
" Ugh ... "
Gebi terbangun dari tidurnya. Perutnya terasa sesak . Aryan memeluknya dengan erat . Dengan pelan dia singkirkan tangan Aryan dari tubuhnya.
Namun hal itu membuat Aryan terbangun . Dia mengeratkan pelukannya membuat Gebi sulit bergerak.
" Mas ..."
" Hem ."
" Sudah subuh ."
" Sebentar dulu sayang ."
" Buruan ... Kasian mama sama papa nanti nunggu lama ."
Ya ... sudah sebulan lebih Gebi dan Aryan tinggal dikediaman orang tua Aryan . Setelah seminggu menikmati bulan madu di pulau lombok mereka memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua Aryan .
Laila dan Arjun menyambut mereka dengan antusias . Begitupun dengan Sandra .
Semua pekerjaan yang ada di kota malang sudah mereka limpahkan pada karyawan masing-masing.
Gebi juga membuka cabang toko kuenya di jakarta atas bantuan Aryan . Namun dia hanya bertugas mengawasi . Karena sekarang dia bukan lagi wanita lajang namun sudah memilki suami . Belum lagi jika nanti ia sudah memiliki momongan
Setiap subuh semua anggota keluarga meluangkan waktunya untuk sholat berjamaah. Ada mushola kecil yang berada di dekat taman .
Cup !
" Mas !"
" Iya sayang ," Aryan melepaskan pelukannya. Gebi pun segera beranjak menuju kamar mandi .
Aryan membuntuti sang istri dari belakang. Rasanya ada yang kurang jika tidak menggoda sang istri .
Betapa kagetnya Gebi saat ingin menutup pintu kamar ternyata sang suami ada dibelakangnya.
" Mas Aryan ," pekik Gebi dengan kesal .
'" Ada opa sayang ?"
__ADS_1
" Mas mau ngapain ?"
" Memangnya mas mau ngapain?"
" Gantian dong mas !"
" Berdua kan lebih cepat sayang ."
" Nggak bisa ... Mas tu suka modus."
" Janji nggak ngapa-ngapain."
" Beneran?"
" Hmm ."
" Awas aja kalau macam-macam!"
" Tenang ... hanya satu macam saja ."
" Mas !"
" Iya sayangku ..."
Kali ini Arjun yang bertindak sebagai imam . Mereka sholat dengan khusyuk.
Setelah menunaikan sholat, Gebi langsung pergi kedapur. Meski sudah ada pelayan , namun Gebi lebih suka masak sendiri untuk keluarganya.
Aryan tidak pernah melarang. Dia malah sangat senang bisa menyantap makanan istrinya setiap hari .
" Masakan Lo emang the best geb ," puji Sandra sambil terus mengunyah makanan di mulutnya.
" Habiskan dulu makanannya, baru ngomong ," ucap Laila menasehati.
Gebi sangat bersyukur semua menikmati masakannya. Wajahnya tidak henti tersenyum, membuat Aryan penasaran.
" Kenapa yang ?"
" Apanya ?"
__ADS_1
" Kenapa dari tadi tersenyum ?"
" Memangnya mas nggak suka kalau Gebi tersenyum?"
" Bukannya tidak suka sayang ,mas cuma penasaran aja . Apa yang membuat kamu tersenyum seperti itu ?"
" Rahasia ," jawab Gebi sambil meneruskan makannya.
" Sayang ..."rengek Aryan . Membuat Laila dan Arjun geleng-geleng kepala .
" Kak Aryan nggak usah kepo deh . Istri senyum bukanya senang kok malah bingung . Kalau Gebi lagi cemberut itu baru kak Aryan tanya kenapa ," omel Sandra .
" Dengerin tuh .. Apa diucapkan Sandra benar . Seharusnya kamu senang istrimu tersenyum seperti itu."
" Iya iya ..."
Setelah sarapan kedua lelaki beda generasi itu berangkat ke kantor bersama . Sandra pun sudah bekerja . Tinggallah Gebi dan Laila si rumah .
" Kamu tidak keluar geb ?"
" Gebi lagi malas ma ."
" Kenapa... Apa kamu sedang sakit ?"
" Nggak sih , cuman Gebi merasa akhir-akhir ini ngerasa cepat lelah ."
" Mau mama antar kerumah sakit ?"
" Buat apa ?"
" Ya periksa lah ."
" Nggak deh ma , lagian Gebi nggak papa kok ."
" Tapi kalau ada apa-apa langsung bilang sama mama ya . Mama tidak mau terjadi apa-apa dengan mu ."
" Siap !"
Baru juga diingatkan tiba-tiba kepalanya terasa berputar . pandangannya pun buram .
__ADS_1
Bruk !
" Gebi !"