
Choziro dan Kanryu adalah dua di antara sekian banyaknya tetua di Perserikatan Samurai yang dibentuk khusus untuk menguasai dunia persilatan di Kekaisaran Jepang ketika itu.
Awalnya mereka hanyalah anggota biasa saja tapi karena melihat kekuatan dan ketekunan kedua orang itu ketua Perserikatan Samurai akhirnya memutuskan untuk menaikkan pangat keduanya dua tahun yang lalu.
Mereka mengisi dua jabatan yang waktu itu sedang kosong karena pemilik jabatan sebelumnya telah meninggal dunia karena usia tua. Sang ketua memberikan mereka beberapa jurus ilmu tingkat tinggi untuk lebih meningkatkan kekuatan mereka.
Dalam beberapa bulan saja karir keduanya melejit naik melewati beberapa orang senior sekaligus karena peningkatan kekuatannya yang sangat luar biasa sehingga para tetua lain menjuluki keduanya si kilat kembar.
Hari berlalu semakin lama keduanya semakin terkenal di Perserikatan Samurai. Ketenaran membuat keduanya menjadi tinggi hati dan mulai memandang rendah orang lain. Hal itu memang tidak ditunjukkan secara langsung sehingga baik para tetua yang berada di atas mereka dan bahkan ketua Perserikatan Samurai sama sekali tidak menyadari kalau kedua orang itu kerap kali bertindak sesuka hati mereka menindas rakyat - rakyat kecil dan memeras harta orang - orang lemah.
Ketua klan Sakamoto yang bernama Sakamoto Ressai dapat menangkap celah peluang emas memanfaatkan keserakahan kedua tetua itu untuk memasukkan anaknya Sakamoto Yajima ke dalam Perserikatan Samurai dengan imbalan emas dan wanita - wanita cantik yang sering dikirimkan pada tengah malam ke kediaman mereka.
Namun sepandai - pandainya orang menyembunyikan bangkai, lambat laun akan tetap tercium juga busuknya. Wakil Ketua Perserikatan Samurai yang bernama Sakyo Jinnai mengendus jejak keduanya. Dia yang sudah sejak lama mengincar posisi ketua perserikatan membujuk si Kilat Kembar itu dengan iming - iming jabatan mereka akan dinaikkan lebih tinggi, akhirnya mereka berkolusi untuk menjatuhkan ketua yang sah, Senjuro Akechi.
Memanfaatkan jabatan mereka yang tinggi keduanya menghasut para tetua lain yang berada di bawahnya atas perintah Sakyo Jinnai. Semua tetua yang memiliki urutan di bawahnya tergerak hati untuk mendukung Choziro dan Kanryu bahkan para anggotanya sebagian besar telah menjadi antek keduanya.
Hari itu ketua Perserikatan Samurai memberikan misi untuk memeriksa perguruan yang baru - baru ini dibentuk oleh klan Nakamura. Seperti biasa pemeriksaan itu hanya untuk memastikan apakah perguruan yang dibangun itu merupakan perguruan beraliran hitam atau putih.
Jika mereka mengarah ke aliran hitam maka perserikatan akan mengirim pasukannya untuk membubarkan perguruan tersebut. Karena harus menyelesaikan beberapa urusan kedua tetua Kilat Kembar itu membiarkan saja murid mereka yang dikawal sepuluh orang dan ditambah dengan dua orang bayaran dari klan Sakamoto melakukan perjalanan terlebih dulu dan berjanji akan menunggu di Kedai Penginapan Sadako.
Sakamoto Yajima yang bersifat mata keranjang dan sombong itu membuat masalah di manapun tempat dia lewat hingga akhirnya bertemu dengan rombongan Argadana dan terlibat perkelahian yang menyebabkan tanggal nya salah satu lengan Choziro.
__ADS_1
Kanryu tidak terima kawannya dilukai begitu parah ingin menerjang Ningrum untuk membalas dendam tetapi Jendral Thalaba yang masih belum hilang kemarahannya masih mengarahkan hawa pembunuh kepadanya membuat tubuhnya bagai terpaku di atas bumi. Keringat dingin bercucuran membasahi sekujur tubuhnya yang masih belum bisa berhenti bergetar karena tekanan yang diberikan tombak emas Jendral Thalaba.
