala dengan kedua tangannya. Tekko gaki di kedua tangannya retak begitu tangannya berubah bentuk dan ukuran. Perlahan - lahan tubuh Shiroto Yagami berubah menjadi harimau seutuhnya.
__ADS_1