Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 96 - Hasutan


__ADS_3

"Tania!" lirih Lendra. Matanya menangkap tubuh Tania yang berdiri tak jauh darinya. Ia baru menyadari jika istri pertamanya juga berada di ruanganya padahal sebelumnya Tania sudah berbicara tapi, tidak di perhatikan olehnya.


"Iya Mas!" balas Tania tersenyum setelah menghapus air matanya.


"Kamu tidak pergikan? Kamu masih disinikan?" ucap Lendra meraih tangan Tania dan Tania hanya mengangguk, air matanya kembali menetes. Ternyata suaminya benar benar sangat egois, ia mencintai wanita lain, tapi ia juga tidak ingin melepas Tania sebagai istrinya. Wanita mana yang akan bertahan dalam kondisi seperti ini.


"Kamu sudah hubungi Safania dan memberitau kondisi ku?" Tania kembali mengangguk.


Semua mata kini tertuju pada daun pintu karena adanya suara ketikan dari luar. Naila tampa perintah segera menghampiri tempat itu dan membukanya. Diluar sudah ada Vani, Rusdi dan Evandi. Ketiganya segera masuk dan bergabung bersama mereka.


"Gimana keadaan lho Bro?" tanya Rusdi dengan menyalam Lendra dengan ala has mereka dan meletakan buah yang di bawanya di atas meja. Vania tampa menyapa orang yang ada di tempat itu, ia langsung memeluk sepupunya dengan sangat erat. Hatinya sangat hancur mendengar kabar buruk Lendra yang saat ini sudah beredar luas.


"Lho ngkpp Tan?" tanya Van. Tania memeluk tubuh Vania dengan sangat erat, tubuhnya membelakangi suaminya dan wajah Vania yang menatap tajam kearah Lendra yang terbaring lemah di atas ranjang. Sebaik apa pun perlakuan orang tua Lendra pada Tania tetap tidak dapat membayarkan rasa sakit yang dialami oleh sepupunya. Kebencian Vania pada suami Tania tetap ada selama ia masih terus terusan menyakiti saudaranya.


"Aku ngkpp Van, maaf sudah nyusahi kamu sampai jauh jauh harus kesini!" ucap Tania sembari melepas pelukanya.


"Aku minta kamu bercerai dengan lelaki ini Tan. Aku tau kamu paham agama dan kamu juga tidak ingin ada perpisahan dirumah tangga kamu tapi, lihatlah suami kamu, dia sudah memperlakukan kamu seenaknya, aku tidak bisa melihat kamu sedih terus terusan Tan. Sudah sakit hati mu, tinggalkan ia, masih banyak wanita yang menerima dia sedangkan jika kamu tetap bertahan badan kecil mu ini akan semakin kurus dan tertekan karena perlakuanya!" tegas Vania tampa takut dan Tania hanya mengeleng.


"Jika kamu datang hanya untuk merusak suasana sebaiknya kamu pergi!" usir Lendra.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan Vania benar, jika kamu memang sudah tidak dapat menghargai istri kamu, lalu apa fungsi Tania disini?, sebagai pajangan yang selalu kamu sakiti. Dia berhak bahagia biarkan dia yang mengambil keputusan dalam hidupnya. Papa juga tidak ingin terus terusan memaksa Tania untuk terus bertahan sama kamu, sedangkan kamu selalu melukai hatinya!" bantahan Delino.


"Mama setuju dengan keputusan Papa, Mama juga tidak bisa memaksa Tania untuk tetap sama kamu. Mana tau apa yang dirasakan Tania. Kalau kamu memang takut kehilangan istri kamu, kamu tunjukan, berikan gambaran kamu menyayanaginya, hargai dan jaga dia. Jangan kamu lukai hatinya terus terusan seperti ini!" sambung Liora.


"Andai Naila yang ada di posisi kak Tania, Naila tidak akan sekuat kak Tania Kak jadi, pikir pikirlah dan pandangan bertindak jika tidak ingin kak Tania meninggalkan KakakĀ  Kak Tania orang baik, dia bisa mendapatkan orang yang lebih dari Kakak!" lanjut Naila.


