Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Hancurnya Klan Tokugawa


__ADS_3

Setelah kematian seluruh anggota klan Tokugawa semua orang yang tadinya mendukung Argadana berkumpul di depan gerbang kediaman Nakamura Hayate yang telah ludes terlalap si jago merah.


"Kalian telah membantu urusan cucuku... Sebagai ucapan terimakasih aku ingin memberi kalian dua pilihan. Terus terang, aku tidak bisa menurunkan ilmu kesaktian dari bangsaku karena perbedaan struktur tubuh. Ilmu kesaktian yang aku miliki akan menghancurkan tubuh kalian jika memaksa mempelajarinya. Tetapi cucuku, dia memiliki ilmu lain yang memungkinkan untuk kalian pelajari" Mahardika Pradana berhenti sebentar memandang wajah - wajah di depannya yang sangat antusias.


"Jadi aku memberi kalian pilihan. Yang pertama adalah aku akan menggunakan ilmu kebathinanku untuk meningkatkan tenaga dalam kalian sebanyak dua tingkatan. Atau kalian boleh memilih pilihan yang kedua, yaitu mempelajari ilmu tingkat tinggi milik cucuku dengan bergabung menjadi anggota perguruan yang dipimpin cucuku. Namanya Perguruan Anak Naga. Bagaimana?" tanya Mahardika Pradana.


"Silakan pilihlah..."


Terjadi kebimbangan di dalam hati semua orang ketika itu untuk memilih antara meningkatkan kekuatan tenaga dalam atau justru mempelajari ilmu kesaktian dengan cara bergabung dalam sebuah perguruan bela diri.


"Baik... Tuan, aku sudah memutuskan untuk mengambil pilihan yang kedua. Karena mengambil pilihan yang pertama hanya akan meningkatkan kekuatan secara singkat saja, tetapi pilihan yang kedua itu akan meningkatkan kekuatan secara perlahan namun beriringan dengan itu aku juga dapat mempelajari ilmu - ilmu aneh dari daratan tenggara yang tidak bisa didapatkan di negeri ini" kata Nakamura Hayate tanpa ragu sedikitpun.


Lima orang muridnya yang sejak tadi menunggu keputusan guru mereka akhirnya mengikuti jalan yang ditempuh Nakamura Hayate, bergabung dengan Perguruan Anak Naga.


Barulah setelah Nakamura Hayate dan murid - muridnya bergabung dalam Perguruan Anak Naga barulah Nakamura Hikone mengikuti dan setelahnya menyusul satu persatu hingga semua yang berpihak pada Argadana memutuskan untuk memasuki Perguruan Anak Naga.


"Hmm... Aku senang mendengar pilihan bijak kalian. Kalau begitu untuk sisanya akan kuserahkan padamu, cucuku"


"Baiklah, nak... Saatnya ibu kembali dulu. Jaga dirimu baik - baik, nak. Semoga kalian cepat mendapatkan momongan, supaya ibu bisa segera melihat cucu ibu" kata Dyah Ayu Pitaloka tersenyum.


"Baik, ibu. Semoga doa - doa baik dari ibu diijabah oleh yang maha mencipta seluruh alam...!!!"


Setelah berpesan pada Argadana tubuh Mahardika Pradana dan Dyah Ayu Pitaloka perlahan berubah menjadi cahaya putih perak dan masuk kembali ke dalam dimensi ruang Pedang Siluman Darah melalui rajah pedang merah di dahi Argadana.


Putra Dyah Ayu Pitaloka berbalik memandang semua orang yang sudah bersumpah setia untuk menjadi anggota Perguruan Anak Naga dan menjaga kerahasiaan perguruannya.


Jadi mereka akan menjadi perguruan cabang, namun tidak menunjukkan diri di dunia persilatan.


***


Keesokan harinya.

__ADS_1


Rumah Nakamura Hayate yang telah hancur diperbaiki kembali bersama - sama. Tetapi Nakamura Hayate meminta agar tempat tinggalnya dijadikan sebagai markas perguruan cabang yang akan segera dibentuk.


Argadana menyetujuinya. Dengan dukungan finansial dari klan Nakamura, maka dalam waktu sebulan kediaman Nakamura Hayate telah dibangun dengan sangat megah.


Untuk menghilangkan jejak perguruan Anak Naga ketua klan Nakamura mengutus beberapa orang suruhannya untuk menyebarkan berita tentang Nakamura Hayate yang memiliki lima orang murid telah membuka sebuah perguruan bela diri dan mendapatkan ratusan murid juga beberapa orang pendekar tingkat tinggi bersedia bergabung menjadi pelatih. Nama perguruan itu adalah Perguruan Elang Emas.


Sebagai tambahan, Perguruan Elang Emas memiliki sebuah senjata pusaka sebagai lambang kekuasaan penuh terhadap perguruan. Senjata itu berupa pedang berwarna hijau yang memancatkan aura mengerikan dan di badan pedangnya senantiasa mengepulkan asap berbau busuk mengandung racun.


Ya.. Pedang tersebut adalah Pedang Terbang yang tadinya milik Tokugawa Chirou. Karena pemilik sebelumnya telah tewas Argadana memberikan pedang itu pada Nakamura Hayate sebagai lambang kekuasaan tertinggi.


