Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Kusir Setan Mulai Berulah


__ADS_3

"Anak muda... Tuan muda kami menginginkan kedua gadismu. Mau kau serahkan baik - baik atau kami rebut secara paksa? Pilihlah..." kata Gozero mengancam dengan nada sombong.


"Kalian menghadang jalan tuanku hanya untuk berbicara omong kosong begini? Sebaiknya menyingkir atau akan ada orang yang mati nanti" kata Jendral Thalaba sebal.


"Setan... Kau itu hanya kacung. Apa yang membuatmu begitu berani berbicara dengan kami?" bentak pengawal yang bernama Morinaga.


"Kalian tidak sadar? Kalian juga sama kacungnya denganku" balas Jendral Thalaba menoleh ke arah lain.


"Bangsat... Aku robek mulutmu"


Morinaga menggerakkan tangannya dengan cepat berusaha mencengkram leher. Jendral Thalaba hanya mendengus pelan kemudian hanya dengan memiringkan sedikit tubuhnya serangan Morinaga gagallah.


Tidak ingin dipermalukan di depan teman - temannya karena gagal menghajar seorang kusir kuda saja, Morinaga melanjutkan serangannya dengan tendangan menyasar ke arah ************ Jendral Thalaba.


"Ilmu jahat... Pasti dari aliran sesat" kata Jendral Thalaba dengan nada sinis. Kusir Setan membungkukkan badan menghadang tendangan Morinaga dengan kepalan tangan kanannya.


Morinaga tersenyum licik melihat lawan menahan tendangannya hanya dengan tangan saja.


"Entah kusir ini terlalu bodoh atau dia sangat percaya diri. Dia fikir tangan bisa menangkis tendangan kaki" katanya dalam hati mengejek kebodohan Jendral Thalaba.


Namun sepertinya senyum Morinaga tidak bertahan lama. Dia berteriak kesakitan dan berlompatan kesana kemari memegang pergelangan kakinya.


Rupanya tinju yang dilayangkan Jendral Thalaba untuk menahan tendangan Morinaga itu mengincar bagian depan pergelangan kakinya.


"Kau fikir aku cukup bodoh untuk menahan tendanganmu hanya dengan tangan saja? Kau terlalu menyanjung kemampuanmu yang tidak seberapa itu" ejek Jendral Thalaba dengan nada sinis.


"Hei lihat... Itu ada orang yang berani menentang tuan muda klan Sakamoto. Mereka berempat suguh berani"


"Iya, benar. Kusir kuda itu tampaknya cukup kuat untuk menghadapi pengawal tuan muda itu. Tapi mereka berjumlah sepuluh dan kusir itu hanya sendirian"


"Jangankan kusir itu. Aku bahkan merasa kasihan sekarang pada dua orang wanita itu. Lelakinya akan dibunuh oleh pengawal yang sangar itu dan mereka akan dipersembahkan pada tuan muda mata keranjang"


Lama kelamaan semakin banyak saja orang yang tertarik menyaksikan keributan di depan penginapan tersebut baik secara terang - terangan maupun secara sembunyi - sembunyi.

__ADS_1


Melihat kawan mereka dipermalukan di depan umum sembilan yang lainnya menjadi marah.


"Kalian sudah diberi hati malah minta jantung. Kali ini kami tidak akan berbaik hati lagi. Kami akan membawa dua nona ini secara paksa suka atau tidak suka. Bawa kedua gadisnya, biar aku mengermus lelakinya"


Gozero menghunus katana dan diikuti oleh kawannya yang lain sementara Morinaga mengurut - urut kakinya yang masih terasa nyeri karena terhantam tinju Jendral Thalaba.


Gozero menodongkan katana di hadapan Argadana memberi kesempatan pada kawannya untuk menangkap Ningrum dan Yalina. Tidak terduga dari belakang Argadana Jendral Thalaba bergerak secepat kilat menghadang pergerakan delapan orang itu.


"Kalian masih terlalu lemah untuk menghadapi tuan muda dan nyonya - nyonyaku"


Jendral Thalaba membusungkan dadanya memancing kemarahan delapan orang itu.


"Apa yang kalian ragukan? Cepat bunuh kusir jahanam itu. Dan ambil gadisnya..!!" teriak Gozero marah.


Delapan orang tersebut lalu bergerak serentak mencecar Jendral Thalaba dengan tusukan - tusukan yang mengarah ke bagian terlemah di tubuh.


Jendral Thalaba menjatuhkan tubuhnya ke samping dan berguling ke arah salah seorang yang berada dalam jarak yang cukup jauh dari kawannya.


"Hupp...!!!"


