Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 107 - Kiara jahat?


__ADS_3

Evandi tercengang di tempatnya,  Kiara langsung meninggalkanya untuk menghindari perdebatan keduanya. Sulit sekali untuk mengartikan pikiran wanita ini, dia bilang tidak akan bekerja lain di perusahaan Lendra jika, bukan Lendra bismya tapi, ia juga ikut membantu Delino untuk melaksanakan rencananya. Sebenarnya apa yang ingin di rencanakan wanita ini. Ia pasti memiliki niat yang buruk pada keluarga Lendra atau dia adalah bagian dari musuh bisnis Delino karena selama ini keluarga Delino yang selalu memenangkan proyek proyek besar dan mereka memanfaatkan Kiara untuk membalas dendam mereka.


Ia juga sanagat yakin tidak mungkin Kiara akan menolak sejumlah uang besar yang mereka tawarkan, pasti upah yang mereka berikan jauh lebih besar hingga Kiara tergoyah seperti ini. Pikiran buruk Evandi semakin menjadi jadi pada sekretaris Lendra itu. Terawanganya terhenti ketika semua deringan telpon terdengar di telinganya dan ia melihat Rusdi yang tengah menghubunginya. Apa yang ingin pria ini sampaikan padanya.


"Halo Rus, ada apa?"


"Lho sudah baca berita yang sekarang beredar?"


"Belum tapi, sudah tau dari Kiara kalau Om Delino akan menarik kembali perusahaan Lendra kan?"


"Bukan hanya itu, Safania juga sekarang tengah di kabarkan selingkuh, kita harus mencari informasi ini sacara pasti agar tidak menduga duga seperti ini. Gue kasihan sama Lendra kalau sampai bisnis yang sudah di rintisnya benar benar di ambil om Delino. Lho juga kalau tidak sakit pasti taulah kalau orang orang bahkan kekekasih Lendra mendekatinya hanya karena dia kaya lalu, bagaimana jika semua itu terjadi maka, Lendra akan kehilangan semuanya. Gue bakal tidak tega jika hal itu terjadi!"


"Apa lho akan tetap menjadi sahabat Lendra jika hal itu benar benar terjadi?"


"Apa pun yang terjadi, sekali pun Lendra benaran lumpuh, gue akan tetap jadi sahabatnya karena dia juga sudah sering banget nolong dan bantuin keluarga dia bukan, hanya dia tapi, keluarganya juga sudah sangat andil kehidup gue jadi, sangat tidak tau diri jika aku meninggalkanya saat dia terpuruk seperti ini. Aku akan bantu sebisa ku!" ujar Rusdi.

__ADS_1


"Gimana dengan lho?" tanya Rusdi pula.


"Gue sama kayak lho walau pun gue belum ingat apa pun tapi, gue yakin kenangan kita sudah banyak!"


"Rencana apa yang lho punya untuk mengatasi hal ini?"


"Untuk sekarang gue belum tapi, tapi gue sangat curiga sama Kiara!"


"Kenapa lho curiga kek dia, setau gue dia orang baik, tidak ada yang perlu di curigai darinya. Dia tidak seburuk itu!"


"Tapi feeling gue ngk enak sama dia. Dia justru ingin membantu om Delino mengalihkan nama perusahaan ini seharusnya dia dukung Lendra bukan malah ikut bersangkutan seperti ini. Kita harus mewaspadainya, sewakti waktu dia dapat bertindak dan mengambil jalur alternatif untuk mempermudah caranya dan akan semakin menjatuhkan Lendra apalagi dia punya banyak dokumen, berkas bahkan rahasia kantor!"


"Berita ini sudah tersebar kemana mana dan tidak mungkin orang dengan jabatan rendah dapat mengetahui hal ini jika bukan dari internet lalu, siapa yang mempostingnya di internet jika bukan dari orang orang yang memiliki  wewenang penting dalam perusahaan dan gue sangat yakin kalau itu Kiara!"


"Kita tidak boleh berburuk sangka seperti itu Van, gue ngk suka cara lho, mending lho pantau kantor dan lihat perkembangan rencana yang di lakukan om Delino pastikan tidak ada yang mencurigaimu bersikaplah biasa saja seolah seolah kamu tidak tau apa apa dan gue harap lho dapat menyembunyikan berkas berkas yang di butuhkan om Delino agar terjadi kendala dalam pengalihan nantinya!"

