Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 95 - Lumpuh


__ADS_3

Ia hampir seluruh fans Lendra dan safania mengetahui hubungan keduanya karena Safania yang sering memposting kemesraanya di media sosial, begitu pula dengan Lendra tapi, belum ada seorang pun yang mengetahui pernikahan mereka. Pihak Lendra atau Safania pun belum ada yang mengumbarnya kemedia sosial.


Sebagai seseorang yang terkenal di media sosial. Safania akan merasa malu jika, orang orang mengetahui ia hanya sebagai istri sirih apalagi dengan status sebagai istri keduanya. Fansnya tentu akan berkurang dan sumber penghasilannya akan menghilang. Lebih baik ia mencegah hal itu sebelum terjadi.


"Ada urusan apa dengan anda?" tanya Safania dengan sinis pada pria itu.


"Siapa yang tidak mengetahui hubungan mbak dengan tuan Lendra. Hubungan yang begitu romantis dan jarang sekali terlihat bermasalah. Saya yakin kalian berdua pasti adalah dua orang yang dewasa hingga setiap ada masalah kalian tidak mempostingnya kemedia sosial kalian padahal jumlah follwers kalian sangat banyak, apalagi tuan Lendra!" ujar lelaki itu pula yang kini menatap Safania dengan tatapan merendahkan.


"Apa maksud mu? Apa kamu fikir saya tidak mempunyai follwers yang cukup banyak?" ujar Safania mulai tersulut emosi. Ia paling tidak suka di rendahkan seperti ini walau apa yang di katakan orang itu benar.


"Siapa yang tidak mengetahui tuan Lendra, Nyonya? Dia mempunyai usaha dengan cabang dimana mana, jumlah follwers yang tidak sedikit, ia juga berasal dari keluarga yang mapan sejak lahir. Wanita mana yang akan menolak jika di persunting olehnya. Kamu bisa saja kapan pun di hembaskanya. Saya juga yakin jumlah follwers yang kamu miliki sekarang juga berasal dari fans fans tuan Lendra bukan karena bakat atau kecantikan mu!" ucapnya lagi.


Safania hendak menyiramkan gelas minumanya pada lelaki itu namun, untungnya matanya masih dapat melihat sekitarnya. Ia mengurungkan kembali niatnya. Ia tidak ingin hanya karena seorang lelaki ini, media sosial yang di bangunya dari nol hilang begitu saja.


"Sudahlah Nyonya duduk kembali, jangan marah marah seperti itu bukankah, apa yang ku katakan itu benar?" ujar lagi yang kini dengan lantangnya pria itu memegang bahu Safania dari belakang dan mendudukan gadis itu kembali. Kemarahaan Safania tampak menurun.


***


"Apaaaa?" teriak Liora, Tania dan Naila secara bersamaan ketika Dokter yang menangani Lendra keluar dari ruanganya. Untuk mengetahui kondisi Lendra lebih lanjut, Dokter itu meminta mereka bertempat untuk keluar terlebih dahulu dari ruangan Lendra agar dapat mengetahui kondisi Lendra terbaru.

__ADS_1


  "Tapi anak saya bisa semburan Dok?" tanya Liora dengan air mata yang membasahi wajahnya. Tangan kanannya menutup mulutnya yang terbuka. Hatinya benar benar hancur mendengar ucapan yang di lontarkan Dokter itu. Delino dengan setianya ia merangkul istrinya dan mengelus pundak wanita dari dua anak itu.


"Jika usaha di barengi doa, insyaallah anak Bapak dan Ibu pasti sembuh. Sebaiknya kita banyak meminta pada sang pencipta agar di kembalikan seperti sebelumnya. Pak Lendra dan sembuh tampa merasa kurang suatu apa pun!" jawab Dokter itu.


"Berapa lama proses  penyembuhan suami saya Dok sampai kondisinya benar benar kembali pulih?" tanya Tania.


"Kalau itu saya tidak dapat menjamin. Saya hanya menjadi perantara penyembuh pak Lendra saja selebihnya, kita kembalikan pada Tuhan saja!" ucap Dokter itu.


