
Aryan masih setia bergulung dengan selimut. Setelah berdebat dengan Sandra , dia kembali ke kamarnya.
Niat hati ingin kembali tidur . Tetapi sudah hampir satu jam , matanya masih tidak bisa terpejam . Akhirnya dia memilih menanyakan keberadaan adiknya.
Aryan mengambil ponselnya yang ada di atas meja . Kemudian menekan nomer Sandra . Satu kali panggilan tidak diangkat. Tak menyerah , dia tekan lagi nomer yang sama . Tak lama kemudian panggilan itu diterima.
" ..."
" Wa alaikum salam warahmatulloh... kamu dimana?"
" ...."
" Nggak usah banyak tanya deh !"
" ...."
" Ya udah ."
Aryan menutup sambungan telponnya. Kemudian beranjak menuju kamar mandi . Dia perlu membersihkan dirinya sebelum menyusul Sandra .
Kali ini aryan tidak memakai pakaian formalnya. Dia memakai kaos dan juga jaket yang tersimpan didalam koper .
Setelah selesai Aryan keluar dari kamarnya. Dia berjalan ke arah lobi . Dia sudah menelpon seseorang untuk mengantarkan dirinya ke tempat sang adik .
" Pak Aryan ," sapa seorang pemuda yang kira-kira umurnya masih dibawah Aryan .
" Iya ... apa kamu yang akan mengantarkan saya ke pantai ngliyep?" tanya Aryan dengan ramah .
" Benar pak , kebetulan tempat tinggal saya tidak jauh dari sana ," jawab pemuda itu dengan sopan .
" Syukurlah kalau begitu. Apa kita bisa berangkat sekarang?"
" Tentu pak, mari ."
Pemuda itu membukakan pintu belakang untuk dimasuki oleh Aryan . Setelah itu dia berjalan menuju kursi kemudi .
Perjalanan berjalan dengan sangat lancar .
Aryan keluar dari mobil dan melihat ke sekitar. Kemudian mengetikkan sesuatu di ponselnya.
Me
Kamu dimana San?
Sandra
Pantai ngliyep
Me
__ADS_1
Bukan itu maksudku dodol !
Sandra
Terus apaan?
Me
Maksudnya kamu sekarang posisinya ada dimana?
Sandra
Oh ... Baru selesai sholat kak . Mau makan siang dulu .
Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan , Aryan menyimpan ponselnya di saku celananya. Kemudian dia mulai berjalan di area pantai .
Aryan tidak menyangka jika dirinya akhirnya benar-benar menyusul sampai kesini . Tetapi dia tidak menyesal. Perasaan lelahnya terasa terobati melihat pemandangan indah dihadapannya.
Aryan mendudukkan dirinya di pasir pantai . Pandangannya tak lepas dari laut lepas di hadapannya.
Orang yang menjadi supirnya tadi izin untuk pulang . Mumpung rumahnya tidak jauh dari sini . Membuat Aryan sendirian.
Ketampanan Aryan membuat pandangan gadis-gadis tertuju padanya. Namun bukan Aryan namanya jika menanggapinya.
Aryan tidak terpengaruh sama sekali dengan kehadiran gadis-gadis di dekatnya. Jika sudah risih , dia lebih memilih menghindar.
Tidak ada niat sama sekali untuk menanggapinya. Membuat gadis itu malu sendiri . Akhirnya tanpa disuruh , mereka pergi dari hadapan Aryan sambil menggerutu .
" Dasar ganteng-ganteng budeg," gerutu cewek itu .
" Jangan gitu nanti dia dengar ," bisik temannya.
" Biarin ... emang sengaja biar dia dengar ," jawabnya jutek .
Teman-teman gadis itu pun diam . Membiarkan gadis itu terserah mau apa . Aryan juga mendengar. Tapi dia masa bodo mau dibilang apa .
Kemudian Aryan bangun. Dia mau cari mushola buat sholat . Mengingat waktu semakin berjalan.
Pandangan Aryan menyapu sekitar . Tidak nampak adanya Mushola. Jadi dia berjalan-jalan di sekitarnya. Mungkin saja mushola itu bisa ia temukan .
