Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Perompak Hulu Ka Ryu


__ADS_3

"Baiklah.. Bbbb... Baiklah. Akan kukatakan. Tapi tolong lepaskan aku dulu ilmu terkutuk ini, tubuhku sakit sekali...!!!" Raja Teluh sedikit melenguh di saat pengaruh jurus pengendali darah dilepaskan Argadana.


"Sekarang kau bisa bicara. Tapi jika kau berbohong bahkan walau sekata saja, kau tidak akan lepas dari tangan kejamku" ancam Argadana.


Raja Teluh akhirnya mengalah. Dia menceritakan semuanya tentang hubungannya dengan Zatou Natsu, ketua ninja di Kota Shinshiro juga tentang dendam lama mendiang gurunya yang dibawanya sampai mati. Rasa penasaran akan kekalahan yang pertama kali itu dialaminya. Pukulan berat yang mengantarnya pada gerbang kematian. Dedengkot aliran hitam itu juga memberitahukan kemana perginya Zatou Natsu dan rencana apa yang sedang dipersiapkannya.


Argadana mengangguk mengerti.


"Aku mengerti... Dan karena kau sudah memberi jawaban yang memuaskan aku akan menepati janjiku untuk membebaskanmu. Aku sarankan agar kau bertobat dari kejahatanmu. Biar bagaimanapun keburukan yang kau tanam hari ini kelak akan kau tuai juga hasilnya. Jadi berbuatlah baik selagi kau bisa, karena di alam baka sana tidak ada istilah taubat" Argadana melangkah pergi meninggalkan gubuk tua tempat tinggal Raja Teluh yang sudah terbakar hangus.


Raja Teluh wajahnya tampak bengis. Baru beberapa langkah Argadana berjalan dia lepaskan pukulan dewa bangkai andalannya dengan segenap tenaga dalamnya yang tersisa.


Argadana hanya mendengus kasar mendengar kesiur angin panas dari arah belakang. Dia lalu membentak nyaring menjejakkan kaki di tanah, membalik badan di udara dan melepaskan pukulan gerhana matahari. Selarik sinar putih keperakan melabrak sinar kuning pucat yang dilesatkan Raja Teluh.


Begitu kedua pukulan beradu sinar kuning pukulan dewa bangkai buyar oleh sinar pukulan gerhana matahari milik Argadana. Dan sinar pukulan gerhana matahari terus melaju menghantam dada Raja Teluh hingga berlubang. Perlahan - lahan tubuh Raja Teluh tampak menghitam hangus sebelum kemudian mengeras berubah jadi arang hitam legam. Jika tidak diteliti baik - baik tentu orang - orang akan mengira bahwa mayat itu adalah kayu yang terbakar secara alami dan kebetulan terbentuk menyerupai tubuh manusia.


"Tolol... Sudah diberi jalan hidup malah sengaja mencari mampus" kata Argadana gusar kemudian berlalu dari tempat itu meninggalkan mayat Raja Teluh yang telah menjadi arang. Tanpa sadar pertarungannya dengan Raja Teluh menghabiskan waktu semalaman. Ini merupakan pertarungan paling alot yang pernah dialami Argadana semasa dia malang melintang di dunia persilatan.


***


Siang itu matahari bersinar dengan amat teriknya. Sebuah kereta berwarna merah yang nampak cukup bagus ditarik seekor kuda jantan berbulu belang hitam dan putih. Kusir nya seorang lelaki tua berusia sekitar empat puluh tahun, kulitnya hitam legam terbakar sinar matahari. Kereta itu terus melaju dengan kecepatan tinggi melewati jalanan sunyi di pinggiran Kota Shinshiro.


Di bagian depan ada lima orang yang sudah lebih dulu mengendarai kuda berpakaian rompi putih. Di dada mereka terdapat gambar setangkai bunga sakura yang di bagian bawahnya ada tiga buah garis datar sedangkan di belakang kereta tersebut ada kurang lebih dua puluh orang yang juga berpakaian rompi putih menunggangi kuda mengawal sebuah kereta lagi yang dikemudikan oleh seorang lelaki berusia tiga puluh tahun. Mereka menyandang pedang di punggung mereka masing - masing sama seperti lima orang yang mengawal kereta paling depan. Tampak di dada kiri kedua puluh orang itu terdapat gambar bunga sakura namun di bagian bawahnya yang nampak hanya ada dua buah garis datar.


Gambar bunga sakura dengan dua buah garis bawah datar itu merupakan lambang khusus yang dimiliki Perusahaan Pengawalan Bunga Sakura.

__ADS_1


Perusahaan ini merupakan perusahaan yang menjual jasa pengawalan barang maupun orang dalam perjalanan. Dalam hal ini perusahaan mereka biasanya lebih banyak dibutuhkan oleh para pedagang baik untuk mengantarkan barang maupun untuk mengawal pedagang itu sendiri.


Perusahaan itu sendiri menerapkan tarif yang berbeda - beda tergantung tingkat kesulitan dalam misi pengawalan tersebut karena perusahaan pastinya akan mengirim elit - elit mereka untuk menjalankan misi apabila dianggap berbahaya.


