
Nia pun melepaskan tangan Alex dari pundak Nia.
"Makanannya mana kak? Aku udah laper banget nih.!" Ucap Nia mencoba mengalihkan suasana risih pada dirinya sendiri.
Alex pun menuntun Nia duduk di sebuah kursi. Setelah Nia duduk,Alex kembali ke dalam untuk menyuruh pelayan membawakan makanan pesanannya. Setelah menyuruh pelayan untuk menghidangkan makan siang mereka,Alex kembali duduk bergabung dengan Nia.
Tak lama pelayan pun datang membawa makanan yang sudah Alex persiapkan. Alex memberi kode pada pelayan itu untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
Pelayan itu adalah orang suruhan Alex,yang menyamar sebagai pelayan. Setelah mengantarkan makanan di meja Alex dan Nia,orang suruhan Alex itu pun pergi,kembali memantau keadaan vila dari depan. Tadinya rencana Alex adalah menyuruh orang suruhannya menculik Nia ditengah jalan kalau Nia melawan dan tidak mau ikut ke puncak. Tapi karena Nia tidak curiga dan menyetujui untuk ikut ke puncak jadi Alex meneruskan rencananya sampai makan siang.
Nia dan Alex menghabiskan makanan mereka,selesai makan Alex menuangkan wine pada gelas kosong yang sudah disiapkan pelayan tadi.
"Aku gak minum itu kak.." tolak Nia saat Alex menyerahkan minuman itu.
Alex menyeringai,karena semua tepat sesuai prediksinya.
"Oh sori,kalau gitu gue pesenin jus jeruk dulu." Alex pun bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke dapur. Ia mengambil kotak jus jeruk dari dalam kulkas yang sudah dipersiapkan pelayan tadi. Ia menuangkan jus itu kedalam gelas dan menaruh obat perangsang di dalamnya. Tadinya Alex hanya menuangkan obat itu sedikit,tapi karena takut reaksi obat itu hanya sebentar jika dituangkan sedikit,Alex pun menuangkan obat itu semua.
Alex pun menghampiri Nia dan menaruh jus jeruk di hadapannya. Nia mengambil jus itu,dan tanpa rasa curiga Nia menyeruput jus jeruk yang Alex bawa.
Alex menatap Nia sambil menenggak wine dari gelasnya,ia pun menyeringai. Lalu menghitung dalam hatinya.
"Satu..dua..tiga..empat..lima..enam..tujuh..delapan..sembilan..sepuluh..sebelas..duabe..."
Belum selesai ia menghitung sampai duabelas Nia mulai mengeluarkan gelagat aneh.
"Kamu kenapa?" Tanya Alex pura-pura.
Nia menggeleng. Kesadarannya seperti akan menghilang sebentar lagi. Dan...
Braaaak..Nia menjatuhkan wajahnya di atas meja.
"Yes..Berhasil.." Alex menyeringai.
__ADS_1
Alex langsung menggendong Nia dan membawa Nia ke dalam kamar di lantai atas.
🍀🍀🍀🍀🍀
Clara terus memperhatikan gerak-gerik orang suruhan Alex yang disuruh berjaga didepan vila. Saat orang suruhan Alex itu lengah,Clara cepat-cepat keluar dari mobil dan masuk ke dalam pekarangan vila.
Dengan setengah berlari,Clara mencari keberadaan Nia dan Alex. Clara mendapati Alex dan Nia sedang di halaman belakang. Clara bersembunyi disemak-semak sambil terus memperhatikan gerak-gerik Alex. Ketika mereka selesai makan dan Alex menuangkan wine di gelas Nia,ternyata Nia tidak meminum wine. Alex pun beranjak dari tempat nya menuju dapur. Disaat itu lah Clara keluar dari persembunyian nya.
"Nia..." dengan nafas yang ngos-ngosan dan bicara sepelan-pelannya Clara menghampiri Nia.
Nia menoleh. Keningnya berkerut,mencoba mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu wanita yang memanggilnya ini.
