
"Tania kemana?" lirih Lendra mulai menyadari ketidak beradaan istrinya. Matanya menyapu seluruh seisi ruangan namun, tidak di lihatnya tubuh Tania. Lendra mengelilingi kamarnya mencari di setiap sudut tetap saja di temukanya. Di temukan sebuah kertas tergelatak di bacanya kertasnya itu.
"Di saat kamu membaca surat ini Mas
Di saat itu pulalah aku
Sedang berpamitan dengan mu
Sudah ku bukakan seluruh pintu hatiku
Tampa kamu mengetuknya
Kamu masuk tampa menoleh
Aku menyambutnya dengan riang
Namun, keberadaan ku tak sedikit pun
Kamu hiraukan.
Ku sambut kamu dengan kilauan
Seperti matahari yang senantiasa
Menyinari bumi.
Tapi, kamu memberikan ku tanda beramal
Senantiasa ku paksakan hati ku
Untuk tetap berdiri diatas duri
Tapi tetap saja
__ADS_1
Kamu menusuk ku dengan semua Perlakuan mu.
Mas, aku minta maaf untuk semuanya
Sudah waktunya untuk
Kita mengakhirinya
Maaf aku terlambat mengatakannya
Padahal kamu sudah lama memintanya
Aku minta maaf!"
Seketika benak Lendra mengingatkannya pada bayangan yang beberapa hari ini sudah terjalin dengan istrinya. Pikiranya mulai mengingatkan pada kejadian kejadian yang ia tidak sengaja memegang tangan Tania, tak sengaja saling berpandangan dan beberapa hari ini sudah sering pertemuan anatara keduanya.
Ia mulai termenung. Lendra mendudukan bokongnya diatas ranjangnya di tatapinya kertas itu. Buliran agar matanya menetes begitu saja. Entah mengapa hatinya terasa sesak membaca surat dari Tania padahal ia sendiri tidak memiliki rasa sedikit pun pada istrinya.
Ia mulai mengingat kejadian terakhir bersama Tania. Ia hanya mengatakan bahwa ia ingin menjumpai temanya lalu, mengapa Tania memintanya untuk berpisah seperti ini. Pikiranya mulai di paksakan untuk mengingat, tapi memang tidak dapat di putranya kembali.
Ia masih menatap layar handphonenya, ia ingin menghubungi Tania namun, ia sendiri tidak memiliki nomor ponsel Tania walau pun Tania sudah menjadi istrinya. Pikiranya semakin bergelut dengan isi benaknya. Ia ingin mencari Tania tapi, kemana? ia tidak mengetahui dimana keberadaan gadis mungil yang sudah menjadi istrinya.
Tampa pikir panjang lagi, ia segera mengambil kunci mobilnya dan pergi mengelilingi kota Bali untuk mencari Tania. Sembari menyetir Lendra menekan beberapa tombol dilayar ponselnya untuk menghubungi beberapa bawahanya agar membantunya mencari Tania.
Brughhhhhhhhh
Belum sempat bawahan Lendra menjawab telpon darinya, ia sudah menabrak pohon besar yang ada di depanya. Kepalanya terbentur dengan setir mobil. Kakinya terjepit diantara pengrem mobil hingga tidak dapat di gerakan dan tanganya terkena pecahan kaca.
Mobilnya mulai mengeluarkan asap. Lendra juga tidak dapat berbuat apa apa, kepalanya terasa pusing dan berputar seakan ada kunang kurang di benaknya. Dalam hitungan detik matanya langsung terpejam hingga tak sadarkan diri.
Untungnya tempat kejadiannya ramai hingga beberapa orang mulai berdatangan menolongnya. Ada yang menariknya keluar dari dalam mobil, ada yang membantu memadamkan mobil. Segala usaha di lalukan untuk menyelamatkan lelaki yang sedang mengalami musibah itu.
"Ini Pak Lendra, Saya mengenal beliau!" ujar seorang bapak. Tak menunggu lama lagi para warga membawa Lendra kerumah sakit terdekat. Simpang saur berita tentang kebersamaan Lendra dengan wanita lain sudah tersebar dengan luas hingga ada yang enggan membantu Lendra terutama kaum hawa yang sudah menilainya dengan buruk hanya karena sebuah gambar tampa pembuktian.
