Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Pertemuan


__ADS_3

Aryan masih setia bergulung dengan selimut. Setelah berdebat dengan Sandra , dia kembali ke kamarnya.


Niat hati ingin kembali tidur . Tetapi sudah hampir satu jam , matanya masih tidak bisa terpejam . Akhirnya dia memilih menanyakan keberadaan adiknya.


Aryan mengambil ponselnya yang ada di atas meja . Kemudian menekan nomer Sandra . Satu kali panggilan tidak diangkat. Tak menyerah , dia tekan lagi nomer yang sama . Tak lama kemudian panggilan itu diterima.


" ..."


" Wa alaikum salam warahmatulloh... kamu dimana?"


" ...."


" Nggak usah banyak tanya deh !"


" ...."


" Ya udah ."


Aryan menutup sambungan telponnya. Kemudian beranjak menuju kamar mandi . Dia perlu membersihkan dirinya sebelum menyusul Sandra .


Kali ini aryan tidak memakai pakaian formalnya. Dia memakai kaos dan juga jaket yang tersimpan didalam koper .


Setelah selesai Aryan keluar dari kamarnya. Dia berjalan ke arah lobi . Dia sudah menelpon seseorang untuk mengantarkan dirinya ke tempat sang adik .


" Pak Aryan ," sapa seorang pemuda yang kira-kira umurnya masih dibawah Aryan .


" Iya ... apa kamu yang akan mengantarkan saya ke pantai ngliyep?" tanya Aryan dengan ramah .


" Benar pak , kebetulan tempat tinggal saya tidak jauh dari sana ," jawab pemuda itu dengan sopan .


" Syukurlah kalau begitu. Apa kita bisa berangkat sekarang?"


" Tentu pak, mari ."


Pemuda itu membukakan pintu belakang untuk dimasuki oleh Aryan . Setelah itu dia berjalan menuju kursi kemudi .


Perjalanan berjalan dengan sangat lancar .


Aryan keluar dari mobil dan melihat ke sekitar. Kemudian mengetikkan sesuatu di ponselnya.


Me


Kamu dimana San?


Sandra


Pantai ngliyep


Me

__ADS_1


Bukan itu maksudku dodol !


Sandra


Terus apaan?


Me


Maksudnya kamu sekarang posisinya ada dimana?


Sandra


Oh ... Baru selesai sholat kak . Mau makan siang dulu .


Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan , Aryan menyimpan ponselnya di saku celananya. Kemudian dia mulai berjalan di area pantai .


Aryan tidak menyangka jika dirinya akhirnya benar-benar menyusul sampai kesini . Tetapi dia tidak menyesal. Perasaan lelahnya terasa terobati melihat pemandangan indah dihadapannya.



Aryan mendudukkan dirinya di pasir pantai . Pandangannya tak lepas dari laut lepas di hadapannya.


Orang yang menjadi supirnya tadi izin untuk pulang . Mumpung rumahnya tidak jauh dari sini . Membuat Aryan sendirian.


Ketampanan Aryan membuat pandangan gadis-gadis tertuju padanya. Namun bukan Aryan namanya jika menanggapinya.


Aryan tidak terpengaruh sama sekali dengan kehadiran gadis-gadis di dekatnya. Jika sudah risih , dia lebih memilih menghindar.


Tidak ada niat sama sekali untuk menanggapinya. Membuat gadis itu malu sendiri . Akhirnya tanpa disuruh , mereka pergi dari hadapan Aryan sambil menggerutu .


" Dasar ganteng-ganteng budeg," gerutu cewek itu .


" Jangan gitu nanti dia dengar ," bisik temannya.


" Biarin ... emang sengaja biar dia dengar ," jawabnya jutek .


Teman-teman gadis itu pun diam . Membiarkan gadis itu terserah mau apa . Aryan juga mendengar. Tapi dia masa bodo mau dibilang apa .


Kemudian Aryan bangun. Dia mau cari mushola buat sholat . Mengingat waktu semakin berjalan.


Pandangan Aryan menyapu sekitar . Tidak nampak adanya Mushola. Jadi dia berjalan-jalan di sekitarnya. Mungkin saja mushola itu bisa ia temukan .


