Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 115 - Kiara dalam bahaya


__ADS_3

Atas perintah Rusdi, Kiara meninggalkan ruangan vip itu. Kini hanya ada Evandi dan Rusdi. Evandi menatap tajam kearah sahabatnya begitu pula Rusdi. Jiwa lemah lembut Rusdi seakan menghilang dari dirinya. Tangan Evandi mengempal menatap wajah Evandi. Seakan keduanya akan saling menerkam. Evandi yang tidak suka ketika berbicara dengan orang lain tetapi malah di potong. Sedangkan Rusdi sangat membenci orang yangbsuka menaruh curiga pada orang lain walau terkadang ia juga merasa ifil dengan sikap Kiara.


"Lho kenapa belain Kiara kek gitu bukanya, lho yang bilang kita bakal bantuin Lendra tapi, kenapa malah lho yang kek gini?"


"Gue bukanya ngk mau bantuin Lendra tapi, bukan berarti kita seenaknya nuduh orang kayak gitu. Lho punya bukti Kiara melakukan hal itu?, kalau cuma perihal karena Kiara yang tau permasalahaan itu, lho juga harus ingat bukan, cuma Kiara yang berada di tempat itu saat Om Delino mengutarakan keputusan itu dan bukan berarti Kiara yang menyebarkan berita ini. Gue ngk suka cara lho kek gini!" ucap Rusdi dengan nada cukup tinggi.


"Gue ngk nuduh, gue yakin Kiara sebagian dalang dari semua ini karena dia yang bilang sama gue kalau dia bakal keluar dari perusahaan ini jika, perusahaan ini resmi atas nama Om Delino dan lho harus tau Kiara yang akan membantu pengalihan nama perusahaan. Sekarang dia sudah mulai mempersiapkan seluruh berkas berkas yang di perlukan dan lho masih mau nyalahin gue karena akan menyelidiki Kiara?" ujar Evandi dengan bola mata melotot.


Rusdi terdiam. Kiara membantu Delino untuk pengalihan nama perusahaan. Kenapa Kiara bisa setega itu. Ia menatap sinis kearah Evandi dan kemudian menepisnya. Ia mengalihkan pandanganya kearah langit langit keruangan. Pantes saja Evandi semarah ternyata,  Kiara setega itu.

__ADS_1


Rusdi melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan ini. Ia langsung mencari keberadaan Kiara yang sudah meninggalkan mereka. Tak di temuinya gadis itu di ruanganya. Ia juga sudah mencarinya keruangan Lendra tapi, tetap tidak di temukanya wanita itu. Ia sudah menanyakanya pada beberapa karyawan lain keberadaan Kiara tapi, tak ada seorang pun yang mengetahuinya. Rusdi mulai merasakan hal yang sama dengan Evandi namun, segera ditepisnya karena ia tidak ingin memiliki prasangka buruk pada orang lain.


Rusdi menemui Kiara yang sudah berada di parkiran kantor dan ia tengah berjalan bersama dua pria mengunakan jas berwarna hitam dan biru dongkar yang di yakininya adalah clien perusahaan. Mereka tengah berbincang bincang dan tampaknya sangat serius. Mereka melewati Rusdi yang mematung di tempatnya. Kiara melemparkan seuntai senyum saat perpapasan dengan pria itu.


Rusdi menatapnya curiga. Setelah menghelakan nafasnya panjang, ia melihat kearah parkiran mobil yang terdapat kendraan yang bukan milik kantor dan karyawan perusahaan. Rusdi sangat yakin kalau kendraan roda empat mewah itu milik dua clien yang bersama Kiara tadi. Tiba tiba saja feeling dan perasaannya tidak enak. Ada sesuatu yang menganjal di pikiranya.


