Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 131 - Perubahan sikap Lendra


__ADS_3

"Mas!" Tania dengan sengaja mengagetkan Lendra yang berada di tepi kolam renang. Selepas membersihkan tubuhnya Tania mencari keberadaan suaminya itu tapi tak kunjung di temukanya. Liora mengatakan anak lelakinya itu sedang berada di kolam dan Tania segera menemuinya.


"Taniaaaa!" kesal Lendra yang nampakan deretan giginya.


"Ngapain kamu di sini Mas?" tanya Tania yang ikut duduk di tepi kolam renang. Ia juga mencelupkan kakinya kedalam kolam.


"Cuma mau bersantai santai aja, enek aja juga lihat kamu makanya aku kesini ehh kamu malah ikutan kesini. Aku juga mau balik nih!" ujar Lendra memutarkan kursi rodanya.


"Apaan sih Mas!" sifat jahil gadis miliknya kembali muncul. Tania menciprati suaminya dengan percikan air.


"Tan, aku juga pengen seperti kamu. Tolong bantu aku turun!" ujar Lendra merentangkan  kedua tanganya. Tania menurunkan Lendra dari kursi roda dan mendudukan suaminya duduk di tepi kolam renang.


"Airnya tenang banget ya Mas!" ujar Tania.


"Airnya jernih Tan sama seperti kamu cantik!" ucap Lendra tampa sadar. Mata Tania yang semula menatap kearah kolam kini menatap ke arah Lendra. Gadis itu kembali menundukan kepalanya ketika menyadari Lendra juga menatap kearahnya tampa berkedip.


"Kamu sering mandi di sini Mas?" tanya Tania. Lendra hanya mengangguk.


"Kamu terlahir sudah sebagai anak bangsawan pantas saja kamu sombong dan tidak pernah menghargai orang sekitar mu!" seketika Lendra tersadar dengan ucapan istrinya.


"Apa kamu bilang?, aku tidak sombong dan aku selalu memperhatikan orang sekitar ku, aku tidak seburuk yang kamu fikirkan!" bantah Lendra. Tania hanya memanjangkan ujung bibirnya yang ia ketahui ucapan suaminya adalah dusta karena yang di ketahuinya Lendra adalah lelaki yang anggkuh.


"Sudaah tidak usah di pungkiri aku sudah tau kok!" ujar Tania lagi.


"Kamu sok tau ya kita saja baru kenal dan belum sampai setahun!" kesal Lendra menciprati wajah Tania mengunakan air kolam.


"Mass basah tau!" kesal Tania mengelap wajahnya mengunakan lengan bajunya. Tania tidak dapat menahan dirinya, ia menyiram Lendra dengan air lebih banyak.


"Manja!"


"Ihhh dasar kamu ya!" Tania dengan seluruh keberanianya mencubit perjt Lendra dengan gemas. Seakan rasa takutnya pada suaminya hilang dalam sekejap. Sikap dingin dan tegas Lendra sudah tidak tergambar di raut wajahnya.


"Tania geli!"


Lendra menarik tangan istrinya hingga seluruh tubuh Tania juga ikut tertarik dan wajah Tania kini menyentuh wajah Lendra. Tania tersenyum menatap wajah tampan suaminya, Lendra memasang wajah datarnya.


Cuppppp

__ADS_1


Sadar atau tidak, tiba tiba saja Lendra mengecupkan bibirnya ke pipi Tania. Wajah seketika memerah. Untuk pertama kalinya Tania merasakan ciuman darj suaminya.


"Kamu sadar Mas?"


"Sadarlah!" jawab Lendra cepat dan langsung mengeser posisinya menjauh dari Tania.


"Ada apa kamu mencium ku?"


"Tidak bolehkah?, aku ini suami mu!"


"Boleh saja, aku hanya tidak menyangka!"


"Tadi juga tidak sengaja, Jangan kepedean!"


"Iya aku tau!"


"Tan awas di sebelah kamu ada!"


"Ada apa Mas?"


"Itu ada itu...!"