"Ada baiknya, lho ubah semua sikap lho, sebelum Tania benar benar akan meninggalkan lho. Lho tidak akan mungkin menemukan wanita seperti Tania lagi, apalagi yang gue tau wanita yang selama ini dekat lho pasti ada maunya dan yang paling sering terjadi adalah karena lho kaya sedangkan Tania menerima segala kekurangan lho, bukan hanya kelebihan lho saja!" Rusdi.


"Lagian Tania juga tidak jelek jelek banget, kalau lho pengen dia cantik tinggal lho permak saja. Setau gue juga kalau wanita bahagia dalam pernikahaan nanti istrinya akan terlihat semakin muda kok. Intinya jangan sakiti dia!" Evandi.


"Tapi, semuanya sudah terlambat saya sudah memutuskan untuk tetap berpisah!"


"Bukan perceraian itu sangat tidak di anjuran?" Lendra.


"Aku tau Mas dan aku akan melakukannya nanti setelah kamu sembuh dan aku akan segera mengurus perpisahan kita seperti yang dahulu kamu minta jadi, kamu dapat berbahagia dengan siapa pun pilihan mu tampa!" ucap Tania akhiran senyuman dibibrlirnya.


"Awhhhh!" Lendra menarik sedikit kakinya agar ia dapat duduk namun, fakultas terasa sangat sakit dan Rusdi dengan cepat langsung membantunya meluruskan kakinya kembali.


"Kenapa kaki Lendra terasa kaku sekali?" tanya Rusdi heran.

__ADS_1


"Rusdi mengalami kelumpuhaan sementara!" Delino.


***


"Apa kamu salah satu pengikut ku hingga kamu mengetahui tentang ku sebagian detailnya?" tanya Safania pada lelaki itu setelah kemarahaanya mulai mereda. Ia juga tidak boleh menampakan kekesalan wajahnya takutnya menjadi tontonan bagi pengunjung lain dan menilainya dengan penilaian yang buruk.


"Bisa di katakan begitu!"


"Saya juga sebenarnya merasa kasihan sekaligus iba pada mu, Nyonya, kamu ini gadis yang cantik dan sangat modis yang selalu mengikuti trend zaman tapi, siapa sangka suami mu bisa berbuat demikian?"


"Apa maksud mu?" Safania kembali terpancing emosinya.


"Santai saja Nyonya, saya kira sudah hampir seluruh dari penduduk negara ini yang mengetahui kabar kedekatan suami anda dengan wanita lain jadi, jangan berpura-pura kaget seperti itu. Saya hanya kasihan pada anda. Wanita secantik anda bisa dikhiati lalu, bagaimana dengan mereka yang hanya bisa menganggumi tuan Lendra saja tapi, wajar sih siapa yang mau menolak ajakan beliau. Semua wanita pasti akn tergiur dengan harta yang di tawarkanya!" ucap lelaki itu sedikit menyindir Safania.


"Kamu juga mengetahui semua hal ini?" binggung Safania lagi.


"Jangan seperti tidak tau medsos Nyonya, kamu ini wanita yang selalu mengikuti zaman. Foto tuan Lendra dengan wanita itu sudah tersebar luas. Siapa pun dapat melihatnya secara gratis lalu, bagaimana dengan nasib mu, Nyonya apakah ia akan mempertahankan mu?, sepertinya wanita itu juga tidak kalah cantik dari mu hingga tuan Lendra saja terpikat dan melupakan hubungan yang sudah lama kalian bangun!"


"Apa maksud mu?, kamu merendahkan ku? Lendra sangat mencintai ku bahkan ia rela melakukan apa pun demi ku jadi, tidak mungkin ia memilih wanita itu dari pada aku. Wanita itu hanya sekedar bahan candaan baginya."

__ADS_1


"Ya, wanita itu menjadi bahan candaan bagi tuan Lendra sama seperti kamu yang sampai detik ini juga belum mendapat kepastian dalam hubungan lalu, apakah itu dapat kamu katakan sebagai rasa sayang. Jangan bo*oh Nyonya. Dia saja bisa bermain wanita lain di belakang mu, kenapa kamu tidak?, jangan terlalu setia!" ucap lelaki itu yang mulai menghasut Safania untuk melakukan hal yang tidak baik.


__ADS_2