Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Perang Dimulai


__ADS_3

Argadana berdiri tegak menghadap lima puluhan orang yang baru saja datang. Tidak nampak sedikitpun rasa gentar dari wajahnya.


Aoki Suzurumi kesal melihat Argadana masih bersikap tenang melihat kedatangan mereka. Dia merasa lawan meremehkan mereka yang berjumlah banyak.


"Kau lumayan juga, anak muda. Bisa memimpin sedikit orang dan membuat kelompok kami kerepotan. Tapi ingatlah, meskipun kau kuat kau juga tidak mungkin bisa melawan orang banyak sekaligus seorang diri" katanya menggertak.


"Tuan kami tidak sendiri...!!!" selesai Aoki Suzurumi berkata terdengar dua suara menyahuti secara bersamaan dengan datangnya Surasena dan Nila Sari. Keduanya berdiri di belakang Argadana.


Kyokko Sumite mendengus kasar melihat dua tenaga tambahan menghampiri Argadana.


"Kalian hanya bertiga, dan kami puluhan orang. Kalian yakin bisa menghadapi kami?" kata Kyokko Sumite dengan wajah tersenyum mengejek.


"Hmph...!!! Berpura - pura tenang agar lawan berfikir kau memiliki kekuatan yang besar. Hanya taktik lama" Kyokko Fukada menyambung perkataan ayahnya.


Pada saat itu Ningrum dan Yalina dari arah belakang Argadana sedang berlari kencang dan baru berhenti tepat di sisi kiri dan kanan Argadana.


"Dia memang memiliki kekuatan yang besar. Bukankah kalian sudah melihat buktinya dengan kejadian malam ini?" ucapan ketus Yalina membuat senyum Kyokko Sumite menghilang sementara Kyokko Fukada masih tetap tanpa ekspresi.


"Manusia mana yang sudah berani menggertak tuanku?" tiba - tiba terdengar suara serak dari arah lain di kegelapan hutan tersebut.


Muncul sosok putih yang berjalan perlahan mendekati rombongan Argadana. Sosok putih itu tiada lain adalah harimau putih yang merupakan bentuk penyamaran Jendral Thalaba alias si Kusir Setan.


Beberapa hari yang lalu Argadana menugaskannya untuk mengawal Pangeran Fujihira dalam perjalanan pulang ke istana. Karena ada beberapa halangan dalam perjalanan maka ketika Jendral Thalaba sampai di perguruan, semua bangunan telah kosong. Dia lalu menggunakan bentuk tubuh harimau putihnya dan berlari cepat menyusul ke Gunung Koga.


"Ihhh.... Harimau jadi - jadian!!!"


"Binatang ibils... Harimau apa ini, bisa berbicara bahasa manusia!!!" seru beberapa tetua bawahan Kyokko Sumite dan Aoki Suzurumi terkejut melompat mundur dengan wajah pias. Beruntung hal itu terjadi saat malam hari sehingga tidak ada yang melihat wajah pucat Kyokko Sumite beserta rombongannya.


"Hmm... Orang tua ini lupa. Harimau tidak bisa bicara bahasa manusia... Aaarrghhh....!!!" Jendral Thalaba yang menyadari kekeliruannya segera mengaum keras. Aumannya sampai membuat bergetar lutut beberapa orang ninja yang tenaga dalamnya tergolong paling rendah di antara lima puluh orang terkuat itu.

__ADS_1


"Apa - apaan harimau ini? Jelas - jelas dia baru saja berbicara bahasa manusia, kenapa dia mengatakan bahwa dia tidak bisa bicara bahasa manusia?"


"Dia jelas - jelas cuma binatang, bisa - bisanya dia bilang dia orang tua"


"Siluman... Itu pasti harimau siluman...!!!"


Bawahan ketua Klan Koga dan Manjidani mulai ribut membicarakan harimau siluman sehingga lupa kalau mereka sedang bersiap untuk bertarung dan sibuk mengusap keringat dingin yang mulai mengalir di tengkuk - tengkuk mereka.


"Mereka sudah di sini..." kata Argadana tersenyum.


Kyokko Sumite mengerutkan dahi demi mendengar perkataan Argadana barusan. Tidak lama kemudian lamat - lamat telinganya yang cukup tajam dapat menangkap suara halus beberapa langkah kaki mendekati tempat mereka.


"Ada kekuatan besar yang mendekat kemari..." ucapnya dengan suara sedikit bergetar.


"Akhirnya sampai juga... Hmm...??? Belum ada yang bertarung?" terdengar suara dari arah barat.