"Hmm... Semua persiapan telah selesai. Baiklah... Hari ini aku akan memanggil lima orang anggota perguruan pusat untuk memilih cabang - cabang mana yang akan kalian masuki nantinya"


Setelah berkata demikian Argadana lalu menghentakkan kakinya ke tanah memanggil Raja Naga. Hanya dalam hitungan lima detik saja di atas kepala Argadana kini telah terbentuk sebuah celah robekan ruang.


Dari celah tersebut keluarlah seekor ular besar bertanduk dan berkumis. Sisik - sisik tebalnya yang terbuat dari emas tampak berkilau diterpa sinar matahari.


Pada saat itu semua binatang yang berada di sekitar situ merebahkan dirinya menghadap Raja Naga dengan posisi menghormat mereka.


"Kalian tenanglah... Ini adalah Raja Naga, sahabatku. Dia tidak akan menyakiti kalian" kata Argadana mengelus kepala Raja Naga.


"Ada apa tuanku memanggil hamba?" tanya Raja Naga.


"Aku ingin kau menjemput lima orang di perguruan pusat. Bawa keempat Ketua masing - masing pecahan dan Ketua penjaga untuk menghadapku. Ada tugas yang harus mereka kerjakan"


"Perintah hamba laksanakan, tuanku. Hamba mohon pamit...!!!"


Raja Naga kemudian membelah ruang kembali dan menghilang cukup lama. Setelah setengah hari akhirnya Raja Naga kembali menggunakan celah ruang untuk tiba di hadapan Argadana.


Kali ini di atas tubuhnya ada lima orang telah berdiri. Mereka adalah Ketua masing - masing pecahan dan Ketua penjaga Perguruan Anak Naga, Brajamusti.


***

__ADS_1


"Apa??? Sahabatku Tokugawa Chirou terbunuh dalam pertempuran melawan enam orang pemuda asing?"


Seorang lelaki berpakaian serba hitam menyandang katana yang tergantung di punggungnya tampak dikuasai kemarahan mendengar berita kematian sahabatnya, Tokugawa Chirou.


Orang tersebut bernama Zatou Natsu. Pria berusia separuh abad itu adalah ketua organisasi pembunuh bayaran terkuat yang sangat ditakuti di dunia persilatan Negeri Sakura.


Para anggotanya disebut ninja, memiliki ilmu bela diri yang sangat hebat yang konon katanya mereka dapat menghilang dan bergerak dengan sangat cepat.


"Benar, ketua. Berita ini hamba dapatkan dengan mengumpulkan keterangan dari puluhan orang. Jadi itu tidak mungkin palsu. Ketua klan Tokugawa Chirou terbunuh dalam pertempuran itu. Katanya orang yang dilawannya adalah orang - orang dari daratan tenggara" jawab seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh tahun bernama Hidenori Aoshi, seorang bawahan Zatou Natsu yang bertugas mengumpulkan informasi yang dibutuhkan para ninja.


Beberapa bulan yang lalu dia mendengar bahwa Tokugawa Chirou sahabatnya itu mengerahkan seluruh kekuatan klannya untuk menyerang enam orang pemuda asing yang dikatakan berasal dari daratan tenggara, namun setelah itu tiada lagi terdengar kabar beritanya dan tahu - tahu terdengar lagi kabar terbaru yang menggegerkan dunia persilatan Negeri Sakura yaitu tentang kematian mendadak yang terjadi pada semua anggota klan Tokugawa di segala penjuru dan juga tentang tewasnya Tokugawa Chirou dalam pertempuran melawan seorang pendekar daratan tenggara yang bergelar Kusir Setan.


Zatou Natsu lalu mengutus Hidenori Aoshi untuk mencari tahu tentang kebenaran berita tersebut dan ternyata Hidenori Aoshi mengkonfirmasi bahwa berita itu memang benar setelah mengumpulkan informasi dari berbagai pihak yang ikut menyaksikan peperangan tersebut.


"Bangsa*t... Orang - orang asing itu sudah tidak lagi menganggap keberadaan para ninja rupanya" kata Zatou Natsu menggemeletukkan rahangnya.


Plok... Plok... Plok...!!!


Zatou Natsu menepuk tangannya sebanyak tiga kali.


Delapan orang berpakaian tertutup yang hanya menampilkan kedua bola matanya saja tiba di hadapan Zatou Natsu. Delapan orang tersebut adalah para ninja pilihan yang telah berhasil menyempurnakan ilmu - ilmu mereka.


"Delapan Ninja Pembunuh datang menghadap, tuan"


Delapan orang tersebut membungkukkan tubuhnya menghadap Zatou Natsu.


"Besok malam ikuti aku...!!! Kita akan membunuh beberapa ekor semut dari daratan tenggara"


"Baik, ketua...!!!"


Setelah delapan orang ninja tersebut pergi, Zatou Natsu menatap langit - langit rumahnya dengan tatapan beringas. Tangannya terkepal erat seolah ingin meremas hancur orang yang telah membunuh sahabatnya.

__ADS_1


"Huh... Orang - orang asing. Kalian bersiaplah untuk mati di tanganku...!!!"


__ADS_2