Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 98 - Perkataan menyakitkan


__ADS_3

"Lendra benar benar tidak mengerti Ma. Apa maksud ini semua?" binggung Lendra yang tidak mengetahui kejadian yang sesungguhnya. Ia terus menarik ulur ponselnya hingga akhirnya ia memenukan fotonya yang tampak sangat mesra pada seorang wanita yang sama sekali tidaka di kenalinya. Ia mendongkakaknya kepalanya dan menatap kearah Rusdi seakan meminta jawaban atas semua tuduhan yang di limpahkan padanya.


Rusdi hanya mengangguk. Lendra berusaha untuk mengingat kembali kejadian kejadian yang sudah dialaminya namun, ia tetap tidak dapat mengingat apa pun. Ia memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing karena terus memaksakan ot*knya untuk berputar di luar kapasitas otaknya yang tidak memadai.


"Aku harus menghubungi Safania, dia harus menjelaskan ini semua pada ku!" ucap Lendra yang kembali menghungi nomor Safania untuk mengetahui keberadaan istri keduanya saat ini.


Safania menatap layar ponselnya, akhirnya apa yang sudah di nanti nantikanya terjadi juga, Lendra menghubunginya tampa ia yang harus memulainya. Safania sudah sempat mengangkat telpon dari suaminya namun, ia tersadar dengan keberadaan seorang lelaki yang duduk di sebalahnya dan kini tengah menatapnya dengan seksama karena merasa tak enak hati Safania langsung nematikan panggilanya dengan Lendra dan fokus bicara pada orang ini.


Tampa di sadari  Safania, lelaki itu mencuri pandangan pada layar ponselnya dan melihat apa yang sedang ia lakukan. Lelaki itu tersenyum melihat Safania yang menolak panggilan dari kekasihnya sendiri. Sedikit kebahagian baginya setidaknya Safania mengabaikan lelakinya demi keberadaanya.


"Kita mau kemana?" tanya lelaki yang bernama Ragan itu. Ia berpura pura tidak melihat apa yang wanita itu lakukan. Safania tampak berfikir sejenak dan kemudian mengeleng.


"Apa kamu mau aku ajak kesuatu tempat yang bisa membuat mu tenang?" Safabia mengerutkan keningnya.


"Tenanglah, aku akan membawa mu ketempat yang tentu saja bisa bisa menghilangkan mu dari semua permasalahaan mu!" Safania semakin dibuat binggung. Sebenarnya tempat mana yang akan mereka kunjungi.

__ADS_1


"Aku akan menjaga mu, kamu cukup ikut dengan ku saja!" ujarnya lagi dan kali ini Safania hanya mengangguk mengiyakan.


"Mas, sudahlah jangan menghubungi Safania lagi, mungkin dia masih ada kesibukan nanti setelah kesibukanya selesai dia pasti menghubungi kamu kembali karena sebelumnya, ia sudah menelpon kamu berulang kali saat kamu tertidur dan aku tidak berani untuk mengangkatnya. Aku baru berani hanya untuk memberi tau kondisi kamu sekarang." ujar Tania mengatakan yang sejujurnya.


Lendra membelalakan matanya secara sempurna menatap istrinya itu. Ia mengabaikan ucapan Tania dan terus menghubungi istri keduanya, ia sangat ingin berbicara dengan wanita itu. Hatinya benar benar hancur menyaksikan foto Safania bersama pria lain dan ia juga belum dapat menemukan dari siapa fotonya bersama wanita itu.


"Kalau memang istri kedua kamu peduli dengan mu, dia pasti nanti menghubungi mu kembali dan datang untuk menjenguk mu tapi jika ia tidak, seharusnya kamu sudah tau harus berbuat apa tanpa Mama jelaskan!" Liora.


"Kalau gue jadi lho bro, gue sudah tau harus berbuat apa, lho nyakiti wanita yang benar benar nerima lho dan lho malah sayang cewek yang bahkan dalam keadaan seperti ini saja dia ngk peduli sama, mikir Lend!" Evandi.


"Tau apa lho tentang cinta? bahkan sampe sekarang lho masih sukakan sama sahabat lho yang ngk pasti itu!" ujar Lendra dengan mata melotot mengarah pada sahabatnya.


Sebelum Lendra menikah pun, Evandi dan Rusdi sering berargumentasi, lain halnya dengan Rusdi, ia paling dewasa diantara mereka bertiga dan paling dapat memecahkan suasana dan terkadang ia pula yang bersifat seperti kekanak kanakan tapi, ia tidak pernah cek cok dengan sahabatnya hingga berhari hari seperti yang dilakukan Lendra dan Evandi.


Rusdi memberikan isarat pada Lendra untuk tidak melanjutkan ucapanya. Lendra mengerti dengan hal. Dengan amarahnya ia melepas tanganya yang sudah mengepal dan siap untuk memukul lelaki itu.

__ADS_1


"Naila setuju dengan kak Evandi!"


"Kalian tidak mengerti dengan aapa yang aku rasakan sekarang!" Lendra.


"Sama, Mas juga tidak pernah mengerti dengan perasaan aku, keberadaan ku yang tidak pernah Mas anggap. Mas ingin dimergerti lalu, bagaimana dengan ku?, Apa yang aku rasakan saat ini adalah hal sepele bagi mu?, Apa karena aku orang baru di hidup mu?,  jika ia mungkin Safania juga melakukan hal yang dengan mu. Dua menganggap perasaan yang yang kamu berikan padanya adalah hal biasa!" ujar Tania pula yang kini menyatakan isi hatinya yang sebenarnya.


"Kamu menyalahkan ku?"


"Aku tidak menyalahkan mu, aku hanya bicara tentang keadilaan!"


"Keadilaan? Bukan aku yang tidak adil, kamu yang tidak mengerti dengan posisi mu harusnya kamu sadar aku hanya mencintai Safania, tidak ada yang lain termasuk kamu!" terbiasa dengan ucapan menyakitkan yang suaminya berikan tidak lagi berasa bagi Tania, ia sudah terbiasa mendengar kata kata pahit seperti itu.


"Kamu bisa bicara seperti itu, tapi Safania, apa kamu bisa memastikan kalau dia bakal tetap stay sama kamu, sekarang saja dia tidak ada di samping kamu lalau, bagaimaja jika dia mengetahui kondisi kamu sekarang apaakah dia akan bertahan sama kamu. Wahai anak ku ketahuilah tidak hanya cinta kita juga membutuhkan pasangan yang menerima dan dapat memahami kondisi kita!" Delino.


"Papa, Mama bahkan Naila saja tidak pernah mengerti tentang ku, semua atas kemauan kalian termasuk pernikahaan aku dengan Tania. Gadis yang sama sekali tidak aku cintai!"

__ADS_1


"Baiklah Mas akan ku turuti semua kemauan kamu. Aku akan gugat cerai kamu dan perpisahaan kita seperti yang kamu inginkan akan segera berakhir. Berbahagialah dengan wanita pilihan mu!" ucap Tania yang kemudian berlari kearah pintu dan segera keliar dari ruangan Lendra.


Naila menatap kakaknya tidak percaya, setega itu Lendra. Tampa basa basi Naila langsung ikut berlari dan mengejar Tania, hal yang sama di lakukan oleh Liora. Delino menatap anaknya penuh amarah. Dia salah didik atau ini memang sifat asli anaknya. Dari kecil Lendra selalu di ajarkan untuk menjaga perasaan orang lain bahkan Lendra juga dulu dianjurkan untuk mengukuti keagaman yang di tolak oleh Lendra karena ingin masuk kesekolah yang berbau dengan bisnis.


__ADS_2