Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Hari pertama Aryan di perusahaan


__ADS_3

Malam ini terpaksa Gebi tidur di dalam mobil . Ia memarkirkan mobilnya di tempat yang agak ramai , Karena dia takut jika suasana sepi , biasanya banyak tindak kejahatan yang terjadi


Meskipun tidur di dalam mobil tak membuat Gebi kesulitan untuk tidur . Karena kelelahan dengan mudah ia tertidur .


Gebi bangun saat masuk waktu subuh. Dengan malas dia menjalankan mobilnya ke masjid terdekat . Karena dia ingin menunaikan ibadah sholat subuh sambil membersihkan tubuhnya.


" Gini amat ya hidup gua ," gumam gebi sambil melangkahkan kakinya ke dalam toilet masjid. Ditangannya sudah ada baju bersih dan juga mukenah .


Gebi mencari toilet yang kosong . Ternyata hampir semuanya masih kosong . Banyak yang sudah masuk kedalam masjid .


Gebi masuk dan mengunci pintu toilet. Dia meletakkan pakaiannya di gantungan yang tersedia. Kemudian membuka satu persatu baju yang melekat ditubuhnya.


" Uh ... dinginnya, ini apa es sih kok dingin banget ," gumam gebi sambil mengguyur tubuhnya dengan air .


Setelah itu Gebi menyabuni seluruh tubuhnya dengan sabun yang ia bawa . Kemudian mengguyur kembali dengan air .


Gebi memakai baju dengan menggigil . Entah kenapa lagi ini ia rasa sangat dingin .


Setelah itu Gebi memasuki masjid untuk menunaikan sholat subuh . Sudah banyak orang yang sudah bersiap untuk sholat. Ternyata dia masih belum ketinggalan untuk sholat berjamaah.


Gebi kembali kedalam mobilnya. Dia meletakkan pakaian kotor tadi ke dalam bagasi . Kemudian duduk diam didalam mobil .


Ternyata ada yang menelponnya. Padahal ini masih pagi buta loh !


" Assalamualaikum..." ucap Gebi begitu panggilan itu terhubung.


" ..."


" Iya ...ada apa Ren ?"


" ..."


" Sorry gua udah nggak kerja lagi di resto."


" ..."


" Ya pengen cari suasana lain aja ."


" .."


" Entah...gua juga nggak tahu ada dimana ."


" ..."


" Cius lah masak bohong ."


" ..."


" Udah dulu ya ... gua mau lanjut jalan nih ."


" ..."


" Sorry bro ... assalamualaikum."


Setelah itu dia menutup telponnya. Dia memejamkan matanya sejenak.


" Lapar nih ... enaknya cari makan dimana ya ?" kata Gebi sambil mengetuk-ngetuk keningnya.


" Apa jalan dulu ya ... boleh deh ," gumam gebi sambil menyalakan mobilnya.


Gebi melajukan mobilnya dengan santai . Tidak terkesan buru-buru sama sekali . Karena dia masih ingin mencari tempat yang bisa bikin dia tenang. Dan itu bukan di Jakarta .


Disisi lain ...

__ADS_1


Aryan masih bergumul didalam selimut. Padahal matahari juga sudah semakin tinggi . Tidak biasanya ia tidur lagi setelah sholat subuh.


Biasanya Aryan akan melakukan joging setelah menunaikan sholat subuh . Karena menurutnya tidak baik jika setelah sholat tidur lagi .


Tok tok tok


" Aryan ...." panggil mama Aryan dari luar kamar . Tidak ada sahutan , sehingga mama kembali mengetuk pintu itu .


Tok tok tok


Masih tidak ada sahutan . Beliau mencoba membuka pintu . Ternyata tidak dikunci.


Ceklek!


Mama geleng-geleng kepala melihat sang putra yang masih bergulung dalam selimut .


Beliau kemudian menuju ke jendela dan membukanya. Agar cahaya matahari bisa masuk kedalam kamar .


Ternyata hal itu efektif membuat Aryan bangun. Perlahan matanya terbuka. Begitu melihat sang mama berdiri di samping ranjang , dia pun tersenyum.


" Pagi mama cantik ," sapa Aryan .


" Pagi sayang ... sudah sholat subuh belum ?" tanya sang sambil duduk di pinggir ranjang .


" Sudah dong ," jawab Aryan sambil meletakkan kepalanya di pangkuan sang mama .


" Manja ," cibir sang mama yang mengelus rambut sang putra dengan lembut .


" Nggak papa dong ... Aryan kan juga masih pengen bermanja sama mama ," jawab Aryan .


" Kok tumben tidur lagi ?"


" Capek ma ."


" Ngapain?"


" Ya kerja dong ... mau apa lagi coba ?"


" Memangnya nggak bisa besok saja ?"


