
"Pa, Tania di culik sama Preman!" teriak Liora yang kini mulai tidak tenang.
"Apa?" teriak Delino langsung berdiri dari kursi yang di dudukinya dan membuang remote yang di pegangnya.
"Kak Tania di culik?" teriak Naila yang kini sudah memasuki rumah Lendra bersama Rusdi di belakanganya dan langsung berlari menuju orang tuanya.
"Tania di culik?" gumam Rusdi yang kini menghampiri orang tua Lendra.
"Mama tau dari mana?" tanya Delino.
"Ini Pa!" ucap Liora menunjukan bekas chatanya dengan Tania. Delino, Naila dan Rusdi langsung menatap layar ponsel Liora.
"Pa, gimana kak Tania?"
"Hubungi kakak kamu dan beritahu dia bahwa istrinya sedang di culik!"
"Aku harus memberitahu Vania agar mereka juga bisa membantu mencari keberadaan Tania!" gumam Rusdi yang kemudian pergi meninggalkan ruangan ini dan berjalan menuju teras rumah Lendra untuk menghubungi Vania.
"Kak Rusdi mau kemana?" tanya Naila dalam hati, tak sengaja matanya melihat tingkah Rusdi seperti orang yang mencurigakan, seperti ada yang sedang pria ini tutupi, ia mulai merasa curiga pada Rusdi sejak Rusdi menanyakan perihal kakak iparnya tadi, diam diam Naila mengikuti langkah Rusdi dari belakang.
"Ada kabar apa?" tanya Vania yang sudah mengangkat telpon dari Rusdi.
"Tadinya Tania sudah berada di rumah Lendra, tapi sekarang Tania di culik oleh Preman!"
"Alah alasan klasik loh ya, bilang saja loh ngk mau bantui kita cari Tania, secarakan yang nikahi Tania, temen loh sendiri, wajarlah kalau loh nutupi kesalahaan temen loh, gue ngerti kok!" cerocos Vania via telpon.
"Loh bisa dengeri gue ngk, gue memang sahabat Lendra tapi gue juga ngk pernah setuju kalau Lendra berbuat seperti itu dan gue selalu pihak ke kalian kok karena gue tau Lendra yang salah!" ujar Rusdi.
"Basi tau ngk?"
"Sekarang gini, intinya loh mau sepupu loh selamat atau ngk?"
"Loh serius Tania di culik?"
"Loh kira gue bercanda, gue juga baru sampai di rumah Lendra dan nyokapnya Lendra yang bilang kalau Tania di culik, Tania sudah share lock alamatnya ke mama Lendra, loh kalau mau ikut nyari sepupu datang kerumah Lendra, loh taukan alamat Lendra?"
__ADS_1
"Ok, gue kesana!"
"Kak Rusdi, pasti dia ada niat buruk ke kak Lendra, dia hubungi temannya, berarti ada sesuatu yang di sembunyikan kak Rusdi, atau mungkin saja kak Rusdi penyebab kak Tania di culik, aku harus selidiki!" gumam Naila yang bersembunyi di balik tiang dan menyembunyikan tubuhnya agar tidak terlihat oleh Rusdi yang kembali masuk kedalam rumah Lendra. Entah mengapa ia merasa sangat curiga pada sahabat kakaknya itu, atau bisa jadi Rusdi memiliki ketertarikan pada kakak iparnya, pikir Naila.
Ia juga tidak ingin Rusdi menaruh curiga padanya, ia segera kembali kedalam ruang keluarga dan menemui orang tuanya.
"Tante, bagaimana kalau pencarian Tania kita lakukan secara berkelompok, setau saya alamat yang di kirim oleh Tania itu belum sampai ketempat tujuan, mungkin saja penculik masih berada dalam perjalanan!" usul Rusdi.
"Om setuju!" Naila langsung menatap papanya dengan tajam, cepat sekali papanya ini percaya pada Rusdi dan kini tatapan curiga mengarah pada Rusdi yang berdiri di sebelahnya.
"Tante share alamatnya ke saya!" pinta Rusdi dan Liora langsung melaksanakan perintah dari Rusdi itu.
"Kak Lendra sudah di kabari?" tanya Naila.
"Oh iya, kamu harus segera kabari hal ini kepada Lendra!" Delino.
"Hai Sayang!" sapa Lendra pada Safania yang sudah berada di depan sebuah bangunan besar, sepertinya wanita ini baru saja selesai melakukan tritmen kecantikan.
"Sudah lama?" tanya Lendra yang melihat Safania sepertinya sedang kepanasaan karena menunggu di luar dan di jemur terik matahari dan ia hanya mengunakan dres pendek.
"Ngk terlalu kok Yang!" jawab Safania yang hendak masuk kedalam mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh Lendra.
