Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 68


__ADS_3

Vanesha adalah kekasih Andrew.


Sejak Nia kehilangan anak nya Andrew tetap setia menemani Nia,membantu Nia bangkit dari keterpurukannya. Andrew kembali menyatakan perasaannya pada Nia,tapi jawaban Nia tetap sama. Dia masih ingin menikmati kesendiriannya. Hubungan dengan lawan jenis bukan menjadi prioritasnya sekarang.


Andrew merasa Nia semakin menjauhi dirinya sejak ia menyatakan perasaannya untuk kedua kalinya. Tidak ingin menjadi beban bagi hidup Nia,Andrew pun merelakan Nia dan mulai membuka hatinya pada Vanesha. Salah satu temannya di fakultas kedokteran dan pada saat itu mereka sama-sama magang di rumah sakit yang sama.


Melihat Andrew sudah bisa merelakannya,Nia pun mulai kembali menjalin persahabatan dengan Andrew. Karena tidak enak hati dengan Andrew yang selalu memohon agar Nia jangan menjauhinya dan Andrew sepakat untuk sekedar bersahabat dengan Nia.


Mata Nia ditutup kain oleh Andrew sejak mereka menaiki mobil.


Sekarang di sini lah mereka di sebuah rooftop sebuah restoran.


Andrew pun membuka penutup mata Nia dan...


"Happy graduation Niana.." teriak Vanesha saat penutup mata Nia terbuka.


Mata Nia membelalak,ternyata Andrew dan Vanesha membuat pesta kecil-kecilan untuk Nia.


"Terimakasih" tangis haru Nia sambil memeluk tubuh Vanesha.


"Sudah jangan nangis-nangis lagi,mari kita habiskan hari ini dengan kebahagiaan." Kata Andrew.


"Apa kamu sudah persiapkan semua keperluan mu untuk pulang ke negara mu?" Tanya Andrew di sela-sela makan siang mereka bertiga.


Nia mengangguk.


"Kamu masih belum memberitahu orangtua mu kalau kamu akan balik lusa?" Tanya Andrew lagi.


Sedangkan Vanesha masih setia menjadi pendengar yang baik.


"Aku sudah kasih tau papa,tapi aku juga suruh papa merahasiakan kedatangan ku pada mama. Aku ingin membuat kejutan untuk mama."


"Kamu ini memang senang sekali membuat mama Dena terkejut. Kalau nanti dia sampai jantungan gimana..." seloroh Andrew.


Nia menggeleng.


"Jantung mama itu kuat. Jadi hal semacam ini gak akan membuat dia sampai jantungan."


Andrew dan Vanesha sama-sama tergelak mendengar perkataan Nia.


Hari ini adalah hari yang sangat di nantikan Nia. Bisa kembali menginjakkan kaki di negaranya. Dikota kelahirannya.


"Non Nia.." panggil pak Toto supir pribadi keluarga Nia.


Nia menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


"Udah lama yah pak?" Tanya Nia.


"Gak begitu non." Kata pak Toto sambil memasukkan barang-barang Nia ke bagasi mobil.

__ADS_1


"Mama dirumah pak?"


"Seperti biasa non,ibu kalau jam segini kan nganter makan siangnya bapak."


"Loh yang nganter mama ke kantor siapa?"


"Ada supir kantor yang jemput."


"Mama gak tau kan aku pulang hari ini.?"


"Gak lah non si bapak mah aktor hebat. Jadi tuh ceritanya kan saya udah izin dari semalem mau pulang ke kampung,sekalian mau pinjem mobil. Jadi ibu gak curiga kalau saya mau jemput non Nia hari ini"


"Ooo" respon Nia sambil angguk-angguk.


"Kita mau pulang atau mau kemana dulu non?" Tanya pak Toto setelah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.


"Mampir ke toko bunga dulu deh pak." Jawab Nia.


Mobil pun melaju keluar dari bandara.


Mobil sudah terparkir mulus di garasi rumah keluarga Nia.


Dengan menggenggam sebuket bunga yang ia beli sebelum pulang kerumahnya.


