Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 101 - Rusdi membujuk Kiara


__ADS_3

"Kiara!" panggil Rusdi yang kini tanganya mencengkal bagian pergelangan tangan gadis ini. Sontak Kiara menghentikan langkahnya dan ia langsung menatap wajah tampan Rusdi dan tersenyum centil pada pria ini. Ia sudah dapat menduga Rusdi akan mengejar dan membujuknya untuk mengatakan hal ini.


"Iya Pak ada apa?" tanya Kiara yang kini memasang wajah juteknya membuat Rusdi semakin kesal menghadapi wanita satu ini. Bisa bisanya Lendra menjadikannya sebagai sekretaris pribadinya, tapi bagaimana pun tidak dapat di pungkiri jika Kiara mempunyai kemampuan ot*k yang luar biasa hingga Lendara selalu mempercayakan proyek proyek besar padanya.


"Saya minta kamu untuk mengatakan apa tujuan pak Delino datang kekantor. Kamu juga harus ungat Kiara saja juga atasan kamu bukan hanya Lendra jadi, kamu juga harus menghormati saya!"


"Tapi maaf ya Pak kalau soal ini berbeda. Bapak harus memikirkan cara bagaimana caranya agar saya Mau memberitaukanya ke Bapak karena ini merupakan hal yang sanagt penting dan tidak sembarang orang yang boleh mengetahuinya!" ujar Kiara yang kini memasang wajah seriusnya.


"Tapi saya ini atasan kamu Kiara, saya juga sahabat Lendra bahkan orang tua Lendra juga sudah menganggap kami seperti anak mereka, mereka memperlakukan kami sama seperti mereka memperlakukan Lendra dan Naila dan saya juga salah satu dari perintis perusahaan ini jadi, saya juga berhak untuk mengetahui hal sepenting ini. Kamu Kiara tolong jangan bersikap konyol!"


"Saya tau dan saya juga mengerti dengan maksud ucapan Bapak tapi, saya juga tetap tidak mau untuk memberitau apa pun pada Bapak sebelum Bapak memberikan imbalan atau sekedar sesuatu untuk menyakinkan saya. Bapak juga harus tau tidak sesuatu yang gratis di zaman sekarang ini!" ucap Kiara pula yang kini melangkahkan kakinya menjauhi lelaki itu


Rusdi semakin geram dengan tingkahnya. Ia juga menghentakan beberapa kali kakinya kelantai. Melihat kelakuan yang sudah seperti anak kecilnya membuatnya menjadi pusat perhatian di kantor. Bukanya tidak mengetahui atau tidak peka bahkan seluruh pegawai kantor juga sudah mengetahui jika, Kiara menyukai Rusdi hanya saja bukan Kiara yang di sukai oleh pria ith sehingga membuatnya untuk berpura pura tidak tau.


"Van, lho bujuk deh tuh sih Kiara, siapa tau dengan lho yang ngomong sama dia mau!" ucap rusdi ketika Evandi melewatinya.


"Lho ajalah Bro tadi juga dia sudah mau ngasih tau tapi, lho sok jual mahal sekarang gantian tuhkan dia yang jual mahal. Dahlah lho bujuk aja gue yakin kok dia bakal ngasih tau lho, lho dekatin aja!"

__ADS_1


"Lho lihatkan dia ngk mau, gue sudah bujuk dan lho pasti tadi juga sudah lihat tapi, apa coba lihat hasilnya nihil, dia tetap ngk mau!"


"Dia tuh suka sama lho, lho ajak aja kesuatu tempat, tempatnya yang romantis bujuk dia dengan kata kata manis pasti dia mau!" ucap Evandi yang kini ikut meninggalkan Rusdi.


Sesuai dengan ucapan sahabatnya dengan amat terpaksa Rusdi harus mengikuti Kiara yang sudah berada di dalam ruangan kerjanya dan tengah berhadapan dengan laptopnya dan beberapa kripik yang sudah terbuka. Kebiasaan wanita ini adalah bekerja sambil ngemil.