" Tidak bisa sayang . Sebab papa sudah berjanji mengajak mu ke kantor," jawab sang papa yang baru masuk kedalam kamarnya.


" Loh ... kok papa ikutan kesini ?" tanya mama .


" Kalau papa nggak nyusul pasti ni bocah nggak keluar-keluar dari kamar ."


" Ah ... papa ma nggak asyik . Masak baru pulang sudah disuruh bekerja ."


" Bukan bekerja . Cuma perkenalan saja . Setelah itu kamu boleh pulang lagi ."


" Tapi Aryan belum punya baju formal bagaimana dong ?"


" Tenang... papa sudah siapkan sejak jauh-jauh hari. Ada kok didalam lemari . "


" Kok bisa ?"


" Ya bisalah ."


" Terserah deh ... kalau begitu Aryan mandi dulu . Mama sama papa tunggu diruang makan saja . Sebentar lagi Aryan nyusul ."


" Baiklah... tetapi jangan lama-lama."


" Siap bos !"

__ADS_1


Orang tuan Aryan pun keluar dari kamar putranya. Setelah itu Aryan pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai mandi , Aryan memakai pakaian yang dibelikan papanya. Ternyata sangat cocok dengannya . Setelah selesai dia segera beranjak ke ruang makan .


" Wah kak Aryan emang tampan... apalagi pakai pakaian formal kayak gitu ... keren banget , sumpah ," teriak Sandra dengan heboh saat Aryan tiba di ruang makan .


Papa , mama, dan Aryan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah heboh Sandra . Sudah lama sekali keceriaan itu hilang dari wajahnya.


" Terimakasih adek kakak yang cantik," ucap Aryan sambil mencium kening adiknya dengan sayang .


" Duduk sini kak !"


" Iya ... kakak duduk sini ," jawab Aryan dengan lembut . Kedua orang tua Aryan bersyukur kebahagiaan telah kembali ke rumah mereka .


" Bagaimana tidurnya Ar , nyenyak?"


" Alhamdulillah... Aryan nyenyak banget tidurnya!"


" Syukurlah kalau begitu , ma _"


" Itu pasti karena kakak sudah lepas dari wanita itu ," kata Sandra memotong ucapan mamanya .


Suasananya langsung hening. Entah kenapa ke tiga orang itu tiba-tiba langsung saling pandang .


" Sudah ... yang lalu biarlah berlalu ," ucap papa Aryan dengan bijak. Lagian Gebi sudah minta maaf dan menjauh dari hidup Aryan .


"Tapi _" Sandra masih ingin berbicara tetapi dipotong lagi sama papanya


" Bukankah kemarin Gebi sudah minta maaf sama kita ?"


" Iya sih tetapi kan ..."


" Kamu ingat apa yang Gebi bilang San ?"


" ..."


" Kamu tahu kan dia sudah mendapatkan balasannya, mama nggak tahu sekarang dia ada dimana ...


Apa dia punya tempat untuk tinggal, apa dia punya uang untuk makan , kita lupakan yang lalu, nak .


Ini juga sebagai pelajaran untuk kamu . Jangan mencintai orang sampai seperti Gebi . Dia melakukan itu sangking cintanya Gebi sama kakakmu . Mengerti sayang !" pesan sang mama dengan bijak .


Semalam mama Aryan sudah berpikir semalaman. Dia memang kecewa dan juga benci dengan sikap Gebi tetapi dibalik semua itu ada rasa salut yang sangat besar terhadap gadis itu .


Mama Aryan malah khawatir dengan kondisi Gebi sekarang . Dimana dia akan tinggal setelah keluar dari rumah yang ia beri setelah pernikahan keduanya.


deg !!!


" Iya ... iya Sandra ngerti ."


" Bukankah Gebi pulang kerumahnya ma ?" tanya Aryan .


" Hu.... dia sudah diusir sejak menikah denganmu . Hubungannya dengan keluarga putus sejak itu ," jawab mama Aryan .


deg !!!


Entah kenapa mendengar semua itu bukanya senang , malah menjadi kepikiran. Dia tidak tahu apa-apa selama ini . Karena dia tidak ingin mengetahui apapun tentang Gebi . Untuk itulah dia sampai kuliah diluar negri.


Suasana langsung hening . Mereka menikmati makanan itu tanpa pembicaraan lagi .


Aryan berangkat ke kantor bersama papanya . Sebenarnya dia ingin sendiri karena masih ingin bertemu dengan kekasih. Tetapi papanya memaksa . Mau bagaimana lagi ?


Aryan ditempatkan di bagian pemasaran untuk sementara. Karena hanya itu lowongan yang ada untuk saat ini . Kebetulan manager pemasarannya baru saja berhenti .

__ADS_1


Aryan melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab . Karena sejatinya dia memang orang yang bertanggung jawab.


__ADS_2