Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 93 - Lendra kecelakaan


__ADS_3

"Lendra Bu?" tanya Tania memastikan dan ia berharap jika ia salah mendengar dan kalau pun itu benar ia sangat mengharapkan bukan Lendra suaminya  yang ibu ibu itu maksud tapi, mendengar ciri ciri yang mereka lontarkan itu sangat mirip dengan Lendra suaminya.


"Iya Nak. Kamu kenal sama pak Lendra?" tanya seorang bapak dan Tania hanya mengangguk. Ibu ibu itu menatap tak percaya pada Tania, seketika mereka memperhatikan seluruh penampilan Tania dari atas hingga bawah. Pakaian yang di gunakan tidak menyakinkan jika ia memiliki kedekatan yang lebih dengan Lendra karena Lendra yang memiliki usaha dimana mana tidak mungkin memiliki hubungan wanita sepertinya.


"Iya Pak saya mengenalnya!"


"Pasti kamu juga sama seperti kitakan, kenal gitu gitu saja, kenalnya cuma dari televisi saja bukan ada hubungan. Secara tidak mungkinkan seorang ceo besar seperti beliau memiliki kedekatan dengan kamu!" ucap ibu itu pula dengan nada merendahkan Tania.


"Saya is ... iya saya kenal dari dari dunia online saja kok Bu," bohong Tania. Toh percuma juga ia mengatakan yang sebenarnya ibu ibu ini juga tidak akan mempercayainya karena dari segi mana pun ia tidak layak mendapat sebutan sebagai istri Lendra.


"Kamu fans juga saya pak Lendra?" tanya ibu satunya lagi dan Tania hanya mengeleng karena jika ia mengatakan tidak, ia tidak dan mendapat informasi lebih lanjut lagi tentang suaminya sekarang.


"Fans boleh tapi, sebaiknya jangan ada rasa deh soalnya dia mah menang di harta dan wajahnya saja, lihat kelakuannya deh, bisa bisanya ia berbuat seperti itu pada wanita lain sampai tersebar lagi kemedia sosial padahal saya tau dia itu punya adik perempuan. Bagaimana perasaan adiknya dan bagaimana ada lelaki yang memperlakukan adiknya seperti ia memperlakukan wanita itu?" lanjut ibu itu pula.


"Iya saya mengerti kok Bu!"


"Tapi sih anak gadis sekarang mana mandang begituan yang penting mah kaya dan ganteng!" sindir ibu satunya lagi pula.


"Pak kalau boleh tau, dimana ya pak Lendra di bawa?" tanya Tania.


"Beliau dibawa kerumah sakit terdekat!" jawab Bapak itu.


"Terima kasih Pak!" ujar Tania yang langsung berlari keluar dari warung ini. Untung saja ia sudah meletakan beberapa lembar uang di atas meja. Kedua ibu dan bapak itu menatap curiga kenapa gadis itu tampak khawatir sekali padahal ia mengatakan hanya mengenalnya dari sosmed saja tapi, kelakuannya seperti orang miliki kedekatan.

__ADS_1


Ia langsung melarikan dirinya ketukanh ojek yang sedang mangkal di pinggir jalan. Walau pun ia mengatakan hubungannya dengan Lendra sudah selesai tapi, perasaannya juga tidak dapat di bohongi kalau ia juga merasa khawatir mendengar kondisi suaminya sekarang.


Tania segera turun dari dari motor setelah memberikan uang ratusan pada tukang ojek itu tampa meminta kembalinya karena di pikiranya hanya ada Lendra.


Beberapa kali Tania salah mencari ruangan Lendra tapi, akhirnya ia menemukan ruangan Lendra setelah menanyakan beberapa kali pada orang orang yang berada di rumah sakit dan ia menemukan ruangan Lendr ayang sedang di tunggu eh beberapa orang bapak bapak.


Setelah meminta izin dari bapak bapak itu akhirnya, Tania memutuskan untuk menjaga dan merawat Lendra sembari menunggu lelaki itu tersadar dari pingsan dan bahkan ia juga di izinkan untuk masuk kedalam ruangan Lendra.


Di gengamnya tangan suaminya dan di kecupnya keningnya dengan lembut. Di pandangnya wajah Lendra yang tampak tenang seperti ini walau pun ada beberapa luka di bagian kening dan wajahnya tetapi, aura ketampanannya tetap saja terpancar. Air matanya menetes begitu saja melihat kondisi Lendra saat ini.


