Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Karya Terburuk Wu Qin Feng


__ADS_3

"Fang Zi Jing terus mencoba meneliti obat ramuan guru tapi ia tidak pernah mampu menyempurnakannya. Sampai setahun ia baru mengetahui kalau guru ternyata menyembunyikan bahan terakhir ramuan untuk berjaga - jaga. Kemungkinan saat itu guru sudah mulai curiga pada Fang Zi Jing. Pengkhianat itu lalu mengerahkan seluruh kekuatan dan koneksinya untuk memburu guru demi mendapatkan bahan terakhirnya tapi selalu gagal. Dan guru semakin gencar diburu setelah melarikan diri dengan mengancam akan membalas dendam kalau senjata rahasianya sudah sempurna. Sejak saat itu Fang Zi Jing menyembunyikan keberadaan markas besar Bao Yixue karena merasa gelisah. Dia mengira kalau senjata rahasia yang dimaksud guru adalah ramuan sempurna yang diuji cobakan padanya"


"Dari ceritamu barusan, bisa dibilang kalau gurumu telah menciptakan Bao Yixue walaupun tidak secara langsung dan sepertinya senjata rahasia yang dimaksud gurumu bukanlah bahan terakhir yang diincar Bao Yixue" kata Argadana mengelus dagunya pelan mendengar penjelasan panjang Liu Tong.


"Bukan... Justru bahan itulah yang pertamakali dimusnahkan guru setelah berhasil melarikan diri terakhir kali dari Bao Yixue" berkata demikian Liu Tong menundukkan kepalanya karena sedih. Dia ingat betul ketika Wu Qin Feng membeberkan rencana itu kepadanya secara diam - diam tanpa sepengetahuan Ling Yun.


Liu Tong awalnya menolak rencana gila sang guru yang merupakan rencana bunuh diri.


"Saya tidak sanggup, guru. Lagipula bukankah masih ada banyak jalan lain untuk menghancurkan mereka? Misalnya kita bisa berlatih dengan giat, atau membangun sebuah perguruan besar. Hingga saatnya kita sudah cukup kuat untuk menggempur mereka" sanggah Liu Tong.


Wu Qin Feng menggeleng pelan dan berkata


"Tidak, anakku!!! Persoalannya tidak sesederhana yang kau fikirkan. Meskipun raksasa - raksasa yang memburuku itu hanya merupakan produk gagal aku tidak mungkin bisa menghadapi mereka sekaligus jika yang datang dalam jumlah besar. Dan lagi keadaanku sekarang sudah berbeda dengan yang dulu. Aku punya kalian yang harus aku lindungi. Kalian masih terlalu lemah untuk melawan mereka, apalagi kalau yang datang adalah Fang Zi Jing"


***


"Kata guru ramuan itu adalah hasil karya terburuk yang pernah diciptakannya. Itu sebabnya beliau menghancurkan bahannya dan bertekad memusnahkan organisasi Bao Yixue"


"Lantas.... Apakah La Huda juga adalah salah satu orangnya Bao Yixue?" tanya Argadana.


Liu Tong menjelaskan lagi.


La Huda bukan hanya anggota biasa. Dia adalah anggota yang mempunyai peranan sangat penting di Bao Yixue. Dulu manusia raksasa tidak sekuat sekarang. Setelah ramuan obat yang belum sempurna dicampur dengan setetes darahnya, kekuatan dan daya tahan tubuh mereka meningkat jauh.


Fang Zi Jing pernah mencoba bertarung dengannya sampai ratusan jurus karena ingin meneliti darahnya yang menurut Fang Zi Jing mengandung suatu zat yang istimewa. La Huda hampir kalah karena siasat licik Fang Zi Jing, tapi Fang Zi Jing juga tidak pernah menyangka kalau La Huda mempunyai ilmu aneh yang dapat menguras tenaga dalam lawan.


