
Tania sekuat tenaga menahan tawanya hingga turun dari angkotnya. Ekpresi Lendra yang sudah tidak dapat berkutik dan hanya diam di dalamnya dan menatap tajam kearah Tania, ia merasa di kerjai oleh istrinya. Tania meminta supir angkot untuk mengeluarkan kursi roda sedangkan ia membantu Lendra keluar.
"Aduhh!" kepala lelaki itu tersandung, ia menepuk bagian angkot yang mengenai tubuhnya. Entah mendapat keberanian dari mana Tania justru malah menjitak kepala suaminya. Benda mati saja di lawan pikirnya.
"Sakit tau!" keluh Lendra sembari memegangi kepalanya.
"Lebay!" karena kurang berhati hati hati Tania salah memposisikan tubuhnya hampir saja ia terjatuh saat turun dari angkot untungnya dengan cepat Lendra langsung menarik tangan Tania, alhasil keduanya saling bertatapan cukup lama dengan tangan Lendra yang menahan tubuh Tania agar tidak terjatuh sedangkan Tania menarik kera baju suaminya.
Brugghhhhh
Lendra melepaskan tanganya saat menyadari posisi keduanya yang sudah tidak memiliki jarak. Ia memang memiliki keinginan untuk mengubah sikapnya pada Tania tapi, rasa gengsinya juga masih sangat tinggi.
Akhhhh, supir angkot itu juga ternyata mengambil kesempatan, kursi roda Lendra di lepaskanya dari peganganya dan tanganya langsung meraih tubuh penumpangnya yang hampir saja mengenai tanah. Rambut Tania hampir menyentuh bagian itu, hal yang sama jyga di lakukan supir itu, supir itu menatap Tania cukup lama. Tania mencoba melepaskanya tapi, supir ini juga belum sadar dengan posisinya.
Lendra langsung turun dari angkot dan menarik paksa tubuh Tania dari dekapan pria itu. Di hadapan supir itu pula Lendra langsung memeluk tubuh Tania dengan sangat erat walau sebenarnya Tanialah yang kini menahan tubuh laki laki itu agar dapat berdiri. Wajah Lendra yang mengarah pada supir itu, ia langsung melontarkan tatapan tajamnya dan membulatkan matanya menatap laki laki penuh nafsu itu. Supir itu hanya dapat menundukan kepalanya karena ia mengetahui kesalahan yang sudah di perbuatnya.
"Dia istriku, tidak ada hak mu untuk menyentuhnya sedikit pun!" ucap Lendra penuh penekanan setelah melepaskan pelukanya dan Tania yang sudah mendudukan di atas kursi roda. Bagai di sambar petir, Tania mendengar pengakuan itu secara langsung dari mulut suaminya.
"Pak ini ongkos saya dan suami saya maaf banget sudah ngerepotin Bapak!" ujar Tania memberikan tiga lembar uang lima puluhan. Lendra langsung menarik uang yang berada di atas telapak tangan Tania dan segera menyerahkanya pada supir angkot itu. Ia tidak ingin lelaki itu menyentuh istrinya lagi dan mengambil kesempatan yang ada.
"Asslamualaikum!" panggil Tania menekan bel rumah.
"Tania kamu sudah pulang Nak?" ujar Liora antusias. Ia langsung menyambar tubuh menantunya dan memeluknya. Hanya beberapa menit saja pelukanya, mata Liora tak sengaja melihat wajah anaknya yang di tekuk bagai jeruk purut.
__ADS_1
"Kenapa kamu Lend?" tanya Liora.
"Tanya saja sama menantu kesayangan Mama!" kesal Lendra mendorong kursi rodanya sendiri. Pandangan Liora kini tertuju pada Tania. Tania hanya mengelengkan kepalanya. Ia tidak ingin menceritakan kejadian yang baru saja di alaminya. Ia takut mertuanya itu juga akan marah padanya sama seperti Lendra.
"Ma, Tania nyusul Mas Lendra ya!" pamit Tania meninggalkan Liora yang masih kebinggunan dengan keduanya.
