Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Kedatangan mama Brayen


__ADS_3

Karena Laila dan Sandra pergi ke kantin, Gebi berada di dalam ruangannya sendirian. Agar tidak bosan dia memainkan ponselnya.


ceklek!


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka . Gebi yang sedang fokus dengan ponselnya langsung mengalihkan pandangannya.


Dua orang wanita masuk kedalam. Satu orang sudah paruh baya sedangkan yang satu masih seumuran dengannya.


" Tante ..." sapa Gebi dengan lembut.


" Halo... bagaimana kabarmu?


Saya dengar kamu mengalami kecelakaan. Untuk itulah kami datang kesini ."


" Terimakasih... karena Tante sudah repot mau berkunjung kemari ," ucap Gebi tulus .


" Saya tidak memerlukan ucapan terimakasih darimu . Yang aku ingin kan dari dulu hanya satu , jauhi putraku ," ucap mama Brayen tanpa basa-basi lagi mengadakan tujuannya.


" Maaf kan saya Tante . Sudah saya katakan sejak dulu bahwa saya dan Brayen hanya berteman dan tidak mempunyai hubungan lebih . "


" Teman apa yang sampai menginap disini ?" Tanya mama Brayen dengan sinis .


Gebi terdiam . Jika seandainya dia tahu , dia juga tidak mungkin mengizinkan Brayen menginap . Apalagi waktu itu dia sedang tidak sadar .


" Ingat... Brayen sudah memilki tunangan . Mereka _"


" Loh ... ternyata sedang ada tamu ," ucap Aryan yang tiba-tiba muncul dan memotong ucapan mama Brayen .


" Mas kok kembali lagi ?" tanya Gebi yang kaget dengan kedatangan Aryan tiba-tiba.


" Ada barang mas yang tertinggal sayang . Mereka siapa ?" tanya Aryan dengan lembut . Entah kenapa dia bersikap seperti itu .

__ADS_1


" Kamu yang siapa ?" tanya mama Brayen dengan jutek . Kesal juga karena omongannya harus terputus. Padahal dia belum selesai mengomel .


" Perkenalkan Tante ... saya calon suami Gebi ," ucap Aryan sambil mengulurkan tangannya.


Tentu saja ucapan Aryan membuat ketiga wanita itu terkejut.


" Kalau begitu ... tolong kamu katakan pada calon istrimu untuk tidak mengganggu tunangan gadis lain ."


" Betulkah itu sayang ?"


" Ha ?"


" Memangnya apa yang kurang denganku sayang . Apakah aku kurang tampan ? atau aku kurang kaya ?"


Aryan memasang wajah memelas . Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa kasihan. Gebi tak menyangka jika Aryan bisa bersikap seperti itu .


" Lihatlah calon suamimu nona . Apa yang kurang dengannya. Kenapa masih harus mengganggu calon suamiku."


Gebi memutar bola matanya malas . Tadi Aryan yang berakting sekarang malah wanita yang disebut sebagai tunangan Brayen.


" Waduh ... ramai nih . Loh Ar , kamu kok balik lagi . Papa mana ?"


" Ada yang ketinggalan ma . Papa lebih dulu ke hotel. Aryan balik di tengah jalan ."


" Apa yang ketinggalan?"


" Ada deh . Mama dari mana saja kok ninggalin calon istri aku sendiri. Bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya?"


" Ha ?"


" Jadi anda calon mertuanya ."

__ADS_1


" Calon mertua siapa?" tanya Laila bingung .


" Ya calon mertua Gebi lah . Tidak mungkin kalau menjadi mertua Dinda . Dinda kan calon menantuku," ucap mama Brayen dengan bangga . Sebaliknya Laila tampan pusing mendengarnya.


" Siapa lagi Dinda itu ?"


" Ini Dinda calon istrinya Brayen , " jawab mama brayen sambil menunjuk wanita muda yang berdiri disampingnya. Laila mengangguk.


" Oh ... terus Brayen nya mana?"


" Di showroom nya lah ."


" Terus Nyonya ngapain disini ? oh iya ... pasti jenguk Gebi ."


Sandra yang bingung mendekat kearah Gebi . Dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat dia dan mamanya ke kantin tadi .


" Ada apa sih geb ? maaf jika kali lama ," kata Sandra begitu ia duduk di kursi yang ada disamping ranjang .


" Nggak masalah . Itu mama sama tunangannya Brayen ."


" Terus mereka ngapain?"


" Entah... datang-datang langsung marah . "


" Terus tadi kok kak Aryan bilang _"


" Aku sendiri nggak faham apa yang dibicarakan kakakmu itu . Pusing aku ," ucap Gebi dengan lesu . Sandra yang melihat kondisinya langsung bangun .


" Maaf ... Gebi masih harus istirahat. Jadi mohon pengertiannya," ucap Sandra yang secara halus mengusir mama dan juga tunangan Brayen .


" Baiklah... kami akan pulang . Sekali lagi saya tekankan jangan coba-coba dekati Brayen lagi . Karena sebentar lagi dia mau nikah . Mengerti ?"

__ADS_1


" Loh ... bilang sama putra Tante untuk tidak mengganggu sahabat saya . Gebi sudah berkali-kali menolaknya tetapi dasar putra Tante saja yang cintanya kebangetan. Lagian nih ya ... Gebi itu pengen suami yang seiman . Contohnya ya kakakku ini . Jadi Tante nggak usah labrak-labrak nggak jelas kayak gini lagi ," omel Sandra .


Merasa tidak bisa melawan , kedua wanita berbeda generasi itu keluar dari ruangan .


__ADS_2