Fang Zi Jing tidak yakin bisa melawan La Huda jadi untuk menenangkan hatinya dia menjadikannya anggota inti yang hanya bekerja di bawah perintahnya. Artinya dia sudah seperti wakilnya Fang Zi Jing. Sejak saat itu La Huda terus memberikan setetes darahnya untuk setiap satu dosis Ramuan sesuai kesepakatannya dengan Fang Zi Jing dan sesekali ia mengajarkan beberapa ilmu kedigdayaan kepada para manusia raksasa. Salah satunya adalah Ilmu Penyaluran Kekuatan yang dilihat Argadana tadi.


Demi mengembangkan kekuatan Bao Yixue Fang Zi Jing pernah berfikir untuk membangun cabang di tempat Pulau Sasak tempat berdiam La Huda tetapi rencana itu ditentang La Huda. Alasannya karena di sana ada sebuah kekuatan besar yang sedang memperhatikannya.

__ADS_1


"Kematiannya memberikan dampak yang besar pada markas pusat karena stok darah yang ditinggalkannya telah habis terpakai. Organisasi jadi melemah dan aku dikirim ke tempat ini untuk membantu mengembangkan kekuatan organisasi di sini sebelum memperluas kekuatan dan merambah ke Pulau Sasak"


"Lalu senjata seperti apa yang dimaksud gurumu sebagai senjata rahasia itu?" tanya Argadana lagi. Kali ini tidak seperti sebelumnya Liu Tong terdiam sesaat.


"Paman Belang...!!! Lakukan!!!" Argadana berseru kepada Jendral Thalaba yang masih mencekal leher Ling Yun.


"Ehh.... Tu...tunggu...!!! Aku akan bicara, jangan apa - apakan dia!!!" kata Liu Tong gelagapan melihat urat - urat di jari tangan Jendral Thalaba mengencang.


"Sebenarnya ... Senjata rahasia yang dimaksud guru itu adalah dia..." ucal Liu Tong menoleh ke arah Ling Yun.


"Hmmm???? Apa maksudmu?" tanya Argadana tak mengerti.


"Emm.... anu... Guru sewaktu mengajari dia kepandaian Ilmu Api Langit melihat bahwa Ling Yun memiliki bakat yang sangat tinggi dalam ilmu yang mengandung inti api. Guru ingin menjadikan dia senjata untuk menghancurkan Bao Yixue setelah berhasil membangkitkan 'Api Kemarahan' yang terpendam di tubuhnya" di sini perkataan Liu Tong mulai terputus karena sesenggukan.


"Jadi sesuai rencana guru aku akan menyusup masuk ke organisasi Bao Yixue lalu membuat dia tidak berdaya di bawah tekanan dan... di situ aku... aku akan membunuh guru... di hadapan Ling Yun dan melukai Chen Xiang untuk membangkitkan 'Api Kemarahan' secara paksa"


Sementara itu Ling Yun yang menyimak cerita lengkap Liu Tong tak urung ikut sesenggukan juga.


Orang - orang yang berada di sana dan mendengarkan cerita itu secara langsung juga merasa sedih, kecuali Jendral Thalaba yang tidak menampakkan ekspresi apapun.


"Lalu... untuk menyempurnakan 'Api Kemarahan' yang telah bangkit aku harus menanamkan di hati Ling Yun... dendam dan kemarahan yang sangat mendalam. Aku sengaja menyusup masuk ke Bao Yixue untuk menjadi bahan bakar penyempurnaan senjata rahasia guru yang dikhususkan untuk menghancurkan Bao Yixue"


Setelah mendapatkan lirikan dari Argadana Jendral Thalaba membebaskan Ling Yun dari totokan. Seketika itu juga Ling Yun jatuh terduduk seolah seluruh tulangnya telah tanggal dari tubuh.


