Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Ningrum Vs Choziro


__ADS_3

"Ughh...!!!"


Terdengar keluhan tertahan Sakamoto Yajima yang merasakan seluruh tulang di tubuhnya bagaikan hancur karena bantingan Ningrum.


Perbuatan Ningrum tidak berhenti sampai di situ. Wanita berjuluk Dewi Pedang Guntur itu mencengkram bahu Sakamoto Yajima dan melemparkannya ke arah meja tempat dia berada sebelumnya.


Melihat di dalam kedai makan penginapan itu terjadi perkelahian sebagian besar pengunjung yang berada di sana berlarian keluar dan hanya menyisakan beberapa orang saja yang tampaknya juga memiliki kepandaian untuk membela diri jika terkena serangan yang nyasar.


Beberapa orang itu juga penasaran dengan apa yang akan terjadi para anak - anak muda yang berani menyinggung Perserikatan Samurai.


"Jauhkan tangan kotormu dariku, laki - laki menjijikan"


Merah padamlah wajah Sakamoto Yajima demi mendengar ucapan berang Ningrum.


"Sial... Belum pernah tuan muda ini menerima penghinaan sebesar ini" makinya dalam hati.


"Kalian berdua kenapa tidak membantuku?" bentaknya pada Dua Bidadari Perenggut Sukma dengan mata melotot.


"Kami hanya menerima bayaran untuk melindungimu dari bahaya yang datang. Bukan untuk membantumu mencari masalah" kata Maruyama Akiko tersenyum sinis.


"Kalian... Dasar tidak berguna. Setelah pulang nanti aku akan bicara pada ayahku agar kalian berdua dipecat"


"Itu lebih bagus dari pada harus bekerja pada tuan muda klan yang manja sepertimu" tandas Takeda Kiroro.


Di saat - saat Sakamoto sedang bersitegang dengan dua pengawal wanitanya dari arah pintu terlihat dua orang bertubuh jangkung berwajah klimis berjalan masuk dengan dada dibusungkan. Mulut mereka mencibir setiap orang yang mereka lewati.


Wajah Sakamoto Yajima berubah cerah. Kedua orang itu adalah Tetua Chouji dan Tetua Kanryu yang merupakan bagian dari beberapa petinggi di Perserikatan Samurai.


Perserikatan Samurai adalah sebuah organisasi besar nomor satu yang dibentuk sekelompok Samurai ternama di Kekaisaran Jepang dan telah berumur ratusan tahun. Kekuatan perserikatan ini bahkan dikatakan mampu menyaingi klan besar dan kuat seperti Ninja.

__ADS_1


Tujuan mereka adalah membangun kelompok gabungan dari seluruh perguruan yang ada di Kekaisaran Jepang. Dan hingga saat ini Perserikatan Samurai masih kokoh berdiri dan menjadi organisasi terkaya di Kekaisaran Jepang.


"Perempuan... Kau dan kawan - kawanmu akan berakhir hari ini. Kalian telah berani menghina Perserikatan Samurai. Dua tetua, mereka telah menghina perserikatan kita dan menyerangku dengan cara curang. Mohon pengampunan dan tolong beri mereka pelajaran agar kelak tidak ada lagi yang berani menyinggung perserikatan besar kita..!!!" kata Sakamoto Yajima dengan wajah memelas sambil memegang pinggangnya yang masih terasa nyeri terkena bantingan keras Ninrum.


Beberapa orang yang hadir di sana mengecam keras sikap pengecut dan bermuka dua calon penerus ketua klan Sakamoto itu namun untuk angkat bicara pun mereka tidak berani karena akan menyinggung dengan klan terbesar kedua di Kerajaan Naruhito itu.


Tetua yang bernama Choziro melebarkan matanya dengan wajah merah padam. Gerahamnya bergemeletukan dan tangannya terkepal sampai menonjolkan urat - uratnya.


"Siapa yang sudah berani cari mati mencemarkan martabat Perserikatan Samurai?" teriaknya menggeledek disertai pengerahan tenaga dalam tinggi.