__ADS_1


Evandi menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya setelah komunikasi diantara mereka selesai. Bukanya, menuruti perintah sahabatnya,  justru membuka beberapa ayang ada di meja Kiara namub benar saja yang di katakan Rusdi, ia tidak menemukan benda benda mencurigakan di meja Kiara. Ia hanya melihat satu foto Rusdi yang sudah di print bahkan sudah di cetak dan di berada di dalama laci mejanya. Evandi semakin yakin dengan dugaan sekarang ia memiliki tugas untuk menyakinkan Rusdi jika, Kiara juga merupakan dalang dari semua ini.


Evandi juga mengambil secarik kertas yang di gulung dengan rapi dan di ikat oleh pita dengan bentuk yang unik. Benda itu tampak sangat terawat. Evandi sangat menyakini dalam kertas itu terdapat rahasia besar yang di miliki Kiara dan tampa Rusdi pun ia dapat membuktikan kalau Kiara bukan orang baik, ia hanya butuh waktu untuk dapat menunjukan semua hal itu.


"Untung saja aku masih punya stok kopi jadi, kalau pusing begini aku bisa langsung bikin biar stres di kepala ku cepat teratasi!" ucap kiara dengan senyum yang merekah di bibirnya. Ia kembali menghampiri mejanya dan meneguk minuman yang baru saja selesai di buatnya. Ia juga garys kembali berhadapan dengan komputer yang ada di hadapanya untuk menyelesaikan seluruh tugasnya.


"Ibu Kiara di depan ada seseorang yang tengah menunggu Ibu dan Pak Lendra katanya beliau sudah memiliki janji untuk bertemu dengan ibu dan pak Lendra!" ucap seorang wanita yang baru saja menghampirinya. Senyum yang sempat terbit di bibirnya perlahan memudar, ia baru saja mengingat sesuatu yang hampir terlupakanya. Setelah menenguk kopi terakhirnya walau pun ia harus merasakan panas di bibirnya.


"Dimana mereka sekarang?"


"Beliau masih di lantai satu Bu!"


"Ajak mereka keruang Vip bentar lagi saya juga akan menyusul kesana!" jawab Kiara dan ia mulai sibuk menarik satu persatu map yang akan di bawanya untuk menemui tamunya dari raknya. Tak lupa ia juga merapikan kembali menampilanya dan memperhatikan pantulan dirinya di depan cermin untuk memastikan make upnya belum luntur dan ia masih terligat cantik. Selain memiliki ot*ak yang pintar dan kemampuan berfikir yang kreatif, bekerja di kantor Lemdra juga harus memiliki fisik yang menarik jadi, tidak heran jika karyawan dan bawahan bawahan Lendra memiliki paras yang tampan dan cantik. Hal itu menjadi sakah satu penunjang keberhasilaan perusahaan mereka.


Jika tidak cantik, setidaknya memiliki penampilan yang rapi dan mampu memikat kalien makanya, sebelum bertemu tamu mereka di haruskan untuk mempoles wajah mereka dengan make up wajib bagi setiap karyawan wanita di, perusahaan Lendra.

__ADS_1


Setelah benar benar yakin, Kiara berjalan menuju ruangan yang di maksudnya dan meninggalkan meja kerja. Menghadapi klien seorang diri bukan lagi persoalan besar baginya karena Lendra juga sudah sering memintanya untuk menghadiri rapat tampa di temani pria itu.


Setelah tarikan nafas pertama Kiara membuka pintu ruangan dan di dalamnya ia sudah melihat seorang lelaki yang mengunakan jas dan seorang wanita yang duduk berhadapan mengunakan blazer. Kiara menyalaminya satu persatu, tatapan mereka sangat beda dengan sebelumnya seperti ada kebencian yang sedang mereka pendam. Kiara berusaha untuk berfikir positif mungkin saja mereka sedang memiliki banyak masalah hingga memasang wajah judes seperti ini, ia tidak ingin memiliki pikiran buruk pada orang lain


__ADS_2