Setelah berjalan cukup jauh pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang berada di tengah kerumunan. Sepertinya dia Sandra .


Aryan berjalan dengan cepat kearah adiknya. Meskipun dibenaknya banyak pertanyaan yang berseliweran . Dari mana adiknya bisa kenal?


Bukannya apa ... adiknya termasuk orang yang pilih-pilih teman . Sandra juga tidak mudah menerima pertemanan dari orang yang baru ia kenal .


" San!" panggil Aryan dengan suara yang agak keras .

__ADS_1


deg !


Panggilan itu membuat Sandra mengalihkan perhatiannya. Dia dan teman-teman barunya menoleh ke arah Aryan . Hanya satu orang yang terpaku di tempat .


Suara itu membuat Gebi terdiam . Jantungnya berdetak kencang. Tidak menyangka setelah lima tahun berlalu , bisa mendengar suara orang yang sangat ingin ia lupakan .


" Siapa San, pacar kamu ?"


" Cakep banget San ... buat aku sha gimana ?"


Banyak pujian dari karyawannya yang masih bisa ia dengar . Sandra tidak menanggapi. Pandangannya malah tertuju pada Gebi yang diam terpaku ditempatnya.


" Di panggil malah bengong ," ucap Aryan setelah cukup dekat dengan mereka .


deg ...deg ...deg ....


Sandra pun berdiri dari tempatnya dan menghampiri Aryan . Sesekali dia juga melirik gebi . Tetapi gadis itu masih tidak ada respon sama sekali .


" Kak Aryan kok bisa ada disini sih ?" tanya Sandra .


" Memangnya kenapa.... apa kakak nggak boleh liburan juga ?"


" Kan tadi kak Aryan yang ngelarang Sandra pergi . Gara-gara kak Aryan , Sandra hampir ditinggal oleh mereka," omel Sandra yang mengingat jika dirinya hampir saja terlambat karena ulah dari sang kakak . Bibirnya pun sudah mengerucut .


" Biasa aja kali dek ... bibirnya nggak usah dimajukan napa, pengen kakak kuncir ?"


" Kak Aryan nyebelin deh !"


" Kenalin Napa San ... nggak pengen gitu ngenalin kakaknya pada kita-kita orang ," ucap salah satu karyawan lelaki Gebi yang memiliki ketertarikan pada Gebi pada pandangan pertama.


Sandra meringis mendengar hal itu . Bukannya apa ... dia tau benar siapa kakaknya. Orang ter cuek yang pernah ia kenal . Apalagi setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh Nia.


Sandra menatap kakaknya dengan wajah memelas . Semoga aja kali ini kakaknya tidak bersikap menyebalkan. Sedangkan yang ditatap masa bodoh .


" Ehm... ehm ...kenalin ini kakak kedua gua . Namanya Aryan ," ucap Sandra singkat . Membuat teman-temannya melongo. Apalagi melihat reaksi Aryan yang datar-datar saja .


Satu orang yang diam-diam tersenyum . Meskipun tidak melihat langsung ke arah Sandra maupun aryan , dia bisa dengan jelas menebaknya. Hal itu tidak luput dari pandangan Brayen yang sedari tidak melepaskan pandangannya dari Gebi .


" Ada yang lucu sweety?" tanya Brayen polos .


Membuat semua yang ada disitu melihat kearahnya. Begitupun dengan Aryan dan juga Sandra . Gebi jadi kikuk ditatap seperti itu. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . Tetapi masih enggan mengeluarkan suaranya.


Aryan mengerutkan keningnya. Dia menatap satu-satunya wanita yang tidak menatap kearahnya. Malah memunggunginya . Rasa penasaran tiba-tiba hadir dibenaknya.


" Kenapa mbak ?" tanya Arini yang melihat keanehan pada bosnya .


" Mbak nggak kenapa-napa kok ?"


deg !!!

__ADS_1


Akhirnya setelah sekian lama dia bisa mendengar suara itu lagi . Perlahan Aryan mendekati Gebi . Bahkan Aryan harus menerobos kerumunan. Kemudian menekan pundak Gebi dan membalik kearahnya.


" Gebi ?"


__ADS_2