
" Kemana sih nih anak ... dari tadi gua cariin nggak ketemu-ketemu ," gerutu Aryan.
Sedari tadi dia mencari Sandra, tetapi ketemu juga . Karena lelah dia duduk dilobi . Seseorang mendekat kearahnya .
" Halo tuan Aryan ... boleh gabung kan ?" sapa wanita itu dengan lembut .
" Silahkan," jawab Aryan singkat.
" Kenalkan nama saya Maudy," sapa wanita itu sambil mengulurkan tangannya.
" Hem ."
Aryan menghiraukan wanita di depannya. Hingga wanita itu malu sendiri karena uluran tangannya tidak di respon.
" Ehm ... Saya ditunjuk sebagai manager hotel ini ."
" Lalu ?" tanya Aryan dengan mengerutkan keningnya.
" Saya hanya ingin mengenal bapak lebih dekat ."
" ..."
" Saya tertarik dengan bapak pada pandangan pertama," ucap wanita itu dengan berani . Bahkan tidak ada rasa malu maupun sungkan .
" Maaf saya tidak tertarik dengan anda . Permisi!"
Tanpa menunggu jawaban dari wanita itu , Aryan langsung pergi meninggalkan wanita itu sendiri . Dia mengambil ponselnya dan menghubungi nomer Sandra. Untung panggilan itu langsung diangkat.
" ..."
" Wa alaikum salam warahmatulloh... dimana kamu ?" tanya Aryan.
" ... "
" Kok nggak bilang kakak kalau mau keluar ?"
" ... "
" Cepat kembali ke hotel !"
" ... "
" Kakak nggak punya banyak waktu , San !"
" ..."
" Baiklah kakak tunggu . Wa alaikum salam warahmatulloh."
Aryan menutup sambungan telponnya. Kemudian berjalan kembali ke kamarnya .
Aryan berencana untuk kembali ke Jakarta malam itu juga . Sebab sudah tak ada jadwal lagi disini .
__ADS_1
Tetapi Sandra menolak . Dia masih ingin pergi ke berbagai destinasi wisata yang ada di malang. Apalagi banyak destinasi wisata yang ada di kota ini .
Aryan berjalan ke arah kamarnya tetapi langkahnya terhenti oleh wanita yang ia temui saat di lobi .
Jika diingat-ingat sudah ketiga kalinya dia bertemu wanita itu . Entah apa yang di inginkan wanita itu . Tetapi yang jelas dia tidak menyukainya.
" Tuan Aryan ... kita ketemu lagi ," sapa Maudy dengan senyum manisnya.
" Apa maumu ?" tanya Aryan to the poin .
" Eh ... "
Maudy kaget mendengar ucapan Aryan yang the poin. Meskipun begitu senyumnya tidak luntur.
" Jika kamu masih ingin bekerja di hotel milikku lebih baik kau jaga perilaku mu . Dan ingat ... ini bukan bar atau club malam . Pakai pakaian yang sopan !" ucap Aryan pedas . Setelah itu dia langsung pergi .
Wanita itu menatap kepergian Aryan dengan tangan terkepal . Usahanya gagal dan dia dipermalukan.
" Tunggu saja tuan tampan ... akan aku pastikan kamu akan bertekuk lutut di hadapan ku ," ucap wanita itu dengan tersenyum sinis .
Karena waktunya hanya malam ini dia akan melakukan berbagai cara agar dia bisa menjadi nyonya Aryan . Kapan lagi dia mendapatkan kesempatan itu kalau bukan sekarang.
Maudy tidak mengindahkan peringatan dari Aryan . Dia akan mendatangi kamar Aryan dengan pakaian yang lebih berani lagi .
Sandra kembali ke hotel saat sore hari . Dia sungguh nyaman berada di toko kue milik Gebi . Semua karyawannya ramah . Begitupun dengan Gebi.
Sandra membawa dua kotak yang berisi makanan dan juga kue . Itu merupakan pemberian Gebi saat dia berpamitan.
Sandra berjalan di lobi hotel dengan cukup riang . Sebab besok rencananya dia akan mengikuti Gebi dan juga karyawannya yang akan pergi berlibur.
" Waduh ... sakit tahu. Lepasin kagak !' teriak Sandra .
" Tahu ... sakiiiit ? "
" Kak Aryan !" pekik Sandra .
Sandra berusaha untuk melepaskan tarikan ditelinga nya. Tapi sulit . Sebab tangan satunya membawa kotak makan .
" Kemana saja kamu ?"
" Jalan-jalan lah . Bosen tahu di hotel terus ."
" Kan disini tadi juga ramai ."
" Nggak ada yang kenal ."
" Lah ... emangnya kamu tadi ama siapa ?"
deg !
Sandra salah tingkah ditanya seperti itu . Bingung juga mau jawab apa .Dia bergelayut di tangan Aryan .
__ADS_1
" Makan dulu yuk kak . Aku bawa makanan enak loh. Ada kue juga lagi ," kata Sandra .
Tanpa menjawab Aryan melangkah ke kamarnya dengan diikuti oleh Sandra.
" Kamu beli apa ?"
" Nasi kuning ... enak banget loh . Tadi aku sudah habis satu piring ," jawab Sandra sambil membuka kotaknya.
" Terus yang satu ?"
" Kue ... enak-enak loh , lempernya apalagi . Baru kali ini aku makan tapi rasanya kurang kalau makan cuman satu ," cerocos Sandra . Kemudian dia mengambil satu lemper untuk dimakan .
" Enak banget ... nggak nyangka , si anak manja bisa buat makanan seperti ini ."
" Siapa si anak manja ?" tanya Aryan penasaran.
" Eh ... rahasia dong . Kakak cobain deh nasinya."
Aryan mengambil satu sendok dan menyuapkannya kedalam mulut . Sambal gorengnya cukup gurih dan nggak keras . Kemudian mengambil telur balado nya.
" Lumayan... "
Meskipun bilang lumayan tetapi mulutnya tidak berhenti makan . Dengan cepat makanan itu habis dilahapnya.
Sandra sampai geleng-geleng kepala melihatnya.
" Lapar apa doyan ?" sindir Sandra .
" Lapar lah ... dari tadi mau makan , tapi bingung nyariin kamu . "
" Ya maaf ."
Tanpa menjawab pertanyaan Sandra , Aryan mengambil risoles dari dalam kotak dan memakannya. Setelah habis dia ambil lagi . Sampai perutnya benar-benar kenyang .
" Sekarang... kamu balik kamar deh . Istirahat sebentar . Nanti malam kita balik ke Jakarta."
" No ... Sandra masih mau jalan-jalan," tolak Sandra.
" Mau jalan-jalan dimana ?"
" Ya disini lah ... kan disini banyak destinasi wisata yang menarik ."
" Memangnya kamu tahu tempatnya?"
" Itu ma gampang. "
" Kamu nggak takut tersesat?"
" Sandra kan bukan lagi anak TK kak."
" Terserah deh ... lebih baik kamu balik kamar dulu . Kakak mau mandi dulu ."
__ADS_1
" Ya deh ."
Sandra keluar dari kamar dan menuju kamarnya sendiri . Sedangkan Aryan memasuki kamar mandi .