Madu Dihari Pernikahan

Madu Dihari Pernikahan
Bab 28 - Naila berulah


__ADS_3

"Sudah turun, kita sudah sampai!" ucap Lendra menghentikan laju mobilnya di depan sebuah bangunan yang tinggi dan sangat luas. Naila saja yang sudah terlahir dari keluarga kaya menatap takjub lapada bangunan yang ada di depanya.


"Ini beneran perusahaan Kakak?"


"Jadi ini perusahaan bos Kakak?"


"Sudah, Ayok turun!" pinta Lendra lebih dulu turun dari dalam mobilnya dan meninggalkan Tania yang masin saja menatap sekitarnya.


"Wah, bunganya cantik sekali!" teriak Naila kegirangan, Ia segera berlari mendekati kumpulan bunga yang ada tak jauh dari mobil Lendra terparkir.


Bangunan ini memang baru berdiri sekitar dua tahunan dan merupakan perusahaan Lendra yang ketiga dan di bangun atas usahanya bersama kedua sahabatnya, Rusdi dan Evandi. Makanya, Naila belum pernah bermain kesini dan perusahaan ini juga merupakan bisnis terbesar Lendra dan terbesar di keluarganya.


Naila menciumi bunga yang yang sedang bermekaran itu dan ada beberapa bunga yang ia petik karena ia sangat menyukainya, ia sudah tidak memperdulikan Lendra yang sudah meninggalkanya sejak tadi.


"Wangi sekali!" puji Naila terus menciumi bunga itu.


Naila memang gadis yang sangat mencintai alam, ia menyukai berbagai tanaman termasuk bunga, ia juga suka bercocok tanam bahkan ia sering kali ikut dalam acara alam, seperti kemah, mendaki untuk melihat keindahan alam yang sangat luar biasa.


"Akhhhh, Kak Lendra memang luar biasa!" teriaknya.


Ternyata Naila sudah di pantau oleh Satpam yang menjaga keamanan di bagian depan, Ia sudah memperhatikan Naila dari kejauhan dan menganggap jika Naila orang yang tidak baik atau memiliki keganguan kesehatan.


"Maaf Mbak, Mbak tidak boleh di sini!" ucap satpam itu menarik paksa tangan Naila dari kebun bunga. Naila terkejut dengan kehadiran Satpam yang tiba tiba sudah ada di hadapanya, apalagi orang itu langsung bersikap tidak sopan padanya.


"Ngapain narik narik tangan Naila, lepasin!" ujar Naila sembari melepas tangan Satpam yang nencekram tanganya dengan kasar.


"Mbak tidak boleh di sini!" ujar Satpam itu kembali menarik tangan Naila dan membawa keluar dari pekarangan kantor.

__ADS_1


"Ihhhh apaan sih? Naila ini adiknya pak Lendra!, kok main tarik tarik?, Nanti saya kasih tau kak Lendra ya!" Mendengar ucapan Naila, Satpam itu tertawa terbahak bahak, Naila menatap tanganya yang sudah memerah karena cengkraman tangan Satpam itu.


"Mbak kalau melawak lucu ya!" ucap sang Satpam sembari memegangi perutnya.


"Bapak ini gimana sih, Saya ini beneran adik kandung Ceo perusahaan ini!"


"Saya tau Mbak ini fansnya pak Lendra tapi jangan mengaku ngaku adiknya Pak Lendra!" ucap Satpam setelah tawanya redah.


"Pokoknya nanti kamu diam di ruangan Kakak, jangan ngikuti Kakak dan jangan mengulah sedikit pun, jangan bikin onar di kantor Kakak!" ucap Lendra yang kinj sudah berada di dalam kantor dan terus berjalan tampa melihat keberadaan adiknya itu. Para karyawan menatap heran pada Lendra, biasanya bos mereka selalu bersikap dingin dan cool, tapi kali ini ia berbicara sendiri.


Lendra yang tidak mendapat respon sama sekali dari Naila, mulai menyadari tatapan yang di lontarkan bawahanya padanya, semua menatapnya dengan asing.


"Kenapa kalian?" tanya Lendra pada seorang office Boy yang sedang lewat di sebelahnya dengan membawa ember dan pel.


"Tidak ada apa apa Pak!" jawabnya sembari menahan tawanya dan pergi meninggalkan Lendra, sebelum atasanya ini semakin mengintrogasinya.


