Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 85 - Apa yang akan terjadi pada Lendra.


__ADS_3

Hari sudah memasuki sore, senja mulai berlabuh. Tania yang baru saja selesai mandi dan keluar dengan mengunakan celana sepaha dan baju kaus berwarna putih yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Ia segera menyisir rambutnya dan sedikit memberikan polisi diwajahnya.


"Mas mau kemana?" tanya Tania saat melihat suaminya memakai jaket kulit hitam ketubuhnya. Ia juga melihat Lendra yang mengambil kunci mobil yang tergelatak diatas meja.


"Saya mau jumpain teman saya!" jawab Lendra yang segera keluar dari dalam kamar dan pergi meninggalkan Tania seorang diri di kamar.


Tania sudah tidak terkejut mendapat perlakuan seperti ini bukankah, hal ini sudah biasa terjadi padanya lalu, jadi kenapa ia harus merasa tersinggung saat Lendra mengabaikanya. Ia segera mengambil ponselnya yang tergelatak diatas ranjang dan tertidur diatas kasur seraya memainkan benda itu.


Tak sengaja jarinya terhenti disebuah foto yang menampakan dirinya bersama Evandi dulu. Senyum tipis muncul dibibirnya melihat kenangannya bersama Evandi tapi, mungkin hal itu tidak akan terjadi lagi karena ia sudah memiliki suami dan ia harus menjaga kedekatanya pada Evandi walau sekedar sahabat. Apalagi sekarang Evandi membencinya karena ia menikah tanpa sepengetahuan lelaki itu.


"Van, nanti kalau lho punya istri, lho harus tetap ingat sama gue ya sebagai sahabat tercantik lho!" ujar Tania dengan senyum genitnya dan melengkungkan jarinya di bagian dagunya dan merangkul bahu Evandi serta meletakan kepalanya di pundak lelaki itu.


"Lho juga kalau sudah punya suami jangan lupa sama gue dan lho harus ingat gue pernah jadi, lelaki yang selalu jagain dan selalu ada buat lho!" ujar Evandi tampa menatap kearah wanita yang duduk disebelahnya. Ia justru menatap kelangit biru yang memancarkan sinarnya. Keduanya kini tengah berada ditengah tengah pepohonan yang memberikan kesejukan, ditengah kejenuhan kehidupan.


"Sekarang kita asing banget Van, lho seakan ngk kenal sama aku. Apa kaku benar benar membenci ku setelah kejadian itu? Seolah tidak pernah ada cerita diantara kita. Aku rindu dengan kebersamaan kita. Kita selalu bersama dan kamu selalu ada buat aku!"  gumam Tania yang segera menutup galerinya karena tidak ingin sedih berkelanjutan.


Brugghhhhh

__ADS_1


Tiba tiba saja gelas bekas minuman Lendra dan Tania yang tergelatak diatas meja terjatuh tampa adanya angin atau kucing yang menyenggolnya. Tania langsung tercenggang ditempatnya. Tak ingin berfikir buruk ia segera membersihkan dan merapikan bekas pecahan kaca itu.


Perasaannya pun terasa tidak enak seketika, ia terdiam ditempatnya bahkan ia beberapa kali terkena serpihan kaca hingga mengeluarkan darah segar.


"Bapak Lendra!, bagaimana keadaan Bapak? sehat?" tanya seorang lelaki yang mengenangkan jas berwarna hitam di tubuhnya. Ia segera menjabat tangan Lendra yang baru saja tiba di tempat itu dan akan mendudukan bokongnya diatas kursi yang berada dihadapan lelaki itu.


"Saya baik baik saja, lalu bagaimana dengan proyek yang akan kita bangun?" tanya Lendra to the point.


"Kita bisa bersantai dulu Pak Lendra, Bapak bisa menikmati makanan dan minuman yang sudah kami hidangkan!" sambut orang itu yang dinilai Lendra terlalu basa basi dan membuang waktunya.


"Saya tidak punya banyak waktu dan saya juga masih ada urusan yang harus saya selesaikan!" balas Lendra dengan nada tercuek yang dimilikinya. Sifat Lendra memang cuek tapi, ia selalu bersikap seramah mungkin pada klienya tapi, tidak dengan orang yang ditemuinya kali ini. Orang ini terlalu mengulur ulur waktu membuat ia sering merasa kesal.