"Sebentar ya!" ujar Lendra sembaari merogoh sakunya dan mengambil ponselnya, sedangkan Safania hanya dapat menghembuskan nafasnya dan tidak jadi masuk kedalam mobil. Hal yang paling di benci Safania adalah ketika bertemu denganya tapi Lendra asyik dengan ponselnya.
"Ada apa Nai?" tanya Lendra pada orang yang menghubunginya itu.
"Kak Tania di culik Kak!"
"Siapa?" tanya Safania yang melihat Lendra langsung mematikan ponselnya dan tampa menjawab pertanyaan Safania, Lendra masuk kedalam mobilnya.
"Siapa yang nelpon tadi?" tanya Safania yang kini sudah berada di dalam mobil dan Lendra yang sedang mengendarainya, Lendra kembali diam, Safania membuang wajah learah jendela mobil yang ada di sebelahnya.
Lendra hanya mampu menghela nafasnya, ia tau betul jika kekasihnya ini sudah bersikap seperti ini menandakan bahwa Safania sedang marah padanya hanya karena ia tidak menjawab pertanyaan darinya.
"Naila, adik aku, dia bilang Tania di culik!" ujar Lendra tampa panik sedikit pun.
__ADS_1
Safania yang mendengar ucapan Lendra, membulatkan mulutnya sempurna, ia benar benar tidak menyangka hal itu akan terjadi pada Tania, istri pertama suaminya.
"Kok bisa?" pikir Safania.
"Jadi, kamu akan cari Tania?" tanya Safania yang kini menafap wajah Lendra dengan seksama.
"Malas!" singkat Lendra.
"Siang semua!" sapa Vania yang kini sudah memasuki rumah Lendra bersama Rafa dan Nadya, sebelum ia berangkat kerumah Lendra ia lebih dulu menghubungi Rafa dan Nadya dan bertemu di dekat rumah Lendra. Semua mata kini mengarah pada ketiganya, Nadya langsung menatap mereka bertiga dengan tajam, ia sudah dapat menduga bahwa orang yang di telpon oleh Rusdi tadi adalah mereka, mereka pasti akan membantu rencana licik Rusdi, pikir Nadya.
"Kalian siapa?" tanya Liora.
"Saya sepupu Tania, Bu dan mereka adalah teman teman saya!" ucap Vania yang kemudian mencium punggung tangan Liora dan Delino secara bergantian dan di ikuti oleh Rafa dan Nadya, sedangkan Naila tidak menerima jabatan tangan mereka.
"Tadi Rusdi memberitahu saya, jika sepupu saya sedang di culik, apa itu benar?" tanya Vania to the point.
"Iya bener!" jawab Naila sewot dengan memasang wajah menantang pada Vania. Vania adalah orang yang tidak suka jika dirinya tidak di perlakukan dengan baik, sedangkan ia sudah bersikap sopan.
"Kalian ini bagaimana sih, kalian tidak bisa memperlakukan Tania dengan baik?" murka Vania menatap Liora, Delino dan Naila secara bergantian dengan tajam dan suara yang terdengar datar.
"Maksud kamu ini apa ya?" tanya Liora yang tidak mengerti dengan maksud ucapan Vania karena menurutnya ia sudah memperlakukan Tania dengan baik.
"Heh, kamu kalau masuk kerumah orang yang sopan ya!" ucap Delino yang langsung berdiri di hadapan Vania dan membelakangi istrinya.
"Rusdi bawa mereka ini keluar dari rumah anak saya!" pinta Delino.
"Ta ... ta ... pi, Om!"
"Bawa mereka!" Liora.
"Tan ... Tan ... Tante!"
"Mana bisa Kak Rusdi bawa mereka keluar dari rumah ini, kan Kak Rusdi yang nelpon mereka biar datang kesini!" ucap Naila yang langsung menarik pergelangan tangan Vania agar segera keluar dari rumah kakaknya dan dengan kasar Vania melepas pergelangan tanganya yang di gengam oleh Naila.
"Saya akan keluar dari rumah ini, tapi keluarkan juga sepupu saya dari rumah ini, karena dari awal saya tidak pernah menyetujui pernikahaan antara Tania dengan tuan Lendra terhormat!" ucap Vania dengan menekan nama anak Liora itu untuk memperjelas ucapanya.
__ADS_1
"Tania itu menantu saya, jadi saya tidak akan membiarkan dia keluar dari rumah ini!" tegas Liora.
"Saya tidak akan pernah terima, Sepupu saya di perlakukan tidak adil dan semena mena di keluarga ini. Apa karena Tania tidak sekaya kalian, tidak setajir kalian, makanya kalian bersikap sesuka kalian pada Tania?" ucap Vania dengan kedua bola mata melotot pada Liora.