Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 94 - Akankah perpisahan menjadi jalan terakhir?


__ADS_3

Tania langsung memeluk tubuh Liora dengan sangat erat ketika keluarga keluarga sudah tiba di rumah sakit dan mereka langsung masuk kedalam ruangan Lendra. Ia juga menumpahkan seluruh tangisanya di bahu mertuanya. Naila juga ikut menitihkan air mata melihat kondisi kakaknya yang sangat memperhatikan.


"Kak Tan kenapa Kak Lendra bisa seperti ini?" tanya Naila di sela sela isak tangisnya. Tania melepas pelukanya dari Liora. Di aturnya pernafasanya agar netral dan dapat bicara dengan baik dan jelas.


"Tania sudah ngk sanggup Ma atas perbuatan mas Lendra ke Tania dan Tania memutuskan untuk menyudahi pernikahan ini karena sebelumnya mas Lendra sudah memintanya dan Tania baru menyanggupinya sekarang dan ketika mas Lendra tertidur, Tania menyiapkan sarapan untuknya dan Tania pergi meninggalkan mas Lendra dengan meninggalkan sebuah surat. Tidak tau kenapa tiba tiba di perjalanan ketika Tabia sedang makan di sebuah warung beberapa bapak bapak dan ibu ibu mengatakan mas Lendra sudah kecelakaan dan akhirnya Tania menyusul kesini Ma. Tania juga tidak tau bagaimana kronologinya." ucap Tania penuh penyesalan dengan mata yang sudah terpejam.


Mertuanya pasti sangat marah padanya karena mertuanya pasti sangat membenci perceraian dan karena hal ini pula yang membuat Lendra mengalami kecelakaan separah ini. Andai saat itu ia tidak meninggalkan Lendra dan mengatakan niatnya baik baik pada suaminya pasti semua ini tidak akan terjadi. Apa pun yang akan di katakan mertua dan adik iparnya ia siap menerimanya karena ini memang kesalahannya.


"Jika itu memang sudah keputusan mu Nak, Mama sudah tidak dapat melarang kamu. Mama tau betul bagaimana anak mama memperlakukan kamu. Mama ikhlas jika kalian harus berpisah tapi, Mama minta satunya jangan putuskan tali silaturahmi antara kita ya. Cukup kamu dan Lendra yang berpisah jangan hubungan kita ya!" ucap Liora yang tidak di sangka di sedikit pun oleh Tania bahkan mertuanya kembali memeluknya dan mengelus kepalanya dengan lembut.


"Papa juga tidak bisa memaksakan kamu. Lendra memang sudah keterlaluan!" ucap Delino dengan geram saat Tania menatapnya seakan meminta jawaban atas keputusan yang sudah di buatnya.


"Tapi, Mama minta satu ya Nak, jangan lakukan itu sekarang berikan Lendra waktu satu sampai tiga bulan lagi jika, ia memang tidak mengalami perubahan sikapnya terhadap kamu. Mama, Papa dan Naila siap melepas kamu. Kita mohon kasih dia kesempatan!" mohon Liora.


"Hati Tania sudah terlalu sakit Ma, Tania sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi, keberadaan Tania tidak pernah di anggap oleh mas Lendra tapi, Tania juga tidak tega meninggalkan mas Lendra dalam keadaan seperti ini. Tania akan tetap melanjutkan keputusan Tania hingga mas Lendra sembuh dari sakitnya lalu, Tania pamit dari kehidupan Lendra. Untuk saat ini biarkan Tania yang merawat dan mengurus mas Lendra. Insyaallah Tania akan memperlakukan dengan baik!"

__ADS_1


"Makasih ya kak Tania, walau pun kak Lendra sudah bersikap tidak baik pada kakak tapi, akak tetap saja perduli pada kak Lendra. Naila ngk ikhlas jika kehilangan kakak ipar sebaik Kakak tapi, jika ini memang sudah keputusan Kakak, Naial juga tidak dapat menghalanginya. Naila akan banyak banyak berdoa agar pernikahaan kalian bertahan lebih lama lagi!" ucap Naila yang langsung memeluk tubuh Tania.


Tania semakin tidak tega meninggalkan Lendra. Keluarga Lendra sudah sangat baik padanya dan memperlakukan layaknya keluarganya sendiri tapi, ia juga butuh cinta dari suaminya.


