Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Ningrum Vs Iblis Tongkat Baja


__ADS_3

Plak...


"Hmph... Baru kali ini aku menemukan gadis muda sepertimu yang memiliki tenaga dalam setingkat denganku. Siapa kau, cah ayu?"


"Huh... Meskipun aku tidak menyukai orang yang sombong, tapi karena kau telah menanyakan siapa dirimu maka kau akan mengetahuinya. Jadi ingatlah baik - baik, wanita tua. Gadis yang kau hadapi saat ini adalah Putri Ningrum dari Kerajaan Sampang Daru. Aku Dewi Pedang Guntur, murid Dewi Obat dari Lembah Neraka"


Perdebatan dan pertarungan berlangsung cukup sengit antara kedua pperempuan tua dan muda.


Gadis muda itu ternyata adalah Ningrum alias Dewi Pedang Guntur. Sedangkan wanita tua yang dihadapinya adalah seorang pendekar kosen dari aliran hitam. Namanya adalah Sarwani Sarita. Di dunia persilatan wanita ini dijuluki Iblis Tongkat Baja karena senjata pusakanya yang berupa sebatang tongkat terbuat dari bahan baja yang amat berat.


Tongkat Baja di tangan Sarwani Sarita itu meski memiliki berat hingga puluhan kati, namun karena wanita sesat ini memiliki tenaga dalam tinggi jadi terlihat sangat enteng diayunkan untuk menyerang lawan.


"Ternyata murid Sepasang Pendekar Naga. Kalau begitu kebetulan sekali, hari ini aku bisa memulai balas dendam ku dengan membunuh muridnya. Jika.. Hik.. Hikk.." Iblis Tongkat Baja tertawa mengikik.


"Hahaha.... Kau terlalu percaya diri, wahai perempuan tua" balas Ningrum dengan tertawa anggun sambil berkacak pinggang dengan senyum mengejek mencoba memancing kemarahan lawannya.


"Kau pikir tenaga dalam kita berada di tingkatan yang sama? Ayo kita lihat, apa kau masih bisa mengatakan hal itu setelah ini"


Duar...


Ningrum mengeluarkan Pedang Naga Guntur dari warangkanya. Seperti biasa, langit tiba - tiba berubah mendung. Guruh gemuruh terdengar beberapa kali bersamaan dengan sambaran kilat menebar ke segala arah.


Wajah Iblis Tongkat Baja tampak berubah pucat pasi, keringat dingin mengalir di tubuhnya. Hatinya cukup tergetar melihat pamor menakutkan dari Pedang Naga Guntur di tangan Ningrum yang dulu menewaskan saudara seperguruannya.


"Pedang Naga Guntur... Jadi kau telah mewarisi semua ilmu kepandaian milik Dewi Obat?"


"Hmm... Ayo, kita bertarung secara sungguh - sungguh. Kali ini aku akan menggunakan pusaka kebanggaan guruku untuk menghadapimu"


"Huh... Kau jangan besar kepala hanya karena kau telah mewarisi Pedang Pusaka Naga Guntur, cah ayu. Biar bagaimanapun pedang itu hanya benda mati yang membantumu. Walau kau memiliki kemampuan, apa mungkin kau dapat mengalahkan pengalaman wanita tua ini?"


"Untuk soal apa aku bisa mengalahkanmu atau tidak, kita akan segera mengetahuinya setelah kau merasakan jurus - jurusku. Bersiaplah, wanita tua. Aku akan memulainya... Lihat pedang...!!!"


Setelah membentak keras Ningrum berkelebat cepat bagai terbang menerjang Sarwani Sarita atau si Iblis Tongkat Baja. Kali ini yang digunakan Ningrum adalah jurus ajaran Dewi Obat, yaitu Jurus Umbak Segara.


Segera saja setelah jurus tersebut digelar, Iblis Tongkat Baja kelabakan setengah mati meladeni tusukan dan tebasan yang bertubi - tubi bagai ombak. Napasnya terdengar memburu dengan dada tampak turun naik.


Pendekar kosen dari aliran hitam itu hanya bisa mundur dan bertahan menghadapi serangan Ningrum. Meskipun serangan Ningrum terlihat sederhana dan dan tidak mampu memberikan jejak luka di tubuhnya, tapi pola serangan yang bertubi - tubi tersebut juga sedikit melemahkan mentalnya.


Biar bagaimanapun, dia juga termasuk Pendekar yang kekuatannya cukup diperhitungkan di aliansi. Tetapi hari ini dia menjadi bulan - bulanan seorang gadis yang umurnya. Hal ini tentu saja tidak bisa diterima akal sehatnya sebagai seorang yang merasa lebih berpengalaman dalam pertarungan hidup dan mati.


Cras...


"Ughh...."


Karena kejadian yang tidak dapat dipercaya itu Iblis Tongkat Baja terlihat sedikit lengah. Ningrum yang memiliki otak cukup cerdas segera memanfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan serangan ke arah leher.


