Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
BonChap 6


__ADS_3

Kini perut mereka sudah terisi dengan nasi goreng kambing. Nafsu makan Nia benar-benar luar biasa,karena Nia menghabiskan dua piring nasi goreng kambing dan hampir tambah untuk yang ketiga kalinya jika Irlan tak melarangnya.


Sekarang mereka sudah berada di dalam perjalanan menuju apartemen tempat tinggal mereka. Namun saat melihat supermarket,Irlan membelokkan mobilnya dan berhenti di depan supermarket.


"Mau ngapain kak?" Tanya Nia heran.


"Mau beli susu ibu hamil,kamu suka rasa apa?"


"Yang cokelat aja kak." Setelah mendapat jawaban dari Nia,Irlan pun keluar dari dalam mobil.


Melihat Irlan keluar dari mobil,Nia pun ikut keluar. Membuat Irlan menghentikan langkahnya yang baru beberapa langkah dari depan mobil.


"Kamu ngapain keluar,tunggu aja di mobil. Aku gak lama." Irlan memasukkan lagi Nia ke dalam mobil.


"Tapi aku mau ikut,aku juga mau pilih-pilih cemilan."


"Gak ada cemilan-cemilan. Kalau mau ngemil,besok aku pesen sama mommy nya Yordan untuk kirimin cemilan sehat untuk ibu hamil kayak kamu. Inget,ada anak kita di sini,jadi kamu jangan sembarangan kasih makanan untuk anak kita,oke.??!"


Nia mencebik kesal karena Irlan sangat lah posesif. Nia pun pasrah dan menunggu Irlan di dalam mobil.


Sekalipun Nia kesal,tapi ada perasaan senang juga yang Nia rasakan. Tidak seperti dirinya yang waktu hamil Mosha,sekalipun ada Andrew yang memperhatikannya,namun rasanya sangat berbeda dengan perhatian yang Irlan berikan. Mungkin anak yang ada dalam kandungan Nia bisa membedakan mana perhatian dari ayah kandungnya dan mana perhatian dari laki-laki yang bukan ayah kandungannya.


Setelah lima belas menit menunggu Irlan di dalam mobil,akhirnya yang ditunggu pun keluar dari dalam supermarket. Nia mengernyitkan keningnya saat melihat Irlan yang menenteng kantong plastik besar.


"Banyak banget belanjaannya." Cicit Nia melihat Irlan yang berjalan mendekat ke mobil.


Irlan membuka pintu mobil dan menaruh kantong plastik itu di kursi belakang.


"Kakak beli apaan aja sih,kok banyak banget??!" Tanya Nia sambil tangannya membuka kantong plastik itu.


Belum sempat Irlan menjawab,Nia sudah berteriak.


"Astaaagaaa kakak.!!" Teriak Nia protes saat melihat isinya yang ternyata enam kaleng susu ibu hamil yang Irlan beli dan beberapa cemilan khusus untuk ibu hamil keluaran SFF Group yang ternyata ada di jual di supermarket itu.


"Ini tuh banyak banget kak.!!" Kata Nia lagi melanjutkan protesnya.


"Buat stok di rumah. Kamu kan minumnya sehari tiga kali,jadi satu kaleng itu mungkin bisa habis seminggu." Jawab Irlan santai,karena Irlan sudah menghitung jumlah gram setiap kaleng dan jumlah gram setiap Nia meminum susu.


"Kalau itu cemilan buat ibu hamil,ada mie instan yang terbuat dari sayuran,terus ini nugget ikan salmon,ini sosis ikan salmon,terus ini nugget ayam kampung,ini juga sosis ayam kampung,nah yang ini bakso daging sapi tapi daging sapi premium. Nanti aku suruh bik Imah untuk tinggal di apartemen,biar kalau kamu mau apa-apa tinggal dibuatin aja jadi kamu gak usah pesen-pesen online lagi." Kata Irlan sambil mempromosikan makanan khusus ibu hamil keluaran pabrik mommy Sarah.


Mata Nia melongo,bibirnya juga kelu tak bisa berkata-kata. Nia bingung mau memasukkan Irlan ke dalam kategori suami the best atau suami lebay.


Setelah menunjukkan satu persatu belanjaannya,Irlan menyalakan mesin mobilnya dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju apartemen.


Kini Irlan dan Nia sudah berada di dalam unit apartemen mereka. Begitu sampai di depan pintu,Irlan langsung menggendong tubuh Nia menuju kamar mereka.

__ADS_1


Tak ada lagi kata-kata protes dari mulut Nia,karena saat mereka berada di lobi Irlan sudah mencium Nia di depan banyak orang karena mulut Nia yang tak berhenti protes saat Irlan menggendong tubuhnya begitu Nia keluar dari dalam mobil. Irlan baru menurunkan Nia saat mereka sudah berada di depan pintu apartemen karena Irlan kesusahan memencet kode pintu unit apartemen mereka.


"Kamu duduk disini,biar aku ambilin baju ganti." Irlan mendudukkan Nia di atas ranjang mereka.


Nia menggeleng.


"Aku mau cuci muka dulu kak."


"Ya udah ayo,biar aku yang cuciin muka kamu." Irlan kembali menggendong tubuh Nia dan membawanya ke dalam kamar mandi. Dan mendudukkan Nia di atas wastafel.


"Kak,stop deh lebaynya.!!! Aku bisa cuci muka sendiri." Kata Nia yang sudah tidak tahan menahan rasa kesalnya karena sikap lebay Irlan.