Yang baru saja bersuara adalah Aksara Buana yang datang bersama Yudha Gerhana dan Pancaka Sudra. Ketiganya bergabung dengan Argadana yang menyambut mereka dengan senyuman. Tidak lama setelah kedatangan tiga ketua pecahan itu kelihatan juga Brajamusti yang datang bersama Soma Ardipura.


"Ini... Mereka kuat!!!" kata Aoki Suzurumi. Dia berkata demikian bukan tanpa alasan. Bukan hanya dia merasa tertekan saja, tetapi juga langkah kaki kelima orang yang baru saja datang itu tampak ringan dan sama sekali tidak terdengar. Nafasnya terasa sedikit sesak ketika Soma Ardipura menatapnya dengan mata berkilat.


"Sudah. Meskipun harus membayar dengan nyawa banyak anggota, setidaknya ini setimpal dengan apa yang kita dapatkan. Kalian yang datang kemari akan tetap mati di Gunung Kogaku" tegas Kyokko Sumite percaya diri.


Argadana hanya tersenyum sebentar. Begitu senyumnya menghilang wajahnya tampak serius, dan matanya tampak mencorong tajam menatap Kyokko Sumite yang seketika menarik langkah mundur.


"Kau mengandalkan bantuan orang di puncak gunung itu?"


"Kau.... Bagaimana kau bisa tahu kalau ada orang di sana?"


"Sudahi saja berbicaranya!!! Aku sudah tidak sabar untuk mengremus mereka. Gara - gara mereka adik kecil kami sampai hampir mati. Jadi biar mereka juga merasakan bagaimana rasanya diracun" Yalina yang sudah tampak tidak sabar segera merangsek ke depan dengan tangan yang telah dialiri tenaga dalam Naga Racun.

__ADS_1


"Serang...!!! Bunuh para gaijin" teriak Kyokko Sumite keras mengawali pertempuran berdarah itu.


Orang - orang di pihak Argadana juga tidak mau kalah. Mereka menerjang maju ke depan di mana musuh sedang bergerak juga melakukan serangan.


Yalina masih tidak terima dengan perlakuan yang diterima Yamada Ayame beberapa hari yang lalu. Dia dengan kalap menyerang tetua yang merupakan pembantu wanita terkuat kyokko Sumite, Juvia Strauss yang dibantu oleh Kyokko Fukada dan tiga tetua lain.


Meskipun dikeroyok lima orang yang kuat Yalina tampak tidak gentar sedikitpun. Sejauh ini pertarungan mereka tampak berimbang sampai pada jurus ke dua puluh Juvia Strauss mengubah gerakannya dengan terlebih dulu melompat mundur ke belakang sementara Kyokko Fukada bersama dua tetua lain menyibukkan Yalina.


Jurus Harimau Mencengkram Bukit...!!!


Juvia Strauss menerjang ke arah Yalina yang sedang disibukkan dengan serangan keroyokan empat orang ninja.


Merasakan angin tajam yang amat deras dari samping kanannya Yalina membuang tubuh dengan berguling ke belakang. Maka serangan Juvia Strauss hanya mengenai angin kosong saja.


Ketika itu Yalina juga dengan cepat memberikan serangan balik begitu dia terbebas dari serangan berbahaya Juvia Strauss.


Tamparan Pelebur Sukma...!!!


Telapak tangan Yalina yang telah berubah warna menjadi hijau didorongkan ke depan mengincar pinggang.


"Serangan balasan yang percuma...!!!" Juvia Strauss hanya mendengus kasar. Karena penasaran dengan kekuatan lawannya yang tetap masih bisa bergerak bebas meskipun dikeroyok Juvia Straus berniat mengadu tenaga dalam dengan Yalina. Karena alasan itulah ketika melihat telapak tangan lawan mengincar pinggang kirinya Juvia Strauss segera mengangkat lututnya menangkis.


"Desss...!!!" Juvia Straus terkejut bukan main. Lututnya yang tadi beradu dengan telapak tangan Yalina terasa keram.


Yalina melihat lawan terdorong seusai beradu tenaga dalam dengannya segera menyusul dengan tendangan berantai tetapi dari arah samping datang lagi serangan Kyokko Fukada menebas kaki kanan Yalina yang tengah melayang di udara.


Terpaksa Yalina hentikan serangan dan menarik kaki kanannya dan melompat mundur sejauh tiga langkah.


"Hmph...!!! Menyebalkan" dengusnya kesal.

__ADS_1


"Kami terbiasa menggunakan katana. Bertarung tangan kosong membuat kami kesulitan meladeni serangan nona" kata Juvia Strauss setelah mengatur nafas yang sedikit tersengal.


__ADS_2