Setelah berjalan cukup jauh pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang berada di tengah kerumunan. Sepertinya dia Sandra .
Aryan berjalan dengan cepat kearah adiknya. Meskipun dibenaknya banyak pertanyaan yang berseliweran . Dari mana adiknya bisa kenal?
Bukannya apa ... adiknya termasuk orang yang pilih-pilih teman . Sandra juga tidak mudah menerima pertemanan dari orang yang baru ia kenal .
" San!" panggil Aryan dengan suara yang agak keras .
__ADS_1
deg !
Panggilan itu membuat Sandra mengalihkan perhatiannya. Dia dan teman-teman barunya menoleh ke arah Aryan . Hanya satu orang yang terpaku di tempat .
Suara itu membuat Gebi terdiam . Jantungnya berdetak kencang. Tidak menyangka setelah lima tahun berlalu , bisa mendengar suara orang yang sangat ingin ia lupakan .
" Siapa San, pacar kamu ?"
" Cakep banget San ... buat aku sha gimana ?"
Banyak pujian dari karyawannya yang masih bisa ia dengar . Sandra tidak menanggapi. Pandangannya malah tertuju pada Gebi yang diam terpaku ditempatnya.
" Di panggil malah bengong ," ucap Aryan setelah cukup dekat dengan mereka .
deg ...deg ...deg ....
Sandra pun berdiri dari tempatnya dan menghampiri Aryan . Sesekali dia juga melirik gebi . Tetapi gadis itu masih tidak ada respon sama sekali .
" Kak Aryan kok bisa ada disini sih ?" tanya Sandra .
" Memangnya kenapa.... apa kakak nggak boleh liburan juga ?"
" Kan tadi kak Aryan yang ngelarang Sandra pergi . Gara-gara kak Aryan , Sandra hampir ditinggal oleh mereka," omel Sandra yang mengingat jika dirinya hampir saja terlambat karena ulah dari sang kakak . Bibirnya pun sudah mengerucut .
" Biasa aja kali dek ... bibirnya nggak usah dimajukan napa, pengen kakak kuncir ?"
" Kak Aryan nyebelin deh !"
" Kenalin Napa San ... nggak pengen gitu ngenalin kakaknya pada kita-kita orang ," ucap salah satu karyawan lelaki Gebi yang memiliki ketertarikan pada Gebi pada pandangan pertama.
Sandra meringis mendengar hal itu . Bukannya apa ... dia tau benar siapa kakaknya. Orang ter cuek yang pernah ia kenal . Apalagi setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh Nia.
Sandra menatap kakaknya dengan wajah memelas . Semoga aja kali ini kakaknya tidak bersikap menyebalkan. Sedangkan yang ditatap masa bodoh .
" Ehm... ehm ...kenalin ini kakak kedua gua . Namanya Aryan ," ucap Sandra singkat . Membuat teman-temannya melongo. Apalagi melihat reaksi Aryan yang datar-datar saja .
Satu orang yang diam-diam tersenyum . Meskipun tidak melihat langsung ke arah Sandra maupun aryan , dia bisa dengan jelas menebaknya. Hal itu tidak luput dari pandangan Brayen yang sedari tidak melepaskan pandangannya dari Gebi .
" Ada yang lucu sweety?" tanya Brayen polos .
Membuat semua yang ada disitu melihat kearahnya. Begitupun dengan Aryan dan juga Sandra . Gebi jadi kikuk ditatap seperti itu. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . Tetapi masih enggan mengeluarkan suaranya.
Aryan mengerutkan keningnya. Dia menatap satu-satunya wanita yang tidak menatap kearahnya. Malah memunggunginya . Rasa penasaran tiba-tiba hadir dibenaknya.
" Kenapa mbak ?" tanya Arini yang melihat keanehan pada bosnya .
" Mbak nggak kenapa-napa kok ?"
deg !!!
__ADS_1
Akhirnya setelah sekian lama dia bisa mendengar suara itu lagi . Perlahan Aryan mendekati Gebi . Bahkan Aryan harus menerobos kerumunan. Kemudian menekan pundak Gebi dan membalik kearahnya.
" Gebi ?"