Serangan yang dilepaskan Ningrum sangat kuat dan cepat. Jika yang menerima serangan itu adalah orang lain mungkin tebasan itu telah mengakhiri nyawa orang tersebut. Namun yang diserang Ningrum kali ini adalah seorang tokoh yang telah mengalami banyak pertarungan hidup dan mati sehingga meskipun dalam keadaan kekurangan fokus Iblis tongkat Baja dapat dengan cepat menghindar meskipun terlambat sedikit yang akhirnya membuat tebasan Ningrum gagal mengakhiri nyawa musuhnya melainkan hanya dapat melukai bagian bahu Iblis Tongkat Baja.


Darah segar mengalir dari lukabtebasan Pedang Naga Guntur. Bahu yang terkena tebasan pedang itu bagai mati rasa, sedikit keram dan panas karena sengatan petir kecil dari kekuatan Naga Guntur. Wajah Iblis Tongkat Baja kelam membesi.

__ADS_1


"Gadis Seta*n.. Aku akan mengadu jiwa denganmu. Lihat serangan...!!!" bentak Iblis Tongkat Dewa memberikan serangan balasan.


Jurus Tongkat Pembunuh Dewa!!!


Wuk... Wuk... Wuk...


Putaran tongkat milik Iblis Tongkat Baja menimbulkan angin ribut dan mulai menerbangkan debu - debu di sekitarnya sehingga Ningrum terpaksa menutup kedua matanya dengan tangan.


Saat itu Iblis Tongkat Baja telah merangsek dengan salah satu jurus andalannya yang paling dibanggakan dan mampu mengangkat namanya di rimba persilatan.


Ningrum yang merasakan kesiur angin tajam dari serangan Iblis Tongkat Baja segera menjatuhkan tubuhnya ke kanan, namun Tongkat Baja milik Pendekar aliran hitam yang bernama Sarwani Sarita itu terus mengejarnya kemanapun dia menghindar. Puncaknya, ketika Ningrum tidak lagi mendapatkan ruang untuk menghindari serangan Sarwani Sarita gadis cantik itu mengayunkan Pedang Naga Guntur untuk mematahkan serangan berbahaya musuh dan...


Trangg...


Iblis Tongkat Baja terdorong ke belakang sepuluh langkah akibat benturan kedua senjata pusaka tersebut dan Tongkat Baja andalannya hampir saja terlepas dari genggamannya jika tidak dipegang dengan erat.


"Heh... Hanya segitu saja? Sekarang giliranku. Lalu setelah membereskanmu, yang lainnya juga akan mendapat bagian" kata Ningrum tersenyum sambil menyeka keringat yang membanjiri keningnya.


"Sombong... Ayo kita lihat, siapa yang bakal mampu*s di sini. Jika hari ini aku tidak bisa merobek mulutmu, aku tidak mau lagi dipanggil Iblis Tongkat Baja" balas Sarwani Sarita.


"Hik.. Hikk. Hikk... Kau tidak perlu berkata seperti itu. Sebentar lagi juga kau akan kehilangan gelarmu sebagai Iblis Tongkat Baja, karena julukanmu akan berubah menjadi Mayat Iblis Tongkat Baja" kata Ningrum tersenyum mengejek memanas - manasi Sarwani Sarita.


"Gadis tengik... Mulutmu sangat berbisa. Kau lihatlah jurus terkuat milikku ini, dan bersiaplah untuk mampu*s... "


Tongkat Iblis Membelah Bumi


Iblis Tongkat Baja menyerang Ningrum dengan kekuatan tenaga dalam penuh dialirkan ke Tongkat Baja yang terfokus untuk menyerang bagian atas kepala Ningrum.


"Hmm... Jurusmu lumayan bagus... Kalau begitu akan kuhadapi dengan Jurus Tanpa Bentuk... Hati - hati kepalamu...!!!"


Sedetik lagi Tongkat Baja akan menggepruk kepala Ningrum, Iblis Tongkat Baja tahu - tahu telah kehilangan lawannya. Ningrum menghilang secara mendadak sehingga Tongkat Baja hanya mengenai tanah dan...


Bumm....


Dari hantaman Tongkat Baja tersebut tercipta kubangan yang cukup besar saking kuatnya tenaga dalam yang dimiliki Iblis Tongkat Baja.


"Menghilang kemana gadis seta*n itu? Bagaimana mungkin aku tidak dapat melihat gerakannya?"


Ketika Iblis Tongkat Baja sedang sibuk membatin demikian suara Ningrum terdengar keras di belakang Iblis Tongkat Baja.


"Awas kepala...!!!"


Wuss...


Iblis Tongkat Baja segera merunduk dan hasilnya tebasan Pedang Naga Guntur hanya menebas sebagian rambut Iblis Tongkat Baja. Meremang bulu kuduk wanita sesat itu membayangkan bagaimana jadinya jika serangan tersebut gagal dielaknya.


Kali ini dia kembali mendengar kesiur angin kencang dari arah kanan. Secepat mungkin Iblis Tongkat Baja berusaha memalangkan Tongkat Bajanya untuk melindungi diri dari tebasan Ningrum tetapi naas...


Trak... Cras...

