Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Prajurit Abadi


__ADS_3

"Barisan gunung yang tertata rapi dan strategi pertahanan mereka cukup apik. Selain pertahanannya sulit ditembus, mereka juga mempunyai peluang besar untuk melancarkan serangan dari atas gunung. Terus bergerak hati - hati...!!!"


Argadana memimpin ratusan murid mendekati titik sudut sebelah utara Gunung Koga.


Meskipun jalan yang mereka lalui cukup terjal para murid Perguruan Elang Emas tidak mengeluh. Semangat untuk membalas dendam berkobar di hati mereka.


Setelah mendaki cukup lama tiba - tiba rombongan Argadana merasakan bumi seperti bergetar. Wajah Argadana tampak pucat, gerahamnya bergemeletukan menahan marah.


"Ada apa ini? Apakah bisa gempa datang secara kebetulan begini?" seru Sasaki Ichia.


"Tidak... Mereka menggelindingkan batu besar dari arah gunung. Jangan panik... Para murid berbaris memanjang ke belakang"


Murid - murid Perguruan Elang Emas dengan cepat menurut dan berbaris ke belakang mencari perlindungan.


"Sepasang Pendekar Suci, kalian hancurkan batu - batu yang menggelinding kemari"


Dengan cepat Surasena dan Nila Sari mengibas - ngibaskan kedua tangan mereka ke arah batu - batu besar itu. Cahaya putih keperakan menghampar keluar dari tangan keduanya menghantam setiap batu.


Argadana hanya tersenyum melihat pembantunya yang amat cekatan menghalau batu - batu yang mengarah pada mereka. Dia lalu menoleh pada kedua istrinya.


"Kalian serang orang - orang yang menggelindingkan batu di atas. Untuk melindungi nyawa, maka nyawa lain harus dikorbankan"


"Baik, kakang...!!!" jawab Yalina dan Ningrum bersamaan.


"Cress...!!! Cress...!!!"


Perlahan - lahan tubuh Ningrum kelihatan bercahaya diselimuti petir putih kebiruan.


Di sampingnya tampak Yalina tubuhnya mengeluarkan asap berwarna hijau menebarkan bau harum.


Kedua wanita itu tengah menggunakan tubuh naga mereka masing - masing. Ningrum menggunakan Tubuh Naga Guntur dan Yalina menggunakan Tubuh Naga Racun.


"Huppp....!!!" Beberapa kejap kemudian para murid ternganga dengan wajah terkejut.

__ADS_1


Betapa tidak... Di punggung kedua dewi Argadana itu tampak muncul sepasang sayap yang amat indah namun juga memancarkan tekanan yang mengerikan.


"Ayo...!!!"


"Hmm...!!!"


Setelah saling menganggukkan kepala Ningrum dan Yalina lalu mengepakkan sayap mereka dan terbang layaknya burung.


***


"Cepat...!!! Cepat...!!! Gelindingkan batunya. Biar para murid Perguruan Elang Emas itu menjadi bangkai tergencet batu. Terus...!!!" teriak ketua regu penjaga titik sudut utara.


"Biar mereka tahu inilah akibatnya karena berani macam - macam dengan Klan ninja. Kalian nikmatilah nasib kalian malam ini!!! Hahaha...!!!" Kawono Ruchi, nama ketua regu utara itu tertawa bergelak.


Namun tawanya seketika lenyap menyaksikan para anggotanya satu demi satu tergeletak di tanah. Kawono Ruchi melihat di tubuh para ninja itu tertancap anak panah berwarna hijau. Tubuh mereka yang tertancap panah ikut berubah warna menjadi hijau.


"Panah racun...!!!" seru Kawono Ruchi keras. Bertahan.... Ada serangan panah...!!!"


"Apa??? Dari mana asalnya anak panah ini? Tidak mungkin mereka memanah dari kaki gunung kan?" Seru para ninja tingkat satu yang seketika itu juga kalang kabut mengibaskan pedang mereka menghalau anak panah yang berdatangan tanpa henti bagai hujan.


Hujan panah terus berlanjut hingga menewaskan separuh dari keseluruhan jumlah pasukan yang berjaga di titik utara. Serangan panah beracun Yalina sama sekali tidak memberi waktu bagi para ninja untuk mengambil nafas barang sejenakpun.


Seratus helaan nafas kemudian tenaga mereka mulai mengendur. Kawono Ruchi yang sudah tidak percaya diri lagi dapat mempertahankan sudut utara Gunung Koga hanya dapat bertahan dengan pasrah.


"Serangan panah ini seperti curah hujan, tiada jeda tiada ruang untuk memulihkan tenaga. Tidak kusangka aku ninja yang terhormat di Klan Manjidani akan terbunuh dalam penyerangan yang dilakukan Perguruan kecil... Kematian yang tidak berharga...!!!"