Setelah kepergian Dokter itu dari hadapan mereka. Liora, Delino, Tania dan Naila kembali masuk kedalam ruangan Lendra. Di pandanginya wajah  anaknya yang masih tertidur dengan pulas. Wajahnya tampak tenang seperti tidak ada masalah yang sedang ia hadapi. Di elusnya dengan lembut kening putranya. Bagaimana jika Lendra mengetahui keadaan yang sebenarnya?, Apa ia mau menerima kenyataan pahit yang sedang alaminya. Akahkan ini balasan dari perbuatan Lendra kepada istrinya.


"Ma, sudah jangan menangis seperti itu. Tania yakin kok mas Lendra pasti sembuh meski dalam jangka waktu yang lama. Kita perbanyak doa saja ya Ma!" ucap Tania menguatkan mertuanya yang sudah tampak lemah. Tubuhnya saja berdiri sudah tidak setegak di awal ia datang kerumah sakit.


Sebenarnya apa yang terjadi. Semua wajah terlihat sangat lesu dan lemas. Tidak ada senyuman diantara mereka. Apa mereka tidak ikut merasakan kebahagian setelah ia terbangun dari pingsan yang memakan waktu beberapa jam.


"Mama kenapa Ma?" binggung Lendra.


"Kamu lumpuh Nak!" ucap Liora dengan tangisan yang kembali tumpah dan semakin mengeratkan pelukanya pada Lendra. Naila ikut menitihkan air matanya. Bagaimana kondisi kakaknya selanjutnya.


Di luar ekspetasi, Lendra justru menanggapinya dengan senyumannya dan mengelus rambut Liora dengan lembut. Ia seakan tidak terbebani dengan ucapan mamanya.

__ADS_1


"Ini sudah menjadi ketentuan Lendra. Mama ngk perlu sedih ya, Lendra bisa hadapi semuanya kok!" ucap Lendra tegar.


"Kamu pasti bisa!, Seorang anak lelaki di larang bersedih apalagi menangis dan kita sebagai manusia biasa harus mensyukuri semua hal yang sudah seharusnya terjadi pada kita!" ucap Delino tersenyum dan menampakan otot kananya pada Lendra untuk menguatkan anaknya itu.


"Ma, Safania mana?" Tania menundukan kepalanya, airnya harus berlinang. Ia yang  berada di tempat ini. Kenapa yang di cari harus orang yang tidak ada dan tidak peduli padanya bukan, tidak mengetahui tapi memang Safania yang tidak peduli keadaan suaminya. Mata Delino, Liora dan Naila kini tertuju pada Tania. Mereka ikut merasakan apa yang di rasakan oleh menantunya. Jadi, tidak heran jika Tania meminta untuk berpisah karena dalam keadaan seperti ini pun, Lendra tidak menganggap keberadaanya.


"Safania ngk ada!" jawab Liora cepat.


"Sudahlah Kak, jangan bahas orang yang tidak ada disini. Coba Kakak lihat siapa yang ada disini. Siapa yang menemani Kakak saat keadaan seperti ini bahkan, wanita yang Kakak cintai menghilang ketika Kakak membutuhkannya!" Safania.


"Dia belum mengetahuinya jika, ia tau dia pasti kesini dan akan merawat Kakak, sama seperti Mama merawat Kakak!"


"Aku sudah memberitau pada Safania, Mas, bahkan Safania yangblebub tau hal ini ketimbang mama dan papa tapi, sampai saat ini juga Safania tidak berada disini!" balas Tania.


"Dia masih ada pekerjaan lain, jika sudah selesai dia pasti akan datang kesini dan menemui ku!"


"Jika Safania datang kesini dan mau merawat kamu tampa perintah dari Mama, Papa termasuk kamu maka, Mama akan merestui hubungan kalian tapi, jika tidak anggap ini terakhir kalinya kamu menyebut nama wanita itu di dalam keluarga ini!" tegas Liora.


"Mana ponsel ku?" tanya Lendra dengan tangan yang siap menerima benda yang di maksudnya. Handphone Lendra mulai berbunyi, berulang ulang sudah ia mencoba menghubungi istri keduanya tapi, tetap saja Safania tidak mengangkat telpon darinya.

__ADS_1


__ADS_2