
Dan betul saja setelah Irlan mengatakan itu,kobra kesayangan Irlan menyemburkan bisa nya
Buru-buru Irlan berdiri dari atas tubuh Nia dan masuk ke dalam kamar mandi.
Nia mengangga saat merasakan bisa kobra milik Irlan yang tumpah di ************ Nia yang masih memakai celana lengkap.
"Astagaaa..kak Irlan bener-bener yah,sampe kena ke celana aku." Gerutu Nia yang merasakan celana jeansnya ikut basah kena semburan bisa milik Irlan.
"Sayang,siapin baju aku. Semua ada di lemari." Teriak Irlan tanpa dosa dari dalam kamar mandi.
Dengan kesal Nia turun dari atas ranjang dan berjalan ke arah lemari,membuka lemari itu dan menyiapkan baju untuk Irlan.
"Terus aku pake apa ini,masa iya aku pulang pake celana basah gini." Kata Nia sambil melihat-lihat isi lemari Irlan yang ada di kamar rahasia itu.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka. Irlan keluar hanya dengan handuk putih melilit di pinggangnya.
"Kamu cari apa?" Tanya Irlan melihat Nia sedang sibuk seperti mencari sesuatu di dalam lemarinya.
"Cari celana kamu yang aku bisa pake." Jawab Nia sambil masih sibuk mencari.
"Emang celana kamu kenapa?" Irlan masih belum sadar akibat dari aksinya tadi.
Mendengar pertanyaan tanpa dosa dari mulut Irlan membuat Nia semakin kesal.
"Nih gara-gara ulah kakak,celana aku jadi ikutan basah!!" Nia menunjukkan celananya yang basah.
Irlan membelalakan matanya,dia sama sekali tidak sadar kalau bisa kobra nya akan meluber kemana-mana.
"Astaga...apa itu bisa bikin kamu hamil lagi nanti??!" Pertanyaan bodoh itu berhasil meluncur bebas dari mulut laknat Irlan.
Nia memutar bola matanya malas. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Irlan,tak habis pikir kenapa lelakinya begitu bodoh.
"Bodoh!!" Umpat Nia dalam hati.
"Ya gak bisa lah!!! Orang tumpahnya juga di celana aku,bukan di rahim aku. Gimana sih!!" Jawab Nia kesal.
"Siapa tau aja benih ku punya kekuatan super bisa menembus celana kamu." Jawab Irlan dengan bodohnya lagi.
Nia mencebik. Ia memutar bola matanya jengah.
"Udah akh..males ngomong sama orang oon stadium akhir!!!" Nia melangkah pergi keluar dari kamar rahasia Irlan.
Irlan terkekeh melihat Nia yang kesal karena ulahnya.
Irlan langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan Nia. Setelah memakai pakaiannya,Irlan menyusul Nia yang sudah menyiapkan makanan untuknya.
Melihat Nia yang masih manyun-manyun,membuat Irlan semakin gemas.
Cup. Irlan mengecup pipi Nia.
Mendapat serangan mendadak dari Irlan,sontak Nia mendorong tubuh Irlan.
"Rese banget ikh..!!! Jangan cium-cium,kalau cium sekali lagi,kita putus!!" Kata Nia kesal dengan wajah cemberutnya.
Bukannya takut,Irlan malah tertawa terbahak-bahak.
"Emangnya kamu tega mutusin aku yang punya penyakit gak bisa kehilangan kamu?!" Tanya Irlan sambil menoel dagu Nia.
"Tega. Mau coba?!" Jawab Nia dengan ekspresi marah.
Tapi malah makin menggemaskan di mata Irlan.
"Huuuu takut..." ejek Irlan.
Nia memutar bola matanya malas.
"Udah cepetan makan,aku mau pulang!!" Perintah Nia pada Irlan.
Irlan pun menurut. Ia menyendokkan nasi yang sudah disiapkan Nia ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Selesai makan,Nia membereskan kembali kotak bekal dan memasukkannya ke dalam papper bag.
Irlan pun ikut bersiap-siap.
"Ayo..biar aku anter pulang." Irlan melangkah mendekat ke arah Nia.
"Gak usah,aku pulang bareng pak Toto aja."
"Aku juga mau pulang,udah males ngelanjutin kerja. Maunya nempel terus sama kamu kayak gini." Irlan memeluk tubuh Nia dari belakang.
"Jangan peluk-peluk akh..nanti ada yang bangun lagi!!" Kata Nia dengan polosnya.
Irlan tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Nia,ia melepaskan pelukannya. Sepertinya betul yang Nia katakan,kalau semakin lama memeluk Nia,bisa-bisa akan ada yang bangun lagi.
"Ya udah ayo kita pulang." Irlan menarik tangan Nia dan keluar dari ruangan Irlan.
Irlan mengantarkan Nia sampai depan pintu gerbang rumah orangtua Nia.
"Aku pulang yah. Kakak hati-hati bawa mobilnya."
Irlan mengangguk.
"Kamu juga langsung tidur,jangan nonton drakor lagi. Besok pagi kamu bilang ada meeting kan?!" Kata Irlan sambil mengusap puncak kepala Nia.
Nia juga mengangguk.
"Ya udah aku turun yah." Nia mulai memegang handle pintu mobil Irlan.
Namun tangan Irlan menahan tangan Nia. Sepertinya Irlan tidak rela jika Nia turun tanpa memberikan ciuman selamat malam untuknya.
"Apa?!" Tanya Nia yang juga lupa dengan kebiasaan Irlan yang selalu minta cium.