****


"Lendra kecelakaan. Bagaimana bisa dan kenapa telpon dari ku Tania yang mengangkatnya?, terakhir kali Lendra mengatakan jika, ia sedang di Bali, apakah ia ke Bali bersama istri pertamanya? tapi, jika ia pergi bersama Tania lalu, bagaimana bisa Lendra bersama wanita lain di belakang kami dengan begitu mesranya. Ada yang tidak beres!" gumam Safania. Pikiranya semakin kacau memikirkan suaminya.


"Akhhh sudahlah biarkan saja Lenxra kecelakaan, lagian aku Sedang marah padanya, dia berangkat tampa memberitau ku dahulu, ia juga mengatakan akan menghubungi jika sudah sampai tapi, dia juga tidak menghubungi bahkan sampai kabar miring tentang mu pun, dia belum meminta maaf padamu jadi, biarkan saja dia sakit. Lagian ada Tania yang akan merawat jadi, aku tidak perlu repot repot kesana, mending aku istirahat!" lanjut Safania yang tidak ingin terlalu pusing memikirkan masalah suaminya.


Dari awal ia memiliki hubungan dengan ia tidak memiliki rasa sedikit pun pada lelaki itu, ia mau menjadi kekasih Lendra hanya karena Lendra kaya dan Lendra mau memenuhi seluruh kebutuhanya sebelum mereka menikah jadi, tidak ada alasan bagi Safania untuk menolak ungkapan cinta yang di lontarkan oleh Lendra pada saat itu.


Dengan santainya pula dan tampa memikirkan kondisi suaminya saat ini. Ia mengendarai mobilnya dengan santai. Mobil itu juga pemberian Lendra sebagai hadiah anversery mereka yang ke enam bulan pada waktu itu.


Safania menghentikan laju mobilnya di depan sebuah bangunan dengan nuansa modern yang tampak seperti sebuah cafe ternama. Dengan pesonanya ia mendudukan bokongnya di salah satu kursi yang ada di tempat itu dan segera memesan makanan dan minuman yang akan menjadi cemilanya.

__ADS_1


Tak lupa Safania memotretkan beberapa kali bagian tubuhnya untuk di pamerka di media sosialnya dengan jumlah flowers yang cukup banyak dengan captions yang di karangnya sendiri. Ia tersenyum eihat hasil jebretanya yang tampak bagus dan mulus. Sungguh hasil yang luar biasa.


Tampa di sadari wanita itu ternyata, pergerakanya sudah di perhatikan dari kejauhaan oleh seorang pria dengan mengunakan jas berwarna hitam dan kemeja putih serta celana yang senada dengan pakaianya. Ia juga mengunakan sepatu kulit berwarna hitam. Penampilannya sangat mencerminkan layaknya orang berpunya. Wajahnya juga tak kalah tampan dari Lendra.


Ia menghampiri Safania yang sedang memainkan ponselnya dan dengan elegan Ia duduk di sebelah Safania.


"Hallo Mbak, bolehkah saya duduk di sini?" tanya pria itu dengan sangat sopan dan ia juga melambaikan tanganya di wajah Safania agar gadis itu menoleh padanya karena ia terlalu asik dan fokus pada benda yang di gengamnya.


"Iya. Silahkan saja!" jawab Safania cuek tampa menoleh pada pria itu dan tetap memainkan ponselnya dengan beberapa senyuman yang terbit di bibirnya karena ada beberapa dari fansya yang memberikan komena lucu dan menarik tentang foto yang di postingnya dan semua komenan mereka berujung pada hal positif yang memberikannya semangat.


"Mbak, ini Mbak ya!" ujar pria itu lagi seraya menunjukan layar ponselnya yang menunjukan akun sosial media milik Safania pada gadis yang duduk di sebelahnya. Dengan malas Safania menoleh padanya dan hanya mengangguk dengan gaya sombongnya.


"Tidak hanya di media sosial, aslinya juga mbak cantik ya!" ucap pria itu dengan lancang dan tersenyum manis padanya Safania. Safania semakin merasa ge*i melihat tingkahnya.


"Saya memang sudah tau kalau saya cantik, kamu tidak perlu memberitaunya!" pria itu hanya mengangguk dan kembali tersenyum.

__ADS_1


"Mbaknya kesini sendiri saja? pak Lendra kemana?" tanya lagi dengan beraninya.


Ia hampir seluruh fans Lendra dan safania mengetahui hubungan keduanya karena Safania yang sering memposting kemesraanya di media sosial, begitu pula dengan Lendra.


__ADS_2