Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 71 - Berebut makanan


__ADS_3

"Mas Tania lapar kalau Mas masih mau mencari tempat makan yang lebih jauh lagi lebih baik Mas cari sendiri aja deh, Tania turun disini saja, Tania lebih makan diameter dari pada harus ngikuti Mas mutar mutar dijalan seperti yang tidak jelas tujuannya kemana!" kesal Tania dan hendak membuka pintu mobil yang ada disebelahnya.


"Jangan gi*a kamu Tania, itu bahaya!" ujar Lendra yang langsung menghentikan laju mobilnya setelah menepikanya ditepi jalan sebelum istri pertamanya ini benar benar nekat dan keluar dari dalam mobil dan keadaan mobil yang sedang melaju.


"Habis Tania lapar Mas dan Mas mau cari tempat makan yang lebih jauh lagi!"


"Kenapa?" tanya Tania mengerutkan keningnya ketika sadar jika Lendra menatap orang yang sedang berjualan ditepi jalan dan banyak pembelinya juga. Apakah mereka nyaman makan ditempat seperti ini? Apakah makanan yang dijual mereka bergizi dan terhindar dari kuman karena makan dipinggir jalan seperti ini pasti banyak bakteri bakteri yang tidak terlihat oleh mata dan Lendra hanya dapat menatapnya dari kejauhan dengan tatapan menjijikan.


Berbagai pertanyaan buruk muncul dipikiran pria ini, ia tidak mungkin makan ditempat seperti ini, ia lebih baik menunggu Tania sampai selesai makan didalam mobil daripada harus gabung bersama mereka menikmati makanan yang tidak terjamin hiegenisnya.


"Mas makanan disitu itu sehat semua dan kebersihannyq juga terjamin!" ucap Tania yang seakan mengerti dengan isi kepala suaminya.


"Kamu saja yang makan saya menunggu disini saja!" ucap Lendra yang langsung mengambil handphone miliknya dan memainkanya.


"Baiklah!" ucap Tania yang segera keluar dari mobil, toh percuma juga jika ia terus mengajak Lendra karena lelaki kaya ini akan tetap tidak mau menerima ajakanya hanya beralaskan ia tidak layak makan ditempat seperti ini.


Tania memilih seorang pedagang yang berjualan tak jauh dari tempatnya dan ia melihat menu makanan yang dipasang didepan etalase penjual itu dan Tania memilih untuk memesan ayam geprek dan teh es yang menjadi minumanya setelah memesannya Tania duduk disalah satu kursi yng sudah pedagang itu siapkan.


Setelah kepergian Tania, Lendra memegangi perutnya yang terasa semakin lapar, ia hendak melangkahkan kakinya keluar dari mobil, namun niatnya kembali diurungkanya, ia tidak mungkin untuk menghampiri Tania, gengsinya masih terlalu tinggi dan kembali melanjutkan memainkan ponselnya.


Tania menatap makanan yang kini sudah berada dihadapanya, nasi lemak yang menjadi kesukaannya dan ditambah ayam geprek yang jika dihidangkan tidak akan mungkin untuk ditolaknya. Tania menikmati aroma yang keluar dari makananya.


"Tania!" Tania membalikan badanya dan menatap orang yang menyebut namanya, sedangkan orang yang memanggilnya itu langsung duduk dikursi yang ada disebelahnya dan tersenyum padanya.

__ADS_1


"Kenapa Mas?" tanya Tania heran.


"Bosan saja didalam mobil!"


"Bukan karena kamu lapar?" ucap Tania sembari melahap makananya tamps mengunakan sendok.


"Aku sudah bilang bukan, kalau aku tidak mungkin untuk makan ditempat seperti ini!" ucap Lendra mendekatkan tubuhnya dengan Tania dan membisikan kalimat itu tepat ditelinga gadis itu agar penjual dan pengunjung lainya yang berada ditempat ini tidak merasa tersinggung dengan ucapanya.


"Yakin ngk mau?" goda Tania sengaja mendekatkan piringnya dengan hidung Lendra dan mengunyah makananya tepat dihadapan Lendra agar lelaki itu merasa tergiur dengan makananya.


