
"Aku harus memberikan pelajaran pada Lendra agar dia bisa memahami dan mengerti dengan posisi Tania dan dia dapat melihat dengan jelas siapa wanita yang benar benar ada saat dia sulit." ucap Delino yang kini sudah berada di dalam mobilnya dan sedang menyetirnya kesuatu tempat.
Emosinya sudah tidak dapat tertahankanya. Bila ia tidak memberikan pelajaran seperti ini pada Lendra maka anaknya itu tidak akan pernah berubah dan terus bersikap sesuka sukanya. Ia tidak pernah berniat atau berinisiatif sedikit pun untuk mengambil alih kembali perusahaan yang sudah di berikanya pada putranya. Ia hanya ingin memberi peringatan pada lelaki ini.
Untuk menenangkan sedikit pikiranya, Delino memutuskan berkunjung kesebuah cafe untuk merilekskan beban pikiranya. Masalah dan ulah yang di buat oleh anaknya sudah terlaly banyak. Sudah waktunya ia untuk mengistirahatkan sejenak ot*knya dari semua bebanya itu.
Delino mengambil benda berbentuk persegi empat itu dari dalam sakunya dan memainkanya sembari menunggu pesananya datang. Hanya beberapa menit ia memainkanya ia mendongkakan kepalanya dan menaruh kembali benda itu keatas meja serta menatap sekitarnya sembari menghembuskan nafas gusar.
Matanya mengarah pada pintu masuk cafe dan melihat sosok istri kedua anaknya yang tengah berjalan bersampingan dengan seorang pria yang memiliki wajah tampan dan hendak memasuki area tempat ini. Ia juga dapat melihat dengan Safania yang kembali memutarkan tubuhnya dan membalikan badanya agar tidak terlihat oleh mertuanya dan kembali keluar dari dalam cafe.
Delino semakin menaruh curiga. Ia memiliki perasaan yang tidak enak pada menantunya dan pria itu. Dari tatapan pria itu pada Safania terlihat jelas ia memiliki niat yang tidak baik pada menantunya. Delino juga sangat yakin kalau menantunya itu sedang menyembunyikan sesuatu karena ketika melihatnya ua langsung tampak menghindar.
Secara diam diam Delino mengikuti langkah mereka dari belakang bahkan, ia juga mengikuti mobil lelaki itu yang mulai meninggalkan parkiran cafe. Untuk menghindari kecurigaan Safania, Delino sengaja menyewa mobil yang ada di dekatnya untuk mengikuti mobil itu karena jika ia mengunakan mobilnya pasti Safania sudah mengetahui, apalagi tadi ia sudah melihat keberadaanya.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Delino saat melihat mobil yang mereka kendarai berhenti di sebuah bangunan yang tidak layak untuk di kunjungi oleh wanita wanita yang memiliki akhlak yang baik. Delino menatap sekitaran tempat itu, barang kali bukan tempat ini yang mereka kunjungi hanya saja mobilnya berhenti di sini. Penglihatanya tetap menangkap pada pengahasilan yang sama.
Dengan mengandeng tangan Safania, lelaki itu membawa menantunya masuk kedalam c*ub malam. Ingin Delino berlari untuk mengejar dan menarik tangan gadis itu untuk menyelamatnya dari tempat berbahaya seperti ini tapi, ia juga harus mengingat keberadaanya. Ia harus mencari tau seluk beluk gadis yang sangat di cintai oleh anaknya selagi ia masih memiliki kesempatan seperti ini.
Dengan memakai jas hitam kulit dan topi hitam, ia menjadi intel pribadi mereka secara ekslusif. Dengan melewati keramaian ia masuk kedalam ruangan khusus yang di bawa oleh pria itu dan Safania yang mengikutinya dari belakang. Delino semakin di bauat terkejut oleh tingkah pria ini, ia memesan minuman dengan jumlah yang sangat banyak.
