
Karena Laila dan Sandra pergi ke kantin, Gebi berada di dalam ruangannya sendirian. Agar tidak bosan dia memainkan ponselnya.
ceklek!
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka . Gebi yang sedang fokus dengan ponselnya langsung mengalihkan pandangannya.
Dua orang wanita masuk kedalam. Satu orang sudah paruh baya sedangkan yang satu masih seumuran dengannya.
" Tante ..." sapa Gebi dengan lembut.
" Halo... bagaimana kabarmu?
Saya dengar kamu mengalami kecelakaan. Untuk itulah kami datang kesini ."
" Terimakasih... karena Tante sudah repot mau berkunjung kemari ," ucap Gebi tulus .
" Saya tidak memerlukan ucapan terimakasih darimu . Yang aku ingin kan dari dulu hanya satu , jauhi putraku ," ucap mama Brayen tanpa basa-basi lagi mengadakan tujuannya.
" Maaf kan saya Tante . Sudah saya katakan sejak dulu bahwa saya dan Brayen hanya berteman dan tidak mempunyai hubungan lebih . "
" Teman apa yang sampai menginap disini ?" Tanya mama Brayen dengan sinis .
Gebi terdiam . Jika seandainya dia tahu , dia juga tidak mungkin mengizinkan Brayen menginap . Apalagi waktu itu dia sedang tidak sadar .
" Ingat... Brayen sudah memilki tunangan . Mereka _"
" Loh ... ternyata sedang ada tamu ," ucap Aryan yang tiba-tiba muncul dan memotong ucapan mama Brayen .
" Mas kok kembali lagi ?" tanya Gebi yang kaget dengan kedatangan Aryan tiba-tiba.
" Ada barang mas yang tertinggal sayang . Mereka siapa ?" tanya Aryan dengan lembut . Entah kenapa dia bersikap seperti itu .
__ADS_1
" Kamu yang siapa ?" tanya mama Brayen dengan jutek . Kesal juga karena omongannya harus terputus. Padahal dia belum selesai mengomel .
" Perkenalkan Tante ... saya calon suami Gebi ," ucap Aryan sambil mengulurkan tangannya.
Tentu saja ucapan Aryan membuat ketiga wanita itu terkejut.
" Kalau begitu ... tolong kamu katakan pada calon istrimu untuk tidak mengganggu tunangan gadis lain ."
" Betulkah itu sayang ?"
" Ha ?"
" Memangnya apa yang kurang denganku sayang . Apakah aku kurang tampan ? atau aku kurang kaya ?"
Aryan memasang wajah memelas . Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa kasihan. Gebi tak menyangka jika Aryan bisa bersikap seperti itu .
" Lihatlah calon suamimu nona . Apa yang kurang dengannya. Kenapa masih harus mengganggu calon suamiku."
Gebi memutar bola matanya malas . Tadi Aryan yang berakting sekarang malah wanita yang disebut sebagai tunangan Brayen.
" Waduh ... ramai nih . Loh Ar , kamu kok balik lagi . Papa mana ?"
" Ada yang ketinggalan ma . Papa lebih dulu ke hotel. Aryan balik di tengah jalan ."
" Apa yang ketinggalan?"
" Ada deh . Mama dari mana saja kok ninggalin calon istri aku sendiri. Bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya?"
" Ha ?"
" Jadi anda calon mertuanya ."
__ADS_1
" Calon mertua siapa?" tanya Laila bingung .
" Ya calon mertua Gebi lah . Tidak mungkin kalau menjadi mertua Dinda . Dinda kan calon menantuku," ucap mama Brayen dengan bangga . Sebaliknya Laila tampan pusing mendengarnya.
" Siapa lagi Dinda itu ?"
" Ini Dinda calon istrinya Brayen , " jawab mama brayen sambil menunjuk wanita muda yang berdiri disampingnya. Laila mengangguk.
" Oh ... terus Brayen nya mana?"
" Di showroom nya lah ."
" Terus Nyonya ngapain disini ? oh iya ... pasti jenguk Gebi ."
Sandra yang bingung mendekat kearah Gebi . Dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat dia dan mamanya ke kantin tadi .
" Ada apa sih geb ? maaf jika kali lama ," kata Sandra begitu ia duduk di kursi yang ada disamping ranjang .
" Nggak masalah . Itu mama sama tunangannya Brayen ."
" Terus mereka ngapain?"
" Entah... datang-datang langsung marah . "
" Terus tadi kok kak Aryan bilang _"
" Aku sendiri nggak faham apa yang dibicarakan kakakmu itu . Pusing aku ," ucap Gebi dengan lesu . Sandra yang melihat kondisinya langsung bangun .
" Maaf ... Gebi masih harus istirahat. Jadi mohon pengertiannya," ucap Sandra yang secara halus mengusir mama dan juga tunangan Brayen .
" Baiklah... kami akan pulang . Sekali lagi saya tekankan jangan coba-coba dekati Brayen lagi . Karena sebentar lagi dia mau nikah . Mengerti ?"
__ADS_1
" Loh ... bilang sama putra Tante untuk tidak mengganggu sahabat saya . Gebi sudah berkali-kali menolaknya tetapi dasar putra Tante saja yang cintanya kebangetan. Lagian nih ya ... Gebi itu pengen suami yang seiman . Contohnya ya kakakku ini . Jadi Tante nggak usah labrak-labrak nggak jelas kayak gini lagi ," omel Sandra .
Merasa tidak bisa melawan , kedua wanita berbeda generasi itu keluar dari ruangan .