Rusdi yang tetap kekeh mengikuti ketiganya. Ia melihat Kiara masuk kesebuah ruangan yang jarang di masuki oleh pegawai terutama orang orang penting perusahaan. Biasanya ruangan ini hanya di masuki oleh cleaning service untuk membersihkanya saja. Ia semakin curiga. Kiara yang membawa mereka masuk keruangan ini atau dua lelaki itu yang meminta untuk melakukan rapat di ruangan gelap dan kotor seperti itu. Lalu kenapa Kiara menurutinya seperti itu?. Kenapa ia tidak menaruh curiga seperti itu?. Perusahaan besar biasanya harus mendapat perlakuan yang manis atau setidaknya yang baik. Pelayanan yang baik adalah yang paling utama dari perusahaan. Dan sangat jarang ada perwakilaan perusahaan  yang mau mengikuti rapat di tempat seperti ini. Ada sesuatu yang di sembunyinkan entah itu dari Kiara atau dua lelaki itu yang memiliki niat buruk pada Kiara atau perusahaan Lendra.


Ingin rasanya Rusdi menarik Kiara dari dua orang itu tapi, ia juga tidak boleh bersikap gegabah. Ia masih memperhatikan mereka dari kejauhan. Penglihatanya semakin di detailnya ketika Kiara membuka gembok ruangan itu dan dua lelaki yang berdiri di belakangnya tiba tiba saja membungkam mulut Kiara dengan lap kotak yang berasal dari kantong mereka sepertinya benda itu sudah mereka bawa dari tempat asal mereka. Kiara pingsan dan satu dari mereka segera membopong tubuh Kiara menjauh dari ruangan ini agar tak ada seorang pun yang menaruh curiga pada mereka sedangkan satunya lagi menutup kembali pintu yang sudah terbuka.

__ADS_1


Dengan cepat Rusdi segera  mengambil ponselnya dari dalam sakunya dan menghubungi komando Satpam untuk mengerahkan seluruh satpam lainya perusahaan untuk berjaga jaga dan memperhatikan seluruh perusahaan serta melihat keberadaan Kiara yang sedang di gendong oleh seorang lelaki. Ia juga segera meninggalkan tempat ini. Ia tidak peduli pada satu pria ini. Ia harus lebih dulu menyelamatkan keberadaan Kiara. Ia mengikuti langkah pria itu dari kejauhan dana melihat kearah mana Kiara akan di bawa. Untuk menghadapi pria bertubuh besar ini, ia memiliki ketakutan yang besar karena ia melihat adanya alat tajam yang berada di selipan jas pria itu ketika ia mengangkat tubuh Kiara benda itu terangkat keatas dan berhasil di saksikan oleh Rusdi. Semua sudah mereka persiapkan dengan matang sebelum bertindak.


Tak lupa Rusdi juga mengirim pesan singkat pada Evandi untuk menghubungi pihak berwajib agar segera datang ke kantor untuk menangani perusahaan dengan mengatakan adanya kejahatan yang jenisnya belum di beritau oleh lelaki itu.


"Mundur kalian semua jika ingin wanita ini selamat!" teriak lelaki itu dengan keras dan ia juga mengerahkan pisau tajam yang sudah di pegangnya mengarah keleher Kiara yang tidak bisa berbuat apa apa.


Rusdi terkejut. Karyawan bergerak begitu cepat di luar ekspetasinya. Mereka sudah mengepung keberadaan penjahat yang berkedok sebagai clien perusahaan yang membawa Kiara. Penjahay itu semakin mencengkram tubuh Kiara dan mendekat pisau kebagian leher Kiara. Kiara yang sudah tersadar dari pingsannya tidak dapat berkutik. Sekalinya ia bergerak maka, nyawanya akan melayangnya. Benda itu benar benar sangat dekat dengan tubuhnya.


Rusdi segera keluar dari balik tembok dan menampakan tubuhnya pada pria itu. Ia menatap penjahat itu dengan tajam dan penuh kedendaman tapi, ia juga sedang memikirkan cara bagaimana caranya menarik Kiara dari lelaki itu tampa mencelakai Kiara?.

__ADS_1


__ADS_2