Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Usaha Maudy


__ADS_3

Seseorang berjalan dengan pelan kearah dapur hotel. Dia juga melirik kanan kiri seolah takut jika kehadirannya dicurigai. Sesampainya di dapur dia bernafas lega.


Dia melihat para koki sedang sibuk dengan pekerjaannya . Tidak ada yang berleha-leha diwaktu seperti saat ini . Tidak ada yang mempertanyakan keberadaan, karena seringnya dia ketempat ini .


Maudy mendekati salah satu koki kenalannya. Seperti koki yang lain dia juga sedang sibuk dengan pekerjaannya.


" Lagi sibuk ya ?" tanya Maudy berbasa-basi.


" Ya iya lah sibuk ... memangnya kamu lihatnya gimana," jawab gadis itu sambil terus melanjutkan pekerjaannya.


" Makanan buat Presdir sudah siap belum ?" tanya Maudy langsung mengatakan tujuannya.


" Tuh ... masih dibuat oleh kepala koki . Memangnya kenapa... udah dicariin ?"


" Iya begitu deh ," jawab Maudy berbohong.


" Kamu bilang aja pada beliau langsung . Sepertinya sudah hampir selesai tuh ."


Wanita itu menoleh pada kepala koki yang khusus memasak untuk Presdir mereka . Dapat ia lihat jika kepala koki sudah meletakkan masakannya ke dalam mangkok.


Tanpa ba bi bu Maudy langsung menghampiri kepala koki . Entah apa yang di ucapkan wanita itu hingga kepala koki tertawa. Tetapi setelah itu Maudy membawa semua makanan yang di khususkan untuk Aryan .


Dengan senyum mengembang wanita itu membawa makanan itu ke tempat yang agak sepi . Kemudian membubuhkan serbuk ke atas makanan itu .


Setelah usahanya selesai , Maudy meminta seseorang untuk mengantarkan makanan itu ke ruang Aryan . Sedangkan dirinya akan bersiap . Dia akan memberikan kejutan yang akan membuatnya menjadi Nyonya muda .


" Ha ha ha ha tak lama lagi ... aku akan menjadi seorang Nyonya Aryan ," Ucap Maudy dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya.


Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi dia segera pergi keruangan miliknya . Dia akan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah ia persiapkan.


Di lain sisi , Aryan yang hendak mandi mengurungkan niatnya saat ada yang mengetuk pintunya. Padahal dia sudah melepaskan semua pakaiannya.

__ADS_1


Aryan kini hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Dengan cepat dia menyambar kemeja yang tadi ia lepas . Setelah itu dia berjalan kearah pintu dan membukanya.


Ceklek


" Ada yang bisa saya bantu?"


" Makan malamnya siap pak ."


" Maaf ... tetapi saya baru saja makan malam . Lebih baik kamu bawa kembali . Atau kalau mau ... bisa kamu makan bersama dengan teman-teman mu ."


" Beneran pak ?" tanya pengantar makanan itu dengan mata berbinar.


" Tentu ... maaf , saya masih ada urusan ," ucap Aryan mengusir secara halus pemuda itu .


" Silahkan pak ."


Dengan senyum tersungging di bibirnya pemuda itu pergi dari ruangan Aryan . Akhirnya dia bisa makan enak juga .


Maudy sudah siap dengan pakaian yang menantang . Dia melapisi pakaian itu dengan hoodie yang agak panjang .


Setelah dikira waktunya sudah tepat Maudy pergi ke kamar Aryan . Suasana sudah agak sunyi . Karena memang sudah malam . Dan biasanya para pengunjung sudah memasuki kamar masing-masing.


Tok tok tok


Maudy mengetok kamar Aryan . Tetapi tidak ada jawaban . Tak ingin gagal dia ketuk lagi pintu itu . Sampai akhirnya Aryan membukakan pintunya.


" Kamu ?"


" Maaf pak Aryan ... ada yang ingin saya bicarakan bolehkah saya masuk ?" tanya Maudy tanpa menghiraukan wajah Aryan yang nampak marah.


" Apa kamu tidak tahu jika ini sudah malam ? saya ingin istirahat dengan tenang. Jadi tolong jangan ganggu saya ."

__ADS_1


" Maaf pak ... sebentar saja ."


" Baiklah... sekarang katakan apa yang kamu inginkan?"


" Bolehkah saya masuk pak?"


" Satu ..."


Karena Aryan tetap kekeh tidak mempersilahkan dia untuk masuk , jadi Maudy langsung mendorong Aryan ke dalam .


Aryan yang tidak menyangka hal itu akan terjadi , hanya bisa terdorong . Tetapi dengan cepat dia menguasai keadaan. Dia langsung menyingkir ke samping .


Maudy tanpa malu membuka hoodie yang ia pakai . nampak lah kulit mulusnya dari lingerie yang ia pakai . Bukannya terpesona malah membuat Aryan jijik.


Dengan cepat aryan mendorong Maudy kembali ke luar . Maudy sempat memberontak. Tetapi kekuatannya masih kalah dengan Aryan . Jadi dengan muda ia terlempar keluar.


" Bapak kok kasar sih ?"


Bukannya mengakui kesalahannya Maudy malah memarahi Aryan . Tentu saja hal itu membuat Aryan tambah emosi .


" Mulai hari ini kamu tidak usah kerja di hotel ini . Saya tidak mempekerjakan seorang ****** disini ," bentak Aryan dengan emosi .


deg !


" Maaf pak ," ucap Maudy dengan tubuh yang gemetar . Dia tidak menyangka jika Aryan masih sadar .


Tanpa menjawab Aryan langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintunya dengan keras .


Maudy langsung berdiri dan kembali memakai hoodie nya. Untung suasa sepi jadi dia tidak terlalu malu. Dengan cepat dia kembali keruangan nya.


Sedangkan Aryan langsung menelpon direktur hotel. Dia memintanya untuk lebih menyeleksi karyawannya. Dan memintanya untuk memecat Maudy.

__ADS_1


__ADS_2