"Ada aku!"


"Mas Lendra!" teriak Tania kencang memukul punggung belakang Lendra, Lendra hanya tertawa puas merayakan kemenanganya membohongi Tania.


"Kamu ya Mas, untung saja istrimu ini baik hati jika tidak aku akan mendorong mu ke kolam!"


"Kamu beruntung aku sedang sakit jika aku sehat, aku pasti sudah mengelamkan mu kelaut!"


Intinya hari ini aku yang menang!" ledek Tania yang kini duduk berdiri di sebelah Lendra dengan kedua tanganya memegang kedua bahu Lendra dan menjulurkan lidahnya pada suaminya.


"Tania!" teriak Lendra menarik ujung baju Tania karena gadis itu akan melarikan diri.


"Mas mandi kolam yuk!" ajak Tania melemparkan ban yang biasa di gunakan di dalam kolam. Lendra menatap wajah polos Tania dan kemudian menatap kearah air kolam. Benda yang di bawa Tania mengikuti air dan semakin menjauh darinya.


"Airnya segar Mas!" tampa izin dari Lendra, wanita itu langsung masuk kedalam kolam dan mengejar ban yang hampur menjauh.

__ADS_1


"Mas kamu naik biar aku yang dorong!" ucap Tania mendekatkan ban berwarna hitam itu mendekat dengan Lendra. Lendra mengeleng menolak, Tania memanyunkan bibirnya. Lendra kekeh pada ucapanya.


"Hayolah Mas, aku belum pernah mandi di kolam ini!"


"Di rumah ku juga ada kolam kamu bisa mandi di situ!"


"Beda Mas, aku mau mandi di kolam ini!"


"Tania jangan mengada ngada kamu!"


"Mas hayolah lagian kan semua yang sudah di kasih ke kamu bakal di sita papa jadi, kita ngk bakal bisa mandi di rumah kamu dan ini kesempatan terakhir kita, ayoklah Mas!" paksa Tania menarik tangan Lendra agar segera turun ke kolam.


"Tania, kamu taukan suami kamu ini lagi sakit dan kaki ku sekarang sedang cacat terus kamu mau ajak aku buat berenang!"


"Mas hayolah!" Tania terus menarik Lendra dan merengek layaknya anaknya kecil.


Mau tidak mau Lendra harus menuruti kemauan istrinya. Pelan pelan dan di bantu Tania, Lendra masuk kedalam kolam mengunakan benda berbentuk ban itu. Tania menepati ucapanya penuh kesabaran ia mendorong suaminya dan sesekali menciprati tubuhnya dari belakang dan di depan.


Lendra menyambutnya penuh senyuman. Ia tidak pernah merasakan kebahagian seperti ini bersama wanita lain. Tania benar benar tidak memperhatikan kulitnya yang terbakar sinar matahari.


"Uhhh airnya dingin banget Mas!" teriak Tania mencelupkan kepalanya kedalam kolam.


"Tania kamu ngk takut gosong?" Tania mengeleng. Ia semakin menguyur bagian rambutnya mengunakan air lebih banyak.


Beberapa menit di dalam kolam dan merasa puas. Tania kembali membantu Lendra naik ketepi kolam. Ia langsung mengeringkan tubuh suaminya dengan handuk.


"Tania perhatian banget beda banget sama Safania!" gumam Lendra saat Tania mengeringkan bagian rambutnya dan menyisir rambutnya.


"Kamu kenapa melihat ku seperti itu?, aku cantik ya Mas?, Uhhh kamu tidak bisa membohongi hati kecil mu bahwa istri ku ini memiliki kecantikan paripurna!" puji Tania.


"Idih puji diri!" sindir Lendra.


"Tan, aku capek!"


"Kamu mau istirahat Mas?" Lendra mengangguk.


"Naila sudah pulang Tan?" Tania mengeleng.

__ADS_1


"Biar nanti aku yang menghubungi Rusdi!"


Setelah tubuh Lendra mengering Tania mendorong kursi roda suaminya ke kamar.


__ADS_2