"Mari aku bantu Mas!" tawar Tania yang langsung mendorong kursi roda Lendra menuju kamar mereka. Lendra menyingkirkan tangan Tania, Tania terus memaksakan diri dan kini lelakinitu hanya berpasrah. Tania sudah mengoceh sejak Tania menjelaskannya namun, respon Lendra tetap saja diam.
"Mas, kamu lihat tadikan tadi itu unsur ketidak sengajaan!"
"Tidak sengaja tapi dia terus memeluk kamu di hadapan aku. Kamu mikir ngk sih Tan, aku tuh cemburu, kamu i.. itu!" ucapan Lendra terputus saat ia menyadari hal hal yang baru saja keliar dari mulutnya. Sunggu pengakuan yang sangat bo*oh. Tania selesai ini pasti akan berbesar hati dan tinggi hati.
"Kamu cemburu Mas?" tiba tiba saja Tania sudah berada di hadapan Lendra, ia mencolek dagu Lendra dengan gaya seksinya.
"Apaan sih!" Lendra menyingkirkan tangan istrinya.
"Apaan sih biasa aja kali!"
"Sulit banget sih ngakunya!"
"Mas mau dong di peluk kamu lagi, ternyata berada di pelukan kamu nyaman banget ya pantes saja Safania betah kalau di dekat kamu!" goda Tania yang kini sudah merentangkan tangannya dengan lebar.
Bugghhhhhh
__ADS_1
Tania yang hendak memeluk Lendra terpaksa harus mencium lantai. Tubuhnya terjatuh hingga tergeletak di lantai. Ia hendak memeluk suaminnya tapi, Lendra justru menjauhkan dan pergi meninggalkan istrinya.
"Jahat kamu Mas!" Lendra mempercepat dorongan kursi rodanya karena Tania mengejarnya dengan amuknya yang membeludak.
"Tania, Lendra, kalian ini sudah besar kenapa berlarian larian di dalam rumah seperti ini kalau jatuh bagaiamana?, Tania kamu tau suami kamu sedang bermasalah di kaki, kenapa kamu malah mengajaknya bermain seperti ini?" marah Liora seketika pecah melihat anak dan menantunya yang berlakuan seperti anak kecil. Tania hanya menunduk, Lendra melirik wajah Tania, Tania pasti merasa bersalah.
"Ma ini bukan kesalahan Tania, Lendra tadi yang ...!"
"Sudahlah jangan beralasan lagi, Tania bawa suami kamu masuk!" pinta Liora.
Spontan setelah kepergian Liora dari hadapan keduanya Lendra dan Tania langsung mengeluarkan seluruh tawa yang mereka bendung. Tawa keduanya pecah secara bersamaan melihat punggung baju Liora yang masih melekat merek bahkan keduanya juga saling melemparkan tatapan yang mendalam sembari memegangi perutnya yang terasa sakit akibat terlalu keras tertawa.
"Tania, Lendra!" teriak Liora dari kejauhan.
"Iya Ma!" jawab Lendra dan Tania kompak.
"Tania manis banget kalau senyum kek gitu!" gumam Lendra dalam hati menatap Tania yang masih tersenyum. Apalagi gadis itu memiliki dua lesung di pipi di wajahnya.
"Kenapa aku tidak pernah menyadari ketulusan Tania dari dulu?, kalau di lihat lihat dia juga ngk kalah cantik kok dari Safania. Tania juga punya hati hang baik. Aku adalah laki laki yang paling jahat karena sudah menyia yiakan wanita sesempurna istriku. Suami seperti apa aku ini?" gumam Lendra lagi.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu Mas?" Lendra hanya mengelengkan kepalanya dan membuang pandanganya dari gadis itu.
"Tania aku ingin istirahat!"
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar Lendra, Tania langsung membuka gorden kamar agar cahaya udara masuk kedalam ruangan gelap ini. Tak lupa ia juga menghidupkan lampu agar penambah penerangan.
"Tan, kamu boleh kok mencopot semua foto Safania dari kamar ini, kamu juga boleh mengantinya pakai foto kamu yang jelas sekarang kamar ini milik kamu dan aku karena kamu dan aku adalah sepasang suami istri yang sah secara agama mau pun negara!" Lendra.