"Kamu..!!" Kata Nia setelah mengingat siapa wanita itu,wanita yang ada di foto bersama Irlan.
"Kamu ngapain kamu disini???!!" Tanya Nia lagi.
"Gue gak bisa jelasin sekarang,tapi intinya Alex mau berbuat jahat sama loe. Dan gue minta loe jangan meminum minuman yang dibawa Alex nanti."
"Alex mau berbuat jahat?? Gak mungkin!!!" Kata Nia tak mempercayai perkataan Clara.
Setelah mengatakan itu Clara kembali lagi ke persembunyiannya,karena mendengar langkah Alex dari dalam.
🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah sampai kamar, Alex langsung membaringkan Nia di pembaringan.
"Loe harus jadi milik gue Nia,karena hanya dengan cara loe jadi milik gue,akan banyak perusahaan-perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaan bokap gue. Perusahaan bokap gue akan lebih maju,dan bokap gue akan bangga sama gue." Kata Alex sambil mengelus pipi Nia.
Alex mengecup kening Nia,lalu turun ke hidung kemudian ke kedua pipi Nia. Alex terdiam sesaat saat melihat bibir Nia. Entah kenapa saat melihat bibir Nia,gairahnya sama sekali tidak terpancing.
Alex memejamkan matanya sesaat,ia malah membayangkan percintaan panasnya dengan Clara. Saat membayangkan dirinya yang bercinta dengan Clara barulah hasrat Alex meninggi. Ia membuka matanya kembali untuk mencium Nia. Tapi hasratnya hilang seketika saat bibir keduanya sudah tinggal beberapa senti lagi akan bertemu.
Alex menjauhkan tubuhnya dari Nia. Ia ingin mendinginkan kepalanya dulu di kamar mandi.
__ADS_1
Saat Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi,Nia cepat-cepat turun dari tempat tidur.
Dia berjalan perlahan ke arah pintu,dan membuka pintu itu dengan sangat pelan. Saat Nia akan menuruni anak tangga ia bertemu dengan Clara.
"Sini cepat!!" Clara melambaikan tangannya agar Nia mendekatinya. Nia mulai menapaki kakinya menuruni anak tangga,namun saat dipertengahan anak tangga,tiba-tiba Alex keluar dari dalam kamar.
"Nia....!!!" Teriak Alex melihat Nia yang akan kabur.
Dengan cepat Nia menuruni anak tangga. Namun langkah kalinya kalah cepat dengan Alex.
Alex berhasil menangkap Nia. Alex menarik tangan Nia agar kembali naik ke dalam kamar.
"Loe gak akan bisa lari dari gue!!! Loe harus jadi milik gue,HARUS!!!" teriak Alex sambil menarik paksa tangan Nia.
"Lepasin aku kak,lepasin!!!" Nia terus memukul-mukul tangan Alex.
Saat Alex terus memaksa Nia naik dan Nia mencoba menahan dirinya dari tarikan Alex,disitulah Clara datang dari arah belakang dengan membawa sepotong kayu yang lumayan besar. Dan...
Bugh..
Dengan sekali pukulan di bagian belakang kepala Alex,Alex pun jatuh tersungkur.
Nia membulatkan matanya saat melihat Alex yang jatuh tersungkur seketika.
"Ayo,gak ada waktu buat ngeliatin dia!!" Kata Clara sambil menarik tangan Nia.
Mereka lari dari pintu belakang,karena kalau dari pintu depan,sudah ada dua orang suruhan Alex berjaga.
Mereka mencoba mencari jalan tikus agar bisa keluar dari vila itu. Mereka menyusuri perkebunan teh yang ada disekeliling vila.
Lebih dari setengah jam mereka berputar-putar untuk mencari jalan keluar.
"Auw..." Clara memegang perutnya yang terasa keram. Mungkin akibat terlalu lelah berjalan bahkan dia sempat berlari saat mau keluar dari vila tadi.
__ADS_1
Clara pun mendudukkan dirinya di tanah di perkebunan teh itu,lalu menyelonjorkan kakinya.