Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Terimalah Pedang ku...!!!


__ADS_3

"Lakukanlah... Serang aku sebanyak tiga kali" kata Argadana memanas - manasi.


"Bersiaplah untuk mati, anak keparat...!!!"


Nakamura Todo mengerahkan tenaga dalam penuhnya ke tangan kanan dan segera menghantamkannya ke tubuh Argadana yang dirasa merupakan bagian paling empuk, yaitu bagian perut.


Buk...


Serangan itu mengenai perut Argadana, namun tidak terjadi apa - apa. Argadana hanya tersenyum mengejek membuat Nakamura Todo semakin murka.


"Tunjukkan yang lebih kuat, orang tua. Jangan bilang kemampuanmu hanya segini saja. Kau sungguh mencoreng nama baik klanmu. Benar - benar mengecewakan. Yahh... Sayang sekali.." ejek Argadana sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


Wajah Nakamura Hayate menjadi merah padam. Sementara itu Nakamura Todo hanya diam saja tanpa melakukan apapun karena juga sedang menahan kekesalannya atas sikap kasar yang diterimanya dari Nakamura Todo.


"Hiaatt...!!!"


Nakamura Todo kembali melesat ke arah Argadana. Kali ini dia mengalirkan seluruh tenaga dalamnya ke kaki kanan dan menghantam leher Argadana sebelah kiri.


Buk...


Lagi - lagi serangannya gagal dan dia semakin kesal melihat Argadana tersenyum dan menggeleng - gelengkan kepala seolah sedang mengejeknya.


Dian lalu melompat mundur dan segera menghunus katana di pinggangnya.


"Aku mau lihat apakah kau masih juga tidak akan bergerak jika aku menebasmu dengan senjata... Hiaahhh...!!!"


Tebasan Nakamura Todo yang disertai kemarahan menghantam bahu Argadana. Nakamura Todo tersenyum...


"Akhirnya kau mati juga, anak bodoh" batinnya dalam hati.


Akan tetapi senyumnya memudar ketika senjatanya yang menghantam tubuh Argadana membalas dan bahkan kepalanya hampir menjadi sasaran punggung katana yang gagal menggores kulit Argadana.


Karena kuat nya tenaga dalam yang dilepaskan Nakamura Todo dia tidak lagi dapat mengendalikan katananya. Katana itu terlepas dari genggaman dan tubuhnya sendiri terdorong mundur beberapa langkah.


"Bahkan senjata itu dikabarkan pernah menebas lima orang samurai yang sangat kuat dan memiliki ilmu kebal di Kota Ichihara dulu. Sekarang aku melihat katana itu seperti tidak lebih dari katana tumpul begitu mengenai tubuh Argadana. Setahuku, Sepasang Pendekar Naga dulu tidak memiliki ilmu kebal. Lalu dari mana dia mempelajari ilmu aneh itu?" kata Nakamura Hayate dalam hati takjub.

__ADS_1


"Hmm... Benda tumpul seperti itu kau jadikan senjata? Dasar bodoh... Di negeri kami benda seperti itu bahkan tidak bisa digunakan untuk menyembelih seekor binatang ternak" kata Argadana mencontoh kalimat Jendral Thalaba.


"Ahh... Tapi sudahlah... Lupakan saja soal binatang ternak. Karena kau sudah gagal dalam tiga kesempatan yang aku berikan, maka sekarang adalah giliranku untuk menyerangmu"


Nakamura Todo memasang sikap waspada melihat Argadana bersiap hendak melakukan serangan balik. Tubuh Argadana menghilang dari tempatnya membuat mata semua orang melotot kecuali orang - orang yang datang bersamanya yang tahu betul tentang kemampuan Argadana.


Tubuh pemuda sakti itu tahu - tahu telah berada tepat di depan Nakamura Todo yang menatapnya bagai melihat malaikat maut. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya yang tidak berhenti bergetar.


"Aku ingat tadi kau bilang aku akan mudah dijatuhkan hanya dengan sekali sentilan. Nah.. Sekarang aku mau kau merasakan sentilanku, supaya kau tahu siapa yang akan terjatuh hanya dengan sebuah sentilan"


Selesai berbicara Argadana benar - benar mengangkat tangannya lalu menyentil dada Nakamura Todo dengan jari tengah. Akibatnya...


Desss...


Tubuh besar Nakamura Todo terlempar sejauh sepuluh langkah dan jatuh telentang. Begitu bangun samurai yang angkuh itu memuntahkan darah segar pertanda menderita luka dalam yang sangat parah.


"Uhukk... Uhukk..."


Nakamura Todo terbatuk darah. Kali ini bukan hanya kalah, dia bahkan merasa amat dipermalukan.


"Jangan berpikir klan Nakamuramu itu adalah sebuah dunia sehingga kau mengira dengan menjadi lima kekuatan teratas di klan berarti telah menjadi orang terkuat di dunia. Beruntung aku masih bisa menenangkan kemarahan ibuku, jika tidak seluruh klanmu mungkin sudah tidak akan ada lagi besok. Sekarang pergilah. Dan ingat baik - baik... Jika kau berani menghina tuan Nakamura Hayate sekali lagi, aku tidak akan segan - segan lagi"


"Yang mana yang bernama Argadana? Cepat datang kemari dan Terima kematian...!!!"


Semua orang menoleh ke arah asal suara teriakan itu yang ternyata berasal dari sepuluh orang terkuat klan Tokugawa.


"Itu... Itu sepuluh orang terkuat di klan Tokugawa..." batin Nakamura Hayate terkejut.