"Kiara lho tau ngk sih ada film baru yang bakalan tayang. Gue sih pengen banget nonton cuma lho sendiri taukan gue nihkan jomblo sedangkan di bioskop itu pasti ramai banget orang yang sedang kencan dan gue ngk mungkinkan berangkat sendiri, ya kali gue jadi saksi percintaan mereka, lho mau nemani gue ngk?" ucap Rusdi bersikap dan sebisa mungkin untuk bicara dengan nada rendahnya.


"Film apa emang?" tanya Kiara tetap santai dan mata yang masih terfokus pada benda yang ada du hadapanya dan tanganya dan mulutnya yang juga ikut beraktivas untuk mengunyah makanan makanan yang sudah di sediakanya lebih dulu.


"Masak lho ngk tau sih, lho suka film hororkan dan itu nanti yang bakal tayang!" ucap rusdi mengarang karena sebenarnya ia tidak mengetahui perihal film itu. Ia hanya mengatakan apa yang terlintas di pikiranya. Kiara sedikit merasa terkejut ia tidak pernah membicara segala sesuatu yang menjadi favoritenya pada Rusdi dan dari mana pria ini mengetahuinya.  Tampak jelas Rusdi sedang berbohong karena ia sendiri tidak pernah menyukai fim film seperti yang di maksud oleh pria itu.


Anehnya Kiara yang sudah mengetahui pria yang berdiri di depanya ini sedang berbohong. Ia malah melayangkan pikiranya pada sesuatu yang tidak akan mungkin di lakukan oleh Lendra. Jangankan untuk berbuat seperti itu bahkan menyentuhnya saja Lendra tidak mau. Lalu bagaimana itu akan terjadi?.


"Kiara bagaimana?" tanya Lendra yang kini membuyarkan lamunanya dan tersadar dari khayalanya yang hanya akan menjadi mimpi baginya saja dan dengan cepat Kiara langsung menganggukan kepalanya untuk mengiyakan ajakan lelaki ini.


"Bagaimana kalau kita berangkatnya sekarang Pak?" ajak Kiara antusias dan langsung menutup kembali laptop miliknya serta memasukan seluruh sisa kerupuk yang di milikinya dan mulutnya serta meremukan bekas wadah dari keripik itu dengan tanganya langsung.

__ADS_1


"Bagaimana dengan pekerjaan mu?" tanya Rusdi dengan jarinya yang mengarah pada laptop Kiara yang sudah mati.


"Saya bisa selesaikan nanti Pak atau saya akan melanjutkanya sajandi rumah!"


"Kita berangkatnya nanti saja, kita juga harus tetap bersikap profesional. Selesaikan pekerjaan mu dahulu, ini masih jam kerja jika, pak Lendra mengetahui kita bekerja tidak displin beliau pasti sangat marah!"


"Pak, saya sudah lebih dari tiga puluh menit dari jam biasa saya dan proposal yang saya kerjakan ini bukan tugas saya, saya hanya sedang menbantu mereka yang sedang kesusahaanya jadi, sekarang sata bebas dong mau keluar atau tidak!"


"Sudahlah Pak, ayoklah!" ajak Kiara antusias dan langsung menarik pergelangan tangan Rusdi.


Semua mata kini tertuju pada mereka. Kiara benar benar sudah menjatuhkan harga dirinya karena gadis ini  yang memeprlakukanya dengan seenaknya dan tempat ini yang sangat ramai di penubi karyawan lainya.


"kasihan ya Kiara cintanya bertepuk sebelah tangan. Pak Rusdi tidak pernah membukakan hati untuknya!"


"Jangankan untuk membuka hati meresponnya saja pak Rusdi tidak mau!"


"Salut deh sama Kiara walau pun sudah di abaikan tetap saja mengejar pak Rusdi."

__ADS_1


"Tapi, wajar sih karena pak Rusdi juga tampan, wajar saja bu Kiara mengejarnya sampai demikian, sifatnya juga yang baik jadi, wanita mana yang akan menolak jika di peristrikan olehnya.


Bisisak bisikan itu mulai terdengar di teliinga mereka namun, Rusdi memilih untuk mengabaikanya karena apa yang di ucapkan oleh mereka belum tentu penting baginya.


__ADS_2