Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Pingsan


__ADS_3

" Ugh ... "


Gebi terbangun dari tidurnya. Perutnya terasa sesak . Aryan memeluknya dengan erat . Dengan pelan dia singkirkan tangan Aryan dari tubuhnya.


Namun hal itu membuat Aryan terbangun . Dia mengeratkan pelukannya membuat Gebi sulit bergerak.


" Mas ..."


" Hem ."


" Sudah subuh ."


" Sebentar dulu sayang ."


" Buruan ... Kasian mama sama papa nanti nunggu lama ."


Ya ... sudah sebulan lebih Gebi dan Aryan tinggal dikediaman orang tua Aryan . Setelah seminggu menikmati bulan madu di pulau lombok mereka memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua Aryan .


Laila dan Arjun menyambut mereka dengan antusias . Begitupun dengan Sandra .


Semua pekerjaan yang ada di kota malang sudah mereka limpahkan pada karyawan masing-masing.


Gebi juga membuka cabang toko kuenya di jakarta atas bantuan Aryan . Namun dia hanya bertugas mengawasi . Karena sekarang dia bukan lagi wanita lajang namun sudah memilki suami . Belum lagi jika nanti ia sudah memiliki momongan


Setiap subuh semua anggota keluarga meluangkan waktunya untuk sholat berjamaah. Ada mushola kecil yang berada di dekat taman .


Cup !


" Mas !"


" Iya sayang ," Aryan melepaskan pelukannya. Gebi pun segera beranjak menuju kamar mandi .


Aryan membuntuti sang istri dari belakang. Rasanya ada yang kurang jika tidak menggoda sang istri .


Betapa kagetnya Gebi saat ingin menutup pintu kamar ternyata sang suami ada dibelakangnya.


" Mas Aryan ," pekik Gebi dengan kesal .


'" Ada opa sayang ?"

__ADS_1


" Mas mau ngapain ?"


" Memangnya mas mau ngapain?"


" Gantian dong mas !"


" Berdua kan lebih cepat sayang ."


" Nggak bisa ... Mas tu suka modus."


" Janji nggak ngapa-ngapain."


" Beneran?"


" Hmm ."


" Awas aja kalau macam-macam!"


" Tenang ... hanya satu macam saja ."


" Mas !"


" Iya sayangku ..."


Kali ini Arjun yang bertindak sebagai imam . Mereka sholat dengan khusyuk.


Setelah menunaikan sholat, Gebi langsung pergi kedapur. Meski sudah ada pelayan , namun Gebi lebih suka masak sendiri untuk keluarganya.


Aryan tidak pernah melarang. Dia malah sangat senang bisa menyantap makanan istrinya setiap hari .


" Masakan Lo emang the best geb ," puji Sandra sambil terus mengunyah makanan di mulutnya.


" Habiskan dulu makanannya, baru ngomong ," ucap Laila menasehati.


Gebi sangat bersyukur semua menikmati masakannya. Wajahnya tidak henti tersenyum, membuat Aryan penasaran.


" Kenapa yang ?"


" Apanya ?"

__ADS_1


" Kenapa dari tadi tersenyum ?"


" Memangnya mas nggak suka kalau Gebi tersenyum?"


" Bukannya tidak suka sayang ,mas cuma penasaran aja . Apa yang membuat kamu tersenyum seperti itu ?"


" Rahasia ," jawab Gebi sambil meneruskan makannya.


" Sayang ..."rengek Aryan . Membuat Laila dan Arjun geleng-geleng kepala .


" Kak Aryan nggak usah kepo deh . Istri senyum bukanya senang kok malah bingung . Kalau Gebi lagi cemberut itu baru kak Aryan tanya kenapa ," omel Sandra .


" Dengerin tuh .. Apa diucapkan Sandra benar . Seharusnya kamu senang istrimu tersenyum seperti itu."


" Iya iya ..."


Setelah sarapan kedua lelaki beda generasi itu berangkat ke kantor bersama . Sandra pun sudah bekerja . Tinggallah Gebi dan Laila si rumah .


" Kamu tidak keluar geb ?"


" Gebi lagi malas ma ."


" Kenapa... Apa kamu sedang sakit ?"


" Nggak sih , cuman Gebi merasa akhir-akhir ini ngerasa cepat lelah ."


" Mau mama antar kerumah sakit ?"


" Buat apa ?"


" Ya periksa lah ."


" Nggak deh ma , lagian Gebi nggak papa kok ."


" Tapi kalau ada apa-apa langsung bilang sama mama ya . Mama tidak mau terjadi apa-apa dengan mu ."


" Siap !"


Baru juga diingatkan tiba-tiba kepalanya terasa berputar . pandangannya pun buram .

__ADS_1


Bruk !


" Gebi !"


__ADS_2