Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka
Mendapatkan Seluruh Kekuatan Naga Sejati


__ADS_3

Jurus Rahasia Pembunuh Naga yang digelar Argadana berhasil membunuh Naga Iblis yang telah berganti nama menjadi Naga Sejati dengan satu serangan.


Daya rusak yang disebabkan jurus itu membentuk sebuah muara yang cukup luas di area pertarungan mereka.


"Jurus ini terlalu mengerikan. Sepuluh kali aku mengerahkan jurus ini, pasti akan tercipta sungai yang dalam dan luas. Lain kali aku tidak akan menggunakannya" gumam Argadana bergidik ngeri melihat hasil dari jurus rahasia yang dikeluarkannya.


"Tuan..."


Terdengar suara Naga Sejati bergema di kepala Argadana.


"Ini merupakan pesan jiwa yang aku buat dengan menggunakan sisa - sisa kekuatanku. Tolong dengarkan naga tua ini baik - baik"


Argadana hanya mengangguk lalu diam untuk mendengar pesan terakhir dari Naga Sejati.


"Naga tua ini sangat berterimakasih karena tuan telah membuka mata yang telah lama buta ini. Meskipun naga yang penuh dosa ini tidak mampu meraih kemuliaan sebagai pelayan sebagaimana sembilan naga yang lainnya. Tetapi di hati naga tua ini... Tuan telah menjadi majikanku... Dan naga tua ini tidak menyesali kematiannya..."


Argadana tersenyum mendengar perkataan Naga Sejati itu.


"Dia benar - benar Naga Sejati" batinnya.


"Tuan... Setelah pesan jiwa ini berakhir tuan akan mendapatkan seluruh kekuatanku naga tua ini. Meskipun tidak seberapa dibandingkan dengan tuan, tetapi hamba berharap ini bisa berguna bagi tuan. Ilmu terlarang ras naga sebenarnya adalah ilmu milik ras manusia. Hal itu baru hamba sadari setelah hamba memperdalam ilmu itu ratusan tahun yang lalu di dalam persembunyian hamba. Itulah sebabnya ketika kaum naga mempelajarinya mereka akan kehilangan kendali atas tubuh. Itu disebabkan karena naga dan manusia memiliki susunan bentuk tubuh yang berbeda. Jadi hamba yakin Ilmu Tubuh Dewa Naga pasti berjodoh dengan tuan. Dengan ilmu itu tuan dapat menyerap semua ilmu orang lain hanya dengan menatapnya saja. Dan yang paling unik adalah jurus terakhir. Jurus itu memungkinkan tuan untuk menebak gerakan tubuh musuh dengan tepat bahkan sebelum musuh bergerak. Lebih tepatnya seperti mencuri ilmu lawan. Hamba berharap semoga apa yang hal kecil yang hamba berikan kepada tuan nantinya dapat berguna untuk masa depan dunia yang baik. Naga tua ini mati dengan membawa kebanggaannya sendiri... Semoga tuan selalu panjang umur..."


Begitu suara pesan jiwa Naga Sejati berakhir berbagai ingatan tentang semua ilmu yang dipelajari Naga Sejati masuk ke dalam kepala Argadana.


"Ilmu ini benar - benar berbahaya... Meski berada setingkat di bawah Kitab Muara Darah, tetapi ilmu ini memiliki kelebihan tersendiri yang tidak diajarkan di dalam Kitab Muara Darah seolah ilmu ini saling melengkapi dengan Ilmu Muara Darah. Dunia persilatan akan memburuku jika mereka mengetahui aku menguasai ilmu kedigdayaan semengerikan ini"


***


"Akkhh.... Panas... Naga itu mengerikan...!!! Ampuuunn..."


"Lari...!!! Naga itu sangat mengerikan"


Teriakan kematian menyayat hati terdengar dari beberapa orang pendekar aliran hitam yang nekad mencoba menyerang Raja Naga.

__ADS_1


Sembilan naga yang merasa bosan bermain - main dengan manusia yang mereka rasa terlalu lemah memilih meningkatkan sedikit tenaga serangan mereka.


Akibatnya kondisi peperangan yang sejak tadi sudah kacau kini bertambah kacau lagi karena satu hantaman ekor dan semburan sembilan naga itu dapat membunuh puluhan orang dalam satu gebrakan.


Keadaan itu membuat La Huda geram bukan main. Berkali - kali dia menghentakkan kakinya karena semua rencananya kini telah gagal total sehingga untuk mengatasi hal ini dia harus mengeluarkan semua pasukan intinya.


"Keadaan perang sudah benar - benar di luar rencana awal. Jika kita tidak bertindak sekarang, semua usaha kota selama ini akan gagal. Sekarang kalian bantu para anggota yang melawan Perguruan Anak Naga itu. Biar naga - naga sialan itu aku yang urus"


"Baik, tuan...!!!"