Perusahaan biasanya akan mengutus beberapa orang pengawal tingkat tiga jika misi tersebut dalam perjalanan jauh dan memiliki potensi bahaya yang cukup besar. Dalam hal tingkatan ini setiap anggota Perusahaan Pengawalan Bunga Sakura dapat dilihat dari garis datar yang terdapat di bawah gambar bunga sakura di dada kiri seragam setiap pengawal. Semakin banyak garis datar di bawah bunga sakura makan semakin besarlah kekuatan pengawal itu.


"Cetar...!!!" Kusir kuda itu melecutkan cambuknya di udara yang mengeluarkan suara nyaring agar kuda itu mempercepat laju larinya.


"Pak kusir, berapa jauh lagi kira - kira tempat yang akan kita tuju?" Seorang lelaki berpakaian mewah berusia sekitar tiga puluhan tahun menyibak tirai yang menutupi sisi kiri kereta mengamati areal pinggiran jalan yang dipenuhi tumbuhan ilalang dan tampak indah. Wajahnya tidak seperti orang - orang pribumi pada umumnya melainkan lebih mirip orang - orang dari daratan tenggara.


"Ahh... Kita akan tiba di sana dua hari lagi, tuan. Jadi kita masih perlu mencari penginapan dulu di perkampungan yang sebentar lagi akan kita sambangi" si kusir menjawab sambil menghentak - hentakkan tali kekang kuda.


"Ayah, aku lapar. Nanti aku mau makan yang banyak..!!"


Bisa dilihat dari pakaiannya orang yang berada di dalam kereta itu adalah seorang pedagang kaya raya dari keluarga besar.


Sebenarnya mereka berasal dari negeri asing. Karena merasa cocok berdagang di negeri Jepang maka mereka berbaur dengan penduduk setempat dan beranak pinak menjadi satu keluarga besar tersendiri. Sampai saat ini keluarga kaya raya ini menempati urutan ke tiga dari keluarga terkaya di seluruh kekaisaran.


Setengah perjalanan lagi mereka akan sampai di sebuah perkampungan kecil namun tiba - tiba tidak kurang dari sepuluh orang berpenampilan seram menghadang perjalanan mereka. Sepuluh orang tersebut rata - rata mengenakan tekko kagi berwarna hitam di sepasang tangan mereka.


"Perompak Hulu Ka Ryu...!!!" desis salah satu dari lima pengawal yang paling depan.


"Serahkan semua barang bawaan dan mati dengan tenang, atau barang bawaan kami rampas dan matilah dengan cara yang menyakitkan..!!" seru pemimpin Perompak Hulu Ka Ryu keras.


"Huh... Orang lain mungkin akan takut dengan nama besar kalian tapi kami dari Perusahaan Pengawalan Bunga Sakura tidak gentar meski ajal di ujung hidung"

__ADS_1


Kelima orang pengawal yang berada di bagian paling depan menginstruksikan untuk membagi tiga pasukan yang berada di belakang. Lima orang menjaga kereta pengangkut barang, lima orang menjaga kereta pedagang dan sepuluh sisanya ikut bergabung dalam pertarungan bersama lima orang pengawal pangkat tiga.


Dengan serentak para pengawal yang gagah berani itu menerjang ke depan dengan pedang panjang mencecar ke sana sini namun Sepuluh Perompak Hulu Ka Ryu tidak gentar sama sekali. Mereka justru tertawa bergelak menyaksikan serangan - serangan ganas para pengawal itu meluruk deras ke arah mereka.


"Kalian bermain - mainlah dulu dengan mereka. Aku mau lihat seberapa kuat mereka sebenarnya...!!" perintah ketua Sepuluh Perompak Hulu Ka Ryu.


Dengan hati senang sembilan orang anggotanya berkelebat dengan jurus - jurus tingkat tinggi mereka. Tentu saja para pengawal barang tersebut bukanlah tandingan bagi sembilan orang perampok ulung.


Hanya dalam waktu sepuluh jurus saja sepuluh pengawal tingkat dua itu mulai kepayahan.


"Aaahhkkk....!!!"


"Aaahhkkk...!!!" Terdengar raungan kesakitan disusul robohnya dua orang pengawal tingkat dua yang tubuhnya tergores cakar besi beracun tekko kagi.


"Hahaha.... Hari ini kita akan bersenang - senang membantai para pengawal lemah ini. Aku suka membantai orang - orang yang lemah. Hahaha...!!!" Sembilan orang tersebut terus mengamuk sambil tertawa terbahak - bahak seolah - olah menumpahkan darah manusia lain merupakan hiburan menyenangkan bagi mereka.


Tiga puluh jurus berlalu dan para pengawal tingkat dua telah berhasil dirobohkan. Semuanya mati terkena racun yang berada di tekko kagi sedangkan para pengawal tingkat tiga nafas mereka sudah senen kemis karena kelelahan.


"Mereka terlalu kuat. Kita tidak mungkin bisa mengalahkan mereka" Kelima pengawal tersebut saling berpandangan dan saling menganggukkan kepala bersama tanda mengerti.


"Mundur... Lindungi pedagang dan barang dagangan. Biar kami menghadang mereka semua"


***


Note: Tekko kagi adalah senjata jarak dekat yang berbentuk seperti cakar beruang. Awalnya benda ini digunakan untuk bertani saja. Namun berkat kegunaannya yang bisa melukai, Tekko kagi digunakan sebagai senjata.

__ADS_1


__ADS_2