"Aku harap ini bisa menjadi pelajaran bagi kalian semua. Kami pengelana dari dataran tenggara, tidak pernah mengacungkan pedang jika lawan tidak menodongkan tombaknya"
Argadana kemudian berlalu mengajak kedua istrinya dan Jendral Thalaba masuk kembali ke dalam kedai untuk mencari kamar tempat menginap. Sebelum mencapai pintu masuk dia berhenti sebentar dan berkata tanpa menoleh ke arah Kanryu yang masih tetap dia dengan tubuh gemetar hebat.
"Di dunia ini banyak orang yang mengira perserikatan mereka sudah menyaingi dunia tapi mereka tidak pernah tau bahwa di luar sana dunia lebih luas dari yang mereka kira. Orang yang berfikiran picik seperti itu tidak akan pernah bisa melihat seberapa luas dunia meskipun diberi umur ribuan tahun. Jika kalian melakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum mengetahui kejadian yang sebenarnya niscaya hal semacam ini tidak akan pernah berlaku pada diri kalian"
Setelah Argadana dan kedua istrinya menghilang di balik pintu, Jendral Thalaba sempat menatap mereka dan mendengus kasar.
"Kalian boleh menyinggung siapa saja yang kalian suka. Tapi jangan berfikir kalian bisa mengganggu tuan dan nyonya karena tidak ada kedai atau pasar - pasar yang menyediakan nyawa cadangan"
***
Setelah setengah hari menaiki gunung tersebut lelaki berpakaian hitam yang bukan lain adalah Zatou Natsu ketua klan ninja di Kota Shinshiro itu mendapati sebuah gerbang besar diapit pagar tembok yang amat tinggi.
Beberapa langkah lagi dia hendak mencapai pintu gerbang tiba - tiba sepuluh orang berpakaian serba hitam berpenutup kepala mengepungnya sari segala arah.
Sepuluh orang ninja itu membagi kelompok mereka menjadi dua. Satu kelompok bergerak mengelilingi Zatou Natsu ke arah kiri dan kelompok yang lainnya bergerak ke arah kanan. Pola pergerakan mereka sempat membuat Zatou Natsu merasa pusing karena bingung mengantisipasi serangan lawan yang berkelompok.
Seorang dari kelompok pertama yang berada di belakang Zatou Natsu melemparkan Kusarigama ke arah punggung Zatou Natsu.
__ADS_1
~Note: Kusarigama adalah senjata yang berbentuk rantai dengan kama(senjata berbentuk sabit) sebagai ujungnya~
Zatou Natsu yang merasakan kesiur angin kencang dari arah belakangnya segera membanting tubuh ke kanan tetapi serangan tidak berhenti di situ saja. Dari arah kanan kelompok ke dua melemparkan sebuah shuriken (senjata rahasia berbentuk seperti bintang yang dilengkapi dengan empat bilah pisau di tiap sisinya).
Shuriken itu melesat dengan kecepatan tinggi hampir saja menancap di tenggorokan Zatou Natsu jika dia tidak segera melompat.
Dengan keluarkan bentakan keras menggeledek. Tubuhnya melambung tinggi di udara menghindari serangan dari ninja yang menggunakan fukiya (bahasa indonesia: sumpit).
Melihat tubuh Zatou Natsu yang tampak mudah di serang di udara serentak mereka semua melemparkan beberapa buah Shuriken secara bersamaan.
Tidak dapat menghindar lagi, Zatou Natsu mencabut katana dan memutarnya dengan sebat di udara menangkis shuriken - shuriken yang mengancam tubuhnya.
Trang... Trang...
Shuriken - shuriken itu berjatuhan dan menancap di tanah beberapa detik seblum tubuh Zatou Natsu memijak bumi tanpa menimbulkan suara.
"Hentikan...!!!" Seseorang mengeluarkan teriakan keras disertai tenaga dalam tinggi menghentikan pergerakan sepuluh orang ninja itu.
Dari balik dinding seseorang yang juga berpakaian serba hitam melompat dan mendarat di depan Zatou Natsu. Wajah orang itu tidak nampak jelas karena tertutupi kain hitam sehingga hanya menampakkan bola matanya saja. Akan tetapi dari suara dan dua buah tonjolan di bagian dadanya bisa dipastikan kalau dia adalah seorang wanita.
"Zatou Natsu... Ketua ninja di Kota Shinshiro. Ada keperluan apa berkunjung malam - malam begini ke Klan Koga kami?" tanya wanita itu dingin.
__ADS_1
"Nona muda Klan Koga, Kyoko Fukada. Senang bertemu nona. Ada urusan penting yang ingin dibicarakan dengan ketua Klan Koga. Mohon izin untuk bertemu"