
"Maaf Nyonya!" tampak dengan sengaja menumpahkan minuman Safania hingga membasahi celana sepaha yang di pakai oleh gadis itu. Untuk menepis rasa bersalahnya, lelaki langsung mengenalnya dengan tanaganya langsung yang menyentuh paha Safania.
Safania menatap pria ini secara lekat, lelaki ini memiliki ketampanan yang tidak kalah jauh dengan suaminya. Di tumbuhi sedikit kumis memancarkan aura berbeda darinya. Wajahnya terlihat manis dan mempesona.
"Maaf Nyonya!" ujarnya lagi yang menyadarkan wanita itu dari lamunanya dan segera memalingkan wajahnya lelaki itu dan duduk kembali dengan normal.
*****
"Aku ingin berbicara langsung dengan Safania. Aku tidak ingin mendengar berita apa pun tentangnya dari orang lain!" ucap Lendra yang mulai bergerak dari ranjangjya dan mendekati meja yang tak jauh darinya. Liora dengan sigap menahan tubuh putranya.
"Lendra kamu jangan banyak bergerak dahulu, kondisi kamu belum pulih!" Liora.
"Lendra hanya ingin berbicara dengan Safania, Ma!" ucap Lendra menyampaikan keinginannya. Semua mata kini tertuju pada Tania. Lagi lagi dan dalam keadaan seperti ini pun Lendra masih menyakiti hatinya. Sungguh tidak punya perasaan. Tania hanya tersenyum pada ibu mertuanya menandakan ia menyetujui keinginan suaminya.
Dengan ragu ragu, Liora memberikan ponsel Lendra pada anaknya. Belum sempat menghubungi Safania. Tiba tiba saja Lendra terdiam di tempatnya, ia membesarkan layar ponselnya dan menatap dengan jelas foto yang tampil di handphone miliknya. Ia berulang kali memejamkan matanya dan kembali menatap benda itu namun, hal yang sama di lihatnya tampa ada perubahaan.
Naila ikut penasaraan dengan ekspresi yang keluar dari raut wajah kakaknya setelah menerima benda berukuran sedang itu. Ia mencuri pandangan dan ikut melihat apa yang depan dilihat Lendra hingga seteliti itu dan tidak jadi menghubungi kakak iparnya yang lain.
__ADS_1
Mulut Naila terbuka lebar saat ia berhasil menatapnya dari kejauhan. Selama ini ia hanya mengira jika Safania adalah gadis yang tergila gila pada kakaknya ternyata, wanita itu juga sudah mengkhianati cinta dan kepercayaanya kakaknya. Lendra yang sebegitu cinta dan bucinya pada Safania harus menyaksikan istrinya yang tengah berduaan dengan lelaki lain saat kondisinya seperti ini.
Pada saat lelaki itu membersihkan bagian celana Safania, ada seseorang yang memfotonya dan mempostingnya di media sosial. Di sana Lendra juga banyak menemui komentar komentar yang sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini. Tidak laki, tidak wanitanya sifatnya sama saja pantes langgeng ternyata ada kesamaan sifat, ujar seorang pemilik akun tampa mengunakan foto profil.
"Sama sama gat*l!" balas akun lainya pada komentar itu. Begitu banyak hujan dan bulian yang tertuju padanya. Menimbulkan banyak pertanyaan pada Lendra. Bagaimana bisa Safania yang sedang bersama lelaki lain, dia yang juga menerima cemohan seperti ini. Bahkan Lendra juga menemukan sebuah kemenangan dengan bunyi "pantes saja wanitanya melakukan seperti ini, mungkin saja dia sedang balas dendam atas perbuatanya lakinya!"
Lendra semakin di buat binggung perihal komentar komentar itu. Ia yang tidak mengetahui apa pun, tiba tiba harus menerima semua ini. Lendra membuka beberapa media sosial yang banyak mengeluarkan berita hiks dan ia melihat foto dirinya yang tengah bersama wanita lain di cl*b. Pantas saja orang orang menyalahkannya.
