Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Kondisi Gebi


__ADS_3

Gebi mengendarai mobilnya dengan santai . Selain jalannya yang tidak begitu baik , dia juga masih lelah .


Naasnya meski sudah berhati-hati tetapi kemalangan masih menghampirinya . Saat ditikungan dari arah berlawanan ada mobil yang melaju kencang dan menyerobot mobil lainya.


" Gebi ... awas !"


Karena panik Gebi membanting setir kearah kiri yang ternyata ada jurang , tetapi tidak terlalu dalam . Tetapi mobil itu ringsek karena menabrak pohon . Selanjutnya dia sudah tidak sadar apa yang terjadi padanya.


Kendaraan lain yang melihat hal itu langsung menghentikan kendaraan mereka . Mereka langsung bergerak untuk membantu Gebi dan juga kawan-kawan.


Bagaimana dengan Brayen dan mobi satu lagi yang dikendarai oleh enam karyawan Gebi yang lain?


Brayen dan teman-teman yang semobil dengannya sudah melaju terlebih dahulu . Sedang satu mobil lain berada di belakangnya. Kebetulan mobil Gobi berangkat terakhir.


Jadi mereka tidak tahu dengan tragedi yang terjadi pada Gebi dan tiga orang yang lain .


Proses evakuasi Gebi dan teman-temannya agak sulit . Mobil yang Gebi kendarai terjepit diantara pepohonan. Entah bagaimana hal itu bisa terjadi .


Sopir mobil yang menerobos tadi langsung diamankan oleh warga yang melihat.


" Gebi !" teriak Sandra dari belakang Aryan .


Sandra bisa melihat kondisi Gebi yang memprihatinkan. keningnya berdarah . Begitupun dengan kakinya. Ternyata Gebi dan juga teman-temannya baru selesai di evakuasi.


Polisi dan juga ambulance sudah datang . Meraka melakukan tugasnya dengan baik .


" Apa nona kenal dengan korban kecelakaan?" tanya salah satu polisi yang mendengar teriakannya.


" Kenal pak ... mereka saudara dan juga teman saya ," jawab Sandra dengan airmata bercucuran. Bagaimana pun dua hari ini dia sudah dekat dengan Gebi dan karyawannya.


" Kalau begitu nona bisa ikut dengan kami ," ujar polisi itu .


" Baik pak ... saya dan kakak saya akan ikut ."


" Kakak ?" tanya polisi itu dengan bingung .


" Ini kakak saya ," tunjuk Sandra pada Aryan yang masih membatu ditempat.


Tak lama kemudian Aryan langsung pingsan . Membuat Sandra dan polisi itu kaget . Begitupun dengan orang-orang yang masih berkerumun.


" Loh kok malah pingsan ?" tanya sang polisi linglung .


" Jangan bicara doang dong pak . Bantu kakak saya naik mobil bapak . Biar sekalian ikut ke rumah sakit ," ucap Sandra dengan panik .


Dengan dibantu orang-orang, Aryan dimasukkan kedalam mobil polisi tadi . Kemudian mengikuti ambulance yang sudah melaju terlebih dahulu . Mereka sampai melupakan sang sopir yang melihat kepergian mereka dengan bingung .


" Lah ... kok aku malah ditinggal?"

__ADS_1


" Memangnya mas kenal sama mereka ?'


" Saya supir dari orang yang pingsan tadi ."


" Oh ... lebih baik mas ikuti saja mereka ."


" Gimana caranya?" tanya sang sopir mendadak linglung.


" Ya pakai mobil dong mas . Katanya tadi sopir . Memangnya mau ikutin dengan jalan kaki . Yang ada kaki tepar nggak nyampe-nyampe ."


" Iya .. ya kok bodoh banget aku . Tapi bagaimana lewatnya. La wong mobil nggak bisa lewat ."


" Ya nanti to mas . Kalau udah nggak keburu , nanti langsung saja cari di rumah sakit terdekat . Kalau tidak ya ... dirumah sakit pusat . Jika dilihat dari kondisi korban yang terakhir di evakuasi si kondisinya mengkhawatirkan."


" Waduh ... terimakasih mas ."


" Sama-sama."


Akhirnya sopir tadi kembali ke mobilnya. Sedangkan orang yang tadi diajak bicara hanya geleng-geleng kepala sambil tertawa .


Gebi di bawa kerumah sakit terdekat. Begitupun dengan teman-temannya. Tetapi karena kurangnya alat medis membuat Gebi dibawah ke rumah sakit pusat di kota malang .


Ketiga karyawan Gebi mempunyai luka yang tidak serius . Jadi mereka tidak dipindahkan ke rumah sakit pusat .


Aryan yang sudah sadar ikut serta mengiringi Gebi bersama Sandra . Sebab mereka lah yang akan mewakili keluarga.


Aryan dan juga Sandra berada di depan ruang ICU . Mereka menunggu Gebi yang masih tahap pemeriksaan.


Keduanya duduk di kursi yang tersedia disana .


" Bagaimana ini kak ?" tanya Sandra dengan penuh kekhawatiran.


" Apanya ?"


" Apakah kita harus menghubungi orangtuanya?"


" Memangnya kamu tahu nomer mereka ?"


Sandra menggelengkan kepalanya. Karena memang tidak pernah dekat dengan keluarga Gebi .


" Kalau kamu punya nomer karyawan yang lain kamu hubungi . Kasihan mereka tidak ada yang mendampingi."


" Oke !"


Untung Sandra memiliki nomer salah satu karyawan yang tadi satu mobil dengannya. Dia segera menghubungi nomer itu .


" ...."

__ADS_1


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


" ..."


" Bisa kamu datang ke rumah sakit terdekat dari ngliyep?"


" ...."


" Entah ... aku juga tidak tahu namanya ."


" ..."


" Mobil yang dikendarai Gebi mengalami kecelakaan."


" ..."


" Saat ini saya ada di rumah sakit pusat . Karena kurangnya alat medis buat Gebi ."


" ..."


" Tidak ... hanya Gebi yang ada disini . Kondisinya terparah dari yang lain ."


" ..."


" Oke ... assalamualaikum."


Sandra mematikan ponselnya. Kemudian menghampiri Aryan yang sedang mengintip para dokter di ruang ICU .


" Kakak ngapain?"


" Kamu sudah menghubungi mereka?"


Bukanya menjawab pertanyaan Sandra . Aryan malah memberikan pertanyaan lain .


" Sudah ."


Mereka menghentikan pembicaraan saat dokter yang yang memeriksa keadaan Gebi keluar dari ICU . Mereka menghampirinya untuk mengetahui kondisi Gebi .


" Bagaimana kondisi teman saya Dok?"


" Untuk kepalanya masih harus menunggu hasil CT scan . Sedangkan untuk kedua kakinya harus segera di operasi. Untuk itu kami membutuhkan tanda tangan dari walinya. Apakah anda bisa menghubungi keluarganya?"


" Akan saya usahakan Dok... Tolong berikan perawatan terbaik untuk teman saya ," ucap Aryan .


" Kami akan berusaha sebaik mungkin tuan . Bisakah anda mengurus administrasinya?"


" Tentu Dok."

__ADS_1


__ADS_2