Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Kekuatan Bayangan Seribu Naga


__ADS_3

"Pasukan yang mereka bawa tidak seberapa besar. Tapi kekuatan tempurnya di atas rata - rata" seseorang bergumam di balik semak belukar sedikit jauh dari tempat pertempuran yang sedang berlangsung antara Perguruan Elang Emas dengan pasukan gabungan Klan Koga dan Manjidani.


Dari nada suaranya yang terdengar berat bisa dipastikan orang tersebut berjenis kelamin laki - laki. Orang yang mengintai pertempuran itu bernama Sinichi. Dia merupakan seorang mata - mata kekaisaran di bawah perintah Kaisar Shenju.


Kehadirannya malam itu tentu juga merupakan salah satu perintah dari Kaisar Shenju untuk memata - matai situasi perang antar kedua kubu.


"Melihat dari pengaruh dan kemampuannya mengendalikan pasukan kecil untuk menghancurkan pasukan besar seperti klan ninja ini aku yakin pendekar dari negeri seberang si Pengelana Pedang Darah itu pasti adalah Acnologia yang dimaksud Cenayang itu" kata Sinichi sarat akan keyakinannya.


Dia terus mengamati pertarungan yang sedang terjadi tidak begitu jauh dari tempat persembunyiannya antara Argadana melawan Kyokko Sumite dan Aoki Suzurumi.


Saat itu Argadana tengah menghantam - hantamkan Cambuk Raja Naga di tangannya ke arah dua lawannya yang kelabaian berlompatan kesana kemari karena ujung cambuk seolah mengejar kemanapun mereka menghindar.


Hawa tenaga dalam yang dikerahkan Argadana pada cambuk cukup besar sehingga senjata warisan dari gurunya itu tampak mengeluarkan cahaya keemasan. Setiap kali cambuk diayunkan akan terhampar hawa panas menyengat.


Hal ini membuat gaya bertarung kedua ketua klan Koga dan Manjidani itu tidak dapat dikerahkan secara penuh.


"Setan...!!! Senjata iblis macam apa yang digunakan anak muda ini? Bisa - bisanya mengeluarkan hawa panas seperti ini" maki Aoki Suzurumi kesal.


"Pemuda ini pasti seorang ahli ilmu sihir. Kerahkan kekuatan penuh, dan kita serang bersamaan" balas Kyokko Sumite setelah mengusap keringat yang mengalir di wajah dan sekujur tubuhnya.


Kyokko Sumite mengambil serangan dari sisi kiri dan Aoki Suzurumi dari sebelah kanan untuk memperpendek jaraknya dengan Argadana.


Digencet serangan dari dua arah Argadana segera menghindar dengan melompat ke depan. Hal ini tentu saja membuat dua ninja tua itu menggereng keras karena penasaran. Berkali - kali lecutan cambuk Argadana mengancam tubuh mereka membawa hawa panas yang tak tertahankan dan telah menghanguskan sebagian pakaian mereka.


Telah dicoba melumpuhkan cambuk itu dengan katana panjang mereka namun hasilnya nihil karena ternyata senjata lawan terbuat dari bahan yang sangat alot.


"Jangan biarkan dia menjauh...!!!" teriak Aoki Suzurumi yang dengan cepat menerjang Argadana.


Argadana yang dapat melihat kesempatan di saat Aoki Suzurumi berada di udara segera melecut cambuk raja naga.


"Ihh...!!!" seru tertahan Aoki Suzurumi.


Posisinya yang berada di udara membuat dia mati langkah tak dapat menghindar. Akhirnya dia palangkan katana di depan dada untuk menghadang ujung cambuk namun Argadana berpikir cepat.

__ADS_1


Begitu ketua klan Manjidani itu memalangkan katana di depan dada, Argadana kerahkan tenaga dalamnya untuk mengendalikan arah serang cambuk raja naga. Ujungnya meliuk bagai ular dan melilit katana di tangan Aoki Suzurumi.


Saling tarik menarik terjadi antara Argadana dengan Aoki Suzurumi yang mempertahankan senjatanya. Argadana yang tidak mau berlama - lama karena menyadari ada tiga orang yang lebih kuat berada di puncak gunung menambahkan lagi tenaga dalam yang digunakan dan menarik cambuk.


Sontak saja tubuh Aoki Suzurumi ikut tertarik karena tenaga dalamnya kalah tinggi dari Argadana. Tubuh ketua klan Manjidani melayang dengan sangat cepat ke arah Argadana.


Tidak percuma Aoki Suzurumi menjadi ketua klan Manjidani. Di saat - saat genting itu dia tidak gugup. Meskipun tidak dapat menghentikan laju tubuhnya namun dia dapat dengan bebas melemparkan puluhan buah shuriken ke arah Argadana begitu tubuh keduanya berada dalam jarak sekitar lima tombak.


