
Rusdi berulang kali menerik nafasnya panjang dan menghembuskan nafasnya gusar. Ia juga sudah berulang kali menarik tanganya dari wanita ini namun, Kiara terus saja memeluk lenganya dengan genit dan meletakan kepalanya di bahunya. Rusdi sangat tidak nyaman mendapat perlakuan seperti ini. Kiara terlalu berlebihan padanya namun, ia juga tidak dapat menolak karena ia juga harus mengetahui apa tujuan Delino datang ke perusahaan dan atas tujuan apa.
Ia harus bertahan dengan posisi ini walau berulang kali menyingkirkan tubuh Kiara dari tanganya. Mata Kiara mulai terfokus pada film yang sedang mereka tonton. Rusdi memilih untuk memainkan ponselnya karena Kiara juga sudah tampak tenang menyaksikan drama yangbada di hadapanya.
"Delino mencabut hak waris perusahaan dari tuan Lendra sebagai anak. Sampai saat ini belum terungkap alasanya" Rusdi terkejut bukan main membaca artikel yang sedang hangat di perbincangkan di media sosial saat ini. Kabar ini belum terdengar ketelinganya namun, sudah terlebar luas di media sosial. Ini bukan lagi hal wajar dan candaan. Lendra saja mungkin belum mengetahuinya lalu, dari mana wartawan yang meliputi berita ini tau?.
"Lendra yang dikenal sebagai pengusaha muda ternyata mempunyai seribu kebiasaaan buruk hingga orang tuanya memutuskan untuk mencabut hak waris yang sudah di berikan padanya!"
"Benarkan setelah di kabarkan berhubungan dengan wanita yang bukan muhrimnya kini, Lendra tengah dirawat di rumah sakit dan banyak yang memberikan komentar jika yang saat ini di alaminya adalah sebuah karma!"
"Pantas menerima semua ini, kini Lendra dikabarkan masuk rumah sakit dan Safania sebagai kekasihnya sudah menduakanya dan saat ini sedang bersama lelaki lain?"
"Awal kehancuran karir tuan muda Lendra di mulai saat fotonya bersama wanita lain kini sudah tersebar luas di media sosial. Akankah kariernya akan tetap berjalan dengan lancar? Masih ada investasi yang ini berbisnis dengan?"
__ADS_1
Banyak sekali judul artikel yang di baca Rusdi yang menceritakan keburukan sahabatnya. Hatinya sedikit tergores tapi, tidak sedikit yang mereka katakan juga benar. Kabar yang sangat di ragukanya adalah Delino memutuskan mengambil ahli kembali perusahaan yang sejak lama sudah di rintis oleh Lendra lalu, kemana ia harus bekerja jika tempat bekerjanya saja sudah di ambil ahli. Haruskah ia mencari pekerjaan yang baru?.
Rusdi menatap tajam pada Kiara yang tampak tenang. Bisa bisanya Kiara tidak memberitau hal ini padanya dan justru memanfaatkan keadaan. Sungguh di luar pemikiranya namun, Lendra memilih untuk menahan amarahnya karena tidak mungkin ia memarahi wanita.
Rusdi segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan ini. Kiara langsung mencengkal pergelangan tangan Rusdi dengan mata yang masih terfokus pada film yang di saksikanya terasa tanggung jika harus di tinggalkan padahal filmnya belum selesai. Sembari meminum minumanya dan memakan popcron miliknya ia menarik Rusdi untuk kembali duduk di sebalahnya. Rusdi semakin menatapnya dengan intens.
"Kiara ini bukan waktunya untuk main main lagi, ini bukan candaan dan saya yakin kamu pasti sudah tau hal ini tapi, kamu masih bisa terlihat biasa saja. Pak Lendra adalah bos kamu dan sekarang ia tengah mengalami kesulitan tapi, kamu tidak melalukan pembelaan sedikit pun!"