"Hoo... Aku melihat orang terkuat ke lima di klan Nakamura tampaknya sedang dalam kondisi yang tidak baik" kata Tokugawa Hyakubake dengan tatapan mengejek.


Tokugawa Hyakubake merupakan orang terkuat ke lima di klan Tokugawa, sama seperti Nakamura Todo. Dia memiliki keahlian yang cukup bagus dalam menggunakan pisau terbang.


Dari segi kemampuan Tokugawa Hyakubake dan Nakamura Todo sama kuatnya. Ketenaran membuat keduanya menjadi sombong sehingga tanpa sadar mereka selalu bersaing untuk menentukan mana yang terkuat dari urutan ke lima dalam dua klan besar tersebut.


"Puihh...!!! Kau hanya belum mencobanya, Hyakubake. Jika kau mencoba bahkan satu jurusnya saja, aku yakin kau juga akan terkencing - kencing karenanya" balas Nakamura Todo marah.

__ADS_1


"Dia masih bocah bau kencur. Seumpama dia belajar sejak di kandungan ibunyapun, mustahil dia bisa menyamai kekuatan seorang yang telah berlatih puluhan tahun lebih dulu darinya" kata Tokugawa Hyakubake jumawa. Dia lalu menoleh ke arah Argadana dengan membusungkan dadanya. , mustahil dia bisa menyamai kekuatan seorang yang telah berlatih puluhan tahun lebih dulu darinya" kata Tokugawa Hyakubake jumawa. Dia lalu menoleh ke arah Argadana dengan membusungkan dadanya.


"Hei... Anak muda. Nakamura Todo berkata kalau kau itu sangat kuat kan? Aku mau lihat seberapa kuat kau sebenarnya. Jadi aku memberimu tiga kesempatan. Serang aku dengan seluruh tenaga dalammu. Mau kau gunakan senjata atau tidak, aku tidak akan melawan"


Bukan tanpa alasan Tokugawa Hyakubake menantang Argadana untuk menyerangnya dengan senjata tajam sekalipun.


Hal itu karena sepuluh orang terkuat di klan Tokugawa dalam pelatihannya mereka diberi kesempatan untuk merendam tubuh mereka di dalam air ramuan yang diberi nama Ten no Ekitai (Cairan Surgawi).


Cairan tersebut terbuat dari bermacam - macam ramuan penguat yang memungkinkan orang yang berendam di dalamnya menjadi kebal terhadap senjata tajam. Karena bahan - bahannya yang langka dan sangat mahal maka hanya orang - orang teratas dan ketua klan saja yang dapat merendam tubuh mereka di dalam cairan ramuan tersebut. Dan hal itu sekaligus menjadi rahasia kekuatan besar klan Tokugawa.


"Jangan terpancing, Argadana. Mereka sepuluh orang terkuat di klan Tokugawa itu kebal terhadap senjata tajam. Kau sebaiknya lari dari sini. Biar kami menahan mereka untukmu" teriak Nakamura Hayate.


Argadana berbalik badan menyunggingkan senyum.


"Huh... Ingin menguji ketebalan cangkang kura - kura dengan sebuah gunung. Sombong kalau kuat boleh - boleh saja. Tapi kalau hanya mengandalkan itu saja, Kusir Setan ini juga tidak takut" kata Jendral Thalaba acuh tak acuh membuat merah wajah sepuluh orang dari klan Tokugawa.


"Tuan muda... Biar aku saja yang menghabisi orang angkuh ini... Aku sejak pertama ketemu sudah dibuat tidak suka" kata Surasena tidak sabaran.


"Ini biar menjadi bagianku" kata Argadana.


"Kau ingin aku menyerangmu dengan kekuatan penuhku? Aku bahkan tidak yakin kau dapat menahan seperempatnya saja. Karena kau menantangku dengan senjata, maka aku akan memenuhi harapanmu"


Argadana lalu mengangkat tangan kanannya ke udara dengan mulut bergerak - gerak tanpa suara. Tiba - tiba saja...


Slap...!!!


Di tangan Argadana kini telah tergenggam sebatang pedang berwarna merah pekat. Dari ujung pedang tersebut selalu meneteskan darah.


Semua orang di sekitar tempat itu seketika merasa tubuhnya bagai ditimpa beban seberat ratusan kati. Tokugawa Hyakubake lututnya gemetar, tubuhnya tidak bisa berdiri dengan tegak. Begitu juga dengan anggota klan Tokugawa yang lainnya.


"Pedang itu memancarkan aura pembunuh yang sangat berat. Apa mungkin itu yang dinamakan senjata pusaka seperti kata ketua klan? Kali ini sungguh celaka. Kenapa aku harus menantang anak monster ini?" batin Tokugawa Hyakubake ketakutan setengah mati.


Sementara itu Nakamura Hayate gemetar sekujur tubuhnya melihat pamor Pedang Siluman Darah di tangan Argadana. Dia melihat murid - muridnya tumbang tak sadarkan diri karena tak kuat menahan tekanan dari Pedang Siluman Darah.


"Itu pedang pusaka yang memiliki jiwa di dalamnya. Semakin kulihat semakin ilmunya berbeda dengan Sepasang Pendekar Naga. Siapa dia sebenarnya? Apakah dia benar - benar murid kakak Anung Pramana dan Dewi Obat? Atau dia memang pernah berguru pada orang lain dan mewarisi pedang mengerikan itu?" hati Nakamura Hayate bertanya - tanya sambil menoleh kesana kemari dan menemukan Tokugawa Todo telah pingsan karena luka dalamnya.

__ADS_1


"Kau penasaran dengan kekuatanku? Akan kutunjukkan seperseribu dari seluruh kekuatanku. Terimalah pedangku...!!!"


__ADS_2