"Saya tidak punya banyak waktu!" ulang Lendra dengan memukul meja yang menjadi penghalang bagi mereka.


"Bagaimana jika kita bersenang senang dahulu Pak, kita bisa makan bersama atau menonton bersama atau kegiatan lainya yang dilakukan secara bersama?" balas pria itu yang tidak sejalan dengan topik pembahasaan mereka.


"Saya kesini untuk membahas bisnis yang akan sama sama kita rintis bukanya untuk bersantai. Waktu saya terlalu berharga buat orang yang tidak dapat memenajemen dirinya sendiri." ucap Lendra dengan sinis dan menatap lelaki ini dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


"Atau bapak ingin makanan berat agar segera kami sediakan!" tawar lelaki itu lagi dengan senyum miring di bibirnya. Lendra benar benar tidak habis pikir dengan pria ini. Setiap kali ia bertemu dengan orang ini pasti ia akan merasa kesal. Lendra sebenarnya tidak ingin memiliki hubungan apa pu denganya tapi karena keharusan kerja dan sifat profesional ia harus bertemu kembali dengan manusia aneh sepertinya.


"Kita mulai saja meeting kita!" ajak Lendra berusaha untuk tetap lembut karena jika, orang sepertinya dikasari maka, ia akan bersikap lebih aneh lagi dan bertingkah tidak wajar.


"Kita akan mulai tapi Bapak nikmati dahulu jamuan kami, setidaknya Bapak menghargai yang sudah kami persiapkan walau pun menurut Bapak ini tidak ada apa apanya dengan kekayaan yang Bapak proleh!" sindirnya. Lendra mengerti dengan maksud pria ini. Di balik ucapannya ada makna tersirat yang di sembunyikanya namun, masih dapat terbaca.


"Baik, Saya akan minum minuman dari kalian!" ujar Lendra yang tidak ingin berdebat panjang dengan lelaki yang bernama Zanuar itu. Tampa rasa curiga sedikit pun, ia segera meneguknya hingga tak tersisa.


"Bagaimana apakah .... pre ... me ... ting ... nya dapat kita mulai?" tanyanLendra terbata bata. Kepala mulai terasa pusing dan sedikit berdenyut. Mulutnya berulang kali menguap. Tiba tiba saja tubuhnya terasa lemah dan akhirnya ia tertidur diatas meja. Zanuar menatapnya dengan penuh kegirangan.


Zanuar memberikan isarat pada seorang pria yang berada di depan meja mereka. Orang itu sudah sejak tadi berada diantara mereka hanya saja ia menutup dirinya dengan menu makanan yang tidak menampakan wajahnya.


"Bawa orang ini!" pinta Zanuar pada orang itu setelah kedatangan orang itu dan ia segera bangkit dari kursi yang di dudukinya dan berjalan lebih dulu. Senyum rekah tercipta dibibirnya, akhirnya apa yang selama ini diinginakanya akan segera terwujud. Lendra sudah berada di tanganya.


Lelaki itu membawa Lendra kesuatu tempat malam. Ia melewati banyak orang yang sedang berjoget joget melampaui batas dengan pakaian pakaian kurang bahan. Ia sengaja menyewakan satu ruangan khusus untuk Lendra dan menidurkan pria itu bersama seorang wanita yang tak kalah seksi dari wanita yang ditemuinya.


Tentu saja wanita itu adalah wanita sewaan yang sudah di bayar oleh Zanuar untuk menemani Lendra yang masih tertidur dengan pulas. Ia meminta wanita itu tertidur dibagian dada Lendra dan membuka seluruh baju Lendra dan membuat seakan akan Lendra sudah melakukan hal tidak seno*oh pada wanita itu. Zanuar sengaja memfoto kejadian itu bahkan ia juga memvidiokannya.

__ADS_1


"Lalu kita apakan pria ini bos?" tanya lelaki yang membawa Lendra pada Zanuar.


"Terserah kalian atau biarkan saja dia pergi yang penting kita sudah mendatang fotonya!" ujar Zanuar yang langsung meninggalkan Lendra bersama wanita itu tetap berada pada ruangan gelap ini.


__ADS_2