Seketika ia tersadar dari lamunanya dan segera di hapusnya air mata yang membasahi wajahnya ketika mendengar deringan telpon yang berada di belakangnya. Ternyata orang orang yang membawa Lendra kerumah sakit tidak memanfaatkan kesempatan, mereka justru meletakan handphone Lendra di atas meja.


Lagi, lagi Tania melihat seseorang yang menghubungi Lendra itu adalah Safania. Kali ini harus mengangkat telpon itu dan memberitau kondisi Lendra saat ini karena bagaimana pun ia juga istri dari lelaki ini dan ia harus mengetahui kondisi suaminya.


"Ini aku Tania, Saf. Mas Lendra baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang ia sedang di rawat di rumah sakit. Kecelakaannya baru saja terjadi!" ucap Tania dengan nada datarnya.


"Mas Lendra kecelakaan dan kamu tau? Apa jangan jangan kalian? Kalian sedang berduaan?" tuduh Safania.


"Itu bukan urusan kamu yang jelas sekarang Mas Lendra sedang berada di rumah sakit, kamu mau menjenguknya atau tidak itu terserah kamu, saya sekarang tidak memaksakanya. Kalau pun saya sedang bersama Mas Lendra kenapa kamu keberataan? Bukankah, selama ini waktu waktu mas Lendra sudah bersama kamu, bolehkah sekarang bergantian?" ucap Tania dengan tegas dan langsung mematikan handphonenya secara sepihak.


"Akhhhh dasar. Sekarang Tania sudah beraninya melawan dan menantang ku seperti ini dan sekarang ia malah menyama ratakanya dengannya, akhhh dasar!" kesal Safania dengan giginya mengeram.


"Apa mama sudah tau berita ini?" gumam Tania seketika ia ingat mertuanya. Tampa menunggu lama lagi ia segera menghubungi mertuanya melalui ponsel Lendra dan tidak menunggu lama lagi, orang tua Lendra langsung mengangkat panggilan darinya.

__ADS_1


"Lendra, Mama benar benar kecewa sama kamu ya, bisa bisanya kamu berbuat seperti itu pada istri istri kamu. Kamu sudah mempunyai dua istri dan bisa bisanya kamu melakukan hubungan lain dengan wanita lain. Mama benar benar kecewa sama kamu!" ucap Liora, sama seperti Safania, wanita ini langsung menerocos sebelum ia bicara.


"Ma, Mas Lendra kecelakaan dan sekarang ia sedang di rawat di rumah sakit!" ucap Tania. Suara terdengar gemetaran dan Liora dan memastikan jika menantunya itu sedang menangis.


"Apa kecelakaan? Kamu serius Tania?" Sekarang kamu sharelock lokasinya, Mama dan Papa akan segera kesana!"


"Pa, Naila!" teriak Liora dengan keras memanggil anggota keluarganya. Dua orang yang di panggilnya itu segera menghampirinya yang sedang berada di ruang bawah.


"Ada apa Ma?" tanya Delino yang masih repot merapikan jasnya dna Naila yang baru saja selesai keluar dari kamar.


"Lendra kecelakaan Pa!"


"Apa?" teriak Delino dan Naila secara bersamaan.


"Tadi Tania nelpon Mama pake hp Lendra dan Tania juga sudah mengirim lokasi mereka sekarang!"


"Ma, ayo kita lihat kak Lendra sekarang!" ucap Naila yang langsung menarik kedua pergelangan tangan Delino dan Liora gar segera keluar dari dalam rumahnya.


Delino dan Liora hanya menatap heran pada putrinya ini, Bukanya tidak mau menjenguk putra sulungnya tapi, Naila mengajaknya tampa persiapan dahulu bahkan ia sendiri pun belum mengenangkan hijabnya.


"Naila, kamu ngk pakai jilbab keluar?" tanya Liora memastikan karena biasanya anak bungsunya ini setiap keluar selalu menutup kepalanya. Mungkin karena Naila sedang panik saja pikirnya dan ia juga harus mengingatkanya.


"Astaga!" Naila yang tersadar langsung memegangi kepalanya dan segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2