Di saat - saat kritis itu datanglah dua pasukan dari regu terdekat membantu pertahanan sisi utara hingga mereka yang telah pasrah tadi masih mendapat harapan untuk bertahan hidup.


Pasukan yang mengapit sisi kiri dan kanan sudut utara maju untuk memberi ruang bagi pasukan lain untuk memulihkan tenaga mereka.


"Hati - hati... Anak panah itu beracun...!!!" teriak Kawono Ruchi.


"Baik... Kau segera pulihkan tenagamu, pasukan bala bantuan dari sudut timur dan barat akan segera datang membantu"

__ADS_1


Ketika itu langit yang tadinya dipenuhi bintang tiba - tiba berubah mendung.


"Duarr...!!! Duar...!!! Duar...!!!"


"Aaakkhhh....!!!"


"Ikhhh.... Apa lagi ini? Cepat lari, petir itu mengincar kita. Selamatkan diri kalian"


"Duarr....!!!"


Petir terus menerus menyambar. Satu persatu ninja Klan Koga dan Manjidani berguguran karena badai petir yang dikendalikan Ningrum dengan Ilmu Tubuh Guntur.


"Itu... Guntur itu pasti karena ilmu aneh yang digunakan para gaijin itu. Kalau tidak salah yang menggunakan ini adalah seorang perempuan" kata Kyokko Sumite sedikit gugup.


"Hmm... Meskipun aku tidak takut pada mereka, tapi tetap saja tubuhku hanya terbuat dari daging dan tulang. Bukan sesuatu yang dapat menahan sengatan petir" terdengar Aoki Suzurumi bergumam seolah berbicara pada dirinya sendiri melihat petir tersebut. Tanpa sadar bulu tengkuknya meremang.


"Benar juga. Bagaimana cara mengatasi hal ini menurut tuan Liu?" Kyokko Sumite bertanya pada orang di depannya.


Orang yang dipanggil tuan Liu ini memiliki wajah yang cakap khas Tionghoa. Usianya sekitar tiga puluh lima tahun berpakaian merah kehitaman. Kumis tipis membayang menampakkan kegagahannya sebagai seorang yang jantan.


Pedang bersarung merah dan memiliki gagang yang berbentuk kepala ular tegantung di punggungnya. Dari matanya yang terlihat tajam pastinya dia merupakan seorang pendekar bertenaga dalam tinggi.


Ya... Nama lengkap orang yang dipanggil tuan Liu ini adalah Liu Tong, salah satu pendekar ternama di daerah Tionggoan. Julukannya di daerah asalnya adalah Pendekar Pedang Merah.


"Memang kita tidak akan bisa melawannya kalau dia sedang menggunakan ilmu aneh itu. Tapi ilmu semacam itu tentu saja membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Selama kita terus mengganggu konsentrasinya pengguna ilmu ini tidak akan bisa mengendalikan petir untuk menyerang kita. Lalu biarkan kedua hasil percobaan ini untuk melawan mereka" kata Liu Tong menunjuk dua orang di sampingnya yang memiliki tubuh berukuran dua kali lebih besar dari orang - orang biasa pada umumnya.


"Jadi mereka adalah hasil penelitian yang dilakukan organisasi, tuan Liu?" tanya Kyokko Sumite penasaran.


"Ya... Kami memberinya nama Prajurit Abadi karena tubuh mereka kebal akan senjata tajam dan rasa sakit. Tapi untuk saat ini karena kami masih kekurangan bahan dan tenaga kerja kami baru berhasil menciptakan lima prajurit tangguh seperti ini. Tapi dengan kedua Prajurit Abadi ini saja aku yakin tidak akan sulit untuk menghancurkan Perguruan Elang Emas" kata Liu Tong angkuh.


"Ehmm... Kami berjanji akan membantu organisasi untuk mencari bahan lebih banyak. Dan jika diperlukan kami akan siapkan tenaga kerja untuk proyek Prajurit Abadi ini, tuan."


"Hahaha.... Itu ide yang cukup bagus, ketua Kyokko. Sepulang nanti setelah mengurusi orang - orang asing yang tidak takut mati ini, aku akan menceritakan hal - hal baik tentang Klan Koga dan Manjidani pada ketua"

__ADS_1


Mendengar ucapan Liu Tong itu berbungalah hati Aoki Suzurumi. Wajahnya tampak berbinar - binar. Senyum bahagia tersungging di bibirnya. Dia lalu berkata...


"Ehh... Terimakasih, tuan Liu Tong. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mendukung organisasi. Dan setelah organisasi berkembang pesat nanti dan berhasil menguasai dunia, kami juga akan ikut tenar karena pernah berjuang bersama. Hehehe...!!!" katanya tertawa mengekeh.


__ADS_2