***
Masih berada di depan gerbang bangunan, kehadiranya sudah di sambut antusias oleh Kiara. Mobil mereka terus melaju dan melewati gadis itu yang masih mematung di tempatnya. Kiara tidak merasa terabaikan ia malah berlari dan menghampiri Rusdi yang sudah lebih dulu keluar dari dalam mobil dan langsung memijati bagian lengan pria itu dengan genit.
Rusdi melepaskan tangan Kiara dari tubuhnya karena ia merasa sangat risih mendapat perlakuan seperti ini dan ia berjalan dengan langkah cepatnya untuk meninggalkan Kiara yang terus saja mengejarnya. Evandi hanya dapat mengelengkan kepalanya melihat kelakuan dua sejoli ini.
"Pak Rusdi saya ada informasi terbaru dan masih hot, yakin Bapak tidak mau mendengarkanya?" teriak Kiara yang mulai lelah mengejar lelaki itu. Kini ia hanya berdiri tegak di tempatnya dan memasang wajah sombong berharapa agar Rusdi membalikan tubuhnya dan berbalik arah untuk menghampirinya.
__ADS_1
"Saya tidak perduli dengan informasi yang kamu dapatkan!" ucap Rusdi yang tetap saja mengabaikanya dan langkahnya yang baru saja terhenti, kini kembali melangkah dan semakin jauh untuk meninggalkanya.
Kiara mengepalkan kedua tanganya. Ia merasa sangat kesal dengan pria satu ini, biasanya ia yang selalu mencueki lelaki lain tapi, kali ini ia selalu di cuekin oleh lelaki yang sangat di sukainya. Bahkan memberikan respon baik sedikit pun padanya tidak pernah selain mengenai pekerjaan semua berdasarkan profesionalisme.
Terpaksa Kiara harus kembali berlari dan mengejar Rusdi yang sudah berjalan di depanya dan akhirnya ia dapat menyesuaikan posisinya dengan Rusdi dan berdiri di sebelah pria ini.
"Pak tadi pak Delino datang kekantor!" dengan nafas yang tergesa gesa dan menstabilkan nafasnya akhirnya, kaliamat itu terucap dari mulut Kiara. Seketika Rusdi langsung menghentikan langkahnya dan menatap tajam pada wanita ini. Rusdi menatapnya seakan tidak percaya karena Delino setaunya sudah cukup lama tidak datang keperusahaan, jika ia sudah hadir berarti ada hal yang sangat penting untuk mereka bahas. Bagaimana bisa Delino sudah datang kesini sedangkan tadi mereka masih bersama sama di ruangan Lendra.
"Kalau tidak percaya tanya saja pada karyawan lain yang jelas sekretaris pak Lendra yang cantik ini tidak berbohong dan saya pastikan ucapan yang keluar dari mulut saya adalah fakta yang benar benar terjadi!" ucap Kiara dengan sombong dan menghempaskan beberapa helai rambutnya kedekat wajah Rusdi serta berjalan di depan pria ini.
Jika sudah seperti ini, Rusdi tau harus berbuat apa. Kiara tidak akan mengatakannya jika ia tidak mendekatinya atau sekedar memberikan sedikit kata kata bujukan agar Kiara dapat melanjutkan ucapanya. Kiara memang di kenal sebagai gadis yang cen*il di kantor tapi, apa yang dikatanya sangat jarang sekali salah karena ia selalu mengatakan hal yang benar benar di ketahuinya secara pasti tampa menduga duga.
Rusdi menarik nafasnya panjang dan menghembuskanya secara perlahan. Ia harus mengejar Kiara untuk menanyakan hal ini secara detail. Jika ia bertanya pada karyawan lain, mereka hanya mengatakan jika Delino datang tapi, mereka juga tidak akan tau apa tujuan tuan besar hadir. Hal itu hanya dapat diketahui oleh orang orang tertentu.
__ADS_1