"Nah... kau sudah mendengar sendiri cerita yang sebenarnya dirahasiakan saudaramu tujuh tahun lamanya" kata Argadana setelah menghela nafas panjang. Dadanya terasa sedikit sesak karena terharu mendengar cerita Liu Tong.


Ling Yun menangis sejadi - jadinya di samping Liu Tong. Ia lalu berkata kepada Liu Tong yang dapat didengar oleh semua orang yang berada di tempat kejadian pada malam itu.


"Ling Yun tujuh tahun yang lalu mungkin tidak akan mengerti apa - apa. Tetapi Ling Yun setelah tujuh tahun tidak lagi lemah. Trauma dan kesalahan terbesar guru adalah menciptakan orang seperti Fang Zi Jing. Tetapi dari kejadian ini aku akhirnya mengerti bahwa dendam dan tindakan gagah adalah hal yang berbeda"

__ADS_1


"Ap... apa maksudmu, adikku? Apakah kau sudah tidak lagi menganggap guru sebagai orang terpenting di kehidupanmu? Apa kau sudah lupa, jasa - jasa beliau membesarkanmu?" Liu Tong berteriak menarik kerah baju Ling Yun.


Yang ditanya hanya diam saja tanpa menjawab. Setelah berhasil menenangkan gejolak kesedihan di hatinya Ling Yun kemudian menjawab dengan tenang.


"Aku sebelumnya memang telah bersikap egois. Aku hanya memikirkan perasaanku sendiri yang telah kehilangan guru, tanpa memikirkan perasaanmu yang telah membunuhnya dengan tanganmu sendiri. Tapi..." mata Ling Yun melotot tajam menatap Liu Tong yang tengah menggenggam erat kerah bajunya. Sekejap kemudian...


"Bugh....!!!"


"Ughh...!!!"


Tinju Ling Yun yang dikerahkan tanpa tenaga dalam mendarat keras di perut Liu Tong hingga cengkraman Liu Tong di kerah bajunya terlepas. Ling Yun diam saja melihat Liu Tong terbatuk.


"Tapi kalian juga telah berbuat egois terlebih dahulu. Kalian membuat rencana bunuh diri tanpa memikirkan bagaimana pendapatku. Kalian fikir dendam dan darah itu adalah sesuatu yang bisa kalian buat main - main? Kalau aku sampai kelepasan tangan membunuhmu tadi bukankah aku telah menjadi seorang pendosa besar?" balas Ling Yun mencengkram kerah baju Liu Tong.


"Uhukk.... Uhukk...!!! Kau ... Kau masih sama seperti dulu, adikku. Kau masih saja ... uhuk...!!! Kau masih saja bodoh. Rencana ini mana mungkin bisa berhasil kalau dirundingkan denganmu? Yah.. meskipun pada akhirnya gagal juga untuk dirahasiakan darimu" Liu Tong tersenyum pahit.


"Aku tidak akan mengikuti apa yang direncanakan guru, tetapi aku ingin semua orang di sini menjadi saksi. Demi bakti dan kehormatanku aku bersumpah!!! Aku akan menghancurkan Fang Zi Jing, karya terburuk semur hidup guru seperti yang diharapkannya"


"Duarr...!!!"


Petir menyalak keras seolah menerima sumpah yang diucapkan Ling Yun. Meskipun semuanya berakhir tidak sesuai dengan perkiraan Liu Tong tetapi dia masih bersyukur karena Ling Yun tetap tidak berubah baktinya meskipun telah menjadi sekuat saat ini yang diperkirakannya sudah hampir setara dengan Fang Zi Jing.


Argadana turut senang Ling Yun tidak meneruskan urusan dengan Bao Yixue berdasarkan dendam. Dengan begitu pemuda sakti dari Lembah Neraka itu bersedia menawarkan bantuannya kepada Ling Yun.


"Wuss...!!!"


"Wuss...!!!"


"Awas!!! Ada serangan panah!!!"

__ADS_1


__ADS_2