Pengaruh teriakan itu menggetarkan meja makan para pengunjung lain yang dengan sigap berusaha menahan getaran. Dari keseluruhan meja yang bergetar hanya meja yang ditempati Argadana saja yang sama sekali tidak terusik sedikitpun.


"Benar yang dikatakan orang - orang. Perserikatan Samurai memang tempat berkumpulnya kekuatan dewa" bisik para pengunjung lain dengan suara bergetar.


"Itu mereka, tetua. Mereka yang telah menghina perserikatan kita" teriak Sakamoto Yajima menunjuk ke arah Ningrum dan yang lainnya.


"Ehh... Tuan - tuan. Tolong kalau mau bertengkar jangan di dalam kedai kami. Kalau pertarungan tuan - tuan menghancurkan tempat kami, maka bagaimana cara kami mencari makan untuk melanjutkan hidup kami?" kata lelaki gemuk itu yang tidak lain adalah pemilik kedai penginapan tersebut.


Kemarahan telah menguasai fikiran tetua Choziro hingga dia tidak mempedulikan ketakutan yang dialami pemilik kedai penginapan. Orang itu terlempar keluar menjebol dinding kedai dan pingsan setelah menerima tendangan Choziro yang mendarat di ulu hatinya.


Para pengawal kedai juga datang membantu namun hanya dengan sekali mengayunkan tangan mereka semua terlempar dan jatuh pingsan.


"Wajahmu cantik, tapi hatimu beracun. Aku akan membantumu membersihkan racun di hatimu"


Choziro melompat melayangkan tinjunya ke depan mengincar dada tapi sebelum serangan mencapai sasaran yang ditujukan tangannya terhenti di tengah jalan karena seseorang mencekalnya.


"Bukan di sini tempat bertarungnya..." Argadana menarik lengan Choziro dan membawanya keluar lewat pintu.


Tindakan Argadana membuat semua orang yang berada di dalam kedai itu ikut keluar.

__ADS_1


Sementara itu Choziro yang tangannya masih dicekal Argadana berusaha melayangkan tinju kirinya hendak membokong dari belakang. Argadana yang dapat merasakan angin serangan dari arah belakang segera menyentakkan tangan Choziro yang berada dalam cekalannya.


Tubuh Choziro oleng sehingga serangan itu buyarlah. Tanpa basa - basi Argadana menarik keras lengan Choziro dan melepasnya hingga Choziro jatuh tersungkur di tanah.


Ketika itu semua yang keluar dari kedai baru saja tiba dan melihat bagaimana Argadana menarik Choziro dengan keras hingga tersungkur. Ningrum yang masih belum hilang kemarahannya tampak sepercik petir di kedua bola matanya.


"Biarkan dia melawanku untuk membuktikan ucapannya, kakang...!!!" kata Ningrum dingin.


Argadana hanya menggelengkan kepalanya lalu melangkah mundur untuk bergabung dengan Yalina dan Jendral Thalaba.


"Dari sekian banyak orang yang bisa kau cibir dengan kata - kata kasar, kenapa kau justru memilih dia?" kata Argadana pelan.


"Hmm... Kalau Yunda sudah semarah itu alamat kematian sudah pasti akan jadi akhir dari pertarungan" sambung Yalina bergumam.


Hal itu kebetulan terdengar juga oleh Sakamoto Yajima dan rombongannya.


Yang paling tidak suka dengan perkataan Yalina adalah Kanryu. Dia lalu membalas perkataan Yalina dengan mencibir.


"Huh... Hanya orang asing rendahan sudah berani unjuk jago di negeri kami. Kalian cuma katak di dasar sumur..." katanya angkuh.


"Kita akan tahu siapa katak dalam sumurnya setelah temanmu bertarung dengan nyonya" dengus Jendral Thalaba.


***


Singkat dulu yk...


Saya lg banyak kerjaan soalnya. Tdi hari minggu sy dapt panggilan krja, jdi gk libur.


Harap dimaklumi lah 🙏🙏😁

__ADS_1


__ADS_2