__ADS_1


Tongkat Baja yang menjadi senjata andalan Iblis Tongkat Baja tertebas patah menjadi dua. Ayunan pedang Ningrum tidak berhenti di situ, tebasan itu terus menggores dada Iblis Tongkat Baja.


Kejadian setelahnya sangat mengerikan...


Jurus tanpa bentuk yang telah dilatih Ningrum dengan sempurna memungkinkan tubuhnya mendapatkan gerakan yang sangat cepat. Setelah Tongkat Baja terpotong menjadi dua, tampak sesosok bayangan melaju dengan cepat melintasi tubuh Iblis Tongkat Baja sebanyak empat kali.


Setelah bayangan itu berhenti barulah terlihat Ningrum tengah berdiri di hadapan Iblis Tongkat Baja dengan tangan memegang pedang yang telah berlumur darah. Iblis Tongkat Baja ambruk jatuh ke tanah dengan tangan dan kaki terpotong dan leher yang tampak hampir terputus karena tebasan Pedang Naga Guntur.


"Wanita tua ini cukup kuat... Tapi masih terlalu jauh jika kau ingin membunuh guruku. Kau terlalu melebih - lebihkan kemampuanmu. Haiss.... Dendam memang membawa banyak kerugian bagi orang yang suka memeliharanya. Hari ini kau mendendam kepada guruku, tapi aku membunuhmu. Entah esok atau nanti, mungkin rantai dendam akan mengikat lagi orang lain atau kerabatmu yang tidak terima dengan kematianmu. Aku hanya berharap agar rantai dendam ini hanya terputus kepadamu, agar tidak mendatangkan korban lain yang tidak perlu"


Ningrum menghela nafas panjang menatap tubuh Iblis Tongkat Darah yang mati dalam keadaan membawa dendam. Dia lalu menoleh ke arah pertarungan para pendekar lain.


Di sana dia melihat Sepuluh Penjaga Perguruan Anak Naga tengah mengamuk membunuhi satu persatu orang - orang dari aliansi aliran hitam.


"Mereka tampaknya tidak membutuhkan bantuan sama sekali"


Gadis itu kembali menoleh ke arah kiri. Di sana dia melihat banyak orang berbondong - bondong ke arah pertempuran.


Dari arah berlawanan, kembali terlihat banyak wajah - wajah bermunculan. Para pendekar itu kemudian berlari cepat dan bergabung dengan para anggota Perguruan Anak Naga menumpas anggota - anggota aliansi aliran hitam.


Rupanya mereka adalah orang - orang yang tertarik mendengar raungan keras Raja Naga tadi. Setelah mengamati kondisi pertarungan dari tempat tersembunyi dan melihat salah seorang yang sedang bertarung itu ada beberapa orang yang mereka kenali sebagai orang dari aliran putih, mereka akhirnya lambat laun menyadari bahwa perang kerajaan antara Kerajaan Sakra dan Kerajaan Datu Gumi itu juga telah menjadi perang antar aliran sehingga mereka tergerak hatinya untuk membantu.


"Keadaan di sana sudah terkendali. Dan tampaknya juga Sepasang Pendekar Suci kelihatan sanggup menghadapi lawan mereka. Hmm... Kakang Argadana tampaknya sedang membutuhkan bantuan..."


Gadis berjuluk Dewi Pedang Guntur itu melihat Argadana yang begitu turun dari terbangnya disambut kepungan sepuluh orang yang terlihat cukup kuat berniat membantu namun baru saja dia ingin bertindak, langkahnya terhenti begitu melihat kejadian yang menimpa sepuluh orang pengepungan itu yang tidak lain adalah Sepuluh Pendekar Taring Maut.


***


**Hai, Readers...


Hari ini saya seharian penuh sedang berlibur dengan Adinda, istri tercinta (Lebay dikit yak..😁😁)


Lagi suasana aniversary soalnya πŸ˜…


Jadi gak sempat update tepat waktu (Maap banget yak ... πŸ™πŸ™πŸ™)


Saya baru sempat update malam ini. Makanya sebagai permintaan maaf, update malam ini saya bikin agak panjang sedikit.


Doakan aja semoga In sya Allah di lain hari saya bisa update tepat waktu.


Oh ya...


TmenΒ² semua. Ksatria Lembah Neraka di Season 1: 'Misi Ratusan Tahun Penguasa Kerajaan Siluman Darah' udah mau selesai. Setelah ini bakal ada kelanjutannya lagi di Season 2: Serial Pengelana Pedang Darah.


Setting cerita selanjutnya yang bakal saya buat adalah di negeri para ninja, Negeri Matahari Terbit. Tapi saya ada rencana mau libur dulu selama seminggu (lihat kondisi nanti)


Kalo atasan di tempat kerja gk ngasi target besar, in sya Allah saya gak libur, tapi klo sebaliknya ya mohon dimaklumi yah, para readers.


Oke... Itu aja dari saya, gak udah panjangΒ² lebar ngejelasin. Ntar pada bosen. Ya udah,,, Terimakasih ya buat semuanya yang udah sabar nunggu... Bye - Bye... πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹**

__ADS_1


__ADS_2