Para anggota inti dari gabungan aliran hitam tanpa basa - basi melesat ke arah yang ditunjuk La Huda. Setelah itu barulah pendekar tua itu terbang ke arah sembilan naga yang tengah mengamuk membunuhi satu - persatu orang dari golongan hitam.


Wuss...


Raja Naga dan Naga Guntur segera menoleh ke arah suara deru angin kencang yang mengarah kepadanya.


Serangan itu ternyata merupakan serangan dari La Huda yang tengah melayang tidak jauh dari tempat mereka mengamuk.


"Hmph...!!!"


Serangan La Huda terhenti dan meledak di udara secara ajaib begitu Raja Naga mengeluarkan suara dengusan yang keras menggelegar menggetarkan seluruh area di sekitar sejauh dua puluh batang tombak.


Tangan La Huda yang digunakan menyerang Raja Naga tadi tergetar sedikit dan dadanya terasa berdenyut sakit.


"Ughh... Hanya dengusannya saja sudah bisa menahan seperempat tenaga dalamku. Sekuat apa para binatang celaka ini sebenarnya? Rencanaku bisa kacau jika mereka tidak segera di atasi. Bangsa*t... Kemana perginya Dewa Naga. Bukankah dia tadi berkata ingin membalas dendam"


Raja Naga yang tidak suka diserang secara diam - diam mendengus kesal. Tampak asap tebal keluar dari hidung dan telinganya ketika menghembuskan nafas.


"Siapa kau yang berani menyerang raja ini dengan cara yang sepengecut itu?" hardik Raja Naga.


"Aku lah yang harus bertanya begitu. Kenapa kalian mengusik urusanku? Kalian hanyalah naga - naga yang lemah. Apa kalian tidak takut pada Dewa Naga?" bentak La Huda tidak kalah keras.


"Hmph... Manusia bodoh... Naga yang kau sebut dewa itu sekarang sedang berhadapan dengan majikan kami. Kau pikir dia akan selamat dari pertarungan itu?" Naga Guntur ikut menjawab.

__ADS_1


"Hehehe.... Kalian tidak tahu apa - apa. Dewa Naga telah sembuh dari lukanya. Memangnya serangan macam apa yang bisa diberikan tuan kalian itu yang bisa melukai Dewa Naga? Hahahaha...."


"Huh... Hanya manusia dungu, tidak usah mpedulikannya. Dan kau dengarkan baik - baik. Kalau aku jadi dirimu aku tidak akan mengobarkan api peperangan yang akan beresiko memgekspos keberadaanku. Aku akan memilih bersembunyi jutaan tahun sampai mati. Hahahaha..."


Wajah La Huda berubah kelam mendengar ucapan Naga Giok yang entah bagaimana membuat dia merasa tersinggung.


"Hmmm...." Raja Naga bergumam sendiri.


"Tuan memberi perintah melalui pesan jiwa. Beliau mengatakan agar kita tidak mempedulikan saja orang bodoh ini, dan membantu para anggota inti Anak Naga untuk membantai anggota inti gabungan aliran hitam"


"Hey... Orang bodoh, kami tidak ada waktu untuk meladenimu. Sebaiknya kau menunggu tuan kami saja yang akan membunuhmu. Kami harus membasmi anggotamu yang lain. Hahaha..."


Raja Naga memimpin delapan anggotanya yang lain dan hendak terbang ke arah Wira Atmaja tetapi La Huda dengan cepat menghadangnya.


"Kalian tidak akan bisa ke sana sebelum kalian mengalahkan aku" kata La Huda menyeringai.


"Kalian pergilah. Biar aku yang melayani orang bodoh ini sembari menunggu tuan datang kemari...!!!" kata Naga Giok maju menghadang gerakan La Huda yang hendak mencegah Raja Naga dan yang lainnya.


"Naga bodoh... Kali ini akan kuperlihatkan kekuatanku yang sesungguhnya agar kau bisa membuka matamu lebar - lebar"


Jurus Tombak Seribu...!!!


La Huda mengayunkan tombaknya dan dengan cepat berkelebat ke arah Naga Giok yang tengah menatapnya dengan tajam.


***


Sementara itu Argadana yang sudah bersiap hendak kembali ke tempat pertarungan Naga Giok untuk menghadapi La Huda tiba - tiba merasa pusing setelah mengeluarkan tenaga dalam yang cukup banyak dalam jurus rahasianya tadi untuk mengakhiri hidup Naga Sejati.


"Ada apa ini? Kenapa aku tiba - tiba merasa seperti kehilangan tenagaku? Bukankah aku tadi hanya mengerahkan seperempat saja dari tenaga dalamku? Ughh...."


Setelah melenguh sedikit Argadana lalu ambruk tak sadarkan diri.


Apa yang sebenarnya terjadi pada Argadana sewaktu mengerahkan Jurus Rahasia Pembunuh Naga tadi?

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya ya... 😁😁


__ADS_2