Aoki Suzurumi berpikir dengan menggunakan senjata rahasia dalam jarak sedekat itu lawan tidak akan sempat menghindar.


"Berakhir sudah...!!!" ucapnya dengan senyum tersungging di bibir sambil berusaha mengimbangi posisi jatuhan tubuhnya.


Akan tetapi hal yang tidak disangka terjadi. Argadana menggeram marah melihat Aoki Suzurumi menggunakan senjata rahasia untuk melakukan serangan.


"Hmph... Dasar licik. Kalau begitu rasakan saja ini.... Pukulan naga murka...!!!"


Argadana mendorong tangan kirinya ke depan dengan telapak tangan terkembang.


Dari telapak tangan Argadana mencuat sebuah sinar merah kekehitaman membawa kesiur angin panas. Shuriken yang sebentar lagi menancap di tubuh Argadana seketika itu juga meleleh dan jatuh ke tanah.


Sementara itu sinar pukulan naga murka terus melaju tanpa hambatan.


"Dess...!!!"


"Aaargghhh....!!!"


Aoki Suzurumi meraung kesakitan manakala pukulan pamungkas Argadana menggedor dada kirinya yang ketika itu terasa panas bukan main.


Tubuhnya jatuh berdebukan di tanah tanpa nyawa dengan dada berlubang menebarkan bau sangit daging terbakar.


"Tidaaakkk....!!! Kau membunuhnya, kau akan membayarnya dengan nyawamu. Hiaatt....!!!" Kyokko Sumite berteriak histeris dan menyerang Argadana secara membabi buta.


Serangannya kali ini sangat ganas dan cepat membuat Argadana sedikit kerepotan karena tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk membuat jarak.

__ADS_1


Merasa tidak ada celah untuk menggunakan cambuk raja naga Argadana lalu menyimpan cambuk pusakanya itu.


Meskipun sedikit terkejut melihat senjata lawan bisa lenyap secara tiba - tiba, Kyokko Sumite tidak terlalu lama memikirkannya karena sedang terfokus untuk menyerang.


Jurus raja malam...!!!


Kyokko Sumite menghilang dari hadapan Argadana dan tiba - tiba telah muncul di belakang menusukkan katananya ke punggung.


"Crabbb...!!!"


"Hehehe.... Inilah akibatnya jika kau berani macam - macam dengan klan ninja. Ingat - ingatlah, di kehidupan selanjutnya jika kau masih menjadi manusia berpikirlah dulu sebelum kau bertindak" kata Kyokko Sumite seraya mencabut katana yang menembus punggung Argadana.


"Hmm... Kata - kata itu mungkin lebih pantas ditujukan kepadamu"


Wajah Kyokko Sumite berubah pias mendengar suara Argadana. Segera saja dia membalikkan badannya dan melihat orang yang baru saja di tikamnya sedang berdiri dengan seulas senyum tenang.


"Kau... Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa kau berada di sana? Aku baru saja menusukmu" teriaknya dengan tatapan tidak percaya.


"Aku sudah berada di sini sejak kau menusuk bayanganku" senyum Argadana menghilang begitu selesai berkata demikian.


Argadana sejak awal pertarungan melawan dua orang terkuat klan Koga dan Manjidani itu memang telah menggunakan ajian seribu naga untuk menggandakan tubuhnya. Jadi yang bertarung melawan Kyokko Sumite dan Aoki Suzurumi tadi adalah bayangan seribu naga sedangkan Argadana sendiri hanya memperhatikan dari tempat tersembunyi.


"Kau pasti pengguna ilmu sihir. Karena tidak mungkin tubuhmu bisa menjadi dua, kecuali kau pengguna ilmu sihir itu" teriak Kyokko Sumite menyadari posisinya yang tidak ada harapan lagi untuk bertarung melawan Argadana.


"Terserah apa yang mau kau katakan. Tapi karena kau lebih kuat dari Zatou Natsu, aku akan memberimu kesempatan untuk mempertahankan nyawamu. Jika kau sanggup menahan pukulanku ini aku akan melepasmu" Argadana mengangkat tangan kanannya ke udara dengan mimik serius. Tubuhnya tiba - tiba diselimuti cahaya berwarna putih pucat.


"Baiklah, anak muda. Aku anggap ini sebagai belas kasihmu. Meskipun klan kami melakukan kesalahan besar dengan menyinggung dirimu, aku tidak menyesal jika harus mati di tangan pendekar tingkat tinggi sepertimu"


Kyokko Sumite juga segera berdiri tegak dengan tubuh gemetar karena mengerahkan seluruh tenaga dalamnya.


Saat itu Argadana yang lengan kanannya telah berubah warna menjadi putih pucat segera mendorongkan tinju kanannya ke depan.


Pukulan Gerhana Bulan...!!!

__ADS_1


__ADS_2