Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Bantuan Dari Anak Naga


__ADS_3

"Hahaha.... Akhirnya, penghalang terbesar tujuan kita binasa juga. Baiklah, prajurit. Setelah perang ini jika kau masih hidup datanglah padaku untuk menerima hadiah besar... Hahahaha.... "


Semua yang hadir dalam pertemuan para petinggi Kerajaan Sakra tertawa terbahak - bahak mendengar berita kematian Panglima Besar Lalu Askar Wirajaya itu. Kebahagiaan mereka tak terlukiskan lagi. Betapa tidak... Panglima Askar adalah satu - satunya pilar terkuat yang selama ini tidak bisa mereka atasi untuk menaklukkan Kerajaan Datu Gumi.


Jadi meskipun harus kehilangan dua orang murid, jika tujuan mereka tercapai makan La Huda tidak nanti akan mempermasalahkan sedikit kerugian yang dia akan terima.


"Baiklah... Kalau begitu kita tidak perlu ragu - ragu lagi. Keluarkan seluruh kekuatan kita, termasuk juga para pendekar yang bersedia membantu. Kita ratakan Kerajaan Datu Gumi dengan tanah" teriak Panglima Danang Kamba penuh semangat.


"Hidup Kerajaan Sakra...."


"Hidup... "


"Hidup Kerajaan Sakra..."


"Hidup..."


Pagi hari ketika hari mulai terang - terang tanah, pasukan dari kedua kerajaan telah bersiap dengan seragam dan senjata kebanggaan masing - masing.


Tidak tampak rasa takut akan kematian di wajah mereka, yang ada hanyalah rasa optimis akan dapat meraih kemenangan dan kemakmuran.


Raja Sangkala berdiri di hadapan seluruh pasukannya dengan menunggangi kuda kesayangannya. Pusaka Pedang Teratai Merah sebagai lambang kekuasaan penuh terhadap Kerajaan Datu Gumi tergenggam erat di tangan kanannya yang kekar berotot.


"Wahai seluruh prajuritku... Hari ini kita akan mempertahankan tanah air kita tercinta dari kebathilan. Sudah cukup kita bersabar... Sudah cukup kita mengalah... Hari ini, perang ini adalah puncak dari kesabaran kita. Karena mereka tidak juga mau mengerti... Maka kita akan tunjukkan pada mereka, bahwa... Kerajaan Datu Gumi juga bisa mengangkat senjata untuk melawan dan membunuh jika ketentraman nya terganggu"


"Hidup Kerajaan Datu Gumi... "


"Hidup..."

__ADS_1


"Hidup Raja Sangkala..."


"Hidup..."


"Serbu.... "


Perang di hari keduapun akhirnya pecah...


Suara dentingan senjata dan teriakan kematian menyayat hati menjadi melodi pengiring pengrusakan bumi yang disebabkan oleh manusia itu sendiri. Manusia yang serakah cenderung berbuat kerusakan... Mengumandangkan perang antar sesamanya.


Trang... Trang... Cras...


"Akkhh..."


Satu demi satu pejuang dari kedua belah pihak berguguran tergeletak tanpa nyawa dengan berbagai jenis luka di badan.


Jendral yang satu ini termasuk salah satu yang paling diandalkan oleh Kerajaan Datu Gumi. Dengan kesaktian yang cukup tinggi, dia mampu bertarung melawan tiga orang jendral musuh sekaligus.


Sementara itu di pihak Kerajaan Sakra orang - orang dunia persilatan yang beraliran hitam tengah bersiap - siap terjun ke medan tempur untuk mendongkrak semangat juang pasukan Kerajaan Sakra.