Lendra mulai mengingat kejadian ditempat itu namun, kapasitas ot*knya tidak dapat menerima semua itu. Kepalanya justru terasa semakin sakit bila ia terus memaksakanya. Ia benar benar tidak ingat apa pun, terakhir yang di ingatnya, ia sedang berpamitan pada Tania untuk hadir kepertemuan temanya.
"Apa maksud semua foto foto ini?" tanya Lendra pada orang yang berada diruanganya dan menatap orang orang itu dengan tajam secara bergantian.
"Lendra tidak pernah ketempat seperti ini Pa, seumur hidup Lendra tidak pernah memasuki tempat ini tapi, kenapa semua foto foto lelaki ini sangat mirip dengan ku, Pa. Sumpah demi apa pun aku tidak pernah ketempat seperti apalagi bersaman wanita lain dibelakang ku sedangkan aku sudah mempunyai dua orang istri!"
"Lalu ini apa Lendra sudahlah jangan membohongi kami. Kami juga sudah mengetahui semuanya jadi, kamu tidak perlu lagi untuk menutupnya!" Liora.
"Naila kecewa berat sama Kakak!"
__ADS_1
***
"Kenapa Nyonya menatap saya seperti itu, apakah ada yang dengan perlakuan saya. Saya hanya ingin membersihkan saja Nyonya karena ini perbuatan saya!" ucap lelaki itu. Tangan bekas mengelap minuman kemudian di jilatnya. Sederhana namun, Safania senang menyaksikan ia merasa di perlakuan dengan sangat baik oleh pria ini karena sebelumnya juga Lendra tidak pernah melakukan ini.
"Tidak apa apa!" ujar Safania. Untuk menutupi saltingnya, ia memilih untuk memainkan ponselnya dan tidak menatap pria ini.
"Apa Nyonya ada kegiatan lain selain ngopi santai seperti ini?" tanya lelaki itu dengan sedikit Safania dan Safania hanya mengelengkan kepalanya.
"Bolehkah saya mengajak Nyonya untuk sekedar berjalan jalan di sekitaran kota ini. Nyonya tidak perlu khawatir karena saya tidak akan berbuat aneh aneh pada Nyonya. Saya tau siapa tuan Lendra jang tidak mungkin saja macam macam pada kekasih beliau sama saja saya sedang mencari mati!" lanjutnya.
"Apakah kamu membawa mobil?" tanya Safania to the point. Lelaki itu hanya mengangguk. Ia tidak heran Safania menanayakan hal ini padanya karena ia juga sudah mengenal gadis ini lebih banyak dari berbagai sumber sebelum ia bertemu secara langsung seperti ini.
"Saya akan menghubungi salah satu teman saya untuk membawa pulang mobil saya dan kita euar dengan mobil kamu!" lelaki itu hanya mengangguk malas.
"Mari berangkat!" ujar Safania yang sudah beranjak dari duduknya dan tampa merasa canggung ia langsung menarik tangan lelaki itu agar ikut berdiri bersamanya dan segera mengunjungi tempat yang mereka maksud. Lelaki itu menatap tangan Safania yang melingkar di pergelangan tanganya dan secara perlahan ia melepaskan tanganya dari Safania.
Sesampainya di dalam mobil lelaki itu menarik nafasnya panjang sebelum ia menyalakan mesin mobilnya dan menatap sekilas pada Safania yang duduk disebelahnya dan tengah sibuk mempoles wajahnya dengan beberapa alat kecantikan di tanganya.
__ADS_1
"Bisa bisanya Lendra, seorang pengusaha besar menyukai gadis seperti ini. Apa yang di lihat lelaki itu dari wanita ini hingga mencintai Safania secara berlebihan," gumam lelaki itu yang menambah membeban fikiranya.
Tapi tenanglah ia akan menyingkirkan segala rasa ketika sukanya pada wanita ini karena ia juga harus menjalankan misi yang sudah menjadi tujuannya. Jangan sampai Safania mengetahui isi hatinya yang sebenarnya.