
Mobil Irlan sudah sampai di depan pintu gerbang Nia.
"Besok aku jemput lagi." Kata Irlan sebelum Nia turun dari dalam mobil.
"Gak usah,aku bisa berangkat sendiri." Tolak Nia.
"Aku akan tetap jemput."
"Dan aku akan tetap berangkat sendiri."
Nia buru-buru turun dari mobil Irlan sebelum Irlan semakin memaksakan keinginannya.
Braaaak..Nia membanting pintu mobil dengan kencang,lalu berlari masuk ke dalam rumah.
Irlan menghela nafasnya. Usaha yang ia lakukan masih jauh dari kata sukses.
Irlan pun melajukan mobilnya meninggalkan depan rumah Nia. Kini tujuannya adalah apartemennya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Alex melangkahkan kakinya menuju kamar hotel tempat ia dan Clara bertemu.
Tok tok tok. Alex mengetuk pintu kamar hotel.
Ceklek. Clara membuka pintu kamar itu.
"Hai Darl.." sapa Clara.
Dia sudah menggunakan lingerie,menampilkan dengan jelas lekuk tubuhnya.
Alex segera masuk ke dalam kamar. Dia duduk di sofa di depan ranjang.
"Apa yang udah loe dapat?" Tanya Alex to the point.
"Sabar Darl,ngapain sih buru-buru. Mending kita seneng-seneng dulu." Clara merayu.Alex dengan duduk di pangkuan Alex dan membelai rahang tegas Alex dengan jemarinya.
"Gue mau liat dulu hasil kerja loe."
Clara memanyunkan bibirnya tak suka,ia lalu berdiri dan mengambil amplop yang berisi rekaman video saat dirinya bersama Irlan di kafe tadi.
"Nih.." Clara melempar amplop itu ke wajah Alex.
Alex membuka amplop dan melihat hasil rekaman.
"Gimana,puas loe sama videonya? Kalau belum,gue bisa bikin lagi. Tapi bayarannya lebih mahal,karena ternyata tuh cowok susah banget buat tergoda sama gue."
Alex tersenyum licik.
"Gak usah,ini udah cukup. Gue akan screen shoot beberapa bagian."
Alex menaruh kembali rekaman itu ke dalam amplop. Dan menaruh amplop itu diatas nakas di samping sofa.
__ADS_1
Dia beranjak dari duduknya,dan mendekat ke arah Clara yang sedang berdiri di depan jendela menikmati wine.
Alex memeluk Clara dari belakang. Memberikan kecupan-kecupan nakal di leher Clara.
"Makasih Darl.." bisik Alex ditelinga Clara dengan nafas yang memburu.
Nafsu Alex sudah meninggi saat melihat Clara membuka pintu tadi.
Clara pun terangsang saat Alex berbisik di telinganya. Dia langsung membalikan tubuhnya menghadap Alex dan ******* bibir Alex dengan rakusnya.
Mereka pun saling memberikan cumbuan-cumbuan. Clara mulai membuka pakaian Alex satu persatu sampai tubuh Alex polos,begitu pun Alex,hanya dengan.sekali tarikan kini tubuh Clara sudah polos.
Mereka sudah sama-sama tidak sabar lagi, Alex mendorong tubuh Clara terlebih dulu ke atas ranjang dan mengukung tubuh Clara.
Tak perlu menunggu lama,Alex pun memasukkan miliknya ke bagian intim Clara. Dan pertarungan sengit yang mengeluarkan keringat dan desahan-desahan kenikmatan pun terjadi.
"Jadi apa rencana loe abis ini Darl?" Tanya Clara disela-sela pergulatan mereka.
Gak usah ditanya lagi,yang jelas gue akan buat Nia benci sama dia."
"Wow...terus apa loe akan nikah sama anak konglomerat itu?"
"Jelas lah,cuma dengan cara nikahin dia,perusahaan bokap gue bisa lebih maju. Jadi gue gak usah pusing-pusing cari investor."
"Apa kita masih bisa kayak gini kalau loe udah nikah."
"Tergantung.."
"Kalau Nia bisa puasin gue seperti loe yang selalu bisa muasin gue,gue gak butuh loe lagi. Tapi kalau loe mau,sekali-sekali boleh lah.."
"Ish nyebelin!!" Clara memukul dada Alex.