"Pak, jika Pak Delino ingin menarik kembali perusahaanya itu hal wajar karena dari awal perusahaan itu milik beliau dan pak Lendra hanya menjalankanya saja. Pak Delino juga bisa dong ngambil perusahaan itu kembali kapan pun ia mau. Saya juga yakin pak Delino melakuka nitu pasti sudah melalui keputusan besar yang sudah di pertimbangkan dengan sangat teliti. Saya yakin pak Delino melakukan hal ini juga untuk kebaikan pak Lendra, apalagi dengan kabar tidak baik tentang pak Lendra yang saat ini tengah marak maraknya dan tidak sedikit oknum yang memanfaat kesempatan ini untuk menjatuhkan pak Lendra!"
"Pak, saya tau Bapak ini teman pak Lendra tapi, Bapak juga harus tau jika, Bapak bukan bagian sedarah dengan mereka jadi, Bapak juga tidak mencampuri masalah pribadi keluarga mereka. Kita hanya menjalankan perintah mereka dan memberikan sedikit nasehat pada mereka jika, itu perlu!"
"Saya tidak habis pikir dengan kamu Kiara!" ucap Rusdi yang kembali meninggalkan Kiara untuk mendapatkan informasi yang lebih detail lagi mengenai kasus ini. Kiara sudah sempat menariknya kembali tapi, Rusdi dengan tenaga yang lebih besar menepisnya.
__ADS_1
Kiara menatap malas pada lelaki itu karena menurutnya Rusdi terlalu mencampuri hal pribadi yang menjadi keputusan Delino. Kiara tidak mungkin untuk terus berada di tempat ini. Mau tidak mau ia juga harus mengikuti Rusdi dan menghentikan filmnya yang belum selesai. Tak lupa ia juga membawa kembali cemilan yang belum sempat dimakanya untuk di bawanya pulang atau menjadi cemilanya di dalam mobil.
Rusdi sedikit terkejut, ia kira jika, Kiara akan tetap berada di bioskop namun, kini ia sudah mendapati wanita ini yang sudah duduk di kursi sebelah yang berada di dalam mobilnya dan tengah memakan popcronya yang belum habis.
"Kiara sebaiknya kamu pulang sendiri, kamu naik ojek atau taksi saja, saya masih ada keperluan yang lain yang harus saya selesaikan. Saya tidak punya waktu lebih lama lagi buat bersama kamu jadi, menurut saya silahkan kamu keluar dari dalam mobil saya!" ucap Rusdi lembut namun, menyakitkan tapi, itu tidak berlaku pada Kiara yang sudah sangat mengangumi lelaki itu.
"Pak, saya kesini sama Bapak dan saya juga harus pulangnya sama Bapak dong. Bapak jadi laki laki harus bertanggung jawab dong. Bapak mau nanti kalau anak Bapak cuma di nikahi tapi tidaka di nadkahi atau dihamili tapi tidak di nikahi?" ucap Kira menakut nakuti Rusdi yang sedikit pun Rusdi tidak merasa khwatir jika hal itu terjadi.
"Saya hanya meminta kamu keluar dari mobil saya, kamu tidak perlu membahas sesuatu yang belum dan masih lama terjadi itu!"
"Iya Pak maaf. Saya salah dalam berdoa, seharusnya saya tidak mengatakan hal seperti itu karena anak anak Bapak kelak, anak saya juga dan saya tidak mau mereka seperti itu dan saya janji pada Bapak untuk menjadikan mereka menjadi anak yang baik dan soleh serta patuh pada kita berdua!"
"Kiara saya sedang tidak bercanda!" ucap Rusdi dengan tegas.
__ADS_1
"Baik Pak!" jawab Kiara tertunduk takut karena Rusdi sudah mengunakan colume suara yang mulao mengeras menandakan pria ini sudah benar benar marah dan ia harus paham hal itu kalau tidak ini menerima amuk wanita ini lebih panjang lagi.
Di sepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka berdua. Sebagai prang yang humoris Kiara sebanernya sangat tidak nyaman berada dalam suasana seperti ini tapi, jika ia yang berbicara duluan ia takut Rusdi akan memarahinya kembali jadi, lebih baik ia menutup mulutnya untuk tetap untuk bertahan dalam keadaan hening seperti ini.