
"Naila kenapa kamu bicara seperti itu?, apa kamu tega melihat kakak kamu tidak memiliki apa apa dan harus memulai usahanya kembali dari nol. Kamu taukan papa kamu kalau sudah memutuskan sesuatu tidak dapat di bantah dan kamu malah bersikap santai sekali!" ucap Liora dengan nada nada yang sedikit keras karena respon yang di berikan Naila tidak sesuai ekpetasinya.
"Ma biarkan saja papa mencabut semua warisan kak Lendra biar kak Lendra susah biar kak Lendra bisa lihat siapa orsng yang benar benar ada saat di terjatuh dan mungkin ini juga karma dari kak Lendra, Mama pernah dengar tidak kalau rezeki suami itu dari doa istrinya. Kak Lendra sudah menikah Ma dan kak Tania selalu menangis karena ulah kak Lendra jadi, ini mungkin hukuman buat kak Lendra. Mama tidak perlu panik begitu!"
"Setega itu kami Nai ke kakak kamu sendiri!"
"Bukan, Naila yang tega Ma tapi, kak Lendra yang sedang menghukum dirinya sendiri!"
"Naila!"
"Ma!"
Perdebatan kecil antara anak dan ibu itu akhirnya terhenti saat deringan telpon masuk kedalam ponselnya. Liora segera mengangkatnya setelah melihat adanya nomor baru yang masuk ke handphonenya. Ia harus menjawab panggilan itu karena takutnya ada kepentingan yang ingin di sampaikan orang itu padanya, apalagi mengingat beberapa bisnis yang beberapa minggu ini sudah tidak pernah di kunjunginya.
"Halo dengan siapa ini?" tanya Liora saat sambungan udaranya terhubung.
__ADS_1
"Apa?" wanita itu hampir saja menjatuhkan tubuhnya kelantai namun, dengan sigap Naila langsung menangkap tubuh Liora dan dengan bantuan Tania dan Vania, Liora akhirnya berhasil di dudukan di kursi tunggu yang tak jauh dari mereka. Hp yang berada dalam gengaman tangan wanita itu terlepas dan terjatuh kelantai rumah sakit hingga layarnha pecah.
"Ma!" perlahan Liora mulai tersadar. Naila segera memberikan minuman pada mamanya dan pelan pelan Liora menenguknya setenang mungkin walau pun pikiranya sudah sangat kacau.
"Papa kamu sedang di rawat di rumah sakit ini juga!" ujar Liora yang kemudian kembali menjatuhkan tubuhnya dan pingsan di tempatnya.
"Dokter, Suster, Dokter Suster tolongi mertua saya Dok, Suster mohon secepatnya segera datang kesini!" panggil Tania dengan keras seraya memegangi dada mertuanya. Ia tampak sangat panik, sedangkan Naila menangis keras dengan menyebut "mama". Vania hanya mampu melakukan apa yang dapat di kerjakanya.
***
"Pak Delino ingin mengambil ahli perusahaan ini dan kemungkinan besar pak Lendra akan keluar dari perusahaan!" jawab Kiara jutek. Ia tidak memperlama jawabanya pada pria ini. Ia bahkan langsung menjawabnya, tidak seperti pada Rusdi, ia terus menarik waktu agar dapat bersama lelaki yang di cintainya.
"Lalu, apa kamu akan membantu pak Delino untuk mewujudkan keputusanya itu?" Kiara hanya mengangguk.
"Sudah berapa lama kamu bekerja di sini dan saat kamu tau bos kamu akan di lengserkan kamu malah menuruti keinginanya. Apa yang kamu pikirkan?"
__ADS_1
"Pak, saya tidak bisa mencampuri urusan pribadi keluarga mereka, saya hanya sedang menjalankan tugas saya sebagai bawahan dan saya juga yakin Bapak sudah tau berapa lama saya di kantor ini!"
"Tapi kenapa kamu sejahat itu?"
"Saya tidak jahat Pak, Saya hanya sedang melaksanakan tugas saya sebagai bawahan beliau!"
"Kamu kok setega itu sih. Saya saja yang di fonis mengalami anmesia masih dapat merasakan luka yang akan di rasakan Lendra jika, mengetahui hal ini lalu, kamu yang masih sehat dan mengetahui segalanya malah berdiam diri seperti itu dan bahkan malah ikut ikutan mengahancurkan usaha yang sudah bangun Lendra sejak bertahun tahun itu!"
"Pak, saya hanya sedang menjalankan tugas saya. Saya tidak tau dan tidak ingin tau perkara keluarga mereka dan asal Bapak tau saya juga ingin mengundurkan diri dari perusahaan. Saya juga cukup tau diri, saya memulai karir saya dari kantor ini jadi, akan sangat berbeda rasa jika saya tetap bekerja di sini dengan atasan yang berbeda. Bapak tidak perlu mengajarkan saya tentang kesetiaan baik itu dari percintaan mau pun pertemanan tapi, saya juga selalu ingat pesan ibu saya untuk tidak mencampuru urusan pribadi keluarga orang Pak, termasuk atasan saya!"
"Kenapa kamu malah mengundurkan diri setelah nanti berhasil menyerahkan perusahaan ini kepada pak Delino, apa kamu ada maksud lain di balik semua ini?" tanya Evandi yang kini menaruh curuga pada wanita itu.
"Saya tidak memiliki maksud apa pun, saya tegaskan sekali lagi saya hanya tidak ingin mencampuri urusan keluarga orang, Pak!"
"Saya tidak yakin dengan ucapan mu, saya yakin kamu mempunyai maksud tersembunyi di balik semua ini!"
__ADS_1
"Tidak perlu mencurigai saya seperti itu Pak pastikan dahulu ketika pak Lendra tidak memiliki apa pun, Bapak masih tetap bertahan sebagai teman beliau!" ucap Kiara kini yang mengunakan nada sinisnya.