Krakk...!!!


"Aaahkk...!!! Tanganku... Tanganku!!!"


Pengawal paling muda itu berteriak keras ketika tangan Jendral Thalaba yang membentuk cakar mencengkram dan mematahkan lengannya.


"Kalian ada senjata, aku juga ada senjata. Sekarang siapa yang mau digorok duluan batang lehernya? Maju...!!!" tantang Jendral Thalaba setelah merampas katana milik pengawal yang telah dilumpuhkan tangan dan kakinya itu.


"Hei... Pengawal bodoh... Kenapa kalian lama sekali? Cepat, aku akan menunggu kalian di dalam. Dan ingat kalian cuma punya waktu sampai aku selesai makan pagi ini. Jika terlambat akan ada hukuman untuk kalian" teriak Sakamoto Yajima.


Karena takut menerima hukuman Gozero jadi panik terlebih lagi sembilan orang kawannya termasuk Morinaga yang telah bergabung mengeroyok kusir kuda itu belum juga berhasil menumbangkannya.


"Bodoh sekali jika aku harus melawan kusir itu lebih dulu. Biar kubunuh saja pemuda ini, dan membawa kedua gadis ini. Maka kita akan terbebas dari hukuman, jadi biarkan mereka menahan kusir itu sebentar" fikir Gozero yang mengira Argadana hanyalah anak seorang kaya lemah yang bisa dengan mudah dibunuhnya.

__ADS_1


Gozero menikamkan katana di tangannya mengincar leher. Argadana hanya memiringkan tubuhnya sedikit ke kanan dan katana lewat di samping lehernya.


Serangan Gozero tidak berhenti hanya di situ saja. Setelah Argadana menghindari tusukannya tangannya dengan cepat menebas mengikuti arah gerakan tubuh Argadana.


Ksatria Lembah Neraka tidak tinggal diam. Melihat orang ingin menebas lehernya, tangan kanannya bergerak menjepit katana Gozero dengan dua jari telunjuk dan jari tengah sehingga serangan Gozero terhenti.


Gozero berusaha menarik katananya tetapi kedua jari tangan Argadana bagai jepitan baja yang sulit untuk dilepaskan. Katana itu bagai menempel di jarinya. Dicobanya lagi menarik dengan kekuatan penuh tapi hasilnya nihil. Perlahan - lahan keringat dingin mulai memercik di dahi Gozero.


"Apa - apaan orang ini? Kekuatan penuhku bahkan tidak dapat menggoyahkan jepitan tangannya dari katanaku" keluh Gozero dalam hati merasa panik.


Setelah puas mengerjai Gozero Argadana menggunakan Ilmu Serat Darah yang dialirkannya melalui katana. Gozero tiba - tiba merasakan tenaga dalamnya tersedot ke arah katana yang berusaha ditariknya. Dia berusaha menarik tangannya agar terlepas namun katana itu seolah menempel di tangannya.


"Iblis... Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku... Lepaskan aku... Aaahhh...!!!"


Gozero mulai berteriak karena tenaga dalamnya terus tersedot melalui katana yang dijepit Argadana.


Dess...!!


Gozero terpental setelah tendangan Argadana menggedor dadanya dengan keras. Pengawal Sakamoto Yajima itu bangkit berdiri namun dadanya terasa sesak.


"Kau ingin menyelamatkan dirimu dari hukuman dengan membunuh orang lain. Maka kaupun harus siap jika orang lain melakukan hal yang sama padamu" kata Argadana.


"Kau belum bisa menguasai katana dengan baik. Perhatikan aku mengajarimu. Ini akan menjadi pelajaran terakhir untukmu. Semoga di kehidupan yang akan datang kau tidak lagi terlahir dengan sifat serendah ini"


Jurus Tanpa Bentuk...!!!


Wajah pucat Gozero yang sudah kehilangan separuh tenaga dalamnya semakin panik ketika tubuh Argadana menghilang tiba - tiba. Yang dilihatnya hanyalah sebuah bayangan putih mendekat ke arahnya setelah itu gelap...


Begitu tubuh Argadana telah terlihat lagi di posisi semula tubuh Gozero ambruk dengan tubuh terpotong dua dan isi perut memburai keluar.


Semua orang yang menyaksikan hal itu bergidik ngeri dan sebagian ada yang langsung muntah - muntah karena jijik dengan pemandangan yang mereka saksikan.


"Itu hukuman untuk orang yang berani mengganggu gadis - gadisku"

__ADS_1


Setelah berkata demikian Argadana kembali merangkul kedua istrinya yang hanya tersenyum saja memandang mayat menjijikan Gozero.


__ADS_2