Lendra membalikan pandanganya kearah belakang dan ia mulai menyadari kesalahaannya bahwa ia sedang berbicara seorang diri, adiknya ini belum apa apa sudah berbuat ulah saja, pikirnya. Ia kembali menuju parkiran mobilnya untuk mencari Naila.


"Naila!" panggil Lendra dengan suara kekar miliknya. Satpam dan Naila langsung mengarah pada Lendra dan Naila langsung berlari menuju Lendra dan memeluk tubuh kakaknya itu. Satpam yang menyaksikannya hanya terbungkam, ternyata gadis ini sedang tidak membohonginya dan ia benar benar adik Lendra, Ceo di tempatnya bekerja.


"Kamu ngapain masih di sini?"


"Kak, Naila di usir sama Satpam itu!" aduh Naila dengan memasang wajah kekanak kanakanya dan menunjuk pada satpam yang hanya dapat tertunduk.


"Yasudah ayok masuk!' ujar Lendra menarik pergelangan tangan Naila agar adiknya itu tidak lagi tertinggal darinya lagi.


"Untung saja Pak Lendra tidak memarahi saya!" lega Satpam sembari mengusap dadanya dan dapat bernafas legas, akhirnya ia tidak jadi di pecat.

__ADS_1


Kini semua mata tertuju pada Lendra yang mengengam tangan Naila. Naila adalah wanita kedua yang Lendra bawa keperusahaan selain Safania. Apakah hubunganya dengan Safania sudah berakhir dan wanita yang di gandeng oleh Lendra adalah wanita barunya, pikir karyawan itu.


"Kak mereka ngelihati kita!" aduh Naila mulai tak suka dengan pandangan mereka padanya, ia merasa risih dengan tatapan itu, Namun Lendra mengacuhkan ucapan Naila dan terus berjalan menuju ruanganya.


"Kak, Naila haus!" ujar Naila sembari mengusap lehernya yang di tutupi oleh hijabnya.


"Kamu minta sama Office Boy sana!" ujar Lendra menunjuk pada Office Boy yang sedang lewat tak jauh darinya.


Naila menghampiri orang yang di maksud oleh Lendra, tak sedikit ia mendengar cibiran karyawan Lendra yang mengatainya dan menatapnya dengan sinis terutama dari kaum hawa.


Naila yang tadinya ingin menghampiri orang itu, justru mengurungkan niatnya, ia memperhatikan seluruh penampilanya dari bawah hingga atas. Apa ada yang salah denganya?. Ia jadi merasa aneh pada dirinya. Dan akhirnya Naila memutuskan untuk mengikuti Lendra keruanganya.


"Pasti tuh cewek mau sama pak Lendra karena pak lendra orang kaya, sama seperti Safania, matre!" ujar Sekretaris Lendra pada karyawan lain yang kini sudah berkumpul di salah satu meja tempat mereka bekerja.


"Mana ada cewek yang tulus yang dekati pak Lendra, semua pasti ada maunya!" timbal salah satu di antara mereka.


"Siapa tau yang ini beda!"


"Ngk mungkinlah pasti sama saja!"


"Memang zaman sekarang masih ada cewek yang ngk matre?" ujar seorang Office Boy yang kini ikut dalam pergosipan kaum hawa di kantor Lendra.


"Kamu nih nimbrung saja!" ujar Sekretaris Lendra dengan memukul wajah Office Boy itu dengan pelan dan membubarkan perkumpulan gosipnya.


"Kakak kenapa sih mereka ngelihati kita gitu banget!" kesal Naila yang sudah duduk di kursi Lendra dan tangan yang di lipat serta di letakan di atas dadanya sedangkan Lendra sibuk mencari berkas yang akan di pakainya untuk meeting hari ini.


"Kakak, Naila lagi ngomong!" teriak Naila tepat di telinga Lendra karena kakaknya ini selalu saja mengabaikanya, beda banget ketika di rumah, Lendra selalu memperlakukannya dengan manja.

__ADS_1


"Naila ini di kantor, jadi kamu jangan berulah, Kakak lagi kerja, kamu diam di sini saja, kalau kamu mau sesuatu, kamu minta sama Office Boy atau Office Gril!" ujar Lendra kembali mendudukan adiknya di kursinya dan melanjutkan kegiatan mencari berkas.


Naila sedikit merasa kesal pada Lendra, sejak tadi ia selalu saja di acuhkan oleh kakaknya dan ia memilih untuk memainkan ponselnya. Dan tampa pamit pula Lendra langsung meninggalkan Naila di ruanganya, tak lupa ia juga mengunci ruangan itu agar Naila tidak pergi kemana mana.


__ADS_2