
Peperangan antara Perguruan Elang Emas dengan para ninja telah betakhir dengan tewasnya kedua pimpinan Klan Koga dan Manjidani. Tetapi tidak dengan pihak yang mendukung kedua klan dari balik layar. Dalam hal ini merupakan peran yang diambil oleh Liu Tong untuk mewakili Organisasi Bao Yixue.
Dia awalnya hanya menargetkan Argadana tetapi tida disangka justru adik seperguruannya Ling Yun yang sejak lama memendam dendam telah menemukan keberadaannya.
Sejak kematian gurunya Wu Qin Feng alias si Pendekar Api Langit di tangan Liu Tong, Ling Yun berusaha keras selama beberapa tahun belakangan ini demi untuk bisa membalas dendam.
Setelah tujuh tahun berlatih keras bersama Chen Xiang, istrinya ia mendengar kabar bahwa Liu Tong dikirim ke daerah Jepang oleh para petinggi Bao Yixue. Karenanya begitu kabar keberadaan musuh bebuyutannya itu sampai ke telinganya dua hari kemudian setelah mempersiapkan segala keperluannya ia lalu berangkat meninggalkan Chen Xiang di tempat tinggal mereka karena sedang dalam keadaan mengandung anak pertama mereka.
***
"Hiaaatt...!!!"
__ADS_1
"Wuss...!!!"
Liu Tong mengayunkan tendangan tinggi berputar mengincar pelipis sebelah kanan. Ling Yun mengelak serangan itu dengan membungkukkan badan sehingga serangan Liu Tong meleset. Namun karena besarnya kekuatan yang terkandung dalam serangan itu angin serangan Liu Tong yang meleset tersebut sampai menumbangkan beberapa batang pohon di belakang Ling Yun.
Tidak sia - sia Ling Yun berlatih keras selama tujuh tahun terakhir. Naluri dan kecepatannya telah jauh melampaui Liu Tong. Pada saat membungkukkan badan menghindari serangan tadi tangan kanan murid Wu Qin Feng secepat kilat mencengkram kaki kiri yang menjadi tumpuan tubuh Liu Tong. Dibantingnya tubuh Liu Tong ke tanah dengan sangat kuat.
"Bummm....!!!"
"Uhuk...!!!"
Liu Tong terbatuk. Ia berusaha berdiri meski tubuhnya terasa remuk redam.
__ADS_1
"Uhuk...!!! Adiku... Kau sudah benar - benar kuat... Uhukk...!!!"
Usai berkata demikian tubuhnya jatuh berlutut karena telah kehabisan tenaga dalam. Tidak lama setelah itu keluarlah asap tebal dari telinga, hidung, dan mulut Liu Tong. Asap itu terus keluar sampai tubuh Liu Tong mengecil kembali ke ukuran sebelumnya.
Ling Yun menatap saudara seperguruannya dengan kemarahan. Didekatinya Liu Tong dengan tubuh bergetar menggenggam tombak pendek yang diwariskan oleh Wu Qin Feng kepadanya.
"Ini adalah Tombak Pusaka Pemburu Arwah yang diwariskan guruku kepadaku. Dengan tombak ini aku ingin menghabisimu untuk membayar nyawa darah guruku yang kau tumpahkan. Sampai hari ini aku berhadapan langsung denganmu, aku putuskan untuk membatalkan niatku" ucap Ling Yun dengan suara serak menahan kesedihannya.
"Apa maksudmu, adikku? Apakah kau sudah tidak lagi berniat membalaskan dendam gurumu? Apakah kau sudah lupa kalau aku telag membunuh gurumu tujuh tahun yang lalu? Kenapa kau berubah fikiran, adikku?" tanya Liu Tong dengan dahi berkerut.
"Kenapa? Guruku sendiri orang yang paling aku percayai juga merahasiakan segalanya dariku bahkan sampai rela menggunakan hidupnya sendiri untuk melakukan hal itu. Kau masih sempat bertanya kenapa untuk alasan yang telah kau ketahui jawabannya?" balas Ling Yun berteriak.
__ADS_1
"Aku telah mencapai tingkatan yang kata guru merupakan tingkatan yang tidak pernah ia capai sepanjang hidupnya. Dulu meskipun aku tahu kau cukup kuat, tapi bahkan dengan kekuatanmu yang sekarang saja kau masih jauh dari cukup untuk bisa membunuhnya meski dalam keadaan terluka parah. Apa kau fikir aku bodoh?"