__ADS_1
Kesempatan itu tidak di sia siakan oleh para wartawan. Mereka segera menghampiri Lendra kerumah sakit dan membeberkan kondisi Lendra yang sebenarnya setelah berita buruk tentangnya. Mereka mendapatkan informasi keberadaan Lendra dari beberapa vlog vidio dengan durasi singkat yang di tayangkan oleh beberapa akun yang melihat kondisi Lendra pasca kecelakaan.
Petugas keamanan rumah sakit sudah meminta orang orang yang membawa kamera itu agar tidak masuk kerumah sakit namun, mereka tetap memaksakan diri dan malah mengeraskan suara agar dapat melihat kondisi Lendra saat ini yang tentu menganggu kenyamanan bagi pasien yang lain.
Beberapa selang infus mulai di pasang di tubuh lelaki itu termasuk bagian hidungnya yang sudah banyak menghirup asap karena asap keluar Lendra masih berada di dalam mobil.
Tania yang sedang mengunyah makananya menghentikan kegiatan makanya saat beberapa pelanggan warung yang di datanginya mulai membicarakan tentang kecelakaan yang baru saja terjadi di sekitaran sini. Mereka baru saja datang kewarung ini.
Jantungnya seakan berhenti berdetak tiba tiba saja perasaan tidak enak padahal ia tidak mengenal siapa pun orang orang disini kecuali suaminya. Tania mendengarkan dengan seksama cerita bapak dan ibu ibu itu sembari meminum minumanya. Air matanya entah mengapa tiba tiba saja menetes padahal ia sendiri tidak mengetahui siapa korban kecelakaan itu.
"Maaf Pak, saya sudah lancang mendengar cerita Bapak dan Ibu tapi, kalau boleh tau siapa ya korban kecelakaan yang Bapak dan Ibu maksud?" tanya Tania memberanikan diri setelah hanya mendengarkannya dari mejanya saja kini ia menghampiri orang orang itu. Mereka saling melemparkan pandangan satu sama lain.
"Saya hanya ingin tau kok Pak, Ibu!" ujar Tania yang mengerti dengan pandangan mereka.
"Yang kecelakaan itu seorang pengusaha besar jumlah bisnisnya ngk main main, mana masih mudah, ganteng pula tapi, sayang dia tidak sebaik yang di pikirkan dan baru baru ini, ia di kabarkan sedang dekat dengan orang wanita tapi kedekatan mereka melebih suami istri padahal semua orang juga mengetahui kalau dia itu masih lajang!"
"Iya sayang banget ya padahal dia itu tipe menantu setiap orang tua. Siapa yang menjadi istri dia pasti akan beruntung soal keuangan tapi, ia gitulah ngk semua wanita bisa bertahan sama dia hanya perempuan perempuan tertentu!" sambung ibu lainya.
Tania langsung kepikiran dengan suaminya. Ciri Ciri yang mereka sebutkan sama persis dengan suaminya karena pernikahaan mereka juga belum di umbar dan hanya di ketahui oleh pihak keluarga saja.
"Namanya siapa ya Bu?"
"Saya Bu Nira!"
"Bu Nira?"
"Iya Nak!" mendengar jawaban itu, Tania dapat bernafas lega ternyata, bukan suaminya yang menjadi korban kecelakaan yang menjadi perbincangan mereka.
"Berarti yang mengalami kecelakaan itu wanita Bu?" tanya ulang Tania.
"Bukan, yang kecelakaan itu lelaki, Nira itu nama saya!" balas Nira dengan cepat.
"Kamu tau tidak, Lendra, ceo besar itu?" tanya wanita yang berdiri di sebelah Bu Nira dan Tania hanya mengangguk.
__ADS_1
"Beliau baru saja mengalami kecelakaan nabrak pohon besar, kronologisnya sih dia main hp sambil menyetir terbukti karena di dalam mobil di temukan ponselnya dalam gengamanya!" ujar ibu itu.