Irlan memonyongkan bibirnya.
"Ish...tadi di kantor kan udah,sampe nyembur malahan." Protes Nia.
"Beda lah sayang,tadi di kantor itu ganti oli. Kalau sekarang cas batre,biar nanti malam kita berdua sama-sama tidur nyenyak."
"Udah yah."
Irlan mengangguk sambil tersenyum.
Nia membuka pintu mobil Irlan dan keluar dari dalam mobil. Melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah.
Melihat tubuh Nia yang sudah menghilang di balik pintu gerbang,Irlan pun kembali mengendarai mobilnya pulang ke apartemennya.
Awalnya ku tak mengerti apa yang sedang ku rasakan...
Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada...
Sejak kau hadir di setiap malam di tidur ku...
Aku tau sesuatu sedang terjadi pada ku..
Sudah sekian lama ku alami pedih putus cinta...
Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara...
Dan hadir mu membawa cinta sembuhkan luka ku...
Kau berbeda dari yang kukira...
Aku jatuh cinta kepada dirinya..
Sungguh-sungguh cinta,oh apa adanya...
Tak pernah ku ragu,namun tetap slalu menunggu...
Sungguh aku,jatuh cinta kepadanya...
__ADS_1
Coba,coba dengarkan apa yang ingin aku katakan...
Yang selama ini sungguh telah lama terpendam...
Aku tak percaya,membuat ku tak berdaya..
Tuk ungkapkan apa yang ku rasa..
Aku jatuh cinta kepada dirinya...
Sungguh-sungguh cinta,oh apa adanya...
Tak pernah ku ragu,namun slalu tetap menunggu...
Sungguh aku,jatuh cinta kepadanya...
Kadang aku cemburu...
Kadang aku gelisah...
Seringnya ku tak tentu lalui hariku...
Tak dapat ku pungkiri hati ku yang terdalam...
Betapa aku jatuh cinta kepadanya...
Lagu yang berjudul Aku Jatuh Cinta dari Roulette ikut mengantarkan Irlan pulang ke apartemennya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Tiga hari kemudian.
Sesuai dengan rencana yang Irlan sudah susun matang-matang,hari ini Irlan menculik Nia untuk ikut dengannya ke pulau K.
Seperti biasa,Irlan menjemput Nia untuk berangkat bekerja. Namun,ia membelokkan mobilnya ke bandara. Sudah ada private jet milik papi Tian menunggu disana.
"Kita mau kemana ini?!" Tanya Nia heran saat mobil Irlan melaju bukan ke arah menuju kantornya.
"Nanti kamu juga tahu." Jawab Irlan seadanya.
"Iya tapi mau kemana?"
"Mau liburan sayang.." kata Irlan sambil mengusap rambut Nia.
"Astaga kakak!!! Kerjaan aku banyak tau,nanti aku kena marah lagi sama papa,nanti di bilang aku gak profesional lagi." Kata Nia kesal karena Irlan mengambil keputusan sepihak.
"Nanti aku yang tanggung jawab."
Nia mencebik. Biar pun Irlan yang bertanggung jawab,tetap saja ia tidak suka dengan sifat Irlan yang selalu mengambil keputusan sepihak.
Sepanjang perjalanan menuju bandara,Nia tidak mengeluarkan suaranya karena masih kesal. Irlan sesekali melirik Nia yang cemberut. Ia senyum-senyum sendiri gemas dengan ekspresi Nia.
Mereka pun sudah sampai di bandara. Irlan menggandeng tangan Nia mulai dari parkiran sampai masuk ke dalam private jet.
"Ini sebenarnya kita mau kemana sih kak??!" Tanya Nia setelah duduk di dalam private jet papi Tian.
"Nanti kamu juga tau sayang. Udah deh jangan banyak tanya,kamu cukup nikmatin semua yang udah aku siapin."
Lagi-lagi Nia di buat kesal dengan jawaban Irlan.
"Awas aja kalau sampe aneh-aneh!! Aku aduin ke papa!!" Ancam Nia.
"Hemh..." Jawab Irlan cuek sambil menutup matanya.
Setelah empat puluh lima menit di udara,akhirnya mereka sampai di bandara yang ada di pulau K. Kedatangan mereka pun disambut oleh orang-orang yang akan membawa mereka ke lokasi tempat lamaran dengan menggunakan helikopter milik Igo yang Irlan pinjam.
Lima belas menit kemudian mereka tiba di lokasi. Sebelum helikopter mendarat,Irlan menutup mata Nia.
Helikopter pun mendarat mulus,Irlan menuntun Nia turun dari helikopter secara perlahan. Irlan terus menuntun Nia sampai masuk ke dalam vila yang sudah ia sewa.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam vila,Irlan membuka penutup mata Nia. Nia membuka matanya,ia melihat ruangan yang begitu gelap. Namun beberapa detik kemudian layar besar menyala di hadapan Nia. Layar besar yang menampilkan Irlan menyanyikan lagu Janji Suci dari Yovie and Nuno serta lagu Marry You dari Bruno Mars sambil memainkan gitar. Setelah video itu berakhir layar besar itu pun tertutup dan lampu menyala.
Mata Nia membelalak melihat ruangan yang sudah di dekorasi dengan balon yang bertuliskan "Will You Marry Me." Serta taburan bunga yang membentuk sebuah kalimat "I LOVE YOU NIANA" serta ratusan tangkai bunga mawar merah,mawar pink dan mawar kuning yang menghiasi ruangan.