Alex merasakan kalau dirinya sudah mau sampai di puncaknya. Dia semakin mempercepat ritme pinggul nya. Dan sampai lah Alex di puncak bersamaan dengan Clara.
Mereka berdua sama-sama mengerang panjang. Alex tumbang diatas tubuh polos Clara.
Alex menarik miliknya dari bagian inti Clara dan membaringkan tubuhnya di samping Clara.
"Darl.." Clara memeluk Alex.
"Hemh.." dengan deru nafas yang masih belum teratur.
"Aku harap hubungan kita masih tetap berlanjut sekalipun kamu udah nikah sama dia nanti."
"Kita liat nanti aja Darl..oke..!" Alex membalas pelukan Clara dan mengecup puncak kepala Clara.
🍀🍀🍀🍀🍀
Pagi ini Irlan sudah bertengger,di depan gerbang rumah Nia.
Berulang kali Irlan melakukan panggilan ke nomor Nia,tapi Nia tak juga mengangkatnya. Karena tidak sabar,Irlan mengklakson-klakson mobilnya.
__ADS_1
Pak satpam yang mendengar suara klakson mobil dari luar gerbang,membuka sedikit pintu gerbang untuk melihat mobil siapa yang ada didepan gerbangnya.
Ternyata mobil mantan suami anak majikannya.
"Pagi pak Irlan,ada perlu apa yah?"
"Nia nya ada pak?"
"Oh maaf pak,non Nia udah pergi dari satu jam yang lalu" bohong pak satpam. Karena sebelumnya Nia mengatakan kalau Irlan mencari dirinya bilang saja kalau Nia sudah pergi.
Irlan melihat jam yang ada dipergelangan tangannya,masih jam tujuh. Kalau begitu Nia pergi jam enam pagi.
"Kok pagi banget Nia pergi pak?"
"Kurang tau saya pak."
Irlan menghela nafasnya kasar,sebenarnya ia tidak yakin dengan ucapan satpam rumah Nia. Tapi Irlan juga tidak mau memaksa dan melakukan hal gila seperti kemarin lagi. Karena kalau dia melakukan hal gila itu lagi,bisa dipastikan Nia akan semakin menjauh darinya.
"Ya udah saya permisi dulu pak."
"Iya pak Irlan,hati-hati di jalan." Pak satpam pun menutup kembali pintu gerbangnya.
Nia yang mengintip dari jendela kamarnya melihat jelas saat mobil Irlan meninggalkan depan rumahnya.
Setengah jam kemudian,Nia pun berangkat kerja dengan diantar supir.
Didalam mobil,hp Nia tak henti-hentinya berbunyi,membuat Nia malas karena yang menghubungi adalah Irlan. Nia langsung menonaktifkan hp nya,agar mood nya tidak buruk di pagi hari karena ulah Irlan.
Nia sudah sampai di kantornya. Dengan langkah yang anggun tapi tegas Nia berjalan ke arah lift yang di khususkan untuk para petinggi perusahaan. Kini dirinya bebas menggunakan lift itu,karena semua orang di perusahaan itu sudah tau identitas Nia.
Lift pun sampai di lantai dimana ruangan Nia berada.
"Pagi Vera.." sapa Nia pada sekretarisnya.
"Pagi bu Nia"
"Apa jadwal saya hari ini?" Tanya Nia di depan meja sekretarisnya sebelum ia masuk ke dalam ruangannya.
"Vera pun menyebutkan semua kegiatan Nia hari ini."
"Dan yang terakhir,nanti jam tiga di restoran xxx,ibu ada meeting dengan Presdir Pratama Group."
Deg...
"Presdir Pratama Group?? Berarti papi Tian donk.?" Tanya pada dirinya sendiri dalam hati.
Karena setahu Nia jabatan Presdir di Pratama Group masih di pegang papi Tian.
"Apa gak bisa di wakilkan pak Bram?" Tanya Nia yang ingin mewakilkan pertemuan ini dengan asisten pribadinya.
"Maaf bu,tidak bisa. Karena sebulan sekali atau minimal tiga bulan sekali Presdir Dirgantara Group dan Presdir Pratama Group akan melakukan pertemuan ini,tanpa diwakilkan."
__ADS_1
Nia menghela nafasnya. Ada rasa gundah,tapi ada juga rasa senang. Karena setidaknya walaupun dirinya sudah bercerai dari Irlan,papa Niko dan papi Tian masih bisa profesional dalam pekerjaan.