"Tuan - tuan pendekar sekalian... Ini akan menjadi penutup peperangan kita melawan Kerajaan Datu Gumi. Kerajaan kami membutuhkan bantuan tuan - tuan pendekar sekalian untuk menghancurkan Datu Gumi. Dan sesuai yang telah dijanjikan oleh Yang Mulia Raja Durja, tuan - tuan semua akan diberi imbalan jabatan tinggi dan harta yang berlimpah jika kita berhasil memenangkan perang ini. Sekarang kemenangan telah di depan mata. Jadi mari kita bekerja sama untuk menghancurkan Kerajaan Datu Gumi" ucap Panglima Danang Kamba penuh rayuan.


"Hehehe... Demi harta dan gadis - gadis cantik, kami siap membantu kerajaan kalian untuk melenyapkan Datu Gumi" kata seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh tahun lebih. Sebuah gada sebesar paha orang dewasa yang dipikul di bahu kanannya tampak sangat berat, namun terlihat sangat ringan baginya.


Lelaki ini di dunia persilatan dikenal dengan julukan Gada Maut. Senjata andalannya adalah gada yang selalu dipikulnya kemanapun dia pergi. Sudah tak terhitung nyawa orang - orang dari aliran putih yang mati terbunuh oleh hantaman gadanya yang beratnya hampir ratusan kati itu.


"Baiklah... Kalau begitu mari, kita lakukan sekarang. Kita bantai prajurit - prajurit Datu Gumi, demi kesuksesan kita bersama"

__ADS_1


"Baik.... "


Pertempuran antara Kerajaan Datu Gumi dan Kerajaan Sakra jadi tidak seimbang karena ikut campurnya pendekar - pendekar tingkat tinggi dari aliran hitam yang membantu Kerajaan Sakra.


Satu demi satu prajurit pejuang Datu Gumi berguguran di tangan manusia - manusia ganas tersebut. Melihat hal tersebut, yang paling senang tentunya adalah Panglima Danang Kamba dan La Huda. Panglima Kerajaan Sakra tersebut senang karena telah yakin bahwa peperangan ini akan dimenangkan oleh pasukannya, sementara La Huda tersenyum senang karena rencananya sedikit lagi akan tercapai.


Akan tetapi lagi - lagi senyum mereka harus ditelan mentah - mentah ketika tahu - tahu di pihak Kerajaan Datu Gumi tampak di bantu juga oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh anak muda yang kemarin membantai puluhan prajurit mereka.


Ya...


Kali ini Perguruan Anak Naga mengeluarkan seluruh kekuatan terbesarnya mengikuti panggilan Argadana. Yang baru terlihat itu adalah para ketua cabang dan sepuluh penjaga.


Raut wajah Argadana kali ini terlihat sangat serius. Pemuda itu menatap tajam ke depan.


"Naga Langit... Pinjami aku kekuatanmu..." kata Argadana pelan seperti berbisik.


Tidak lama kemudian tubuhnya mulai diselimuti sisik berwarna biru mulai dari dahi, kemudian pipi, lalu kedua tangan dan kakinya. Bagian terakhir adalah pakaian atas di bagian punggungnya robek dan terlihat sesuatu tumbuh di sana menyerupai sayap yang bercahaya sangat indah.


Itu merupakan bentuk terakhir dari Ilmu Naga Langit, yaitu Tubuh Raja Langit. Ketika ilmu ini digunakan, sayap akan tumbuh di bagian punggungnya. Kelebihan dari ilmu ini adalah ketika di gunakan, kekuatan dan kecepatan penggunanya akan bertambah dua kali lipat.


"Mereka mulai bergerak... Bunuh siapa saja kaum persilatan yang ikut campur dalam peperangan ini..." teriak Argadana lantang yang seketika itu juga membuat para anggota inti Perguruan Anak Naga bergerak cepat menerjang ke arah para pendekar golongan hitam yang telah mulai membantai para prajurit Datu Gumi.


***


Nah, segini dulu yak...


Ini saya udh up 3 chapter sehari ini. Kalo nnti kerjaan saya lancar, in sya Allah bakal ngusahain up lebih dri yang biasa. Do'ain yah, semoga krjaanku lancar 😁😁

__ADS_1


__ADS_2