Ia mengambil sabun cuci muka dari tangan Irlan.


"Aku bukan lebay sayang,ini untuk....." belum juga Irlan menyelesaikan kata-katanya,Nia sudah memotongnya.


"Stooop!!! Kalau kakak kayak gini terus,gak akan ada jatah buat kakak sampe aku lahiran.!!!" Ancam Nia.


Dalam hati Nia berdoa mudah-mudahan ancamannya bisa berhasil.


Mendengar ancaman Nia yang berhubungan dengan menengok anaknya,Irlan pun tak terima.


"Kok gitu sih sayang,aku kan ngelakuin ini untuk..." lagi dan lagi Nia memotong kata-kata Irlan.


"Tapi kan kak Irna bilang kamu gak boleh kecapean." Kata Irlan masih mencari alasan.


"Dan gak boleh stress juga kan??! Kalau kakak over protective gini, sama aja bikin aku stress!! Lagian yang di maksud kak Irna kecapean itu,yah kayak ngelakuin sesuatu yang berlebihan. Masa iya aku jalan dari sini ke ruang ganti kecapean.!! Kecuali aku jalan dari sini ke kantor,itu baru namanya kecapean.!!" Kata Nia kesal karena suaminya masih saja ngotot dengan prinsipnya.


Mendengar kata-kata Nia dengan nada kesalnya,Irlan pun mengalah. Mungkin benar yang di katakan Nia kalau dirinya sedikit lebay. Tapi ia melakukan ini hanya karena takut kejadian enam tahun lalu kembali terjadi.


"Ya udah aku minta maaf kalau aku lebay dan bikin kamu gak nyaman. Tapi aku juga punya permintaan sama kamu."


"Apa?"


"Kamu gak usah berangkat kerja lagi,nanti aku yang ngomong sama papa Niko biar kerjaan kamu di antar ke rumah. Gimana?"


Nia sejenak berpikir. Dan akhirnya ia pun mengangguk.


"Oke,itupun kalau papa ngizinin."


"Aku akan buat papa Niko kasih izin. Sekarang kamu cuci muka, biar langsung istirahat. Kasihan anak kita udah kangen sama papanya." Kata Irlan sambil mengusap perut istrinya.


"Ish." Nia memukul pelan lengan suaminya karena tau maksud dari perkataan suaminya.


🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


"Aaaakkhh..." Irlan mengerang panjang saat ia sudah sampai pada pelepasannya. Ia mencium kening,mata,hidung,pipi dan terakhir bibir Nia.


"Makasih sayang. I love you." Kata Irlan dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


Nia yang masih ngos-ngosan hanya menjawab dengan anggukan dan mencium singkat bibir suaminya.


Irlan pun melepaskan miliknya dari tubuh Nia dan membuang pengaman yang ia pakai untuk menengok anaknya ke tempat sampah,setelah itu ia membaringkan tubuhnya di samping Nia dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos.


Setelah dari kamar mandi tanpa membiarkan Nia memakai skincarenya,Irlan langsung menuntut untuk menengok anak mereka. Susah payah Nia menolak,karena tadi pagi menjelang siang Irlan sudah menengok anak mereka,apalagi kak Irna juga mengatakan Irlan hanya boleh menjenguk anak mereka sehari sekali. Tapi apalah daya Nia jika Irlan sudah menyerang titik sensitive Nia. Nia pun tak sanggup menolak,malah ia menikmati permainan Irlan.


"Kak.." panggil Nia sambil jari-jari lentiknya membentuk pola abstrak di dada Irlan.


"Hemh." Jawab Irlan sambil mengelus punggung Nia.


"Kayaknya kita harus bikin jadwal deh."


"Jadwal apa?"


"Jadwal kakak jenguk anak kita."


"Kok pake jadwal?? Gak akh aku gak setuju."


"Kak Irna kan bilang,kakak boleh jenguk sehari sekali,lah hari ini kakak udah jenguk tiga kali." Kata Nia karena Irlan baru saja menengok anaknya dua kali.


"Yang penting kan aku mainnya lembut sayang. Buktinya sebelum kita tahu kamu hamil,aku ngelakuin itu lebih dari tiga kali bahkan permainan aku lebih ganas dari ini,tapi anak kita baik-baik aja kan?!"


Nia mencebik kesal mendengar jawaban Irlan,yah walaupun jawaban dari suaminya ada benarnya juga.


"Lagian anak kita seneng kok kalau aku sering-sering jenguk dia. Malahan kata anak kita,aku harus lebih sering jenguk dia di dalam sana."


"Ish..mana ada yah!!! Ngarang aja.!!" Kesal Nia sambil memukul dada bidang suaminya.


Irlan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Nia yang kesal.


"Udah akh aku mau tidur.!! Jangan minta jatah lagi,aku capek.!!"


"Iya sayang. Tidurlah. Kalau kamu udah tidur,aku izin liat kerjaan dulu yah." Izin Irlan pada istrinya.


Nia mengangguk mengizinkan.


"Tapi jangan sampe larut malam tidurnya." Kata Nia mengingatkan.


Irlan pun mengangguk.


Ia mengelus kepala Nia dengan tangan kirinya yang di jadikan Nia sebagai bantal dan mengelus punggung Nia dengan tangan kanannya agar Nia cepat tertidur.

__ADS_1


__ADS_2