Nia turun dari dalam mobil. Dan melihat lekat-lekat rumah yang sudah ia tinggalkan kurang lebih tiga setengah tahun.


Nia pun masuk ke dalam rumah.


Surti,Sukma dan Bik Imah yang tidak tahu kalau hari ini Nia pulang sontak kaget saat melihat Nia memanggil nama mereka bertiga dari pintu dapur.


"Ya ampun non Nia..." Sukma langsung menghambur ke pelukan Nia diikuti Surti dan Bik Imah.


"Kalian sehat kan?" Tanya Nia.


"Non Nia juga sehat kan?" Tanya Bik Imah tak kuasa menahan tangis harunya. Karena mereka bertiga juga tahu hal yang menimpa Nia saat di London.


"Nia sehat Bik. Kalian bertiga kok makin montok aja sih??"


"Kan kita bertiga udah gak ada yang jahilin lagi. Jadi gak ada yang ngebatin."


Bukannya marah,Nia malah tergelak. Karena Nia tahu itu semua hanya candaan.


Begitu lah Nia bersikap kepada ART nya,tak ada benteng yang menghalangi mereka. Buat Nia apapun pekerjaan seseorang selagi itu halal,patut kita hargai orang itu. Jangan karena pekerjaannya hanya ART kita jadi bersikap sombong dan merendahkan martabat mereka.


"Aku laper... kalian masak apa?"


"Belum masak sih non,tapi kalau non Nia mau biar bik Imah masakin. Non Nia mau makan apa?"


Nia mengetuk-ngetukkan dagunya,berpikir makanan apa yang sangat ia rindukan.untuk dimakan sekarang.

__ADS_1


"Aku pengen makan perkedel jagung,sama sayur sop yang isinya,sosis,telur puyuh sama kentang."


"Ok. Siap Non. Sekarang non Nia istirahat aja yah,nanti kalau makanannya udah siap kita bangunin."


Nia mengangguk.


Dia pun melangkahkan kaki nya ke lantai dua,tempat dimana kamarnya berada.


Ceklek. Pintu kamar Nia terbuka.


Nia melihat sekeliling kamarnya,semua masih pada tempatnya.


Senyum Nia tak berhenti mengembang. Nia yakin mama Dena selalu membersihkan kamarnya.


Nia merebahkan tubuhnya di pembaringan. Kepalanya juga masih terasa berat,mungkin efek jetlag. Nia memutuskan untuk tidur sampai makanan yang Nia request telah siap.


Nia terbangun karena ketukan pintu dari Bik Imah yang memanggilnya. Memberitahu kalau makanan request Nia sudah tersaji.


Nia pun bangun dan turun kebawah menuju ruang makan. Melihat makanan yang telah tersaji di meja makan,membuat Nia menelan air liurnya berkali-kali.


Tak menunggu waktu lama,Nia langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya.


"Nanti mama pulangnya bareng sama papa mbak?" Tanya Nia pada Sukma yang sedang membereskan meja makan.


"Biasanya sih gitu non." Jawab Sukma.


"Aku telpon papa dulu deh." Nia langsung beranjak dari ruang makan dan kembali ke kamarnya.


Dia mengambil hpnya di atas nakas. Dan melakukan panggilan ke papanya.


"Halo.." jawab papa Niko.


"Papa masih lama pulangnya? Aku udah gak sabar mau ketemu mama nih.." kata Nia.


"Kayaknya masih lama. Kerjaan papa banyak banget. Kamu kesini aja kalau gitu." Saran papa Niko.


"Ok deh,Nia kesitu aja." Nia menyetujui saran papa nya.


Panggilan pun berakhir.


Nia segera mengganti pakaiannya.


Menyetir sendiri mobilnya ke kantor papa Niko.


Saat Nia mau melangkah menuju lift khusus petinggi perusahaan,seorang satpam langsung mencegahnya.


"Maaf nona,anda tidak bisa menggunakan lift ini. Ini lift khusus petinggi perusahaan." Kata satpam itu.


Bukannya marah atau mengungkap identitasnya Nia malah menuruti kata-kata satpam itu beralih ke lift lain yang biasa di pakai para karyawan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2