
Muhammad Ar Rayyan Mahendra adalah nama kepanjangan dari Aryan . Sudah sejak dua tahun ini dia bekerja sebagai CEO perusahaan menggantikan ayahnya.
Ayah Aryan bernama lengkap Arjuna Mahendra dan ibunya Laila Puspita.
Aryan memiliki seorang Kakak perempuan . Dia bernama Naina . Naina tinggal bersama sang suami yang bernama Richo di luar negeri .
Sedangkan adik aryan bernama Sandra . Saat ini Sandra sudah duduk di bangku kuliah semester akhir. Selain kuliah dia juga membuka sebuah butik .
Setelah Aryan memimpin, perusahaan mengalami perkembangan yang pesat . Bahkan mempunyai cabang di berbagai daerah .
Berbanding terbalik dengan nasib percintaannya yang berakhir tragis. Dia di khianati oleh kekasihnya .
Tania memulai hubungan gelapnya dengan salah seorang produser terkenal . Hubungan mereka lama-lama makin intens sampai ketahap berhubungan intim. Thania melepas keperawanannya demi membintangi sebuah judul film.
Selama dua tahun menjalani hubungan gelap , tidak satu kali pun dia ketahuan . Tetapi saat usia hubungan Aryan dan Thania yang ke tujuh , hubungan itu harus kandas . Aryan memergoki Thania berhubungan intim di apartemennya.
Saat itu Aryan ingin memberi surprise di hari jadi mereka . Waktu itu Aryan yang pulang dari perjalanan bisnisnya di new York tidak memberitahu tentang kepulangannya. Jadi Thania leluasa melakukan semua di apartemen pribadi yang dibeli oleh Aryan .
Aryan sudah membeli sepasang cincin sebagai lambang pertunangan mereka. Karena Aryan ingin melamar Thania di hari itu . Tapi bukan dia yang memberi kejutan dialah yang terkejut .
Setelah itu hubungan mereka putus . Meskipun Tania bersikeras untuk kembali tetapi Aryan sudah mati rasa terhadapnya. Dia seperti membuang berlian demi memungut batu kali yang tidak ada harganya.
Bagaimana tidak .... Gebi yang mencintainya sepenuh hati ia tendang . Padahal dia dengan tulus mencintainya. Meskipun tidak dibenarkan juga kelakuannya yang menjebak dirinya agar dinikahi .
Sekarang dia tidak lagi memikirkan soal percintaan. Yang ada dirinya lebih fokus mengembangkan perusahaan yang saat ini dipimpinnya.
Tok tok tok
" Masuk !"
" Permisi tuan . Ada panggilan dari malang . Proyek pembuatan hotel itu telah selesai . Kini mereka mempersiapkan untuk melakukan peresmian . Mereka berharap anda bisa datang mengingat andalah pemilik hotel itu ," ucap sang sekretaris begitu sudah berdiri di hadapan Aryan .
" Tentu ... kapan acaranya?"
" Tiga hari dari sekarang."
" Baiklah... apa ada yang lain ."
" Tidak ada tuan ."
" Kalau begitu kemu bisa keluar ."
" Baik tuan ... permisi ."
Sekretaris Aryan keluar dari ruangannya. Setelah itu Aryan kembali melanjutkan pekerjaannya . Dia tidak ingin membuang waktu berharganya untuk bermalas-malasan.
__ADS_1
Karena sibuknya bekerja membuat Aryan melupakan waktu . Kalau saja mamanya tidak menelpon dia pasti masih sibuk dengan dokumen yang ada di hadapannya.
" Assalamualaikum."
" ..."
" Masih di kantor ma ."
" ... "
" Memangnya sekarang sudah jam berapa?"
" ..."
" Astaghfirullah... Aryan belum sholat asar, ma ."
" ..."
" Iya ."
" ..."
" Iya mama ku sayang ."
" ..."
Setelah menutup telponnya, Aryan mengusap wajahnya dengan kasar . Kemudian merapikan semua dokumen yang ada di atas meja . Setelah itu dia langsung berlari ke kamar mandi .
Aryan menunaikan sholat asar di ruangan pribadinya. Ruangan yang ia gunakan jika tubuhnya merasa lelah .
Aryan pulang setelah menunaikan sholat Maghrib. Ternyata semua karyawannya sudah pulang tinggal satpam depan saja yang belum pulang .
" Baru pulang , mas Aryan ," sapa pak satpam begitu dia melewati posnya.
" Iya nih pak . bapak kok sendiri ?"
" Berdua kok pak . Rahman masih ke masjid belum kembali ."
" Oh ... kirain sendiri . Kalau begitu saya pamit dulu ya pak ."
" Silahkan mas . Hati-hati di jalan !"
" Terimakasih pak ."
Aryan kembali melakukan kendaraannya menuju rumah . Dia pulang sendiri tanpa supir.
__ADS_1
Di tengah perjalanan Aryan menghentikan kendaraannya di depan toko kue . Dia ingin membelikan kue kesukaan mamanya . Bukan hanya mamanya sih ... sebab dirinya juga suka kue.
" Mau beli yang mana mas ?" tanya penjual kue tersebut dengan sopan .
" Brownies keju nya satu , pie apel lima sama risolesnya sepuluh ya mbak ," jawab Aryan menyebutkan pesanannya.
" Baik mas , tunggu sebentar ya ."
Karyawan toko itu mengambil semua kue yang dipesan oleh Aryan . Kemudian memasukkannya kedalam kotak kue yang tersedia.
" Silahkan mas . Brownies nya satu tujuh belas ribu , pie lima dua ratus tujuh puluh lima ribu dan risolesnya dua puluh lima ribu . Jadi totalnya tiga ratus tujuh belas ribu ."
Aryan mengambil tiga lembar uang ratusan dan satu lembar uang lima puluh ribuan kepada karyawan itu .
" Ini mbak . Kembaliannya buat mbak saja . Terimakasih."
" Terimakasih kembali mas ."
Aryan meninggalkan toko koe itu dengan senang . Kemudian melanjutkan perjalanan kembali .
Tidak sampai lima belas menit Aryan sudah tiba di rumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi dia langsung masuk ke dalam rumah .
" Assalamualaikum."
" Wa alaikum salam warahmatulloh... akhirnya sampai juga ," kata Laila menjawab salam putranya .
" Mama kok sendiri yang lain mana ?"
" Papamu biasa masih di masjid , sedangkan adikmu ada di dalam kamarnya. Kamu sudah sholat Maghrib kan ?"
" Ya sudah dong ma . Masak jam segini belum sholat Maghrib."
" Ya bisa saja kan . Tadi aja sudah jam lima sore belum sholat asar ," sindir sang mama . Aryan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Kalau itu beda . Aryan tadi nggak lihat jam sama sekali ."
" Alasan!"
" Eh ... mama tahu saja . Aryan ke kamar dulu ya ma . Badan Aryan lengket nih ."
" Iya ... tapi setelah selesai langsung turun . Kita makan malam bersama."
" Siap mama ku sayang ."
Aryan mencium kedua pipi Laila sebelum melangkahkan kakinya ke lantai dua. Dimana kamarnya berada.
__ADS_1