"Tidak!" singkat Lendra yang fokus pada pemandangan yang ada didepanya, dimana ia melihat sepasang kekasih yang sedang menikmati makananya dengan begitu romantis. Sang pria menyuapi kekasihnya sedangkan yang wanita malah asik memvidiokan lelakinya sembari menerima mengunyah makanannya. Terlihat sangat sederhana tapi keduanya terlihat sangat bahagia, tampak dari aura perempuan mau pun lelakinya yang sepertinya sama sama beruntung memilikinya.


"Romantis ya Mas!" ucap Tania yang ikut mengarahkan pandanganya sama dengan penglihatan Lendra. Lelaki itu hanya mengangguk.


"Sayang kita makan direstoran mewahkan? Aku mau sekalian update status biar teman teman sosialita aku tau kalau aku bahagia banget punya kamu, apalagi kamu yang selalu manjain dan nuruti kemauan aku!" ucap Safania dengan memeluk lengan Lendra dengan manja dan Lendra pada saat itu hanya dapat tersenyum pada kekasihnya itu.


Saat itu Lendra baru saja selesai dengan pekerjaan kantornya dan Safania yang datang untuk menjemputnya dan keduanya kini sedang berjalan keluar dari ruangan Lendra untuk mencari gempa makan sesuai keinginan Safania.


"Oh iya siap itu kita kemall ya, ada tas keluaran baru tau, apalagi baju aku sekarang itu itu saja, aku bosan makenya, kamu pasti juga sudah ngerasa kalau aku makin jelekan?" lanjut Safania.


"Sayang kamu itu akan tetap cantik kok walau pun make baju baju itu saja!" ucap Lendra seraya mengelus kepala Safania.


"Iya tapikan aku bosan Sayang, aku juga mau pakai baju baru, kamu maukan beliinya?"

__ADS_1


"Iya aku pasti beliin kok!"


"Mas kamu kenapa?" tanya Tania menatap heran pada suaminya ini yang kini malah tersenyum sendiri tampa sebab yang jelas.


"Ehh iya ngkpp kok!" ucap Lendra yang membuyarkan seluruh lamunanya, kala mengingat cerita yang pernah dilaluinya bersama Safania dahulu sebelum kedatangan Tania didalam hidupnya dan ia masih bebas melakukan hal apa pun tampa larangan dari orang tuanya, sekarang ia dipaksa untuk bersikap adil oleh orang tuanya kepada kedua istrinya padahal ia tidak bisa untuk itu.


"Oh iya deh Mas!" ucap Tania yang kembali melahap makanan yang ada dihadapanya.


"Kamu lapar banget ya!" ucap Lendra menatap Tania yang sudah seperti orang kelaparan dan Tania hanya cengegesan tidak jelas.


"Kamu mau?" ucap Tania dengan tangan yang berisikan makanan dan lauk dan menunjukanya pada Lendra.


Belum sempat Lendra menjawab, Tania langsung memasukan makanan itu kedalam mulut Lendra secara paksa karena ia tidak enak jika harus makan sendiri dan Lendra tidak sedikit melakukan penolakan bahkan ia mengunyah makanan yang diberikan Tania dengan raut wajah yang sulit diartikan.


"Gimana Mas?" tanya Tania yang siap menerima ucapan yang akan dilontarkan Lendra dan mengatakan jika makananya tidak enak serta memarahinya karena sudah lancang menyuapinya.


"Biasa saja!" jawab Lendra dengan nada dinginya tetapi tanganya mengambil piring yang ada dihadapan Tania dan memakan makanan istrinya dengan lahap.


"Itu nasi uduk aku Mas, kamu pesan sendiri!" ucap Tania menarik kembali makanannya dan menjauhkanya dari Lendra.


"Pelit banget sih!" ujar Lendra yang berusaha untuk mencomot makanan Tania dari piringnya.


"Mas pesan sendiri!" teriak Tania mengigit tangan Lendra yang menempel dipiringnya.

__ADS_1


"Kamu pelit banget sih jadi istri!"


__ADS_2